Vira Arshita Nadia Kusuma

Ig: viranadia Line: viraarshita

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Friends

Newsfeed

  • HEGEMONI

    1. Hendrata Wahyuesa P. (Sosiologi)
    2. Vira Arshita Nadia (Sosiologi)
    3. Ayu Bella Ganawati (Sosiologi)
    4. Diyanita Putri (Sosiologi)
    5. Febby Larasati (Ilmu Komunikasi)
    6. Tiara Mahatma (Ilmu Komunikasi)
    7. Zefrien Roselina (Ilmu Komunikasi)
    8. Hannyda Ishlahiyah (Ilmu Komunikasi)
    9. Wisnu Amri H. (Ilmu Komunikasi)
    10. Kinanthi Larasati P. (Ilmu Komunikasi)
    11. Intan Annisa P. (Hubungan Internasional)
    12. Reinald Febrianto (Hubungan Internasional)
    13. Rizki Cahyani Rosmaina (Hubungan Internasional)
    14. Angga Ferdinandito (Administrasi Negara)
    15. Banyu Visandi P. (Administrasi Negara)
    16. Realdy Bagus Dwi P. (Administrasi Negara)
    17. Aisyah Nur’ayni (Administrasi Negara)
    18. Mabror Wijiutomo (Administrasi Negara)
    19. Clarenha Rosario Wijaya Seran (Pendamping)

    Monumen pemersatu bangsa terletak di jalan KH. Dewantara, tepatnya di belakang kampus UNS. Pada monumen ini terdapat patung Soekarno sedang memegang sebuah tongkat dan patung Hatta sedang memegang sebuah gulungan kertas. Pada monumen ini terdapat pula patung seekor burung elang dengan pose mata tajam mencekram. Monumen yang didirikan pada tahun 2008 ini diharapkan dapat menjadi suatu kail agar anak bangsa mau dan ingin mengenang serta menghargai Bapak Proklamator negeri kita, Soekarno-Hatta.
  • SURAT UNTUK INDONESIA

    Untuk Indonesiaku yang berusia 71 tahun. Tahun ke 70 telah usai, seluruh rakyatmu menyambut dengan penuh sukacita, mengingat bahwa perjuangan para pahlawan negeri ini untuk mendapatkan kemerdekaan tidaklah mudah. Banyak luka, pertumpahan darah, bahkan harus berpisah dengan keluarga.
    Setiap tahun selalu sama, semangat para pahlawan selalu terasa. Di bulan Agustus, selama 1 bulan penuh angin yang berhembus terasa sejuk dan sangat berbeda dengan bulan lainnya. Itu yang membuat diriku semakin yakin bahwa perjuangan yang berbuah kemenangan para pahlawan sangatlah hebat.
    Perjalanan dari usia 70 tahun menuju 71 tahun tidak semudah yang diharapkan. Teror, demo, perpecahan sering mewarnai tanah air Indonesia ini. Banyak luka hati yang membuat rasa dendam muncul, dan kemudian Indonesia selalu menjadi saksi bisu untuk semua yang telah terjadi.
    Saat para penegak hukum telah berusaha sekuat mungkin, bahkan para pemimpin dan wakil rakyat yang tersebar di Indonesia berusaha dengan keras untuk menerima dan menyalurkan seluruh aspirasi masyarakat merasa kewalahan karena keinginan yang tidak ada batasnya.
    Di lain keadaan, para bandar dan pengedar narkoba mencoba menguasai generasi muda yang merupakan penerus para pahlawan. Banyak remaja yang terjebak oleh benda haram tersebut dan akhirnya mereka kehilangan masa depan yang indah. Hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada bandar narkoba seakan tidak membuat jera. Bahkan saat mendekam di balik jeruji besi, mereka tetap bisa menjalankan bisnis haram itu. Tentang hukuman mati yang telah diambil pemerintah Indonesia, ternyata menuai banyak pro dan kontra. Keuntungannya adalah untuk memutus peredaran narkoba namun di sisi lain, banyak negara yang menentang hukuman mati itu karena melanggar Hak Asasi Manusia. Namun pemerintah Indonesia tetap melaksanakan hukuman mati untuk segera menghentikan perdagangan narkoba.
    Tentang teror yang selama ini terjadi pun tidak luput dari sorotan dunia. Indonesia menuai banyak teror, seperti bom bunuh diri yang terjadi di kota-kota besar. Bahkan kota Surakarta pun mengalami teror tersebut. Namun pihak kepolisian bekerja keras untuk menuntaskan kasus teror itu untuk membuat Indonesia tetap aman dan damai.
    Belakangan ini para awak kapal Indonesia banyak yang ditawan oleh sekumpulan perompak yang menyebut mereka sebagai Abu-Sayyaf. Mereka meminta pemerintah Indonesia uang tebusan sebagai gantinya. Tetapi dengan semangat para Tentara Nasional Indonesia, para pawanan pun berhasil dibebaskan.
    Sampai saat ini, Indonesia masih dihantui oleh para koruptor yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat kecil semakin menderita namun para koruptor semakin berkuasa. Hukuman yang diberikan pun terkadang tidak sebanding. Padahal, rakyat biasa yang kedapatan hanya mencuri ayam diberikan hukuman yang berat.
    Setelah melihat banyak kejadian yang ada di Indonesia selama satu tahun ini, saya berharap tidak ada lagi pertentangan, teror, demo anarkis, tidak adilnya hukum dan para pekerja Indonesia yang ditawan oleh orang asing. Saya ingin Indonesia penuh dengan kedamaian dan ketenangan agar perjuangan para pahlawan 71 tahun yang lalu tidak sia-sia.
    Saya sebagai generasi muda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik akan berkontribusi untuk Indonesia. Membantu sesama yang membutuhkan, tidak kenal lelah untuk tetap mendukung pembangunan negara, aktif dalam pemilihan umum karena 1 suara sangatlah berharga, menghormati setiap pemimpin daerah bahkan Presiden dan Wakil Presiden, menjaga nama baik bangsa dan negara, tidak bersikap individualistis, memperhatikan keadaan sekitar dan menjadi generasi penerus yang bertanggung jawab kepada Indonesia.
    Dirgahayu Republik Indonesia. Majulah bangsaku, damailah negaraku.
  •  
  • Vira Arshita Nadia Kusuma joined our site!
    Aug 9 '16
    0 0