Bondan Kurniasih

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • ARISTOKRAT

    Nama Anggota :
    1. Hanifah Qonita
    2. Candra Kusuma Dewi
    3. Luluk Dwi Parwati
    4. Agista Rinjani Khairunisa
    5. Bondan Kurniasih
    6. Nikmatuz Zuhra Ainy
    7. Istianawati
    8. Windy Yulistyani
    9. Maria Desta H.P
    10. M. Randi Duam
    11. M. Abdel Apalso
    12. Ahmad Haidir
    13. M. Arbi Yuli U
    14. Altarsyah Reza
    15. Rifky Naufaldi F
    16. M. Chusnur Rifdi

    Nama Pendamping : Marisca Giva
    Tempat : UNS
    UNS adalah Universitas Negeri yang ada di kota Solo. Universitas ini sendiri merupakan universitas yang kehadirannya dituggu-tunggu oleh masyarakat Solo dan sekitarnya. UNS juga dapat menjadi ikon kota Solo, karena mengingat Kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa asli, serta terdapat potensi yang besar di lapangan perguruan, baik tenaga pengajar dan siswanya
  • Surat Untuk Indonesia

    Apa kabar Indonesia ku tercinta? Bagaimana kabarmu dalam umur yang semuda ini bagi suatu negara? Umur merupakan suatu anugrah yang tidak ternilai dan merupakan pemberian anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib perlu kita syukuri. Nikmat-Nya selalu diberikan secara cuma-cuma dan datang dengan tiba-tiba. Berbicara mengenai umur, kapan Anda dilahirkan di dunia ini? Masih asing dengan ucapan “selamat hari lahir”, “selamat ulang tahun”,”selamat hari tambah tua”,”sugeng tanggap warso” dan ucapan lainnya dari keluarga dan rekan Anda yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan telah datangnya hari dimana saat Anda dilahirkan.
    Bulan Agustus merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh warga Indonesia untuk menyambut suatu hari yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus. Berdasarkan sejarah, pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 merupakan hari jadi dan lahirnya kemerdekaan Indonesia atas penjajahan yang dilakukan oleh negara maju yang berbau kapitalis dan berusaha menguasaiseluruh kekayaan di bumi nusantara ini.
    Berbicara mengenai perayaan kemerdekaan, tahun ini Indonesia sudah berumur 71 tahun bila dihitung sejak 1945. Umur yang tua untuk ukuran manusia namun cuku muda untuk umur sebuauh negara. Umur 71 tahun tidaklah lama tetapi sudah muncul berbagai macam perubahan yang sngat mencolok sejak awal kemerdekaan tahun 1945. Jangankan sejauh itu, dari satu tahun kebelakangsaja Indonesia sudah melakukan perubahan-perubahan yang terlihat jelas. Misalnya saja kabinet pemerintahan dan prestasi yang digapai di perlombaan tingkat dunia. Namun dibalik kebanggaan itu ada pula hal-hal yang seharusnya ditutupi dan tidak dilakukan oleh warga negara Indonesia. Apalagi oleh seorang pemimpin pemerintahan. Masih banyak korupsi suap dan bencana bencana alam seperti banjir dan tanah longsor karena penggundulan hutan.
    Kemacetan dan masalah sosial lainnya juga masih banyak terjadi di Indonesia tecinta ini. Walaupun usia sudah tidak muda lagi namun Indonesia juga masih perlu banyak berbenah untuk dirinya. Dan untuk merubah Indonesia mnjadi lebih baik juga diperlukan perubahan dari semua individu. Perubahan itu juga dapat dilakukan dari melakukan perubahan-perubahan kecil seperti kejujuran dan melakukan hal hal yang tidak menyalahi aturan.
    Dalam perayaan tujuh belasan yang ke-71 tahun ini diwarnai berbagai hal-hal yang sangat ‘unik’. Mengapa unik? Ada saja berbagai hal-hal baru yang tercium dan terdengar oleh kita semua. Hal ‘unik’ di sini dapat kita lihat diperkembangan zaman saat awal tahun 2000an, anak kecil hanya memiliki pengetahuan tentang bermain bersama teman-teman seperti sepak bola, kasti, dakon, petak umpet, dan permainan tradisional lainnya yang mementingkan kekompakan para pemain. Ditahun 2016 ini mereka malah yang bertanya-tanya, permainan apa itu? Bagaiaman cara memainkannya? Dan yang paling parah asalah saat mereka bertanya apakah permainan itu membuat kita capek dan berkeringat? Pertanyaan yang sangat miris sekali dizaman serba modern dan serba mudah diakses. Banyak anak-anak yang sejak dini sudah terlalu mengenal dunia teknologi canggih yang membuat mereka menjadi mudah menyerah untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan fisik. Mereka lebih memilih semua yang serba instan dan tidak melelahkan. Hal itu sebenarnya dapat diperbaiki dengan menanamkan kembali jiwa cinta tanah air atau nasionalisme dan mengajarkan kepada generasi muda untuk bermain permainan tradisonal dan barang sekejap meninggalkan gadget mereka. Karena apabila generasi muda saja tidak mau memainkan dan meletarikakan budaya Indonesia sendiri siapa lagi yang akan melakukannya.
    Indonesiaku tercinta, di masa depan tentunya akan ada generasi muda bangsa yang mampu mengembalikan citra dan membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Dan hal itu jugaakan dilakukan oleh penulis surat untukmu ini. Penulis akan berusaha untuk memajukan Indonesia dan menjadi kebanggaan negeri. Memang seorang pahlawan tidak harus terlihat dan terkenal namun selama kita mampu melakukan hal yang bermanfaat dan membangun bagi nusa dan bangsa kita juga dapat dikatakan sebagai pahlawan.
    Saya rasa cukup sekian yang akan saya samaikan unruk Indonesiadi usia ke 71 tahun ini. Segala harapan, doa dan usaha juga selalu dipanjatkan untuk melihat dan membangun Indonesia menjadi negara maju dan bebas dari bencana juga penyakit sosial yang merugikan bangsa.
    Dirgahayu Indonesiaku…
  • Bondan Kurniasih edited their profile details
  • Bondan Kurniasih changed their avatar
  • Bondan Kurniasih joined our site!