Ketika saya memimpin from Muhammad Adib Rafi'i's blog

-If i were to lead-


Dalam sebuah komunitas selalu ada yang berkeinginan untuk mengatur laju pertumbuhan yang diharapkan. Pertumbuhan ini selalu didambakan, tetapi tak setiapnya memiliki keinginan untuk bertanggung jawab. 


Sesi ini adalah esai terbuka yang berisi meliput argumentasi tentang apakah ciri Kepemimpinan yang memadai. 

Kriteria selalu muncul sebagai barometer kesuksesan sesuatu proyek. Kriteria ini bermunculan akibat nafsu dasar manusia, yakni memiliki. Tetapi, keberadaan nafsu yang beragam melahirkan konflik antar nafsu siapakah yang lebih kuat. Dalam hal ini kepemimpinan.


Kepemimpinan ini bangkit dari nafsu setiap manusia untuk menjadi panutan. Kepemimpinan bersifat mewabah, karena setiap orang dapat terpengaruh oleh Kepemimpinan yang berwibawa, walaupun argumentasinya dapat berbentuk opini. Karena itu kepemimpinan adalah hal yang murah bagi mereka yang merasa eksentrik.


Namun, melebihi wibawa. Butuh lebih sekadar nafsu untuk membawa pengikut setia mendengar nasihat pemimpin. Mendengarkan pengikut juga hal yang sehat bagi pemimpin untuk memperbaharui tujuan. Dengan ini terjadilah sinergis antara pemimpin dan pengikutnya.


Saya ingin mendidik, dan memimpin jikalau memang takdir memanggil saya untuk menanamkan bibit masa depan. Pendidikan tidak memandang strata sosial. Tidak butuh memiliki warisan presiden sebagai syarat menjadi politikus. Dan juga tidak butuh menyelesaikan strata awal untuk memberikan kuliah umum di UGM (Contoh, Bu Susi selaku penerima Honoris Causa) Walaupun absurd difikir, teori tersebut dapat laju dengan teknologi daring serba guna.


Tidak selalu usaha petani membuahkan panen, itupun butuh perawatan dan pencegahan wabah. Penegakan Anti-Korupsi di Indonesia telah berjalan baik walaupun potensi kejahatan kerah putih kerap berulang. Maka itu transparansi adalah pendekatan rezim saya untuk membendung kantor praktikum terjerumus korupsi. 



Walaupun kegagalan adalah teman yang merugikan. Kelak saya akan menemuinya tanpa diundang. Tetapi ketika hal tersebut nyata, saya ingin program pendidikan selama rezim saya berhasil mengangkat masyarakat memiliki daya pokok berfikir dan bersaing ketika globalisasi telah mencium tanah air. Saya berharap tinggi karena tidak hanya Ki Hajar. Ahli pun mengajarkan bahwa dasar letak Ilmu berada di pendidikan.


   "Pendidikan adalah induk dari Kepemimpinan" -  Wendell Wilkie

 

   "Kepemimpinan dan Pendidikan itu ideal yang tak dapat terpisahkan" - John F. Kennedy


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Muhammad Adib Rafi'i
Added Aug 11

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives