Mira Rahma Safirasari

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • FOTO KELOMPOK GESTALT

    Pendamping : Kak Novita Anggun

    Anggota : Annisa Nurlaila Imania
    Erika Mardina
    Nofiska Ade Lutfiah
    Shafira Twinsa Diaz
    Ika Agustina
    Jehan Adhelia Syafira Ulfa
    Hendrawan Bintang Surya
    Rr.Almira Diella M
    Alvin Akbar Firdausya
    Bidadari Guitasida
    Mira Rahma Safirasari
    Rifki Ananta Pratama
    Mekar Sari Ayu Pertiwi
    Nurunnisa Febriati
    Meisya Putri Intan C
    Vivaldi Maulana Zhafran
    Dwiantoro
    M.khoiruzadid Taqwa

    Taman Satwa Taru Jurug atau Kebun Binatang Jurug merupakan salah satu objek wisata di Kota Surakarta yang dibangun pada tahun 1878.

  • Surat untuk Indonesia
    Surakarta,10 agustus 2016

    Assalamualaikum Wr, Wb.
    Kepada seluruh rakyat indonesia dari sabang sampai marauke yang sedang menjalankan aktivitas masing-masing,kepada segenap civitas pemerintahan yang sedang bekerja dan yang mungkin sedang absen tanpa alasan, dan kepada para koruptor-koruptor yang sudah ahli maupun yang masih di pengaruhi.
    Disini saya Mira Rahma Safirasari akan menyampaikan atau mungkin bisa dibilang mungkin bisa dibilang bercerita mengenai keadaan indonesia satu tahun belakangan ini menurut sudut pandang saya tanpa memihak pada rakyat maupun pemerintahan.Pertama-tama saya akan mengemukakan pendapat tentang Indonesia yang belakangan ini sedang dalam keadaan yang tidak stabil,tetapi saya juga akan berterima kasih kepada Bapak Jokowi yang sudah merombak menteri-menteri demi Indonesia yang lebih baik.
    Didalam surat ini saya akan lebih fokus mengemukakan pendapat saya mengenai pendidikan di Indonesia.Saya akan bercerita mengenai pengalaman saya saat menghadapi ujian nasional tahun 2016 ini yang menggunakan sistem baru yaitu CBT(Computer Based Test).Saya bukan nya menyalahkan siapapun atas sistem baru ini namun menurut saya sekolah-sekolah di Indonesia belum mampu untuk menggunakan sistem ini,jadi masih banyak sekolah yang menggunakan sistem PBT(Paper Based Test).Karena sebab itu terjadi banyak kebocoran soal ujian nasional kemarin,hal ini sangat disayangkan dan juga membuat moral anak bangsa lebih mementingkan hasil yang bagus daripada proses yang jujur.
    Salah satu tetangga saya masih menggunakan sistem PBT dan dia mengeluhkan hasil yang tidak maksimal pada ujian nasional nya.Saya pikir ini juga yang menyebabkan banyak siswa berprestasi yang banyak tidak mendapatkam PTN.Dan pada pelaksanaan ujian nasional kemarin siswa dengan leluasa bertanya pada teman sampingnyakarena tertutupi oleh komputer,dan di setiap ruang ujian hanya ada dua orang guru jaga.Saya menceritakan hal ini karena saya menginginkan pemerintahan Indonesia agar lebih mantap untuk pelaksanaan ujian nasional selanjutnya,meskipun hanya ujian nasional namun proses dan hasil ujian inilah yang akan menentukan sikap dan mental siswa kedepan nya.
    Disamping hal itu saya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak/Ibu Guru di sekolah saya,karena sebenarnya K-13 itu menuntut siswa-siswi agar bisa lebih mandiri dalam hal belajar dan mengerjakan tugas seperti yang diterapkan dalam dunia perkuliahan,tetapi Bapak dan Ibu Guru tidak sepenuhnya melepaskan murid-murid karena mereka tahu murid-murid masih butuh bimbingan dan semangat dari Bapak dan Ibu Guru.Saya juga ingin pemerintah agar menegakkan peemberian bidikmisi atau yang sering disebut jalur offline bagi yang benar-benar menbutuhkan.Karna banyak diluar sana yang memanfaatkan jalur offline agar mereka bisa masuk sekolah negeri,ini sangat disayangkan dan mengurangi kesempatan bagi mereka yang tidak mampu namun memiliki prestasi dan bakat yang mengagumkan.
    Saya harap pemerintah dapat lebih memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia,tidak harus sebagus atau semewah negara-negara maju.Tetapi mulai saja dari bawah,agar kita bisa bersama-sama memajukan pendidikan di Indonesia dan menghasilkan anak-anak bangsa yang dapat membanggakan Indonesia didunia internasional.Semua ini juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab kita-kita yaitu anak bangsa agar lebih memajukan moral dan harga diri bangsa Indonesia.Caranya tidak harus belajar ke luar negeri ataupun sekolah di sekolah swasta yang mahal,tetapi dengan kita belajar sungguh-sungguh dan mementingkan proses yang jujur daripada hasil yg memuaskan,itu juga dapat membantu sistem pendidikan ke arah yang lebih baik lagi.
    Disamping itu kita juga harus menegakkan kejujuran dan menghentikan sikap-sikap koruptor seperti membeli kunci jawaban,menyogok pihak sekolah,ataupun lewat jalur-jalur yang tidak sesuai ketentuan.Semoga saya dan teman-teman dari Fisip mampu membantu pemerintah dan ikut serta dalam kemajuan sistem di Indonesia tidak hanya pada sistem pendidikan tetapi juga pada sistem-sistem lainnya yang dapat membanggakan nama Indonesia di dunia Internasional.Sebagai contohnya adalah kakak-kakak Fisip yang sedang menjalankan KKN di berbagai daerah di Indonesia untuk membimbing masyarakat agar tidak tertinggal pada era globalisasi ini,memberikan arti penting nya pendidikan bagi anak dan hal-hal lain yang dapet berguna bagi masyarakat disana.
    Demikian surat yang saya tulis untuk Indonesia,saya mohon maaf jika ada salah kata ataupun ada kata-kata yang menyinggung pihak pemerintah ataupun pihak yang merasa melakukan hal yang saya sebutkan.Ini saja yang dapat saya kemukakan tentang keadaan Indonesia satu tahun belakangan ini dan harapan-harapan saya untuk Indonesia kedepannya.Terimakasih
    Wassalamuallaikum Wr,wb.
  • Mira Rahma Safirasari joined our site!
    Aug 9 '16
    0 0