Rahmania Wida

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Blog

Newsfeed

  • TUGAS ARTIKEL (PUNISHMENT)
    Di dalam kota-kota padat, seperti solo contohnya banyak sekali pedagang-pedagang yang mencari peluang untuk menambah penghasilan. Pedagang kaki lima misalnya, mereka memanfaatkan situasi dan tempat yang strategis dalam memperoleh keuntungan yang maksimal. Namun, terkadang mereka sangat sulit untuk diatur, padahal tempat yang mereka anggap strategis tersebut tidak tepat bagi masyarakat dan pemerintah.
    Mereka yang sulit diatur, tentunya akan menjadi beban bagi masyarakat sendiri. Padahal, jika pemerintah menempatkan mereka pada tempat yang layak, pemerintah akan memberikan sarana dan prasarana yang lebih memadai dari sebelumnya. Namun, berbagai cara yang dilakukan pemerintah pun malah menimbulkan beberapa masalah.
    Seperti halnya yang terjadi di Manahan, DPP Solo menghalau setiap pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di sekitar kompleks Stadion Manahan saat Sunday Market ditiadakan mulai Minggu (17/7/2016) hingga Minggu (14/8/2016). Kabid Pengelolaan PKL DPP Solo, Herymul, mengatakan DPP telah berkoordinasi dengan Satuan Poisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo untuk penertiban PKL di kompleks Stadion Manahan selama Sunday Market libur lima pekan.
    Herymul menyampaikan petugas DPP maupun Satpol PP akan bergerak menyisir sekitar kompleks Stadion Manahan sejak waktu Subuh hingga siang hari. Petugas akan meminta kepada para PKL untuk meninggalkan tempat sebelum menggelar lapak dagangan. Keberadaan PKL di sekitar kompleks Stadion Manahan sangat berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
    “PKL jelas enggak boleh masuk. Kalau masuk, bisa mengancam kerusakan taman dan membuat kotor. Nanti pintu gerbang kompleks Stadion Manahan akan dikunci. Saya yakin mereka tidak berani masuk. Lagi pula tidak ada pengunjung. Kami mengantisipiasi kalau mereka malah berjualan di luar kompleks Stadion Manahan,” ujar Herymul. (Sumber : SOLO RAYA)
    Sebagai warga yang taat pada peraturan, seharusnya kita sesame warga harus saling mengingatkan, tidak ada yang saling merugikan dan menguntungkan karena ini adalah demi kehidupan kita bersama. Demi terciptanya masyarakat solo yang berseri kehidupan yang aman dan tenteram.
  • KESAN membuat Bendera

    Garda Fisip UNS benar2 membuat kami para maru memiliki pengalaman dan semangat baru. kami mulai ada kesadaran untuk saling mengenal, membantu, dan mengembangkan rasa peduli kita.
    dengan adanya kegiatan membuat bendera, kami bersama kelompok 1 sangat antusias dalam mengerjakannya. dengan semangat dan kerjasama antar anggota kelompok kami mampu menyelesaikan pembuatan bendera besar
    bukan hanya karna membuat bendera fisip itu fisip menjadi hebat, tapi karena kita orang-orang didalam fisip lah yang membuat fisip menjadi lebih hebat :)
  • TUGAS FOTO DIARY
  • TUGAS FOTO CO CARD
  • TUGAS PKKMB FISIP UNS - Perkenalan Diri
    Ass.wr.wb, saya Rahmania Wida dari Sragen, saya kelahiran Sragen, 24 Mei 1998. Saya berasal dari SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Saya anak pertama dari ...