Jika Aku Menjadi Pemimpin from Mazaya Ardelle Herwibowo's blog

Dewasa ini, tak jarang kita dengar atau lihat berita mengenai satu masalah yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, masyarakat Indonesia. Korupsi. Tak asing lagi, bukan? Inilah salah satu hal yang begitu saya khawatirkan. Kita sudah tak asing lagi dengan korupsi. Dari mulai kasus kecil, sampai kasus mega. Di mana pun, kapan pun, mudah sekali kita jumpai praktek macam ini. Dan sadar-tak-sadar, rentan sekali kita untuk menyentuh korupsi. Melihat keadaan seperti ini, saya sebagai generasi penerus bangsa memiliki sebuah pandangan bahwa jika saya diberikan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, saya akan menjadi pemimpin yang jujur dan adil. Dua poin tadi sangat berpengaruh dalam kepemimpian seseorang. Bayangkan jika pemimpin nya saja tidak jujur, bagaimana dengan rakyatnya? Dan saya sangat menekankan pada keadilan karena sangat dibutuhkannya dalam kepemimpinan seseorang. Rakyat yang mengikuti seorang pemimpin tentunya ingin mendapat perlakuan yang patut dari pemimpinnya. Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya akan memberlakukan keterbukaan antar lembaga dan rakyat. Mulai dari program kerja, aliran dana, keanggotaan lembaga, dan sebagainya. Saya akan bertindak tegas tanpa pandang bulu, peraturan tetaplah peraturan. Menjadi seorang pemimpin bukan hanya soal memiliki karisma dan keberuntungan. Tapi menjadi seorang pemimpin membutuhkan komitmen dan pengorbanan. Jika saya menjadi seorang pemimpin, saya tidak akan memanfaatkan keadaan maupun kedudukan yang saya miliki untuk kepentingan saya sendiri. Saya akan berusaha terus megembangkan diri dalam memimpin, mempengaruhi dalam hal baik, dan memotivasi. Saya akan membuka telinga lebar-lebar dan menerima masukan dari pihak manapun. Saya tidak akan berhenti mempelajari bidang pekerjaan yang saya terjuni nantinya, karena ilmu tidak akan pernah habis. Selalu ada hal baru yang dapat dipelajari, dan saya tidak akan bersikap seolah-olah saya yang paling mengerti dan yang paling bisa. Karena tentunya tidak menutup kemungkinan untuk seorang pemimpin belajar dari rakyatnya. Salah satu hal terpenting yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin adalah tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap pengikutnya, tehadap alam, terhadap masyarakat, terhadap tuhan, terhadap sekitar, dan lain-lain. Sebagai contoh, seorang pemimpin suatu perusahaan pabrik harus bertanggung jawab atas kesejahteraan pekerja di pabrik tersebut, seperti menetapkan gaji yang pantas, memberikan asuransi kesehatan, dan mendengarkan aspirasi pekerja pada pabrik tersebut. Lalu seorang pemimpin suatu perusahaan pabrik harus bertanggung jawab atas kemakmuran lingkungan di sekitar pabrik. Pihak pabrik harus mengolah dahulu limbah sebelum dibuang, jangan sampai merusak lingkungan alam di sekitar pabrik. Selain itu, pihak pabrik juga bisa membuat program pengurangan limbah. Hal tersebut tentunya akan sangat mempengaruhi berlangsungnya ekosistem yang seimbang. Seorang pemimpin sebuah perusahaan pabrik juga harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Seorang pemimpin sebuah perusahaan pabrik harus berkomitmen untuk berlaku jujur. Dengan cara berlaku jujur, seorang pemimpin suatu perusahaan pabrik sudah bertanggung jawab terhadap tuhan. 


 Dari contoh yang saya paparkan di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa jika saya memiliki suatu kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin suatu hari nanti, saya akan menjadi pemimpin yang jujur, adil, tegas, terbuka, menerima kritik dan saran, berkomitmen, tanggung jawab, terus belajar, rendah hati, dan senantiasa memotivasi orang-orang yang saya pimpin agar senantiasa berada pada jalan yang benar. Dan harapan saya, meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Sebelas Maret akan menjadi suatu langkah besar yang mengantarkan saya pada cita-cita saya tersebut.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Mazaya Ardelle Herwibowo
Added Aug 12

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives