Agraprana Daffa Al'Muhtadie Billah

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Blog

Newsfeed

  • FOTO KELOMPOK SALAHUDDIN AL AYYUBI
    Anggota Kelompok:
    1.       Aberrant Pratama Yoga
    2.       Nadhifa Aliya Amani
    3.       Humaira Hasna J...
    Aug 12
    0 0
  • Surat Untuk Indonesia
    Surat Untuk Indonesia

    Berbicara Indonesia satu tahun kebelakang saat tentu banyak
    yang sudah terjadi. Mulai dari proses kerja Jokowi dan Jusuf Kal...
    Aug 8
    0 0
  • Jika Aku Menjadi Pemimpin

    Sebenarnya tidak usah menunggu untuk jadi pemimpin. Karena sebenarnya kita sudah diberi amanah oleh Allah SWT bahwa kita adalah khalifah di bumi atau pemimpin di bumi ini. Kita juga menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri. Hal yang paling simpel seperti membuat keputusan untuk diri kita sendiri merupakan contoh dari cara memimpin diri sendiri, dan juga bisa menggambarkan bagaimana kita memimpin orang lain nantinya. Lalu bagaimana jika saya bagaimana menjadi pemimpin atau pimpinan untuk orang lain nantinya?
    Pertama saya akan menjelaskan apa arti pemimpin dan pimpina itu sendiri. Memang sekilas terdengar sama namun terdapat makna yang jelas untuk dapat benar-benar membedakannya. Pemimpin sendiri adalah orang yang memimpin orang lain dengan cara ikut bekerja keras didalamnya. Sebagaimana kerja keras orang lain yang dipimpin oleh pemimpin itu sendiri. Contohnya, seorang Bos ikut bekerja dilapangan membantu karyawannya yang sedang bekerja. Disini dapat diartikan bahwa bos tersebut bukan hanya sekedar memberi perintah kepada anak buahnya saja tetapi juga merasakan apa yang dirasakan anak buahnya sendiri. Menjadi pemimpin bukan berarti berbeda tanggung jawab dari anak buahnya tetapi justru menambah tanggung jawab. Oleh karena itu barang siapa yang benar-benar tahu apa arti pemimpin itu sesungguhnya maka orang itu akan selalu bekerja 2 kali lipat dari anak buahnya. Karena dia harus berpikir untuk mengatur dan bertindak seperti anak buahnya pula.
    Selanjutnya arti dari pimpinan itu sendiri. Pimpinan merupakan orang yang memiliki jabatan lebih tinggi dari anak buahnya. Tetapi seorang pimpinan menganggap bahwa dia memiliki tanggung jawab yang berbeda dari anak buahnya. Tidak seperti seorang pemimpin yang mengaggap bahwa dirinya mempunyai tanggung jawab yang sama dengan anak buahnya dan juga tanggung jawab untuk mengatur. Seorang pimpinan cenderung hanya suka memberikan perintah saja. Tidak seperti seorang pemimpin yang juga turut membantu langsung anak buahnya. Seorang pimpinan seringkali tidak bisa memberikan contoh yang baik terhadap anak buahnya. Dan pada akhirnya pun hasil kerja mereka juga berantakan.
    Dari kedua perbedaan tersebut, tentu saya akan mencoba berusaha agar menjadi pemimpin. Menurut saya sendiri cara memimpin yang baik adalah dengan cara mendekati atau memahami orang yang saya pimpin itu sendiri. Karena dengan begitulah saya dapat tahu apa saja kelebihan dan kelemahan mereka, dan juga bagaimana kepribadian mereka. Memang tidak gampang untuk mengetahui kepribadian dan perasaan orang lain. Apalagi jika orang yang kita pimpin sangat amatlah banyak, seperti presiden. Tapi bagaimanapun jika saya menjadi pemimpin suatu hari nanti langkah pertama yang saya akan langkukan adalah berusaha mengenal orang-orang yang akan saya pimpin nantinya dengan baik. Karena saya yakin bahwa semakin banyak saya mengetahui orang lain semakin ringan juga tanggung jawab saya nantinya. Karena saya tahu bahwa saya tidak sendirian. Ada orang-orang yang selalu akan membantu saya dimanapun dan kapanpun. Dan merekapun juga sama, bahwa mereka sedang dipimpin oleh orang yang benar-benar mereka percayai yang akan membantu mereka pula dimanapun dan kapanpun.
    Tanggung jawab tidak pernah terlepas dari yang namanya seorang pemimpin. Saya tahu bahwa semakin besar amanah seorang pemimpin maka kesempatan untuk berdosa pun juga semakin besar. Karena amanah seorang pemimpin tidak lepas dari amanah orang-orang yang dipimpinnya, jadi apabila ada yang merasa tidak suka atau dirugikan maka dosa kita akan bertambah banyak tiap keluhan mereka. Oleh karena itu jika saya menjadi pemimpin suatu saat nanti, saya akan selalu berpegang teguh pada prinsip saya. Yaitu, jika melakukan sesuatu maka lakukan karena Allah SWT dan jika terjadi hal apapun maka selalu lah ingatlah Allah SWT.

    Aug 3
    0 0
  • Aug 3
    0 0