• Jika aku menjadi pemimpin

    Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Menjadi pemimpin adalah amanah dan tanggung jawab. Setiap dari kita pastilah menjadi seorang pemimpin, baik yang masih muda maupun yang sudah tua, yang berpendidikan tinggi atau rendah, yang punya jabatan ataupun tidak, semua adalah pemimpin, minimal pemimpin bagi dirinya sendiri
    Ya! disadari atau tidak oleh kita selama ini, menjadi seorang pemimpin adalah keniscayaan, selama akal kita masih berfungsi normal, selama kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara di dunia ini. Pertanyaannya adalah, menjadi pemimpin siapa saja kita selama ini, dan ingin memimpin siapa saja di masa yang akan datang. Lalu bagaimana cara kita memimpin selama ini, dan ingin seperti apa cara kita memimpin di masa yang akan datang. Tentunya kita sebagai manusia yang berakal sehat, sudah seharusnya kita ingin menjadi orang yang baik, termasuk dalam hal bagaimana kita pemimpin.
    Menjadi seorang pemimpin harus dimulai dari hal - hal kecil, dan itu tentunya dimulai dari diri sendiri, seperti dalam hal kemandirian, pengambilan keputusan, sikap bertanggung jawab, dan hal - hal lain yang semisalnya. Itu semua nantinya akan tetap terpakai untuk memimpin hal-hal yang lebih besar lagi, semisal memimpin organisasi, menjadi atasan, sampai menjadi seorang pemimpin negara.
    Jika aku menjadi pemimpin maka hal yang akan aku lakukan adalah berusaha untuk memimpin dengan segenap potensi yang kumiliki. Menebar manfaat yang sebanyak-banyak kepada lingkungan sekitar dan kepada orang – orang yang membutuhkannya. Dan bukan hanya seberapa besar sumbangsih positif yang aku berikan ketika menjadi pemimpin, tapi seyogyanya aku juga harus menyiapkan generasi penerus yang minimal mampu mempertahankan hal – hal yang telah kucapai selama aku menjadi pemimpin. Syukur – syukur kalau generasi penerusnya mampu memimpin dengan cara yang jauh lebih baik daripada aku.
    Akan tetapi, hal yang lebih penting dan mendasar daripada pertanyaan apa yang akan aku lakukan jika menjadi pemimpin adalah bekal persiapan apa saja yang sudah aku persiapakan untuk bisa menjadi pemimpin yang baik dan benar. Tentunya baru sedikit yang aku persiapkan, untuk itulah aku harus terus menerus belajar membangun jiwa kepimpinan, khususnya karena aku masih muda, dengan cara belajar yang rajin untuk menambah ilmu dan wawasan yang luas, menjadi seseorang yang memiliki pemikiran yang cerdas dan kreatif dengan kemauan yang kuat dalam mempelajari hal - hal baru. Menambah ilmu pengetahuan dengan belajar berbagai hal tentunya akan mempertebal bekal positifku untuk bisa menjadi pemimpin yang baik dan benar.
    Aku harus menimba ilmu khususnya tentang kepimpinan di mamapun tempatnya, di lingkungan rumah, lingkungan sekolah, lingkungan kampus, maupun lingkungan tempat kerja nantinya. Dengan hal-hal itulah jiwa kepemimpinanku dapat terbangun dengan kokoh. Membangun jiwa kepemimpinan memang bukanlah perkara yang mudah tetapi melalui proses panjang dan butuh banyak pengorbanan.
    Aku harus memiliki wawasan yang luas, mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai macam persoalan yang datang dan pergi, menghadapi berbagai macam sifat dan karakter orang-orang. Aku sebagai bagian dari generasi pemuda penerus peradaban harus mempersiapkan diri untuk menjadi calon pemimpin yang baik dan benar di masa yang akan datang.
    Aku sebagai bagian dari generasi pemuda bangsa harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang tidak kalah dengan pemimpin - pemimpin terdahulu. Aku harus membuktikan dengan berbagai prestasi. aku harus memiliki visi dan misi yang dapat aku buktikan dengan aksi nyata, bukan sekedar omongan. Di tangan pemudalah masa depan bangsa akan ditentukan.

    Aug 15
    0 0