Muhammad Ihza Rifyal Ka'bah

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • Satu tahun terakhir ini Indonesia sedang banyak diterpa berita tentang korupsi di badan pemerintahan. Banyak nama-nama besar disebut terlibat dalam kasus korupsi dengan kerugian negara yang sangat besar. Kasus ini terasa biasa di mata mereka seolah-olah apa yang di lakukan tidak berdampak besar bagi yang lain, mereka bejalan di gedung KPK untuk diperiksa dengan muka tak malu dan tersenyum bangga. Mereka saling melempar kesalahan dan menyebut nama lain yang terlibat saat diwawancara oleh pers. Budaya ini sudah sering terjadi belakangan ini. Entah sampai kapan budaya ini akan terjadi.
    Jika budaya ini terus terjadi tidak menutup kemungkinan pejabat tidak takut dengan hukuman korupsi dan akan terus melakukannya. Ini juga akan berdampak kepada masyarakat yang menganggap bawah hukuman bagi koruptor rendah dan akan timbul rasa ingin melakukannya.
    Budaya ini harus dihilangkan, jika tidak akan berkepanjangan dan korupsi akan dianggap hal biasa di mata semua kalangan. Menghilangkannya pun tidak mudah, harus ada upaya dari semua lapisan masyarakat dan bersinergi agar korupsi tidak menjadi budaya di Indonesia. Semua itu bisa dilakukan dari atas dan bawah. Jika dari bawah, maka mayarakatlah yang menjadi point utama untuk diajarkan kejujuran dan anti korupsi. Jika dari kalangan atas, maka pejabat-pejabat adalah point utama dan harus diajarkan untuk tidak korupsi sepersen pun. Jika semua bersinergi maka korupsi tiidak akan terjadi di Indonesia.
    Seharusnya hukuman yang tepat bagi koruptor adalah pemiskinan, semua asset diambil, atau hukuman mati. Banyak koruptor yang ditangkap tersenyum, mereka yakin jika dia sudah keluar dari penjara dia akan kaya lagi karena asetnya sangat banyak yang tidak diketahui oleh penyidik. Banyak koruptor yang menamakan asetnya dengan nama keluarga, karyawan, dll. Agar tidak dapat terdeteksi oleh penyidik. Oleh karena itu mereka sangat yakin jika hukumannya sudah selesai dia akan tetap kaya.
    Saya berharap kepada Indonesia kedepan agar menjadi negara yang mandiri. Jika masih banyak lapisan masyarakat melakukan korupsi maka Indonesia tidak akan terwujid menjadi negara yang mandiri. Semua sangat berperan untuk Indonesia. Aku yakin Indonesia pasti bisa menghilangkan budaya korupsinya dan menjadi negara yang bersih.
  • Gedung Kavallerie-Artillerie yang terbengkalai itu dikenal angker karena pernah menjadi markas besar Legiun Mangkunegara. “Dulu gedung ini berfungsi sebagai markas besar pasukan (Legiun Mangkunegaran) yang merupakan cikal bakal dari Pasukan Khas Samber Nyawa,” katanya.

    Setelah tidak lagi digunakan sebagai markas pasukan, kini bangunan tersebut beralih fungsi menjadi pemukiman padat penduduk. Bangunan ini dihuni oleh masyarakat sebagai rumah tinggal bersama.
  • Muhammad Ihza Rifyal Ka'bah joined our site!