irfan adi nugroho

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Blog

Newsfeed

  • Kelompok Adolf Hitler di Pasar Jebres


    Anggota :       
    1.         Arista Harumsari 2.
      ...
    Aug 12
    0 0
  • Surat Untuk Indonesia

    Tidak bisa dipungkuri lagi jika Indonesia adalah negara dengan keragaman yang sangat luar biasa. Indonesia memiliki sebanyak 6127 pulau (publikasi LIPI), 1340 Suku yang sudah tercatat pada tahun 2016, sekitar 742 bahasa dan ribuan budaya seperti tarian, lagu daerah, baju daerah dan banyak hal lain yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Disinilah kehebatan Indonesia terlihat, dengan begitu banyak perbedaan kita dapat bersatu membentuk suatu bangsa, suatu negara, memenuhi bhineka tunggal ika.
    Akhir-akhir ini Indonesia dilanda krisis yang sangat mengkhawatirkan, yaitu ketidak percayaan antar warga negara. Tawuran antar desa menjadi suatu hal yang biasa akibat seringnya menjadi pembuka berita. Korupsi yang dilakukan petinggi negara juga mengikis kepercayaan rakyat kepada mereka, entah itu korupsi yang berupa perbuatan melawan hukum; penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, merugikan keuangan negara atau perekonomian Indonesia; suap; penggelapan dalam jabatan; menerima gratifikasi; dan lain sebagainya.
    Keputusan yang kurang tepat oleh para petinggi negara juga dirasa membuat rakyat kecewa. Seperti kasus salah satu entertainer Indonesia yang dijadikan Duta Pancasila karena membuat Pncasila sebagai candaan. Salah satu petinggi yang meminta KPK dan KOMNAS HAM dibubarkan juga ikut membuat masyarakat mulai berpikir jika para petinggi itu otaknya pada koplak. Jika hal-hal seperti ini terus terjadi, bukan hal yang mustahil jika berakhir dengan keruntuhan Indonesia itu sendiri. Kasus pelecehan Agama juga menjadi hal yang sering terjadi belakangan ini, khususnya penjelekan terhadap agama islam. Yang berujung demo dan saling tuduh antara pihak satu dan pihak yang lain bahkan satu agama.
    Terkikisnya nasionalisme pada diri pemuda ikut membantu Indonesia menuju kehancuran. Melalui media elektronik seperti televisi, HP, Laptop memang memudahkan setiap masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Namun jaman sekarang, informasi yang diterima tidak disaring menggunakan pancasila. Bahkan informasi tersebut menggantikan Pancasila itu sendiri. Budaya Korea, Jepang dan barat sudah menjadi hal yang biasa diterapkan oleh pemuda-pemudi Indonesia. Pemuda yang mencintai budaya Indonesia tinggal segelintir orang. Bahkan memakai batik untuk masuk fakultas saja akan dilontari pertanyaan seperti “ada apa pakai batik?.”miris.
    Saya harus memperbaiki Indonesia. Pemikiran seperti ini harus dikembangkan, pemikiran seperti “aku tidak pantas” atau “kita serahkan pada generasi selanjutnya” harus dihapuskan. Setiap orang harus menyadari betapa pentingnya persatuan Indonesia. Sebelum kita kembali ke masa penjajahan, kita harus mulai berubah. Rubahlah diri sendiri menuju arah yang lebih baik, itu sama saja merubah Indonesia menuju arah yang lebih baik juga.
    Sebagai mahasiswa UNS, saya akan berusaha mengubah pemikiran konyol masyarakat melalui segala aktivitas yang memungkinkan. Entah itu membuat penyuluhan, presentasi atau pembicaraan pribadi. Jika presiden pertama Indonesia Ir. Sukarno membutuhkan 10 pemuda untuk mengubah dunia, maka saya memerlukan seluruh pemuda Indonesia untuk memperbaiki negara ini. Tulisan ini menjadi langkah pertama saya untuk mengajak para pemuda yang membaca untuk sadar jika kita Indonesia sedang berjalan keujung tanduk. Pemuda memiliki kemampuan berpikir dan fisik yang luar biasa, kemampuan kita diperlukan untuk membangun Indonesia, kita diperlukan untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Mari kita bersama berubah, jangan serahkan segala urusan negara pada para golongan tua. Kita lebih mampu berpikir kritis, bergerak cepat, berkemampuan, walau kita kalah dalam hal pengalaman, saya yakin kita mampu mengeejarnya dalam waktu yang tidak lama.

    Aug 8
    0 0
  • Jika Aku Menjadi Seorang Pemimpin

    Pemimpin adalah suatu posisi yang akan seseorang atau kelompok orang ketika memperoleh kepercayaan untuk memimpin orang lain. Kepercayaan yang bisa diberikan setelah mengenal secara mendalam sosok calon pemimpin. Kepercayaan yang tidak bisa diberikan secara sembrono, apalagi hanya karena selembar kertas biru yang dimasukkan dalam kedalam amplop.
    Menjadi seorang pemimpin berarti bertanggung jawab atas kehidupan orang lain. Suami bertanggung jawab atas masa depan, kelangsungan hidup dan kebahagiaan istri. Dalam hal ini suami sudah bisa dianggap sebagai seorang pemimpin karena seorang istri pastinya telah menaruh kepercayaan seorang suami. presiden bertanggung jawab atas masa depan seluruh warga negara dan kelangsungan hidup negara itu sendiri.
    Menjadi sorang pemimpin berarti mewakili suatu kelompok atau bangsa itu sendiri. Dengan demikian, seorang pemimpin haruslah sosok yang paling menguasai satu atau lebih bidang dalam satu kelompok atau negara. Walau menjadi seorang pemimpin, mereka tetaplah manusia yang penuh akan kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Mereka masih membutuhkan bantuan untuk mengatur dan membantu kelompok atau bangsa itu untuk terus maju. Dalam hal ini seorang pemimpin haruslah memiliki kerja sama dan komunikasi yang baik dengan masyarakatnya.
    Suatu saat nanti jika aku diberi kepercayaan untuk memimpin suatu kelompok atau bangsa aku akan melakukan beberapa hal. Pertama membuat suatu tujuan yang jelas dengan kepentingan bersama yang dapat menunjang kelangsungan hidup dan masa depan yang lebih baik bagi kelompok atau bangsa tersebut. Kedua. Aku akan memaksa semua masyarakat untuk bekerja lebih keras tanpa pengecualian demi tercapainya tujuan. Anak kecil, pemuda, Dewasa, orang tua, laki-laki dan perempuan tentunya memiliki bagian dan porsi masing-masing berdasarkan kemampuan sebelum mencapai level yang disebut menyiksa.
    Ketika menjadi pemimpin aku akan menjadi sosok yang dikagumi. Walau aku memaksa masyarakat untuk bekerja secara maksimal, tentunya aku akan terjun membantu merka, baik secara langsung ataupun tidak. Karena menjadi seorang pemimpin berarti menjadi suri tauladan, msayarakat tentunya mengenal segala sisi dari diriku, baik itu yang baik maupun yang buruk. Oleh karena itu, aku akan berusaha sedekat mungkin dengan masyarakat yang kupimpin.
    Jika aku menjadi pemimpin, akan kupastikan semua masyarakat merasakan rasa bahagia dan makmur dalam jangka yang lama. Walau aku yakin pada awalnya mereka tersiksa dan mengatakan jika aku adalah sosok diktator. Aku akan membuat mereka menelan rasa dan pemikiran itu dengan hasil yang luar biasa. Penderitaan hanya dirasakan oleh orang yang menganggap diri mereka paling menderita, setidaknya itulah yang aku percayai sampai saat ini. Jika ada satu atau lebih orang merasa menderita, aku akan membuat mereka lebih menderita sampai akhirnya terbiasa dengan penderitaan dan menjadikannya sebagai kebahagiaan yang tertunda.
    Yang terakhir, aku akan memberikan kebebasan untuk menolak segala yang aku perintahkan dan menerima hasil manis diakhirnya saja. Aku akan memberikan kebebasan untuk menolak atau menerima segala sesuatu yang aku perintahkan. Aku akan memberikan kebebasan untuk mengikuti atau tidak mengikuti ku. Dengan demikian, aku akan memimpin masyarakat yang sejalan, sepemikiran, dan satu keinginan tanpa adanya penghambat dari dalam yang akan menghambat tuk mencapai tujuan, yang akan menghambat mental masyarakat lain, dan yang akan menghambat perkembangan kelompok atau bangsa itu sendiri. Oleh karena itu. Segala yang tidak diperlukan akan aku buang
    Aug 3
    0 0
  • irfan adi nugroho joined our site!
    Jul 30
    0 0