HOW TO SURVIVE IN SOLO from Dea Mita's blog

HOW TO SURVIVE IN SOLO

( Dea Mita – Penyiaran )

 

 

Namanya Ardiansyah berusia dua puluh satu tahun, dia sering kita lihat jika kita lewat dari gerbang depan UNS. Beliau merupakan seorang penjual jajanan siomay, batagor, dan pempek di belakang halte UNS. Merantau dari Tegal dan sudah hidup di Solo selama tiga tahun, dia merasa bahwa Solo merupakan suatu kota yang sangat layak untuk ditinggali dan dijadikan ladang menuntut ilmu bagi para mahasiswa, karena disamping kotanya yang aman, dan nyaman Kota Solo juga memiliki kebudayaan yang masih sangat kental juga murah dari segi ekonomi dan biaya hidup. Menurut beliau, ia hanya butuh dua puluh ribu saja untuk makan sehari-hari di kota ini. Dia juga memberi saran, jika ingin bertahan hidup di kota Solo adalah harus lebih rajin, tetap ramah kepada sekitar, dan terus aktif serta terus berusaha. Dia juga berharap agar para mahasiswa lebih mendukung para pedagang dan dapat membuat Indonesia lebih baik lagi.

                                                                                                                     Jumat, 04 Agustus 2017


Previous post     
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Dea Mita
Added Aug 9

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives