Raden Roro Almira Diella Mayasari

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Blog

  • Usai sudah hari pertama PKKMB FISIP UNS2016. Namun di hari pertama ini, saya telah melakukan kesalah...
    · Aug 18 '16
  • NAMA KELOMPOK : GESTALT TEMPAT YANG DI KUNJUNGI : TAMAN SATWARU JURUG Nama Kakak Pendamping ...
    · Aug 14 '16
  • Raden Roro Almira Diella MayasariSURAT UNTUK INDONESI A Magelang, 7 Agustus 2016 Kepada selur...
    · Aug 10 '16

Newsfeed

  • TUGAS SANKSI
    Usai sudah hari pertama PKKMB FISIP UNS2016. Namun di hari pertama ini, saya telah melakukan kesalahan yaitu memakai atribut gelang selain emas. Maka ...
  • TUGAS FOTO KELOMPOK

    NAMA KELOMPOK : GESTALT
    TEMPAT YANG DI KUNJUNGI : TAMAN SATWARU JURUG


    Nama Kakak Pendamping Kelompok : Novita Anggun S.
    Nama Anggota Kelompok...
  • Surat Untuk Indonesia
    Raden Roro Almira Diella MayasariSURAT UNTUK INDONESIA

    Magelang, 7 Agustus 2016


    Kepada seluruh rakyat Indonesia
    pemerintah yang adil dan bija...
  • SURAT UNTUK INDONESIA

    Magelang, 7 Agustus 2016


    Kepada seluruh rakyat Indonesia
    pemerintah yang adil dan bijaksana
    serta tikus-tikus berdasi yang masih bersembunyi di balik hangatnya uang korupsi

    Dengan mengucapkan bismillah, saya Rr. Almira Diella akan menulis surat yang dibuat bukan hanya untuk memenuhi tugas PKKMB FISIP UNS 2016 melainkan untuk bercerita sedikit mengenai penggambaran bagaimana Indonesia satu tahun ke belakang menurut sudut pandang pribadi saya. Disini saya dalam posisi netral, bukan membela pemerintah atau rakyat. Saya hanya menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya mengenai hal ini.

    Di tahun 2016 ini, Indonesia akan memasuki usia ke 71. Usia yang masih tergolong muda untuk sebuah negara, tapi untuk mendapatkan 71 kali kemerdekaan bagi Indonesia tidaklah mudah. Ya, sampai saat ini pun beberapa orang masih berfikir bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka,dan sayapun berpikiran sama.
    Coba renungkan bagaimana keadaan Indonesia setahun dibelakang. Ya.. masih banyak kerusuhan,demo,kontroversi,dan permasalahan lain yang terjadi. Dari pemerintah sajalah, yang ter-ekspos ke media. Saya masih sangat ingat dengan rapat DPR yang rusuh kala itu. Ingatkah kalian? bulan Oktober 2014 dimana dalam rapat pemerintahan Indonesia ada kerusuhan, meja dibanting2 kursi dan kertas melayang2 di dalam ruangan. Sungguh miris. Pemerintah yang dipilih rakyat untuk membenahi negara saja bisa sebegitu rusuhnya,bagaimana dengan kerusuhan rakyat dibawah sini? Terkadang pemerintah saja ingin lepas tangan dari kerusuhan yang terjadi. Lalu bagaimanakah sikap yang seharusnya? Yang tidak merugikan rakyat pada khususnya. Pertanyaan itu masih menggantung dan belum ada yg bisa menjawabnya secara pasti.

    Indonesia masih belum sepenuhnya merdeka. Kenapa? Ingatkah kontrak freeport diperpanjang selama terus menerus? Pertanyaan yang masih menjadi misteri sampai sekarang, apa yang didapat Indonesia dari kontrak tsb? Kemiskinan? Utang Indonesia semakin banyak? Rakyat yang terbengkalai di sekitar kawasan freeport? Bagaimanakah kondisi rakyat di sekitar proyek freeport? Adakah pemerintah yang membantu mereka? TIDAK. Mungkin itu menjadi salah satu alasan mengapa Papua ingin merdeka , ingin lepas dari Indonesia. Mereka bisa mengelola SDA mereka sendiri dengan hasil yang lebih besar daripada harus bergabung dengan Indonesia. Iyakan? Nyatanya mayoritas pulau di sebelah timur memang kurang terjamah. Apalah arti bergabung dengan Indonesia jika mereka sendiri menderita? Mungkin itu yang ada di pikiran mereka. Mungkin jaman sekarang banyak bantuan datang seperti buku dan barang-barang lainnya. Tapi …. jika pemerintah akademis atau non akademis akan di pindah kan ke sana?apakah ada yang mau?tentu saja tidak. Mungkin bagi beberapa relawan itu hal yang sangat berharga, Tapi bagi yang lain? Tikus2 pemerintah misalnya? Mana mau mereka dipindahkan kesana. Tidak ada yang mau. Itulah yang saya pikirkan. Maaf kalau agak kasar dan lancang,tapi memang itulah yang saya lihat selama 18 tahun menjadi Warga Negara Indonesia.

    Belum lag i kasus rakyat yang menuntut balik pemerintah Indonesia. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Padahal yang memilih adalah rakyat Indonesia sendiri. Ya. Indonesia masih kurang rasa tanggungjawab. Egoisme masih mengakar kuat, walaupun ada beberapa orang yang tetap menjaga solidaritas, namun belum cukup untuk melawan seluruh egoisme di Indonesia. Ya. Semboyan kita ‘ dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat’ ternyata belum dipahami secara pasti oleh mayoritas warga negara. Rakyat menuntut secara penuh pemerintahan yang baik,adil serta bijaksana. Namun rakyat sendiri juga tak mau ikut turun dalam usaha memajukan Indonesia. Jika salah satu pihak bangkit, yang lain juga harus ikut bangkit. Berjuang bersama-sama dalam memajukan Negara Indonesia. Bukan hanya acuh tak acuh saling melempar tugas dan kewajiban. Jika diri sendiri saja tak mau berusaha, bagaimana Indonesia akan maju? Jangan hanya mau menunggu sampai Indonesia menjadi negara industri seperti negara-negara di Eropa.
    Saya rasa sudah cukup 3 penggambaran tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini. Saya tidak mampu memberikan semua gambaran yang terjadi. Saya merasakan miris. Saya merasakan ragu. Saya merasakan amarah. Namun saya sadar, saya bukanlah siapa-siapa melainkan hanya seorang mahasiswa yang baru akan di ospek beberapa hari kedepan. Ya. Saya belum menjadi orang besar yang akan di kenal semua orang. Saya tidak mau. Semua orang Indonesia haruslah menjadi orang besar, orang sukses yang dikenal sampai ke seluruh dunia. Bangsa Indonesia sendiri khususnya, haruslah menjadi contoh yang baik untuk negara lainnya. Ingatkah Ir.Soekarno pernah menjadi singa podium yang terkenal? Ingatkah Indonesia menjadi salah satu pelopor terbentuknya ASEAN,KMB dan Asia-Afrika? Ya. Kita adalah negara yang kuat saat itu.

    Harapan saya untuk Indonesia adalah semoga semakin baik dalam segala aspek kedepannya. Terutama dalam kepentingan rakyat bersama. Bagaimanapun pemerintah juga adalah rakyat. Ingat sebuah pernyataan ‘ dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat’. Jadi apapun keputusan kita saat ini, baik buruknya akan berdampak balik kepada kita juga. Semoga Indonesia bisa menjadi negara yang merdeka secara utuh. Dan yang pasti,tetaplah berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.

    Hilangkan egoisme dan lakukan hal-hal yang bisa mendorong Indonesia untuk lebih baik. Jadilah Warga Negara Indonesia yang baik. Kami, generasi muda FISIP UNS 2016 siap membantu Indonesia menjadi negara maju dengan memahami politik dan social secara menyeluruh. Ya. Kami siap memperbaiki Indonesia dengan cara kami sendiri. Sederhana tapi dapat berguna bagi kepentingan NKRI.



    Dirgahayu Indonesiaku.
  • Aug 9 '16
    0 0