Rafy Ridho Azhari

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Blog

  • Nama Anggota : 1. Patricia Gita Pusparini2. Herlina3. Ahza Arzanul Haq4. Putri Ari Suryani5...
    · Aug 13
  • Indonesia, nama yang mewakili keberagaman di dalamnya. Ya, hal pertama yang terpikirkan olehku jika...
    · Aug 8

Newsfeed

  • F. D. Roosevelt Di Pasar Kembang

    Nama
    Anggota : 1. Patricia Gita Pusparini2. Herlina3. Ahza Arzanul Haq4. Putri
    Ari Suryani5. Wahyu Nur Rochman6. Lintang Azizah7. Arga Ryan S...
    Aug 13
    0 0
  • Surat Untuk Indonesia
    Indonesia, nama yang mewakili keberagaman di dalamnya. Ya,
    hal pertama yang terpikirkan olehku jika mendeskripsikan  Indonesia adalah beragam. B...
    Aug 8
    0 0
  • Jika aku menjadi pemimpin.
    Seroang pemimpin selalu ada dalam kehidupan sosial, bahkan dalam organisasi atau kelompok yang paling kecil, yaitu keluarga. Tidak dipungkiri semua organisasi memerlukan seorang pemimpin, kalau tidak ada pemimpin, ya tidak organisasi tidak dapat berjalan se-efektif yang seharusnya.
    Dalam hal ini kita perlu tahu apa itu pemimpin. Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya. Yang dikutip dari Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33)
    Bagi saya, seorang pemimpin adalah seseorang yang memimpin jalan serta sebagai penjaga kelompoknya agar tetap pada tujuan kelompok mereka didirikan. Menjadi pemimpin tidaklah sesimpel julukannya yang cuma satu kata. Pemimpin mempunyai beban yang besar yang harus diemban olehnya. Sebagian orang ingin menjadi pemimpin bukan bertujuan untuk menjalankan amanah tetapi karena pemimpin mempunyai wewenang yang lebih tinggi daripada yang lain. Ya, memang pemimpin mempunyai wewenang yang tinggi, mempunyai kuasa untuk memutuskan kearah mana kelompok tersebut dibawa, tetapi wewenang tersebut bukanlah untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan untuk kepentingan bersama. Mereka bahkan mengumbar janji- janji mereka hanya untuk mendapatkan julukan "pemimpin" , tetapi saaat mereka mendapatkannya, mereka lupa akan kewajiban serta janji-janji mereka dahulu, bahkan menggunakan jabatan mereka untuk kepentingan diri mereka sendiri
    Jika saya seorang pemimpin, saya ingin menjadi pemimpin yang ideal, atau saya ingin sebaik yang saya bisa untuk menjadi pemimpin. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang berpengetahuan luas. Ia harus memperhitungkan beberapa langkah lebih depan daripada pengikutnya, tahu kewajibannya, tahu kelebihan dan kekurangan dari kelompoknya. Pemimpin haruslah dapat membedakan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan kelompoknya. Pemimpin haruslah dapat beradaptasi dengan keadaan dan msasalah-masalah yang dialami oleh kelompoknya. Supaya seorang pemimpin dapat menjalankan tugasnya dengan baik, pemimpin haruslah dekat dengan para anggota kelompoknya, tidak membeda-bedakan antar anggota dan menjauhkan diri hanya karena dia berpangkat lebih tinggi. Jika pemimpin dekat dengan anggotanya, pemimpin dapat tahu kelebihan dan kekurangan dari masing- masing anggotanya, sehingga mengembankan tugas kepada anggotanya dengan tepat. Seorang pemimpin adalah seorang harus menjadi contoh yang baik bagi anggotanya. Ia haruslah tetap tegar dalam menghadapi segala permasalahan dari dalam maupun luar kelompoknya selayaknya tiang utama dalam suatu bangunan. Jika seorang pemimpin telah patah semangat, hal itu dapat mempengaruhi seluruh kelompok. Tidak hanya berpengetahuan luas, pemimpin juga dapat menyampaikan rencana-renacananya, serta pandai dalam hal negosiasi..Tidak hanya menyampaikan ide kepada anggotanya, pemimpin haruslah dapat menyampaikan ide ide dan gagasannya kepada kelompok organisasi yang lainPemimpin harus terbuka pada anggotanya, atau setidaknya ia harus jujur pada wakilnya. Seorang pemimpin tetap saja seorang manusia, suatu saat ia akan kesulitan dalam memutuskan sesuatu, karena itulah ia membutuhkan wakil yang ia percaya, yang dapat mengimbanginya jika ia melakukan kesalahan.
    Sebelum menjadi pemimpin saya harus mengetahui tentang sejarah, karena dunia punya banyak cerita tentang keberhasilan dan kegagalan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Jika saya mendapat kepercayaan untuk menjadi pemimpin, hal yang harus saya lakukan adalah belajar dari pemimpin sebelumnya. Dengan belajar dari sejarah kita tidak akan jatuh di lubang yang sama.
    Aug 4
    0 0
  • Rafy Ridho Azhari joined our site!
    Jul 31
    0 0