Aku Itu Sel from Aditya Dwinda Pratama's blog

Walau dirimu terus tumbuh meninggalkan banyak waktu yang terlewat, namun goresan yang telah lalu selalu tertanam dalam benak partikel penyusunmu. Dirimu bukanlah makhluk hidup, dirimu juga bukan benda, dirimu itu apa? Ketika aku bertanya, dimanakah aku? Kamu di Indonesia!! Ketika aku bertanya, siapakah aku? Kamu Indonesia!! Kamu tempat? Atau orang? Kadang kala dirimu menjadi kebanggaan bagi banyak manusia disekitarku, namun kadang mereka menghina dan mencaci maki dengan namamu, mereka menghardik namamu dan sebagian dari mereka mendukungmu kemudian dari keduanya mulai terlihat terbit urat urat mereka dari penyambung kepala dan badan mereka.

Ribuan kilo jarak yang ku tempuh, namun belum berarti aku mengelilingimu. Sepanjang jalan kenangan yang aku lalui tidak berarti bagi dirimu yang telah mengarungi dunia sejak dulu kala. Aku ingin dirimu yang dulu bukanlah yang sekarang, namun aku juga ingin dirimu yang sekarang seperti dirimu yang dulu. Banyak sekali konflik dan rintangan yang telah kamu lalui, aku tidak ingin semua itu kembali terjadi kepadamu. Banyak sekali kehebatan yang telah kamu ukir dahulu, aku ingin semua itu kembali terjadi kepadamu. Dan sekarang kamu kembali melalui masa masa ketika hebatmu dipuji dan bobroku dihina, semua itu dibebankan dengan namamu yang hanya 7 huruf penyusun saja.

Aku dan kawan kawanku sekarang memanggilmu negeriku. Indonesia, kamu adalah negeriku, tempat aku lahir dan hidup. Tempat aku mengarungi lautan permasalahan dunia dan tempat aku menikmati indahnya dunia. Disini aku menitipkan kenangan, jeritan, dan harapan. Tenanglah! Ketika banyak dari mereka yang mencaci maki serta menghinamu kami akan berada disini untuk membelamu. Ketika mereka menggerogoti tubuhmu dengan korupsi kamilah yang menyuarakan suara melawan mereka, ketika mereka mulai tua untuk menjunjungmu, kamilah yang akan melanjutkan apa yang mereka kerjakan. Negeriku, kamilah pemuda, kamilah pelajar, kamilah rakyatmu yang menjadi bibit bibit untuk tetap membuatmu menjadi seperti hutan yang tertanam pohon pohon rindang pemasok oksigen kehidupan.

Indonesia aku selalu berharap dirimu akan tetap sabar dan kuat menghadapi ini semua, baik penyakit dari dalam maupun luar yang menimpamu. Aku tahu bahwa ada banyak manusia manusia tangguh yang menjadi sel darah putih bagimu untuk menghalang dan menyembuhkan berbagai gangguan dan bencana yang datang kepadamu, aku pun tahu ada banyak manusia manusia yang semangat bagai sel darah merah berlalu lalang membuat dirimu tetap hidup dan berkembang, dan aku tahu ada banyak manusia manusia yang diam diam menyembuhkan berbagai luka yang menimpamu bagai trombosit dalam tubuh makhluk hidup. Korupsi, kemacetan, pembunuhan, pemerkosaan, narkoba, kecelakaan, bencana alam yang terus melanda adalah bagian dari perjalanan Indonesia menuju negeri yang kuat, yakinlah pada hal itu Indonesia! Terus kuat melawan berbagai macam halangan.

Indonesia, aku ingin dirimu tetap baik dan bersahabat kepada lainnya. Jangan ada konflik dirimu dengan mereka yang seharusnya menjadi kawan kawanmu wahai Indonesia, tetaplah menjadi negeri yang ceria, yang kental akan kerukunan, yang kental akan rasa persatuan, tunjukkan itu kepada kawan kawanmu. Indonesia, bantulah kawanmu yang kesulitan, jangan takut kepada mereka para penindas kawan kawanmu! Tunjukkan kamu adalah sekumpulan manusia manusia yang berani dan menuntut adanya kebenaran. Indonesia, janganah kamu sungkan untuk meminta pertolongan kepada kawanmu ketika kamu butuh, jangan biarkan sel sel penyusunmu mati, dan Indonesia jangan malu ucapkan terima kasih kepada kawanmu. Indonesia, kamu negeriku, kamu bangsaku, dan aku adalah kamu.



Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Aditya Dwinda Pratama
Added Aug 9

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives