Surat untuk Indonesia from Alfado Jacob Sabarwan's blog

Surat untuk Indonesia.

 

Indonesia, sebuah negeri yang kita cintai, dari sabang sampai merauke dengan begitu banyak suku bangsa dan budaya. Yang katanya bhinneka tunggal ika, bermacam macam tetapi tetap satu, berbagai budaya, banyak perbedaan yang katanya tidak saling menjatuhkan. Tetapi yang tahun belakangan terjadi isu sara yang seharusnya sudah tidak terjadi lagi.

 

Indonesia adalah negeri dengan banyak budaya yang hidup berdampingan dengan harmonis menjaga kesejahteraan hidup bersama. Itulah yang dikatakan guru-guru kita waktu kita masih di sekolah dasar. Hidup yang harmonis seperti sudah menjadi karakteristik orang Indonesia, kita terkenal dapat hidup bersama dengan keragaman budaya yang beraneka ragam. Sampai kepentingan kepentingan politik merusak semua itu.

 

Politik adalah adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Persatuan kita bisa hancur hanya dengan perkara politik. Yang dimaksudkan adalah memakai isu sara supaya kepentingan sekelompok orang terpenuhi. Hal ini membuat saya meragukan nilai yang ditanamkan kepada saya sejak di sekolah dasar bahwa Indonesia adalah Negara yang damai. Bahwa keberagaman secara diferensiasi bukan stratifikasi. Tetapi oknum oknum biadab membuat perbedaan diferensiasi menjadi stratifikasi, atau dengan kata lain perbedaan yang seharusnya tidak saling meninggikan tetapi menjadi perbedaan yang masing masing kelompok merasa paling benar dan berusaha meninggikan dirinya sendiri diatas kelompok lain.

 

Sebagai contoh dalam pilkada DKI Jakarta dimana oknum oknum memakai cara menyebarkan isu sara supaya ahok tidak menang . sampai – sampai mereka menggunakan media social untuk menyebaran kebencian itu. Herannya masyarakat Indonesia masih sangat goblok dalam menanggapi hal seperti ini. Mentalitas orang Indonesia masih sangat labil, dibelokkan sedikit sudah bingung dan tidak mempunyai suatu pendirian.

 

Satu tahun terakhir hal yang menurut saya patut disorot adalah masuknya ahok ke penjara. Kacau, satu kata yaitu kacau. Pemerintahan Indonesia menjadi sangat kacau di mata saya ketika ahok benar – benar dipenjarakan. Bagaimana bisa seseorang yang mengemukakan pendapat di Negara yang bebas dipenjarakan hanya karena sebuah video yang sudah di edit untuk melebih lebih kan. Sedangkan di Amerika amandemen nomor 1 adalah kebebasan berpendapat. Dengan kejadian seperti ini aka nada banyak orang pintar, benar yang diam karena takut oleh ketidakadilan hukum di Indonesia, sementara orang yang mejabat adalah orang – orang yang tidak jujur, tidak jujur kepada dirinya sendiri apalagi bagi kepentingan masyarakat luas.

 

Hal ini membuat saya bertanya – Tanya ragu apakah ini adalah Indonesia yang diceritakan oleh guru-guruku waktu sekolah, atau apakah ini hanya dongeng belaka. Apakah Indonesia tidak bisa menjadi seperti yang diceritakan orang-orang, seperti yang orang luar negeri mengenal kita sebagai bangsa yang penuh toleransi dan tidak saling menjatuhkan.

 

Suratku untuk Indonesia, aku rindu Indonesia yang kita semua idam-idamkan, Indonesia yang penuh toleransi dan hidup berdampingan dalam suatu kesejahteraan yang selalu diperbaharui. Aku percaya bahwa generasi selanjutnya adalah generasi yang berfikir terbuka generasi yang mempunyai suatu pendirian yang tidak gampang dicuci otaknya oleh para oknum yang tidak berperi kemanusiaan. Aku berharap tujuan kita semua bisa tercapai. Aku berharap peradilan di Indonesia akan semakin baik, tidak dibutakan oleh orang orang yang bermain curang. Saya mempunyai kepercayaan kepada orang Indonesia untuk mempunyai mentalitas yang kuat tidak gampang dirobohkan oleh bangsa lain apalagi di adu domba oleh bangsa sendiri.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Alfado Jacob Sabarwan
Added Aug 11

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives