• Surat untuk indonesia

    Indonesia, engkau sebentar lagi menginjak usia tujuh puluh dua tahun. Sudah tujuh puluh dua tahun dari proklamasi kemerdekaan. Engkau adalah negara yang berkelimpahan sumber daya, sudahkah kini kamu menjadi negara kaya raya? Beberapa wargamu memang sudah hidup kaya, tetapi banyak rakyatmu lainnya yang masih hidup sengsara. Engkau adalah negara yang punya slogan bhinneka tunggal ika, berbeda beda tapi tetap satu jua, sudahkah kini kamu menjadi bangsa yang bebas perselisihan, bebas dari segala huru-hara? Kamu memang telah mempertahankan keutuhuhan negara kesatuanmu cukup lama, tetapi dalam periode itu pun masih sering terjadi konflik antarbudaya ataupun agama. Wahai negara yang aku lahir dan besar di dalamnya, sudahkah kamu membuatku bangga? Aku harap begitu, tapi nyatanya seringkali aku merasa kecewa dan malu atas kekurangan- kekurangan yang tak seharusnya ada padamu.
    Setahun belakangan ini, masalah yang merundungmu bertambah banyak. Engkau masih saja membiarkan separuh dirimu dikuasai oleh cengkraman asing, hutang hutangmu terus bertambah, tanpa tahu betul bagaimana dan kapan hutang sebanyak itu dapat terlunasi. Masalah hukum, jelas sekali bahwa masih banyak yang tajam ke bawah tumpul ke atas. Banyak rakyat yang mencari-cari keadilan. Hukum masih bisa dipermainkan dengan uang. Masalahmu sungguh banyak indonesiaku, waktunya bagimu untuk berbenah. Kemiskinan, korupsi yang makin merajalela, mega korupsi e ktp, kualitas pendidikan yang rendah, pengelolaan sumber daya alam yang buruk, kasus SARA yang menjamur yang tidak diselesaikan dengan berperikeadilan, kerusakan lingkungan, pengangguran, daerah-daerah pelosok dan perbatasan yang kurang mendapat perhatian, narkoba, kriminalitas, begal-begal yang masih belia, dan masih banyak lagi masalah masalahmu.
    Kami harap, momentum ulang tahunmu engkau gunakan dengan sebaik baik mungkin, untuk berbenah. Membenahi secara total semua masalahmu.

    Kamu sebenarnya negara yang sangat beruntung, Indonesiaku. Kamu memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah ruah. Namun apalah artinya itu semua bila sumber daya yang tersedia tidak secara baik diolah. Ya, inilah kelemahanmu, cara mengelola sumber daya itu sendiri.

    Sudah tak ada yang memungkiri bahwa sumber daya alam milikmu begitu banyak. Berbagai macam tumbuhan hidup di tanahmu. Berbagai macam hewan hidup dari airmu. Bahkan berbagai macam hasil tambang terkandung di dalam perut bumimu. Kamu memiliki begitu banyak sumber energi, Indonesiaku. Tentu dengan itu semua kamu (seharusnya) bisa menghasilkan kemajuan yang luar biasa.
    Kami sebagai mahasiswa fisip uns, berharap ketika kami sudah lulus,kami bisa mengabdi kepadamu, untuk indonesia yang lebih baik. Sekarang kami harus fokus belajar dahulu, mempersiapkan diri untuk saat saat itu.
    Aug 16
    0 0