Fikria Ariba

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • Nama kelompok: AFFILIATION
    Anggota Kelompok :
    Andriyansyah Perdana Murtyantoro
    Anggi Suteja Maura Winarso
    Theresia Anagusti Nawasapti Sulistyo
    Muhammad Prasetyo As Sidiq
    Fikria Ariba
    Angrila Yessica
    Mohamad Devic Pratama
    Evita Dina Pratiwi
    Leonardo Justician Bismo
    Edy Prabawa
    Ananda Isnaeni Anisa
    senanda hidaliani
    Listya W.Putri
    Elisa Fitriyani
    Dimas Rama Bayuu Pamungkas
    Wida Widya Wati
    Nama Pendamping:
    Istika Indah

    Balai Persis

    Salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu sejarah tersebut adalah Balai Persis. Di bangunan bergaya lawas tersebut pertemuan Kongres PSSI pertama digelar yang memutuskan Soeratin Sosrosoegondo menjadi ketua umum.
    Siapa mengira gedung Balai Persis yang terletak di Jalan Gajah Mada No 73 Solo, pernah menorehkan tinta Sejarah. Dan gedung ini sebagai tempat Pertemuan tim Persis Solo. Didalam nya terdapat banyak sekali Piala dan berbagai macam penghargaan.
  • SURAT UNTUK INDONESIA
    Tahun 2015 adalah tahun yang memiliki banyak cerita, cerita sedih dan bahagia pun semuanya tergambarkan di tahun 2015, mungkin tahun 2015 adalah termasuk tahun yang sulit untuk presiden baru kami yang dilantik akhir tahun 2014, yaitu Bapak Jokowi. Di tahun 2015 inilah para menteri dan kabinet Kerja Bapak Jokowi harus mulai bisa terbiasa dan beradaptasi dengan politik kepemerintahan secara langsung di Indonesia. Menurut saya pribadi, kinerja kabinet Kerja tidak mengecewakan namun juga belum bisa di bilang membanggakan karna umurnya yang masih seumur jagung, apa yang membuat saya merasa Kabinet Kerja sudah bagus? Karena saya merasa menteri perikanan dan kelautan Ibu Susi yang hanya lulusan SMP namun bisa memiliki keputusan yang tegas, dan di tahun ini juga Indonesia mengalami Inflasi secara besar besaran dikarenakan Dollar Amerika menguat dan harga Rupiah mencapai Rp 15.000,00 yang tercatat sebagai Inflasi terbesar di Indonesia bahkan mengalahkan inflasi pada masa Krisis Moneter tahun 1998, namun inflasi ini pun hanya bertahan beberapa bulan sehingga mata uang rupiah bisa turun lagi sampai Rp 13.000,00. Walaupun menurut saya Rp 13.000,00 masih sangat besar namun ini sudah menunjukkan progress yang bagus.
    Namun ada beberapa kasus politik yang membuat saya menggeleng gelengkan kepala saya, contoh kasusnya seperti kasus Setya Novanto yang “Papa Minta Saham”, Kasus perpanjangan kontrak Freeport, dan yang paling menyayat hati saya adalah kasus KPK VS POLRI yang saya kira kasus ini seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan, beberapa kasus di atas sangat membuat saya sedih dan jadi lebih mengerti betapa kuatnya suatu kekuasaan dan politik itu. Semua orang rela menjadi pribadi yang menyimpang hanya demi mendapatkan kekuasaan yang mereka mau.
    Lalu di awal tahun juga terjadi kekerasan pada anak sehingga menjadi pembunuhan seperti kasus Angeline, kasus ini pun sampai sekarang masih dibuka dan masih belum terlihat secara jelas siapa yang membunuhnya, walaupun bukti sudah snagat memberatkan ke ibu asuh Angeline, namun dari pihak kepolisian pun belum memberikan konfirmasi siapa pembunuh sebenarnya. Kasus terakhir yang paling menyayat hati saya adalah kasus kebakaran hutan, hanya demi keuntungan pribadi seseorang yang tidak bertanggung jawab, hal ini menyebabkan meninggalnya 24 jiwa dan 600.000 Jiwa mengalami sakit ISPA. Kebakaran hutan kali ini pun memakan waktu yang lama hingga berbulan-bulan.
    Kasus di atas seharusnya bisa menjadi evaluasi pemerintah dan lebih membuka hati nurani masyarakat Indonesia, saya harap generasi muda dari sekarang sudah mempelajari moral dan menjadi pribadi yang lebih baik dari segalanya, tidak menjadikan sebuah kekuasaan, harta dan pujian menjadi salah satu visi hidup, dan hal ini memang harus sudah ditanamkan di sugesti dan pikiran alam bawah sadar generasi muda Indonesia sehingga saat mereka menyimpang mereka bisa kembali lurus lagi. Untuk menanamkan hal itu, pemerintah bis amemberikan kurikulum yang lebih baik lagi di setiap jenjang lembaga pendidikan, memberikan banyak pembelajaran spiritual, membuat masyarakat menjadi lebih peduli pada sekitar dan diadakannya seminar maupun pelatihan yang membuat masyarakat menjadi lebih mengerti.
    Inilah gunanya kami sebagai Mahasiswa FISIP yang akan merubah Indoensia menjadi lebih baik lagi dan menjadi panutan generasi berikutnya agar Indonesia bisa terus menjadi lebih baik dan tetap membanggakan. Kami akan meluruskan kembali hukum- hukum di Indonesia, mensejahterakan masyarakat dan memiliki hubungan di dalam berbagai aspek dan pihak
  • Fikria Ariba joined our site!