Lailaurieta Salsabila Mumtaz

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • Indonesia, negeri berjuta warna. Beragam suku bangsa, bahasa, budaya. Keragaman yang membuat kita menjadi satu. Bhinneka tunggal ika. Memiliki 17.000 pulau, dengan berbagai kearifan lokal yang menyapa ramah di setiap daerahnya. Indahnya bentangan alam, membuat Indonesia menjadi tempat yang tidak ada habisnya untuk dijelajahi.

    Sudah sepatutnya kita bersyukur tinggal di negara yang indah ini. Secara geografis, indonesia memiliki banyak sekali keuntungan. Berada di antara tiga sirkum utama pegunungan api dunia, membuat Indonesia kaya akan gunung api vulkanik yang memberikan banyak manfaat. Hasil erupsi gunung membuat tanah kita subur. Panas dari dapur magma memberikan sumber mata air panas di sekitar gunung berapi. Gunung Bromo, Gunung Merapi, dan Gulung Semeru adalah sebagian dari gunung-gunung yang indah tersebut.

    Ingin wisata pantai? Indonesia jagonya. Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Keindahan bawah laut, terumbu karang dan berbagai jenis ikan menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi para penjelajah untuk datang. Sebut saja taman laut Raja Ampat dan Bhunaken. Wisata sejarah di Indonesia juga tidak kalah seru. Indonesia menjadi jalur perdagangan yang sangat kaya sejak dulu. Diapit oleh dua benua—Asia dan Australia—dan dua samudra—Pasifik dan Hindia—menjadikan negara kita tempat persinggahan yang tepat bagi para pedagang. Banyak dari mereka yang menetap, membuat perkampungan etnis di daerah-daerah tertentu, dan banyak yang masih ada sampai sekarang. Salahsatunya adalah kuil Sam Po Kong di Semarang.

    Tentu tidak kita lupa, Indonesia juga adalah tuan rumah bagi salahsatu kerajaan terbesar di Asia, Majapahit. Dan berbagai kerajaan besar lainnya seperti Sriwijaya, Demak, Padjajaran, dan lain lain yang meninggalkan banyak peninggalan. Seperti istana raja, prasasti, tugu, tempat ibadah, dan lain-lain.

    Belum lagi, kekayaan Indonesia dalam hal makanan. Wisata kuliner adalah hal yang tidak boleh dilewatkan jika kita sedang berkunjung. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing di setiap santapannya. Dengan tanah yang subur dan iklim tropis, rempah-rempah mudah tumbuh di tanah kita. Benda kecil yang berharga, yang dahulu kala diperebutkan oleh para koloni. Rempah menjadi salah satu bahan utama dalam masakan di Indonesia. Indonesia dapat menyuguhkan banyak sekali pemanja lidah dengan kekhasan yang berbeda-beda. Makanan khas seperti gudeg di Yogyakarta, ketoprak di Jakarta, dan mi di Aceh. Oh iya, makanan paling terkenal dari Padang yaitu rendang, pernah masuk di daftar 10 makanan terenak di dunia lho! Bagaimana nggak bangga?

    Keramahtamahan di Indonesia juga menjadi satu hal yang belum tentu kita dapatkan di negara lain. Kebiasaan bergotongroyong, paguyuban dan murah senyum sangat menempel di diri bangsa Indonesia. Sebagai anak yang lama tinggal di kota, dengan heterogenitas yang tinggi dan sikap kepedulian tidak sebesar di daerah, membuat saya tersentuh tiap menemukan keramahan di desa. Saling menyapa walau tidak mengenal, tanpa ragu membantu orang yang sedang kesulitan, dan lain-lain.

    Banyak orang Indonesia yang pesimis karena adanya perubahan zaman akibat maraknya globalisasi dan modernisasi. Mereka cemas dan takut apabila budaya asli Indonesia hilang dari ingatan kita. Betul, sudah beberapa kali terjadi. Perlahan-lahan, keramahtamahan mulai redup dari wajah orang Indonesia. Kebanyakan orang sudah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing sehingga lupa dengan lingkungan sosialnya.

    Namun, khawatir saja tidak cukup untuk mengubah keadaan agar menjadi lebih baik. Kitalah subjeknya. Kitalah pelakunya. Hanya kita yang sadar, yang dapat mengubah keadaan. Contoh kecil saja, jika kita masih memandang sinis dampak negatif modernisasi namun masih jutek ke tetangga, bahkan tidak mau menatap matanya, apakah kita bisa pantas mengkritik fenomena sosial yang satu itu? Marilah kita lestarikan kebiasaan baik ini supaya tidak hilang. Ajak dan ingatkan juga teman kita apabila mereka lupa. Dengan begitu saya percaya, Indonesia akan tetap menjadi negara ramah yang kita kenal sejak dulu :)

    Selamat Ulang Tahun, Indonesia!
    17-8-45 ~ 17-8-17
    Aug 12
    0 0
  • Anggota Kelompok :
    1. Erma Alfionita
    2. Genoveva Lidwina Sari
    3. Susi Wulandari
    4. Mitchell Giovanni Irianto Putro
    5. Revi Mahardika
    6. Marcellina Mutiara Firsty Hanindya
    7. Anggik Dwi Kartika
    8. Ratri Yulianingrum
    9. Hibyal Haninatu Niswah
    10. Novan Sindhunata Sany
    11. Bella Alfiana Marthalia
    12. Yonanda Sukma Wardana
    13. Ratri Hapsari
    14. Lailaurieta Salsabila
    15. Banyu Aji
    16. Puspitasari
    17. Ahmad Mudzakkir Zain
    Pendamping : Iis Ayu Lutfitasari.

    Pasar Gede Solo terletak di seberang Balaikota Surakarta, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman. Pasar Gede ini tergolong pasar yang bersih dan rapi. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya parkiran motor dan mobil yang tertib, pangkalan becak yang tertata, dan kios-kios di pasar tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis barang yang dijual.

    Keunikan atau kekhasan Pasar Gede sendiri sangat banyak. Diantaranya, bangunan Pasar Gede dirancang oleh arsitek Belanda pada tahun 1930. Pasar ini banyak menjual rempah-rempah khas Jawa Tengah, kue pasar, dan buah-buahan. Disebut Pasar Gede karena terdiri dari atap yang besar dan pintu gerbang utama pasar tersebut terlihat seperti atap singgasana. Dan seiring perkembangan masa, pasar ini pun menjadi pasar termegah di Surakarta. Selain itu, Pasar Gede terletak di perkampungan warga Tionghoa. Alasan kelompok kami memilih Pasar Gede sebagai lokasi tugas kami karena Pasar Gede terkenal sebagai ikon kota Surakarta dan penuh dengan sejarah.
    Aug 10
    0 0
  • Jika Saya Menjadi Seorang Pemimpin

    Anak muda seperti kita tentu sering disebut sebagai generasi penerus bangsa. Ungkapan tersebut bukanlah hanya harapan semata, tapi juga tanggung jawab besar yang dipikul pundak masing-masing kita. Tugas kita yang paling mendasar sebagai pelajar adalah wajib belajar 12 tahun. Setelah itu, sebagian pemuda memilih untuk bekerja, dan sebagian lagi masuk ke jenjang kuliah. Apapun jalan yang dipilih, pastilah itu sebuah jalan menuju kesuksesan dan masa depan yang lebih baik.
    Di lingkungan kerja maupun lingkungan kampus, ada satu sikap penting yang harus dimiliki setiap individu agar bisa 'survive' dalam menghadapi berbagai macam tantangan. Sikap itu adalah kepemimpinan. Seorang manusia yang berakal, setidaknya harus bisa memimpin dirinya sendiri. Artinya dia mampu menguasai dirinya, berhak penuh atas jiwa dan raganya. Manusia harus dapat mengontrol segala hak dan kewajiban dirinya agar kebutuhan personal dan sosialnya terpenuhi.
    Contoh kecil saja, misalnya kita memiliki waktu senggang. Sering kali kita terlena untuk melakukan hal yang tidak berguna atau bermalas-malasan. Padahal kesempatan itu bisa kita gunakan untuk melakukan hal baik yang bermanfaat bagi diri kita ataupun orang lain.
    Tentu akan lebih baik lagi jika sejak muda, kita sudah selangkah lebih maju dengan menjadi pemimpin banyak orang. Misalnya, menjadi ketua OSIS atau kepala pelaksana acara. Orang-orang yang menempati jabatan tersebut tentu punya tanggung jawab besar terhadap anggotanya dan instansi-instansi lainnya. Butuh keberanian besar untuk maju menjadi seorang pemimpin. Namun, bukan berarti jiwa kepemimpinan tidak bisa menempel di orang-orang yang hanya menjabat sebagai anggota. Setiap orang diharapkan bisa memberi kontribusi dalam jalannya organisasi.
    Aug 9
    0 0
  • "JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN"
    Tidak banyak orang yang mau menjadi seorang pemimpin, kebanyakan mereka
    lebih memilih berada didalam zona aman dan menghindar dari resiko dan
    tang...
  • You need to sign in to comment