Adolf Hitler di Pasar Jebres from Rosseta Septia Menawati's blog

 


Nama Anggota Kelompok:

1.Arista Harumsari

2.Bima Kusuma Dinata

3.Dhiki Satriawan

4.Faiza Nur Arofah

5.Irvan Adi Nugroho

6.Kharis Setiawan

7.Lailatul Mubarokah

8.Lukas Luhur Pambudi

9.Naila Nur Rachma

10.Norman Setyobudi

11.Panji Damar Prasetyo

12.Rima Yuli Saputri

13.Rosseta Septia Menawati

14.Tieko Januar Cahyadi

15.Umi Safitri

16.Yulita Tri Anggrahini


Nama kakak pendamping : Candra Hari Wibowo


Adolf Hitler di Pasar Jebres

Kenapa kami memilih pasar Jebres itu sendiri karena keunikan dari kepemilikan tanahnya yaitu dimiliki oleh PT. KAI dan bukan milik Pemkot. Pasar Jebres merupakan pasar tradisonal yang berlokasi di Jalan Prof. W. Z. Yohanes. Pasar ini terletak di depan Stasiun Jebres Surakarta. Dengan luas tanah ±3993 m². Pasar ini berdiri pada tahun 1985 dan baru sekarang mulai di renovasi sehingga pasar Jebres terlihat begitu sepi. Pasar Jebres itu sendiri memulai aktivitasnya dimulai dari jam 3 pagi sampai setelah dluhur. Di dalam pasar itu sendiri terdapat penjual ayam goreng tepung sejens kfc yang sering menyuplai di kantin-kantin uns. Sedangkan untuk penjual sayur sayurnya sendiri banyak dibeli orang orang sekitar termasuk warung makan, kantin sma 3, kantin uns karena harganya yang relatif murah. Karena letaknya yang berada tepat di belakang stasiun membuat Pasar Jebres menjadi rawan kemacetan. Dan karena letaknya yang berada di belakang stasiun juga membuatnya memiliki akses yang mudah dengan kendaraan pribadi karena letaknya yang dekat dengan jalan oerip soermoharjo. Namun aksesbilitas menuju pasar dengan kendaraan umum tergolong kurang mudah karena mudah karena bus umum berhenti di depan jalan masuk, sekitar 500 meter dari pasar. Sedangkan untuk jumlah penjualnya sendiri tidak tentu setiap harinya. Di pasar tersedia sarana prasarana berupa masjid, mushola, MCK, Pos keamanan, gerobak sampah, container, jaringan listrik serta jaringan air bersih. Dan untuk keamanannya para pedagang dipungut iuran sebesar 10.000 rupiah setiap bulannya serta untuk keamanannya 24 jam dan tidak ada biaya retribusi. Dan pasar banyak terbebani oleh masalah yang seharusnya di selesaikan oleh pemkot tetapi karena tanahnya milik PT. KAI maka urusan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh Pemkot.


Previous post     
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Rosseta Septia Menawati
Added Aug 12

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives