• Dear indonesia
    Aku kusampaikan beberapa rinduku.Negeri indah diatas awan,dari jaman hindu budha sampai jaman reformasi.Aku masih melihatmu sebagai untaian zamrud di katulistiwa.aku membaca sejarahmu,dari jaman kerajaan sriwijaya sampai sekarang,cerita mu yang mengalami kejayaan,keruntuhan,penjajahan dan kesakitan.aku tidak melihat perpecahan disini,hanya di layar kotak itu mereka menuliskan garis buruk pada kita.aku tidak melihat ku klux klan disini,jadi apa yang menjadi ancaman minoritas?kita hanya perlu menerima dan mereka harus berbicara kepada kita,jangan ada tembok mewah menjadi penghalang kita,kita tidak menunutut banyak dari mu.hanya keadilan,mereka yang bersalah kenapa hanya mayoritas,karena banyak bukan berarti kami selalu benar,kami selalu berpegang teguh pada pancasila,yang rumusan nya lahir dari bapak pendiri bangsa.mereka merumuskan dasar negara kita tapi tidak sampai politik indonesia,kita terlalu tak acuh pada apa yang terjadi disekeliling kita hanya peduli pada diri kita sendiri,kenapa bisa begitu
    Aku disini,disidut perpustakaan ini masih mengulik bagaimana kita terjadi,bagaimana kebesarmu terjadi.dari geografi,geologi sampai sejarah,aku mempelajari mu,rumusan tentang semua sejarahmu telah kuamati,dan kupikir neeri ini memang banyak yang tinggal dengan cara mereka sendiri,dan dengan begitu kami sulit memegang tangan mereka.tapi kami pahami itu tidak ada yang membuat kami menjadi lebih baik.aku bukan antropologist jadi bukan haku bicara keberagaman,sama seperti aku bukan astronom yang bicara tentang bentuk bumi.tapi aku tahu banyak tentang geologi.sebagian hidupku adalah lubang besar tepat di dahi ku yabg di sebut lenolakan
    Aku ingin menceritakan padamu tentang kisahku , abagaimana aku bertemu banyak orang,aku menjawabt tangan mereka,mereka baik,sayang kutinggalkan mereka,emereka berbicara dengan bahasa ibu.mereka ingin kepelosok negeri mengajar dengan hati tentang geografi.kami ingat saat pertama kami masih putih belum ada coretan ambisi,kami mengerti satu sama lain sebagai teman kelas,jumlah mereka 71.kami belajar bersama sangat lama,melewati gunung kapur,pantai submergence dan juga melintas di kali samin.aku ingat bagaimana kita bersama dulunya,aku punya perasaan asing,tapi memang waktulah yang ,mendekatkan kita jika ada dimasyarakat konsep minoritas dan mayoritas mungkin jembatan yang terhubung antara kita dan mereka yang terputus apakah karena waktu?kupiikir tidak,kupikir kita hanya kurang bergaul satu sama lain.
    Dengan belajar geografi aku memahami bagaimana aku hidup di negeri ini,tanah subur dengan bencana,banir,longsor gunugn meletus dan juga gempa.tapi inilah tempat tinggal kita,gods greatest miracle,aku tidak tahu tentang kebergaman tapi kadang kita harus mengerti satu sama lain.aku ingin semua yang di bangun disini adalah ide dari anak bangsa bukan kerajinan tangan bangsa lain.
    Dengan belajr sejarah lagi dari mu aku tahu bagaimana tetap bangkit berdiri,berdikari dengan semua kekurangan ini.merek mengajarkankanku tentang budi baik,sifat kestria dan bagaimana menjadi intelktual,semua yang kupelajari mungkin dari luar negeri tapi seluruh jiwa raga ku hanya untukmu.
    Aku sama seperti yang lain merekasa kesulitan dengan ekonomi,iklim,cuaca dan juga bencana.aku kadang tidak tahu harus bagaimana menjabat tangan mereka.setiap aku datang terasa semua mendirikan tembok mewah itu.ketika banyak yang tidur di pemukiman kumuh,yang lain menghancurkan aku akan selalu berdiri dengan integritas bahwa aku akan menjadi pemimpin negeri ini
    Karena di tana.h ini aku lahir,aku hidup dan di tanah ini aku berkalang tanah.
    Dear indonesia,itu semua cinta dan sayangku,untuk negeriku
    “kalian lah generasi visioner penyelamat lingkungan”-setya nugraha


    Aug 9
    0 0