• Jika aku menjadi pemimpin
    Oleh: Muhammad Alif Alauddin

    Saya akan memulai tulisan ini dengan mengucapkan bismillahirrahmanrrahim, dengan harapan dapat bermanfaat bagi sesama. Pemimpin (leader) bedasarkan urbandictionary.com adalah "some one who has ability to inspire others to achieve tasks and goals that they might not otherwise be capable of reaching". Hal ini menunjukan bahwa setidaknya ada beberapa syarat bagi seorang pemimpin untuk memulai langkah, pertama yaitu kemampuan untuk menginspirasi. Dalam hal ini, menginspirasi tak hanya sebatas memberikan semangat ataupun motivasi melainkan memberikan arahan serta langkah-langkah padu bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Inspiring juga termasuk dalam Planning dalam teori manajemen yang dicetuskan oleh George R. Terry, ini membuktikan bawa pentingnya memberikan inspirasi sebelum memulai sebuah organisasi kecil atau besar. Kedua, memiliki sifat visioner. Sebuah organisasi yang memiliki tujuan yang besar haruslah pula memliki target yang besar serta tersusun rapih. Untuk mencapai hal itu, pasti dibutuhkan sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi dan optimistis. Ketiga, pemimpin yang dapat merangkul semua golongan. Tentu dalam berorganisasi mustahil ada yang bersifat homogen, justru sebaliknya. Semangat pluralisme sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, dengannya akan mudah untuk merangkul segenap elemen dan golongan.

    Saya tahu bahwa memang sulit mencari sosok pemimpin yang ideal seperti itu, andai saya menjadi pemimpin maka saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai itu semua dengan cara sebagai berikut.

    Pertama, melakukan perencanaan yang sesuai dengan profesionalitas anggota. Berdasarkan pengalaman yang sudah saya alami baik di organisasi dalam sekolah berupa OSIS maupun di luar sekolah, hal yang rentan menimbulkan kesalahan adalah tidak cocoknya seseorang dalam bidang yang ia geluti. Oleh karena itu, saya haruslah hati-hati dan selektif dalam menyusun rancangan anggota demi terwujudnya sebuah visi.

    Kedua, optimalisasi target. Untuk mencapai target organisasi tak dapat tipisahkan dari optimalnya kerja tim. Hal-hal yang menyangkut kepentingan jangka pendek haruslah segera dieksekusi, adapun selainnya perlu perencanaan lebih lanjut yang diikuti dengan langkah-langkah konkrit. Dengan demikian, rancangan kerja akan terasa lebih optimal dan cepat terlaksana.

    Ketiga, menjadi komunikator yang baik. Untuk menjalankan sebuah organisasi tidak selurus yang dibayangkan, berbagai masalah pasti akan datang silih berganti. Perlunya peran seorang pemimpin dalam menjembatani komunikasi sesama anggota menjadi solusi tersendiri dalam memecahkan masalah tersebut. Berusaha mencoba untuk berbicara sesuai dengan kapasitas anggota menjadi syarat mutlak untuk mengetahui problematika yang sedang dialami. Tidak hanya sekedar untuk menyelesaikan masalah, menjadi komunikator yang baik memang diperlukan dalam sebuah organisasi demi terwujudnya satu visi yang sama.

    Keempat, berusaha menjadi suri tauladan. Ketokohan seorang pemimpin akan sangat terasa jika ia mampu tampil sebagai contoh yang baik. Kecurigaan anggota akan terminimalisir dengan kesanggupan seorang pemimpin tampil sebagai contoh yang baik. Sudah banyak contoh keberhasilan sebuah organisasi yang tak lain dimotori oleh sifat elok pemimpinnya.

    Kelima, memilik komitmen kuat serta keuletan. Selayaknya seorang pemimpin memilik keinginan yang kuat dalam kondisi apapun, demikian yang dicontohkan oleh para pemimpin bangsa ini. Dengan menunjukan komitmen serta etos kerja dalam setiap tindakan, akan memancarkan energi positif. Dengan demikian roda organanisasi akan terus berputar.

    Saya tahu bahwa apa yang saya tuliskan ini memang sulit untuk dilaksanakan, tapi cukuplah saya, pembaca sekalian, dan tuhan yang menjadi saksi atas setiap huruf yang saya ketik. Semoga setiap derap langkah kita selalu dilindungi oleh-Nya.

    Jakarta, 30 Juli 2017
    Jul 30
    0 0