Surat Untuk Indonesia from Agita Rahma Pertiwi's blog

Teruntuk Indonesiaku,
Bagaimana kabarmu? Apa kamu masih Indonesia yang dulu kukenal? Indonesia yang sangat kukagumi semenjak aku mengerti apa artinya hidup dan kehidupan. Indonesia yang indah, Indonesia yang aman, tentram dan nyaman. Indonesia yang kompleks, Indonesia yang kaya lebih tepatnya. Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi, berdasarkan pancasila. Indonesia yang tak pernah bosan tersenyum padaku di kala terik maupun hujan. Aku yakin kamu masih Indonesia yang sama, Indonesia yang hebat.
Yah, meskipun aku tahu sekarang kamu memang sedang tidak baik-baik saja. Aku tahu saat ini kamu sedang sangat dirundung duka, iya kan? Akhir-akhir ini sering sekali kudengar berita yang tak menyenangkan tentangmu. Namamu jadi tercoreng atas kesalahan yang sama sekali tak pernah kau lakukan. Tapi kamu lah yang pada akhirnya dicerca sana-sini, diremehkan oleh banyak pihak, dan digunjingkan oleh berbagai media. Siapa pula yang tak sedih kalau dijadikan kambing hitam atas semua masalah yang terjadi. Ya, merekalah pelakunya. Orang-orang jahat yang memanfaatkanmu demi kepentingan mereka sendiri. Para manusia tak bertanggung jawab yang bisanya hanya mengeruk keuntungan darimu. Mereka mengambil kekayaanmu dan merampas hak orang lain di bumi tempatmu berada. Mereka yang merusak nama baikmu di mata dunia. Mereka yang membuatmu lebih dikenal dengan negara koruptor. Padahal kamu sama sekali tidak salah kan Indonesia? Mereka yang salah. Mereka yang jahat. Mereka yang kejam. Mereka yang koruptor. Mereka maling!
Sekarang ini memang kebaikan sangat sulit ditemui disini. Keadilan sulit ditegakkan. Kebenaran tersamarkan, bukan bukan, lebih tepatnya kebenaran disamarkan. Orang bilang saat ketidakadilan melanda, maka ada hukum yang akan menyelesaikan segalanya. Tapi yang terjadi sekarang  justru hukum di bumi ini, yang mengatasnamakan dirimu, hukum Indonesia, telah dimanipulasi pula oleh orang-orang itu. Sehingga tak layak lagi disebut sebagai hukum, lebih pantas disebut monopoli. Monopoli orang-orang besar disana, bukan hukum Indonesia. Monopoli para mafia hukum, monopoli petinggi-petinggi rakus yang selalu haus akan kekuasaan sampai-sampai mengorbankan nama baikmu dan manusia-manusia kecil yang hidup di tempatmu.
Apalagi sekarang ini banyak sekali profokator-profokator yang muncul mengatasnamakan agama yang memecah belah antar rakyat, agama mayoritas menindas agama minoritas sehingga tidak terciptanya persatuan akibat hilangnya rasa toleransi. Namamu mencuat semenjak permasalahan tahun ini, yaitu "Penjarakan Pak Ahok" sungguh miris melihatnya. Permainan politik yang diselimuti dengan agama, sangatlah tidak adil bagi pak Ahok dan agama minoritas. Banyak sekali negara diluar sana yang menyerukan "Bebaskan Pak Ahok" dan aku tahu, ini akan berdampak padamu Indonesia. Mereka memandang hukum kita tidak kuat, mereka memandang negara kita yang berlandaskan PANCASILA ini sedang kalah, kalah dengan keadaan saat ini yang tidak mau saling bertoleran. Saya kecewa, sangat malu.. tapi saya yakin Indonesia, yang seharusnya kecewa dan malu itu kamu. Karena kamu yang akan terkena dampaknya nanti.
Ah, menyebalkan sekali bukan orang-orang jahat itu? Dasar tak punya perasaan! Tapi aku berjanji Indonesia. Aku beserta kawan-kawan pemuda disini akan menyelesaikan semuanya. Kami para generasi muda akan membawa perubahan untukmu. Kami akan memberantas mereka semua. Tak peduli mereka itu tikus, kadal, buaya, bahkan serigala pun akan kami sikat habis semuanya. Demi kamu, apapun akan kami lakukan, Indonesia. Kami rela mengorbankan apapun yang kami bisa dan kami punya untuk kamu. Jiwa dan raga akan kami pertaruhkan bak para pahlawan yang dulu juga rela memperjuangkan kemerdekaanmu. Kini saatnya kami merebut kembali kemerdekaanmu yang telah direnggut mafia-mafia itu.
Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana cara kami melakukannya? Mudah saja sebenarnya. Kami akan menggantikan mereka. Ya, menggantikan kebusukan-kebusukan mereka dengan kebaikan. Sudah saatnya kebenaran diangkat ke permukaan, keadilan ditegakkan, dan kejujuran dijunjung tinggi. Era mereka sudah habis, mereka sudah tua, sudah tidak benar, sudah harus diakhiri, dan kami para pemuda yang akan menggantikan. Bukan demi kekuasaan, bukan demi kekayaan. Sungguh bukan demi itu. Kami hanya ingin membersihkan nama baikmu, Indonesia. Kami hanya ingin ibu pertiwi kami kembali berseri, kembali tersenyum seperti sedia kala. Akan kami kembalikan kejayaanmu, Indonesia. Karena kami para pemuda lah satu-satunya yang menjadi harapanmu bukan? Ya, kami, para pemuda lah agen perubahan itu.
Sabar ya, Indonesia. Semoga orang-orang itu akan mendapat ganjaran yang setimpal. Kami yakin kami bisa. Suatu saat nanti kamu akan kembali pada kejayaanmu. Tunggu saja, waktunya pasti akan segera tiba. Waktu dimana kamu akan berada pada kedudukan yang memang seharusnya kamu miliki. Kamu akan kembali indah, kamu akan kembali kaya, kamu akan kembali aman, tentram dan nyaman. Kamu akan kembali membuatku dan keluargaku hidup bahagia sepanjang tahun. Dan kamu akan kembali tersenyum padaku di kala terik maupun hujan. Ya, Indonesia. Kamu bisa! Karena kamu adalah yang terhebat di  muka bumi ini, Indonesiaku. Indonesia yang akan selalu aku cintai.
Dengan sepenuh hati dan kasih sayang,
Agita Rahma

Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Agita Rahma Pertiwi
Added Aug 11

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives