Kelompok Adolf Hitler di Pasar Jebres from kharis setiawan's blog

:                 1.         Kharis Setiawan

2.         Lukas Luhur Pambudi 

3.         Arista Harumsari

4.         Dhiki Satriawan 

5.         Irfan Adi Nugroho 

6.         Yulita Tri Anggrahini 

7.          Umi Safitri 

8.          Bima Khusuma Dhinata 

9.          Panji Damar Prasetyo 

10.        Tieko Januar Cahyadi 

11.        Rima Yuli Saputri 

12.         Lailatul Mubarokah 

13.         Norman Setyobudi 

14.         Faiza Nur Arofah 

15.         Naila Nur Rachma 

16.         Rosseta S.M.

 

Pendamping     :           Candra Hari Wibowo


Pasar Jebres adalah salah satu pasar tradisional di Solo yang berada tepat di depan stasiun Jebres. Pasar ini hanya menjual bahan makanan pokok, bumtbu dapur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Pasar ini sudah berdiri lebih dari 25 tahun, dan selama itu juga para pedagang terus mengais rejeki dari sana melawan pasar dan toko modern yang terus mengisi sudut-sudut pemukiman tanpa ada kendali yang begitu mengikat dari pemerintah. 

Pasar Jebres berada diatas tanah milik stasiun. Bersamaan dengan renovasi yang sedang dilakukan di Pasar Jebres, ada kemungkinan jika para pedagang akan direlokasi dan dijadikan satu dengan bagian lain dari  Pasar Jebres yang terletak tak jauh dari lokasi sebelumnya. 

Pasar jebres memiliki beberapa keunikan. Selain tempatnya yang sangat strategis tepat di depan stasiun, pasar ini mulai didatangi pedang pada pukul 01.00 WIB dini hari dan mulai ramai kira-kira pada pukul 03.00-06.00 WIB, setelah waktu tersebut, pasar ini akan mulai sepi pembeli. Menurut salah satu narasumber yang kami wawancarai, kebanyakan pembeli adalah ibu-ibu rumah tangga. Keunikan pasar yang lain adalah tempatnya terpisah menjadi dua bagian.

Pasar Jebres kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Menurut salah satu narasumber yang kami wawancarai, pasar ini hampir tidak pernah mendapat perlakuan khusus dari pemerintah, khususnya bantuan dana atau pembaruan sarana prasarana. Dari sudut pandang saya sebagai pembeli, pasar ini terkesan kumuh dan kurang terawat. Walau begitu, keamanan di sini sangat terjaga, kriminalitas di pasar ini berhasil diminimalisir, terbukti dengan hilangnya keberadaan Pemalak. Setiap bulannya pedagang di pasar ini membayar keamanan, kas desa dan beberapa hal lainnya.

Menurut narasmuber kami, kendala utama di Pasar Jebres ada pada pembeli. Jumlah pembeli kian menurun dikarenakan kalah saing dengan pasar modern walaupun harga jauh lebih murah. Hal ini harus segera diatasi, jika tidak, keberadaan pasar tradisional akan kian sedikit dan akhirnya habis.  Pasar-pasar tradisional perlu promosi dan perlu perbaikan di segala aspek yang mampu membuatnya bersaing dengan pasar modern demi tercapainya kemakmuran di kalangan pedagang.

Alasan kelompok Adolf Hitler memilih pasar ini adalah dikarenakan Lokasinya yang dekat dengan UNS dan belum di pilih oleh kelompok lain, sehingga memenuhi syarat untuk mengerjakan tugas PKKMB FISIP 2017.

Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By kharis setiawan
Added Aug 15

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives