FRISKA RAHMA SHEILA

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • ( TUGAS KESALAHAN ARTIKEL )

    ARTIKEL TENTANG KABINET RESHUFFLE

    Belum genap setahun dilantik, Kabinet kerja akhirnya betul-betul dirombak. Isu perombakan kabinet kerja memang telah berkali-kali terhembus. Hembusan pertama bahkan muncul sebelum Pemerintahan Jokowi-JK berumur 100 hari. Kala itu banyak pengamat dengan menggamit hasil survei dari beberapa lembaga merumuskan perlunya sang presiden baru membuka “celah” reshuffle. Salah satu lembaga yang mempublikasikan hasil surveinya kala itu adalah Cyrus Network. Hasil perhitungan Cyrus menangkap empat nama menteri yang paling disorot dengan kinerja yang masih belum memenuhi harapan masyarakat. Empat menteri tersebut antara lain, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies Baswedan. Beberapa pengamat lain juga mencoba menggali isu reshuffle, mengingat tercium aroma ”balas jasa” yang amat kental dalam Kabinet Kerja. Diantaranya Nico Harjanto dari Populi Center. Nico mengungkapkan adanya kemungkinan para menteri “titipan” yang tak optimal kerjanya akan segera diganti, meskipun sangat dimungkinkan penggantinya pun dari “gerbong yang sama”. Sejak Kelahirannya, kabinet yang resmi dilantik pada tanggal 27 Oktober 2014 ini memang tak pernah lepas dari sorotan media.

    Kurang 76 hari dari ulang tahun kabinet kerja, tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2015, Presiden Joko Widodo akhirnya melantik enam orang menteri yang diharapkan mampu memperbaiki kinerja Kabinet Kerja yang diterpa banyak masalah hari-hari belakangan ini. Enam posisi yang dirombak tersebut antara lain, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian diisi Darmin Nasution yang menggantikan Sofyan Djalil, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menggantikan Tedjo Edhi Purdijanto, Menko Kemaritiman Rizal Ramli menggantikan Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menggantikan Rahmat Gobel, Menteri Bappenas/PPN Sofyan Djalil menggantikan Andrinof Chaniago, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menggantikan Andi Widjajanto. Tak ada waktu bagi keenam menteri baru tadi untuk berleha-leha sejenak. Pasca pelantikan keenamnya di Istana Presiden, Pekerjaan Rumah dari Menteri-menteri sebelumnya telah menanti untuk segera dituntaskan.

    Dilantiknya enam menteri baru ini rupanya tak meredekan hujan sorotan bagi Kabinet Kerja. Bahkan, saat ini tak lagi kabinet kerja yang tak habis-habis dikuliti, namun perombakan kabinet kerja (jilid 1) ini yang tak henti-henti dikaji oleh berbagai pihak. Departemen Pengkajian Wacana Keluarga Muslim Fakultas Hukum UGM, mencoba mencatat respon yang berkembang pasca perombakan kabinet kerja (jilid1)

    Sambutan Baik Reshuffle

    Meskipun mendapat nada miring dari sana sini, sambutan positif sayup-sayup terdengar pada perombakan kabinet yang dilakukan presiden 12 Agustus lalu. Sambutan positif datang pasca perombakan Tim Ekonomi bentukan Jokowi. Ditempatkannya Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian dinilai memuaskan banyak pihak. Lebih lagi, Darmin yang mantan Gubernur BI ini dianggap meniupkan rasa optimis bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Darmin dianggap sebagai modal kepercayaan pasar. Darmin yang malang melintang di dunia perekonomian didampingi Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman, dan Thomas Lembong di menteri Perdagangan. Tiga menteri baru ini dianggap Probo Sujono, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai paket menjanjikan. Namun, program jangka pendek ketiganya sangat dinantikan. Salah satu yang harus diperhatikan adalah langkah tim ekonomi dalam meredam ketidakpastian pasar yang cukup serius dihadapi. Sekali lagi, aksi Tom Lembong amat dinanti dalam menghadapi kisruh harga sembako yang meresahkan.

    Perombakan Kabinet Kerja 12 Agustus lalu disebut-sebut sebagai reshuffle jilid 1. Jokowi dinilai akan segera melakukan Reshuffle jilid 2. Hal ini tentu tak lepas dari pandangan masyarakat luas dan para pengamat maupun para legislator yang menilai reshuffle yang Jokowi lakukan kali ini belumlah optimal. Seperti yang terlah disebutkan diatas, hal ini tak lepas dari masih adanya menteri-menteri yang dianggap perlu digeser namun justru masih kuat bercokol di kabinet Jokowi-JK.

    Belum sampai setahun, Reshuffle pertama telah terjadi. Ada yang mencibir, namun ada pula yang optimis. Serdadu-serdadu yang Jokowi pilih ini tentu diberi tugas besar untuk melanjutkan dengan berbagai perbaikan pada posnya masing-masing. Berbagai problema yang muncul hari ini mulai dari ketidakstabilan harga pasar, melemahnya rupiah, kisruh pilkada serentak dan berbagai masalah lain masih menanti “obat mujarab” dan kerja keras seluruh elemen dalam Kabinet Kerja, dilengkapi dengan tim baru yang masih segar menantang masalah. Semoga Jokowi memang tak salah pilih.

    Informasi Peristiwa
    Jenis PeristiwaReshuffle Kabinet
    Tanggal 27 Juli 2016
    Presiden : Joko Widodo
    Wakil Presiden : Jusuf Kalla
    Reshuffle Kabinet Jilid II
    Menteri Koordinator Kemaritiman : Luhut B. Panjaitan, menggantikan Rizal Ramli
    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan : Wiranto, menggantikan Luhut B. Panjaitan
    Menteri Keuangan : Sri Mulyani, menggantikan Bambang Brodjonegoro
    Menteri PPN/Kepala Bappenas : Bambang Brodjonegoro, menggantikan Sofyan Djalil
    Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN : Sofyan Djalil, menggantikan Ferry M. Baldan
    Menteri Desa dan PDTT : Eko Putro Sandjojo, menggantikan Marwan Jafar
    Menteri Perhubungan : Budi Karya Sumadi, menggantikan Ignasius Jonan
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Muhadjir Effendy, menggantikan Anies Baswedan
    Menteri Perdagangan : Enggiartiasto Lukita, menggantikan Thomas T. Lembong
    Menteri Perindustrian : Airlangga Hartarto, menggantikan Saleh Husin
    Menteri ESDM : Arcandra Tahar, menggantikan Sudirman Said
    Menteri PAN/RB : Asman Abnur, menggantikan Yuddy Chrisnandi
    Kabinet Kerja
    Jumlah Menteri 34
    Pejabat Setingkat Menteri 8
    Wakil Menteri2
    Partai Anggota PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasional Demokrat, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Persatuan Pembangunan Independen
    Reshuffle Kabinet Jokowi - Jusuf Kalla dilakukan pada 27 Juli 2016. Ini adalah perombakan kabinet jilid kedua di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sejak, Selasa malam, Jokowi memanggil sejumlah menteri ke Istana, hal ini memperkuat indikasi bahwa perombakan kabinet akan segera dilakukan.

  • TUGAS PKKMB FISIP UNS 2016
    "CO CARD"
  • TUGAS PKKMB FISIP UNS 2016
    "BUKU DIARY"
  • TUGAS PKKMB FISIP UNS 2016
    "Kesan Saat Membuat Bendera"

    Hai para fisip hebat!!!
    Disini aku mau ceritain kesan saat membuat bendera. Meskipun paginya hujan, lalu siangnya panas terik banget itu semua tidak mematahkan semangat kelompok 9 untuk membuat bendera yang bertulisan "SOSPOL SQUAD". Yang awalnya gak kenal satu sama lain jadi kenal, yang awalnya gak tau jadi tau. Suatu pengalaman yang gak bisa untuk dilupain, seru lah intinya. Seneng bisa kenal kalian semua di GARDA FISIP.
    FISIP HEBAT? SOSIAL MUDA, KRITIS, RESPONSIF!!!
    Terimakasih kalian,
    Kelompok Susi
    Kelompok Megawati
    Kelompok Aspirasi
    Kelompok Aktivisme
    Terimakasih juga GARDA FISIP, kalian luar biasa!
  • TUGAS PKKMB FISIP UNS 2016
    "Pengenalan Diri"

    Hai para fisip hebat!!!
    Kenalin namaku FRISKA RAHMA SHEILA, bisa dipanggil FRISKA bisa dipanggil ICHA. Aku lahir 30 Juni 1998 di Wonogiri tepatnya di rumah sakit muhammadiyah wonogiri. Setelah umur 2 tahun, aku dan keluargaku pindah ke Surabaya karena memang orangtua bekerja disana. Aku bersekolah mulai TK sampai SMA di Surabaya. TK di TK Tunas Negeri, SD di SD Negeri Waru 1, SMP di SMP Negeri 3 WARU, SMA di SMA Negeri 1 Gedangan.
    Jujur sih dari kecil udah pingin banget bisa sekolah di Solo entah kenapa kayak pengen punya suasana baru. Perjalanan di mulai dari SNMPTN yang awal mau milih UNS tapi karna kata guru BK itu terlalu tinggi yaudahlah alhasil aku milih UB dan UNESA, aku berharap banget waktu pengumuman SNMPTN itu aku bisa masuk diantara salah satu universitas itu tapi ternyata harapanku tak sesuai dengan kenyataannya intinya aku gak lolos pasti rasanya campur aduk sedih kesel kecewa tapi yaudah lah ya mau diapain lagi juga gak bakal ngaruh sama hasilnya, daftar POLINES Semarang yang jalur pmdk pun gak lolos, daftar SBMPTN milih UPN JATIM pun gak lolos, dari situ udah kayak gak punya semangat hidup lagi tuh daftar sana sini gak lolos dan akhirnya aku iseng-iseng tuh buka web UNS dan ternyata UNS ngadain Jalur Mandiri tanpa tes jadi sistemnya pakai nilai SBMPTN yaudah akhirnya aku ngomong sama orangtuaku pengen coba daftar dan akhirnya orangtua setuju. Awalnya sih rada takut mau daftar UNS apalagi pakai nilai SBMPTN yang aku gak tau nilainya berapa dan seperti apa ya intinya aku pasrah aja sih sama hasil pengumumannya nanti dan ternyata pengumuman pun tiba awalnya aku buka pengumuman masih rada takut ya gimana ya intinya takut dikecewain lagi kayak SNMPTN dan SBMPTN, akhirnya aku memberanikan diri untuk membukanya dan yeeeee alhamdulillahnya aku lolos di pilihan pertama prodi D3 Manajemen Administrasi. Intinya antara seneng dan sedih sih sebenernya harus pisah sama keluarga sama temen-temen tapi yang namanya hidup harus dijalani meskipun harus jauh menempuh pendidikan demi masa depan.
    Motivasiku milih jurusan ini karena memang dari kelas 12 awal udah pingin banget ambil jurusan tentang administrasi yang SNMPTN dan SBMPTN ambil itu juga dan saran dari papa memang disuruh ambil jurusan administrasi dan alhamdulillah terwujud di UNS karena memang kalo menurut pandanganku jurusan administrasi peluang kerjanya banyak dan luas. Cita-citaku 5 tahun kedepan yaitu bisa lulus kuliah D3 Manajemen Administrasi 3 tahun dan mendapatkan IPK tinggi lalu mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang aku cita-citakan yaitu menjadi Pegawai Bank entah kenapa dari kecil udah punya cita-cita kalau besar nanti aku harus bisa kerja dan jadi pegawai tetap di Bank.
    Sekian perkenalanku, kurang lebihnya mohon maaf. FISIP HEBAT!!!
  • FRISKA RAHMA SHEILA joined our site!