Syai'fudin

The Wall

You need to sign in to comment
No comments

Newsfeed

  • FOTO KELOMPOK
    COBLOSAN - 17
    1. Bening Dwi Arina_HI_P_SNM
    2. adetya rianthie_administrasi negara_P_SBM
    3. Ardelia Rahma Dea_HI_P_SNM
    4. Syai'fudin_Sosiologi_L_SBM
    5. Alma Dyani Putri_HI_P_SNM
    6. Apriana Puspasari_AN_P_SNM
    7. Aldi Aishal_Sosiologi_L_MANDIRI
    8.Kemal Tri Nugroho_Adminstrasi Negara_L_SBMPTN
    9. Zhafarina Zharfa_Ilmu Komunikasi_P_SBMPTN
    10. M Agung Rifki P_Ilmu Komunikasi_L_SBMPTN
    11.Rif'atush Sholihah_ilmu komunikasi_mandiri
    12. Aditya Yudha Rachmadi_sosiologi_sbmptn
    13. Roro Dyah DwiJayatri_sosiologi_sbmptn
    14. Dedi setiawan_administrasi negara_L_SBMPTN
    15. Husna Nur Amalina_Ilmu Komunikasi_P_SBMPTN
    16. Andi Kurniawan_Ilmu Komunikasi_L_SBMPTN
    17. Monika Erlin_administrasi negara_P_mandiri
    18. Fatima Putri Isnaini_Ilmu Komunikasi_P_snmptn
    .
    Pendamping : Kinanthi Hapsari

    Lokasi :
    Stasiun Solo Balapan
    adalah stasiun kereta api besar yang terletak di wilayah Kelurahan Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +93 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. Nama "Balapan" diambil dari nama kampung yang terletak di sebelah utara kompleks stasiun. Stasiun ini terletak di jalur kereta api yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Surakarta dan Jawa Tengah.
  • SURAT UNTUK INDONESIA
    Akhir-akhir ini bangsa Indonesia diterpa berbagai masalah yang berhubungan dengan rusaknya moral masyarakat. Permasalahan bertubi-tubi datang menguji seberapa kuat bangsa Indonesia mempu bertahan. Layaknya sebuah batu karang yang menjulang meskipun dihantam deburan ombak lautan. Itu seharusnya yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi era modern dan globalisasi yang menyebabkan kehidupan masyarakat tanpa batas yang jelas. Budaya asing bertubi-tubi datang ke Indonesia dan mulai melunturkan budaya Indonesia yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Bangsa Indonesia terombang-ambing layaknya buih yang ada di lautan luas. Tidakpunya pendirian yang tetap hanya selaku bangsa pengekor, bukanlah bangsa yang inspirator.
    Permasalahan Korupsi tidak pernah mencapai garis akhir. Pihak pemberantas korupsi seakan tidak berdaya menghadapi budaya korupsi yang telah menjadi budaya bagi mereka yang memiliki jabatan tinggi. Para Pejabat memperkaya diri dan lupa akan janji yang telah mereka ingkari. Mereka Seolah olah tidak peduli dengan rakyat kecil , mereka hanya mementingkan diri sendiri. Korupsi yang terjadi di Indonesia ini juga tidak hanya melibatkan satu orang atau satu pihak saja, melainkan banyak pihak yg turut serta dalam membantu proses korupsi tersebut. KPK selaku pengawas dan pemberantas korupsi harus bisa lebih meningkatkan pengawasannya terhadap oknum yg ingin melakukan korupsi. Dengan adanya kinerja yg baik dari pihak pengawas korupsi, kasus korupsi di Indonesia ini minimal bias lebih berkurang dan membuat para koruptor jera. Dan bagi para oknum yg ingin melakukan korupsi akan berpikir kembali untuk melakukannya.
    Permasalahan lain adalah maraknya pelecehan seksual. Berita di semua media menanyangkan mesalah kejahatan yang tidak manusiawi ini. Bahkan ada sejumlah kasus yang melibatkan anak di bawah umur. Seiring dengan berkembangnya zaman juga merubah pemikiran dari para penerus generasi bangsa, anak-anak muda zaman sekarang cenderung senang mempertontonkan dan mengumbar bagian-bagian tubuh mereka yang mengundang orang untuk melakukan pelecehan seksual. Maraknya pelecehan seksual yang terus menerus terjadi menimbulkan keresahan dari masyarakat. Kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Indonesia telah berada pada tahap darurat. Hal ini terlihat dari jumlah, rentang usia dari para korban dan lokasi. Kasus kekerasan dan pelecehan seksual semakin marak terjadi di ranah-ranah publik, seperti sekolah, angkutan umum, rumah, tempat kerja bahkan penjara sekalipun. Bahkan saat ini kasus kekerasan pelecehan seksual bukan hanya dialami oleh perempuan maupun anak-anak tapi juga oleh laki-laki.Untuk menghadapi masalah terkait kekerasan dan pelecehan seksual diperlukan kerja sama dengan berbagai organisasi, komunitas dan kelompok masyarakat. Hal ini karena masalah kekerasan dan pelecehan seksual bukan hanya masalah dari korban dan pelaku tapi masalah semua orang. Siapa saja bisa jadi korban, dan siapa saja bisa jadi pelaku.
    Untuk itu kita sebagai Mahasiswa FISIP dan Pemuda Generasi Bangsa harus bisa memberikan solusi dan memecahkan permasalahan permasalahn yang terus terjadi ini. Untuk menjadi Pemuda Generasi Bangsa yang baik kita harus memiliki nasionalisme tinggi , sifat jujur dan bertanggung jawab. berusaha untuk menjadi pemuda yang berguna untuk bangsa Indonesia demi membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Dari hal hal yang kita jalani setiap harinya seperti memiliki perencanaan masa depan yang baik demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik serta membuat Generasi Emas yang dapat membuat Indonesia menjadi Bangsa yang hebat serta bangsa yang memiliki jati diri yang Kuat.
    DIRGAHAYU INDONESIA KU KE 71
    JAYALAH SELALU INDONESIAKU !!
    GENERASI HEBAT GENERASI EMAS
  • Syai'fudin joined our site!
    Aug 9 '16
    0 0