Muhammad Farhan Prihadiputra

Blog

Newsfeed

  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Muhammad Farhan Prihadiputra created a new blog post
    Artikel Isu Politik Ade Safana A
    Nama               :
    Ade Safana Alawiyah

    Prodi     ...
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Muhammad Farhan Prihadiputra created a new blog post
    artikel isu politik lisa
    Internasional

    Iran tak gentar
    hadapi sanksi dari Amerika Serikat

    Kerjasama antar dua negara merupakan hal yang penting. Karna
    disetiap kerja...
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Muhammad Farhan Prihadiputra created a new blog post
    artikel ichang
    RISANG ANANDA PUTRA

    D3 HUBUNGAN MASYARAKAT

    PARIKESIT

    ISU POLITIK NASIONAL

     

    ARTIKEL 1

    Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak...
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Muhammad Farhan Prihadiputra created a new blog post
    Artikel vokasi Icha
     Nama:
    Janikha Oriza Sativa Devi Susilowati

    Kelompok: Parikesit

      Universitas
    Sebelas Maret merupakan salah satu perguruan tinggi ya...
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    RIZKA DINAR PERMATA SARI
    PRODI D3 MANAJEMEN ADMINISTRASI
    KELOMPOK PARIKESIT
    TUGAS WEBSITE ISU POLITIK NASIONAL

    1. Peran mahasiswa sebagai perubahan pandangan masyarakat terhadap gunjang-ganjing isu tentang calon presiden dan waktunya dalam pemilu 2019. Dan mulai ramainya tentang hastag #2019gantipresiden atau #tetapduaperiode. Masa kampanye siapa yang akan menjadi presiden belumlah dimulai, namun gencar masyarakat pendukung calonnya masing-masing melakukan kampanye baik kampanye sehat maupun kampanye yang semestinya tidak dilakukan oleh masing-masing team sukses. Akibatnya masyarakat Indonesia terbelah menjadi 2 kubu yang pro ataupun kontra dengan pemerintahan sekarang.
    Bagaimana peran kita sebagai mahasiswa yang seharusnya paham mana informasi yang benar maupun informasi hoax. Ironinya mahasiswa sekarang banyak yang menunjukkan sikap transparansi terhadap pilihannya. Padahal terdapat aturan bahwa suatu yang membawa nama instansi tidak boleh membuat provokasi ataupun terang-terangan mendukung ataupun menolak suatu pemerintahan. Contohnya terdapat mahasiswa juga terang-terangan menolak dengan membuat poster yang menjelek-jelekkan pemerintahan sekarang.

    2. Waketum Gerindra Fadli Zon menjelaskan soal kriteria ketua tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menyebut ketua tim pemenangan harus yang punya waktu 100 persen untuk Pilpres 2019. Hal tersebut disampaikan saat menanggapi soal Ketum PAN Zulkifli Hasan yang didorong sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi. Selain sebagai Ketum PAN, saat ini Zulkifli menjabat Ketua MPR. Fadli juga mengatakan ketua tim pemenangan harus orang yang mudah dihubungi. Ia menyebut ketua tim pemenangan harus pandai berinteraksi. Lebih lanjut, Fadli juga memaparkan soal struktur dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Dia menjelaskan akan ada tim yang khusus menangani generasi milenial sampai purnawirawan.
    Untuk ketua tim pemenangan, Fadli mengatakan akan dipilih Prabowo langsung dan pimpinan partai pengusung. Prabowo-Sandiaga diusung Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Sementara itu, untuk nama panggung pasangan Prabowo-Sandiaga, partai koalisi belum memutuskan. Kata Fadli, ada usulan untuk menggunakan nama PAS (Prabowo-Sandiaga).

    TUGAS WEBSITE ISU POLITIK INTERNASIONAL

    1. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengingatkan bahwa kemitraan Turki dengan AS mungkin dalam bahaya, seiring ketegangan yang terjadi antara kedua negara. Erdogan bahkan mengancam bahwa Ankara bisa mulai mencari sekutu-sekutu baru. Hubungan antara kedua sekutu NATO tersebut telah memburuk ke titik terendah dalam beberapa dekade dikarenakan sejumlah isu. Termasuk penahanan pendeta AS, Andrew Brunson atas tuduhan terkait teror, yang memicu turunnya nilai tukar lira Turki terhadap dolar AS ke titik terendah sepanjang sejarah. Dalam tulisan yang dimuat di media New York Times edisi Sabtu (11/8), Erdogan mengingatkan Washington untuk tidak membahayakan hubungan dengan Ankara. Erdogan bahkan mengancam, negaranya bisa saja mencari "teman-teman dan sekutu baru”. Erdogan mengatakan, Turki punya alternatif mulai dari Iran, hingga Rusia, China dan sejumlah negara Eropa.
    Penahanan pendeta AS, Brunson sejak Oktober 2016 telah makin memanaskan hubungan Ankara dengan Washington. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyebut penahanan Brunson sebagai "aib total" dan menyerukan Erdogan untuk membebaskannya segera.
    2. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan setuju untuk bertemu secara langsung dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Tak ada yang mengira Trump mengambil 'keputusan drastis' ini karena hanya sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, mengatakan pembicaraan langsung antara perwakilan kedua negara 'tidak mungkin bisa digelar dalam waktu dekat'.
    Pernyataan Tillerson sangat bisa dipahami karena skala permusuhan antara Washington dan Pyongyang begitu besar dan memburuk dalam beberapa bulan terakhir, sehingga hampir mustahil ada pertemuan langsung antara para pejabat tinggi AS-Korea Utara, apalagi pertemuan langsung antara Trump dan Kim Jong-un
    RIZKA DINAR PERMATA SARI
    PRODI D3 MANAJEMEN ADMINISTRASI
    KELOMPOK PARIKESIT
    TUGAS WEBSITE ISU POLITIK NASIONAL

    1. Peran mahasiswa sebagai perubahan pandangan masyarakat terhadap gunjang-ganjing isu tentang calon presiden dan waktunya dalam pemilu 2019. Dan mulai ...See more
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Muhammad Farhan Prihadiputra created a new blog post
    artikel isu politik icha
    Nama: Janikha Oriza Sativa Devi Susilowati

    Jurusan: D3 Perpustakaan

    Kelompok :Parikesit

     Isu politik
    nasional:

    1.   ...
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Muhammad Farhan Prihadiputra created a new blog post
    ISU POLITIK
    Nama   : Amalia Septiyani

    Prodi   : D3 perpustakaan

    Kelompok |: 17 Parikesit

     

     

    Artikel isu Politik
    Nas...
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Muhammad Farhan Prihadiputra created a new blog post
    ISU POLITIK
    NAMA: Diah Putri Pamungkas

    PRODI : D3 Penyiaran

    KELOMPOK : PARIKESIT

    isu politik zaman sekarang terlampau banyak namun untuk Indonesia sangat...
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    Nama: Rizal awaludin
    Prodi : Periklanan
    Kelompok : Parikesit

    ISU POLITIK NASIONAL

    Sejak awal saya menduga, Pemilihan Presiden 2019 bakal berlangsung panas. Pasalnya, selain sisa-sisa 'luka' Pilkada DKI Jakarta, juga ada aroma cawe-cawe ulama di hajatan lima tahunan itu.

    Apalagi isu SARA menurut sejumlah lembaga survei berpontensi akan kembali dimainkan dan jadi ganjalan di Pilpres. Belum lagi gerakan massif #2019GantiPresiden yang diklaim sampai luar negeri.

    "Kudu hati-hati ini Jokowi," demikian kata seorang teman dalam obrolan warung kopi.


    Namun dugaan saya meleset sama sekali begitu mendengar desas- desus Prabowo Subianto, kadindat capres oposisi yang punya elektabilitas paling mumpuni, akan menggandeng Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga kader Gerindra.

    Dagelan apa ini?

    Sungguh tak masuk di akal sehat saya jika Gerindra yang tak bisa mengusung capres/cawapres sendiri mengusung dua kadernya dalam satu paket kandidat.

    Bahkan jika Joko Widodo, petahana dengan elektabilitas tertinggi, menggandeng kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai dengan suara mayoritas di DPR, masih sulit dipercaya.

    Tapi ini Prabowo, yang butuh sokongan parpol lain untuk kembali bersaing di arena Pilpres.

    Butuh kerja sama antarparpol untuk menggerakkan mesin politik di Pemilu serta membangun pemerintahan yang kuat nantinya.

    Apa pula yang bisa diharapkan dari Sandi yang namanya sendiri selama ini tak masuk dalam tokoh yang punya elektabilitas di Pilpres.

    Saya berfikir, apa iya ini disengaja agar bisa lebih mudah kalah nanti, karena sadar mimpi menang sulit jadi kenyataan.

    Kicauan Rp500 Miliar

    Kicauan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitternya, seakan sedikit menjawab pertanyaan saya.

    Sandi dikabarkan menggelontorkan uang Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera agar mendapat restu untuk mendampingi Prabowo. Tuduhan serius yang sudah dibantah PAN dan PKS. PKS bahkan berencana membawa ke ranah hukum.
    Terlepas benar tidaknya tudingan itu, dari hitungan politik awam saya, kini tujuan Sandi menjadi cawapres sendiri belum terjawab hingga kini. Saya kurang yakin jika memang tujuan awalnya untuk menjungkalkan Jokowi di Pemilu mendatang.

    Bukannya lebih mudah menggandeng salah satu kader PKS, atau Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR, atau bahkan Agus Harimurti Yudhoyono?

    Seperti diketahui PKS yang merupakan sohib kental Gerindra, selama ini paling kencang meminta jatah cawapres. Sejak awal mereka punya sembilan nama, plus satu nama di antaranya jadi rekomendasi Ijtimak Ulama.

    Elite PKS juga selalu bilang bahwa mereka tak ingin hanya jadi penggembira dan mengancam menarik dukungan dari Prabowo jika cawapres bukan dari mereka.

    Salah satu elite PKS, Mardani Ali Sera selama ini juga dikenal sebagai dedengkot gerakan #2019GantiPresiden.

    Karena itu aneh menurut saya jika di detik-detik terakhir, PKS legawa memberikan kursi cawapres Prabowo untuk sesama tokoh Gerindra, Sandiaga Uno.

    Gerakan #2019GantiPresiden sejak awal begitu masif. Bahkan mudik lebaran ditunggangi dengan kampanye klakson tiga kali di sejumlah titik, tanda setuju pada gerakan ini.

    Saya berfikir gerakan ini benar-benar punya tekad kuat untuk mengganti Presiden di 2019. Gerakan ini sangat masif dengan pengikut militan meski belum menyebut tokoh.

    Masifnya gerakan ini saya kira bakal diikuti dengan dua pasangan yang menjanjikan dan bisa bicara banyak di Pemilu nanti. Ya setidaknya bisa memberikan perlawanan berarti atau bahkan mungkin sesuai dengan cita-cita mereka, membuat Jokowi angkat koper dari Istana.

    Tapi apa lacur, sosok yang diduetkan dengan Prabowo adalah tokoh yang sama sekali tak pernah disurvei dan berasal dari kalangan dalam Gerindra.

    Saya melihat, hebat sekali dan sangat percaya diri Prabowo ini menggandeng tokoh parpolnya yang bahkan Jokowi saja tidak melakukannya.

    Setelah Prabowo menggandeng Sandi, sangat menarik dinanti manuver tokoh #2019 GantiPresiden ini seperti Mardani Ali Sera atau Neno Warisman.

    Menarik juga ditunggu alasan Prabowo menggandeng Sandi, alasan kubu koalisi di tubuh Prabowo seperti PAN dan PKS yang rela kursi cawapres diduduki orang Gerindra lagi.

    Jika benar apa yang dikatakan Andi Arief, bahwa ada uang Rp500 miliar dibalik dipilihnya Sandi sebagai cawapres Prabowo dan tak ada niat besar untuk mengalahkan Jokowi, maka bisa dibilang, Pilpres 2019 hanya sebuah arena lucu-lucuan sebagai wujud politik dagelan.

    ISU POLITIK LUAR NEGERI

    Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antarbangsa. Politik luar negeri Indonesia berdasarkan pada Pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan perikkeadilan.

    Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional ke dalam kehidupan antarbangsa. Dengan dijiwai oleh falsafah Negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika, politik luar negeri Indonesia diabdikan kepada kepentingan nasional. Dengan demikian, politik luar negeri merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional.

    POlitik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif dalam pengertian tidak pasif, yaitu peranan Indonesia dalam percaturan internasional tidak bersifat reaktif tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

    Karena heterogenitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia, politik luar negeri hars bersifat kenyaldalam arti ersikap moderat dalam hal yang kurang prinsipil dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD 1945. Politik luar negeri juga harus lincah. Dengan dinamika perubahan-perubahan hubungan antarbangsa yang cepat dan tidak menentu di dunia, diperlukan daya penyesuaian yang tinggi demi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan tersebut.

    Tantangan yang Dihadapi

    Situasi internasional yang selalu berkembang dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan politik luar negeri yang memerlukan penanganan dan penyesuaia. Perkembangan dan kemungkinan gejolak di dunia, baik poliik maupun ekonomi harus diikui secara seksama agar dapat diantisipasi kemungkinan-kemungkinan yan dapat mempengaruhi stabilitas nasional dan menghambat pelaksanaan pembangunan.

    Permasalahan dominan saat ini, danya kecenderungan dan dominasi dari Negara adiaya yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik lua negeri. Negara-negara yang kuat cenderung menerapkan pandangan-pandangan politiknya serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya kepada Negara lain dalam hal modal, teknologi, dan pasar.

    Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global. Sebaliknya, globalisasi ekonomi dan perkembangan teknologi mengakibatkan hubungan ekonomi internasional dan ekonomi nasional semakin tidak dapat dipisahkan karena adanya saling ketergantungan.

    Dalam menghadapi tantangan pada tingkat global antara lain adanya dominasi Negara adidaya yang memaksakan kehendaknya berdampak negative bagi kepentingan Negara-negara berkembang perlu ditingkatkan kewaspadaan, keteguhan sikap, dan kemantaban ideology dalam memelihara ketahanan nasional.

    Kerjasama dan persahabatan antarbangsa perlu memanfaatkan berbagai forum dan organisasi internasional, meningkatkan peranan Indonesia dalam restrukturisasi , revitalisasi dan demokratisasi PBB, serta meningkatkan kerjasama antar Negara ASEAN, Asia Pasifik, Gerakan Nonblok, OKI, dan kerjasama antar kawasan. Di samping itu hubungan lua negeri perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra Indonesia yang positif di luar negeri, meningkatkan investasi, meningkatkan pasar komoditas ekspor Indonesia dan melindungi kepentingan dan hak-hak warga Negara Indonesia di luar negeri serta aktif dalam memberikan bantuan kemanusian di luar negeri.
    Nama: Rizal awaludin
    Prodi : Periklanan
    Kelompok : Parikesit

    ISU POLITIK NASIONAL

    Sejak awal saya menduga, Pemilihan Presiden 2019 bakal berlangsung panas. Pasalnya, selain sisa-sisa 'luka' Pilkada DKI Jakarta, juga ada aroma cawe-cawe ulama di hajatan lim...See more
    Aug 13
    0 0
  • Muhammad Farhan Prihadiputra
    FITRI WAHYU UTAMI
    D-3 Manajemen Administrasi
    PARIKESIT

    ISU POLITIK NASIONAL
    Prabowo-Sandiaga terancam Ditinggal Demokrat karena Jenderal “Kardus”
    Demokrat belum ambil sikap tentang deklarasi Cawapres Prabowo dan Jokowi serta Andi Arief yang menyebut Prabowo Jenderal “kardus”
    Usai deklarasi kedua kubu, Prabowo Subianto dan Jokowi, Partai Demokrat belum mengambil sikap akan bergabung dalam koalisi pengusung Prabowo atau Jokowi. Partai Demokrat akan menggelar rapat majelis tinggi untuk menentukan arah dukungan pada hari ini, Jumat (10/9/2018) pukul 09.00 WIB. Keputusan belum diambil setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak menemukan kata sepakat untuk pasangan cawapres pendamping Prabowo saat melakukan pertemuan di kediaman SBY.
    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menyebut tiga partai, Gerindra, PKS dan PAN sudah diberikan uang Rp 500 miliar. Duit tersebut merupakan mahar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno‎, untuk bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto. "Jadi di luar itu tidak bisa dianggap sebagai suara resmi partai. Suara resmi berkaitan bersumber dari ketua umum atau dari sekjen," ujar Ferdinand di kediaman SBY Jalan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (9/8).
    Sedangkan dari pihak Partai Demokrat sendiri, mengatakan bahwa itu tidk bisa dikatakan mewakili Partai Demokrat, pernyataan resmi hanya melalui Ketua Umum Partai atau Sekretaris Jenderal.Terkait beredarnya tulisan tangan SBY yang menyatakan Partai Demokrat mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, dikatakan Syarief, hal tersebut merupakan "hoax".

    Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan pihaknya kaget karena, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno 'ngotot' menjadi cawapres Prabowo Subianto dengan membayarkan mahar. Andi menambahkan, Sandiaga merayu Gerindra‎, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Amanat Nasional (PAN) dengan imbalan uang sebesar Rp 500 milar. Sehingga bisa memuluskan langkahnya menjadi cawapres Prabowo Subianto.
    Menurut Andi, Prabowo dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan pada Selasa (7/8) malam dengan adanya kesepakatan-kesepakatan. Namun semuanya berubah hanya dalam hitungan jam. Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat bakal meninggalkan Gerindra dari koalisi yang sudah terbangun. Termasuk juga meninggalkan PAN dan PKS.



    Mendadak Caleg: Riuh pemilu legislatif memanas berhias kaum selebritas.
    Parpol parpol turun gunung mengajak pesohor ganti panggung, tidak terlalu penting keahlian popularitas jadi faktor yang diutamakan apa ini tanda partai semakin terbuka atau sekedar jalan pintas belaka. Dengan alasan ingin berkontribusi bagi Negeri banyak artis yang banting setir jadi calon legislatif dari berbagai Partai.
    Salah satu Bakal Calon Legislatif dari Partai Perindo dengan Dapil DPR RI Sulawesi Utara, yang merupakan artis papan atas Indonesia adalah Dirly, yang merupakan jebolan ajang pencarian bakat Indonesia Idol. Di acara Mata Najwa, Dirly menyanyikan sebuah lagu yang merupakan cara ia meyakinkan masyarakat kenapaia layak mendapatkan kepercayaan sebagai wakil rakyat. Berikut lirik lagu yang ia nyanyikan,
    “Aku mulai tak memahami dunia. Sudah semakin gila. Kita saling menyakiti mengatas mengatasnamakan cinta. Kau harus tau teman, aku manusia, kamu manusia, kita manusia. Kita bersaudara. INDONESIA AKU ADALAH PEJUANG. “
    Dirly mengatakan dia mencari sebuah pengalaman di dalam dunia politik melalui pencalonan legislatif. Dia mengatakan saat ini untuk memasuki partai politik adalah sesuatu hal yang bisa dikatakan mudah. Dia ingin membuat masyarakat Indonesia bersatu.
    Semantara Bakal Calon Legilatif dari partai PSI, yang merupakan Vokalis Grup Band Nidji Giring Ganesha, mengumbar alasan kenapa Giring layak dipilih, dia mengatakan bahwa ia pekerja keras, bertanggung jawab karena orang tuanya yang mendidik menjadi seseorang yang bertanggung jawab sehingga ia bisa membawa kesuksesan. Giring juga mengatakan, ia benci korupsi, dan siap melawan korupsi sampai kapanpun. Selama 15 tahun berkarya menghibur rakyat indonesia sekarang saatnya rakyat memberi kesempatan untuk bekerja dan melayani masyarakat Indonesia.
    Terdapat artis lain yang juga mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif, Tina Toon yang merupakan mantan artis cilik yang mengatakan bahwa dia mewakili generasai anak muda milenial yang energik dan mau bekerja keras serta memiliki latar belakang pendidikan yang cukup, dengan latar belakang pendidikan S1 Komputer S2 Hukum.
    Artis perempuan lain yang maju sebagai Calon Anggota legislatif, yaitu Jane Shalimar. Ini kedua kali Jane maju sebagai Calon Legislatif. Jane merupakan Bacaleg dari partai Demokrat dengan Dapil DPRD II depok. Tidak banyak mengumar alasan kenapa ia kayak di pilih, Jane lebih menekan kan pada aspirasi perempuan, tentag menyampaikan pendapat.
    Artis lain yang bersahabat dekat bersaing di Dapil Jabar V Tommy Kurniawan yang merupakan Bacaleg PKB , dan Sahrul Gunawan Bacaleg Partai Nasdem. Tommy menekankan bahwa anak muda tidak boleh apatis terhadap dunia politik. Sedangkan Sahrul berkata mungkin melalui dia menjadi Legislatif dia bisa membangun 100 sekolah 1000 jembatan dan fasilitas publik yang seharusnya bisa diwujudkan.



    ISU POLITIK INTERNASIONAL
    Menlu Iran Tegaskan Tak Akan Ada Pertemuan dengan AS
    Teheran - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa tak akan ada pertemuan dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat. Penegasan ini disampaikan menyusul diberlakukannya kembali sanksi-sanksi Washington terhadap Iran.

    "Tidak, tak akan ada pertemuan," ujar Zarif ketika ditanya kantor berita Tasnim soal ada tidaknya rencana untuk bertemu Menlu AS Mike Pompeo.
    Dikatakan Zarif, juga tak ada rencana untuk bertemu dengan pejabat-pejabat AS di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, bulan depan. Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden AS Donald Trump akan menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB tersebut.
    "Mengenai tawaran (pembicaraan) dari Trump baru-baru in, sikap resmi kami diumumkan oleh presiden dan oleh kami. Amerika tidak jujur dan kecanduan mereka akan sanksi-sanksi tak memungkinkan negosiasi apapun terjadi," ujar Zarif kepada Tasnim seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/8/2018).ni merupakan penolakan paling eksplisit dari Iran sejauh ini, setelah beredar spekulasi bahwa tekanan ekonomi akan memaksa para pemimpin Iran untuk kembali berunding dengan Washington

    Pemerintah AS menerapkan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran pada Selasa (7/8) lalu, menyusul mundurnya AS pada Mei lalu dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar di dunia. Zarif bertemu beberapa kali dengan Menlu AS saat itu, John Kerry selama negosiasi dan implementasi kesepakatan nuklir tersebut.

    Pekan lalu, Rouhani menyatakan bahwa Iran "selalu menyambut negosiasi" namun Washington harus lebih dulu menunjukkan bahwa negara itu bisa dipercaya.























    Lawatan Pompeo dan Sinyal Trump Terhadap Relasi AS-RI
    Jakarta dipastikan menjadi salah satu kota yang bakal didatangi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo dalam tur kenegaraannya ke Asia Tenggara pada pekan ini.

    Setelah menghadiri serangkaian acara pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dan negara mitra di Singapura hari ini, Kamis (3/8), Pompeo akan berkunjung ke Indonesia dan menemui Menlu RI Retno Lestari Priansari Marsudi.

    Sebelum Pompeo, Menteri Pertahanan AS James Mattis hingga Wakil Presiden Mike Pence juga telah lebih dulu mampir ke Jakarta dan membahas relasi AS-Indonesia ke depan.

    Di satu sisi, sejumlah pihak menganggap AS masih melihat Indonesia sebagai mitra penting di Asia Tenggara. Hal itu bisa diukur dari cukup rajinnya petinggi pemerintahan Negeri Paman Sam melawat ke Jakarta di masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

    Namun, menurut Direktur Pusat Studi Asia Tenggara Center for Strategic and International Studies (CSIS) Washington DC, Brian Harding, relasi Gedung Putih dan Istana Negara tak menunjukkan kemajuan yang signifikan lantaran Trump tidak menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai prioritas kebijakan luar negerinya.

    “Hubungan Indonesia dan AS tidak ke mana-mana bahkan tidak mendekati potensi yang seharusnya di bawah pemerintahan Trump karena secara lebih luas Asia Tenggara bukan menjadi prioritas kebijakan Trump saat ini," ujar Harding dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (2/8).

    Menurut Harding, relasi AS-Indonesia belum mencapi potensi maksimal lantaran interaksi ekonomi dan politik kedua negara minim jika dibandingkan peluangnya. Interaksi antara kedua pejabat pemerintahan juga sering kali bersifat birokratis, bukan strategis.

    Hal ini, paparnya, bisa terlihat dari belum terdengarnya rencana lawatan resiprokal Presiden Joko Widodo ke AS atau Presiden Trump ke Indonesia. Padahal, jika dibandingkan sejumlah pemimpin negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Singapura telah melakukan lawatan kenegaraan ke Washington DC.

    "Menurut saya lawatan Jokowi ke Washington atau Trump ke Jakarta ini penting menunjukkan sinyal bahwa RI-AS berkomitmen memperkuat kerja sama bilateral. Kedua pemimpin diharapkan bisa merealisasikan rencana ini untuk memberi sinyal bahwa hubungan kedua negara signifikan," kata Harding.

    Harding mengatakan di bawah komando Trump, AS memusatkan perhatiannya pada kawasan Asia Timur, terutama karena persaingan dengan China dan isu nuklir Korea Utara.

    Mantan pejabat Kementerian Pertahanan AS itu menyebut sejak hari pertama Trump menjabat di Gedung Putih, presiden ke-45 itu telah memfokuskan kebijakan untuk membendung kebangkitan China yang dianggap ancaman utama AS tak hanya dalam masalah ekonomi, tapi juga politik dan keamanan.

    Isu nuklir Korea Utara juga menjadi salah satu fokus politik luar negeri AS selama setidaknya sembilan bulan terakhir yang menghasilkan pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni lalu.

    Belakangan, Trump juga mulai memusatkan perhatian kebijakan AS untuk menangani nuklir Iran.





























    FITRI WAHYU UTAMI
    D-3 Manajemen Administrasi
    PARIKESIT

    ISU POLITIK NASIONAL
    Prabowo-Sandiaga terancam Ditinggal Demokrat karena Jenderal “Kardus”
    Demokrat belum ambil sikap tentang deklarasi Cawapres Prabowo dan Jokowi serta Andi Arief yang menyebut Prab...See more
    Aug 13
    0 0