Dhika Chandra Devi

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • F. D. Roosevelt di Pasar Kembang

    Anggota :
    1. Patricia Gita Pusparini
    2. Herlina
    3. Ahza Arzanul Haq
    4. Putri Ari Suryani
    5. Wahyu Nur Rochman
    6. Lintang Azizah
    7. Arga Ryan Saputra
    8. Rafy Ridho AzhariI
    9. Noor Azharul Hanifah
    10. Ulifah
    11. Graccel Aprilineva Clara M.
    12. Salsabila Putri Haryuning
    13. Dhika Candra Devi
    14. Aji Muhammad Yusuf
    15. Agata Winda Syilvianisa
    16. Rizki Hafhshah Ekayana Ariwanti
    17. Anindya Mahira Savitri


    Pendamping : Arwani Masykur Zakki

    Pasar Kembang terletak di jalan dr Rajiman Kelurahan Sriwedari Kecamatan Laweyan Solo. Sebelum sampai ke pasar yang sering juga di sebut Pasar Sekar ini, di pinggir jalan sudah dapat kita temui beberapa penjual bunga yang berjejer menjajakan dagangannya.
    Keberadaan pasar yang dibangun sejak tahun 1967 ini, tidak terlepas dari budaya warga Solo (Jawa) yang mempunyai bermacam-macam kebiasaan yang membutuhkan bunga sebagai pelengkap tradisi turun temurun. Beberapa tradisi yang dilakukan antara lain nyadran, yaitu ziarah kubur yang biasa dilakukan menjelang bulan puasa. Tradisi untuk melengkapi salah satu prosesi sebelum menikah yaitu siraman. Ada lagi saat menjadi pengantin membutuhkan rangkaian bunga melati bagi mempelai laki dan perempuan. Kemudian ritual khusus menjelang bulan–bulan tertentu seperti suro, jamasan pusaka dll.

    Selain menyediakan bunga untuk kebutuhan tertentu, dipasar ini juga banyak pedagang yang menjual bunga segar yang biasa dipergunakan untuk menghias dekor pengantin, buket, bunga tangkai pertangkai untuk hadiah dll. Tak lupa juga pelengkap sesaji /ritual, ziarah seperti keranjang bunga, lemper, kendi, payung, dupa untuk orang meninggal, dan uborampe lainnya tersedia.

    Alasan kami memilih Pasar Kembang karena pasar kembang memiliki keunikan tersendiri dengan ciri khas bunga yang diperdagangkan. Di pasar itulah pusat penjualan bunga di Solo. Selain menjual bunga ternyata pasar ini juga menjual beberapa sayuran, rempah-rempah dan beberapa peralatan tradisional lain. Meskipun terlihat pasar yang kecil namun mampu mempertemukan beberapa golongan masyarakat dengan keperluannya masing". Begitupun kelompok kami yang mampu menyatukan banyak perbedaan didalamnya.
    Aug 12
    0 0
  • Teruntuk Indonesiaku,
    Bagaimana kabarmu? Apa kamu masih Indonesia yang dulu kukenal? Indonesia yang sangat kukagumi semenjak aku mengerti apa artinya hidup dan kehidupan. Indonesia yang indah, Indonesia yang aman, tentram dan nyaman. Indonesia yang kompleks, Indonesia yang kaya lebih tepatnya. Indonesia yang membuatku dan keluargaku hidup bahagia sepanjang tahun. Indonesia yang tak pernah bosan tersenyum padaku di kala terik maupun hujan. Aku yakin kamu masih Indonesia yang sama, Indonesia yang hebat.

    Indonesiaku, negeri yang mempesona. Aku ingin selalu bangga karenamu, Indonesiaku. Kesayanganku. Aku ingin selalu menyebutkan namamu kepada seluruh dunia. Namun harapanku seolah masih terlalu jauh untukmu, Indonesiaku. Aku tidaklah semengharumkan yang kau harapkan. Maafkan aku, maafkanlah.

    Tanah airku, meski kamu melihatku diam, sesungguhnya aku sangat sakit saat kamu dirusak. Hatiku tercabik-cabik melihat anak-anakmu disini. TKW yang sangat merindu anaknya namun tidak bisa pulang. Hatiku teriris saat melihat mereka mendorong kursi roda nenek-kakek. Sebuah kata yang menusuk-nusuk hati, “Inikah arti merdeka bagi mereka?”

    Aku tahu kamu menderita. Banyak kutu-kutu yang menempel di tubuhmu. Mereka menggerogotimu. Sampai kamu tercabik-cabik. Ah, darahku naik ke ubun-ubun mengingat itu. Rasanya ingin kutokok saja kepalanya kutu-kutu parasit itu. Kamu memang lemah dan miskin. Maaf, aku tak bermaksud menghinamu. Tapi itu memang benar.

    Aku juga turut bersedih melihat keadaan putra-putri bangsamu. Bagaimana tidak, saat tetanggamu sudah mulai bergerak melangkah ke dunia luar, putra putrimu malah masi terlarut dalam alam mimpinya, masih bersetubuh dengan bantal dan gulingnya. Putra-putri yang harusnya mengibarkan benderamu, putra putri yang harusnya megumandangkan dengan lantang ikrar pancasilamu, seolah-olah buta dan tuli dengan nasib mereka sendiri

    Aku tahu itu tidak hanya itu yang membuatmu menangis, mungkin kamu sedih karena tidak lagi bisa memberikan kebahagiaan kepada bocah-bocah saat ini seperti yang kamu berikan kepadaku saat aku kecil dulu. Bagaimana tidak, sebuah TV hitam putih yang dulu menjadi favorit anak-anak di minggu pagi, telah berubah menjadi layar datar yang 17” dengan processor canggihnya yang bisa membawa anak-anak melampaui batas alam imajinasinya yang akan merusak selubung otak kiri mereka. Tidak ada lagi layangan di pagi hari, tidak ada lagi petak umpet di komplek-komplek rumah. Semua berubah begitu cepat. Ayah sibuk memperebutkan sebuah kursi di gedung pemerintahan, Ibu pun telah lupa bahwa sudah harus menanak nasi dan lauk di sore hari.

    Sekarang ini memang kebaikan sangat sulit ditemui disini. Keadilan sulit ditegakkan. Kebenaran tersamarkan, bukan bukan, lebih tepatnya kebenaran disamarkan. Orang bilang saat ketidakadilan melanda, maka ada hukum yang akan menyelesaikan segalanya. Tapi yang terjadi sekarang justru hukum di bumi ini, yang mengatasnamakan dirimu, hukum Indonesia, telah dimanipulasi pula oleh orang-orang itu. Sehingga tak layak lagi disebut sebagai hukum, lebih pantas disebut monopoli. Monopoli orang-orang besar disana, bukan hukum Indonesia. Monopoli para mafia hukum, monopoli petinggi-petinggi rakus yang selalu haus akan kekuasaan sampai-sampai mengorbankan nama baikmu dan manusia-manusia kecil yang hidup di tempatmu.

    Kawanku Indonesia,
    Aku yakin kamu tak selemah itu. Ini bukan masalah besar bagimu. Tenang saja, kamu masih punya aku, teman-temanku dan putra putri ibu pertiwi lainnya yang tidak akan lagi membiarkanmu terluka. Kamilah yang akan menerbangkan kembali burung garuda, yang akan kembali mengibarkan sang saka. Seperti lirik lagu Iwan Fals “Tak sanggup aku melihat lukamu kawan dicumbu lalat, tak kuat aku melihat jeritmu kawan melebihi dentum meriam”. Percayalah itu
    Aug 8
    0 0
  • JIKA AKU MENJADI SEORANG PEMIMPIN

    Pemimpin, semua orang pasti tau apa itu pemimpin. Semua orang juga pasti pernah memiliki impian untuk menjadi pemimpin. Pertanyaan saya, apa mereka paham apa makna dari pemimpin itu sendiri? Saya rasa tidak semua orang paham betul akan hal itu. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
    Menurut saya, setiap orang adalah pemimpin, paling tidak pemimpin bagi diri sendiri. Namun definisi paling dasar dari pemimpin adalah seorang yang mempunyai pengikut dan mempunyai pengaruh bagi pengikutnya. Definisi paling tepat ialah seseorang yang mempunyai pengikut-pengikut dalam situasi tertentu. Tidak semua orang akan menjadi pemimpin dalam setiap situasi. Biasanya pemimpin dapat kita kenali melalui tindakan kepemimpinan yang ia tunjukkan. Seseorang mungkin memiliki sifat kepemimpinan yang menonjol. Namun apabila ia tidak pernah mengambil tindakan untuk memimpin, maka ia belum bisa dikatakan sebagai pemimpin.
    Pemimpin yang baik. Semua orang tentu merasa dirinya yang terbaik, dirinya yang paling mampu untuk menjadi seorang pemimpin dan dirinya yang pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Namun, itu hanya menurut dirinya, belum tentu orang lain memiliki pendapat yang sama atas dirinya. Lalu, seperti apakah pemimpin yang baik? Pemimpin yang baik biasanya akan sangat menonjol, ia mempunyai kerendahan hati yang membuat mereka bersedia menerima tanggung jawab atas kegagalan dan juga keberhasilan. Sampai pada tahap ini kita membicarakan kualitas yang mungkin dimiliki oleh siapa saja dalam bidang apa saja. Pada kenyataannya, pada sebagian besar situasi kepemimpinan harus memiliki kecakapan. Orang yang memimpin pada suatu bidang tertentu harus memiliki kecakapan dalam bidang yang sedang dikerjakannya. Tentu kecakapan membutuhkan kecerdasan dan kreativitas.
    Beberapa pemimpin adalah orang-orang pemecah masalah yang bekerja dengan baik dalam kelompok. Yang lainnya mungkin membanggakan diri mereka atas kemampuan mereka dalam mengambil keputusan dan bersukacita dengan keputusan pribadi yang dibuat dengan cepat.Pemimpin tak boleh sembarangan, pemimpin tak bisa asal-asalan, pemimpin harus punya tujuan. Tujuan masa depan bagi seluruh orang yang dipimpinnya, baik yang memilihnya maupun yang tidak. Pemimpin itu bukan impian, tapi, pemimpin itu pilihan. Syarat menjadi pemimpin tidaklah mudah, tapi juga susah.Tanggung jawab yang besar diiringi amanah rakyat tertumpuk di pundaknya. Ia tak bisa jatuh begitu saja, karena amanah itu akan jatuh kepadanya pula. Namun ia juga tidak bisa menganggapnya enteng dan membusungkan dadanya ke langit. Karena nantinya beban amanah itu akan menjatuhkan dirinya serta menariknya ke tanah.
    Pemimpin erat dengan ikatan janji. Janji adalah hutang. Hutang harus dibayar. Setidaknya kalimat itulah yang biasa didengungkan dikala orang-orang berdemo menagih janji. Tak usah berjanji kalau tak mau ditagih. Janji adalah harapan, jika harapan sudah hilang, apa lagi yang mau diharapkan?Pemimpin harus menggunakan hati dalam memimpin. Tak ayal jika hanya otak dan otot yang digunakan dalam memimpin, tapi hati nurati tak digunakan.
    Setiap pemimpin mempunyai karakter sendiri begitupun saya. Saya akan menjadi seorang pemimpin dengan cara saya sendiri tanpa mengesampingkan masukan dari berbagai pihak yang akan memperkaya kinerja selama menjadi pemimpin. Hal-hal yang akan saya lakukan jika menjadi seorang pemimpin adalah menentukan visi dan misi yang jelas. Visi misi tidak harus banyak yang terpenting mampu direalisasikan dan mampu membuktikan pada orang yang saya pimpin. Dan yang terpenting bagi saya adalah ketaqwaan dan keistiqamahan saya dari sebelum menjadi seorang pemimpin sampai akhirnya saya menjadi peimpin. Inilah salah satu ciri yang akan saya bawa sampai kapanpun dan dimanapun. Jika saya menjadi seorang pemimpin saya berharap saya dapat menjadi seorang pemimpin yang amanah dan mampu mengemban beban berat selama menjadi seorang pemimpin dan berlaku adil pada semua orang yg saya pimpin.
    Aug 3
    0 0
  • Dhika Chandra Devi joined our site!
    Aug 2
    0 0