Surat Untuk Indonesia from Abyan Ajrurrafi Syauqi's blog

Aku adalah penduduk yang telah dibesarkan selama 17 tahun di Indonesia ini. Banyak kesan yang aku dapatkan dari negeriku tercinta ini. Banyak pula kejadian-kejadian yang membuatku harus selalu bersyukur dan harus selalu berkaca ada diri sendiri. Banyak juga hal-ha menarik yang ku dapatkan dari Indonesia ini. Apalagi, aku adalah pelajar yang datang dari perantauan. Aku banyak mendapatkan hal-hal menarik, baik dari budayanya, makanannya, lingkungannya, logat bicara, bahasa, dan masih banyak lainnya. Di tanah Indonesia pula aku menemukan banyak sekali berbagai karakter orang. Ada yang berbicarra dengan nada tinggi, ada yang ramah, ada yang pemalu, ada yang sangat percaya diri dan lain-lain. Semua itu adalah berkat keragaman budaya yang terdapat di Indonesia-ku ini.


Tapi, seiring berjalannya waktu, Indonesia telah banyak berubah. Perubahan itu ada yang mengarah kepada sisi positif dan ada pula yang mengarah ke sisi negatif. Dulu, masyarakat di Indonesia lebih ramah, saling tolong-menolong, gotong royong, dan berbagai kegiatan yang mengarah pada persatuan. Dan sekarang, banyak yang sudah tidak peduli dengan apa yang ada di hadapannya. Sungguh sangat ironis sekali dengan apa yang terjadi pada generasi sekarang. Tidak hanya kelakuan generasi yang sekarang yang membuatku merasa Indonesia banyak berubah, tapi juga kelakuan para pejabat yang seharunya memberikan teladan keada masyarakat agar terbentuk sebuah keserasian dan persatuan.


Sungguh aku sangat prihatin dengan Indonesia belakangan ini. Dimana yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Sebagai contoh adalah kasus dari seorang guru yang menegur anak didiknya karena itu adalah bagian dari kewajibannya malah dibalas dengan tuntutan. Apalagi, yang diingatkan oleh guru tersebut adalah tentang perintah agama. Kemudian, banyak oknum yang memanfaatkan kesempatan akan tidak tegasnya penegak hukum di Indonesia dan yang lebih membuatku prihatin adalah dimana lembaga dan pejabat negara sudah lagi tidak dipercaya oleh rakyatnya.


Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah moralitas di negeri ini turun drastis. Banyak kejadian-kejadian yang menggambarkan turunnya moral. Marak terjadi perampokan, pencurian, begal, pemerkosaan, korupsi dan pembunuhan. Kualitas moral di Indonesia mulai turun. Mungkin karena pengaruh teknologi ataupun globalisasi. Apalagi duta yang di nobatkan kepada seseorang tu tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dia contohkan. Itu ionis sekali, dmana yang seharusnya jadi panutan malah berbuat yang tidak seharusnya.


Dari semua paparanku diatas, yang aku harapakan untuk Indoneisa-ku ini adalah, kembalilah menjadi Indonesia yang dirindukan oleh orang banyak. Mereka sangat merindukanmu yang dulu. Janganlah menjadikan suasana itu hanya menjadi mantan terindah di hati masyarakat Indonesia. Dan kemudian, tegakkanlah hukum dan aturan yang telah di buat bersama. Jangan menjadikan pemerintahan di Indonesia mendapatkan krisis kepercayaan dari rakyat.


Sebagai penerus bangsa, dan sebagai generasi yang akan menggantikan tokoh-tokoh yang ada di panggung pemerintahan disana, aku ingin sekali dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universits Sebelas Maret terlahir pemimpin – pemimpin yang kelak dicintai oleh rakyatnya. Pemimpin yang dapat mempertanggungjawabkan apa – apa saja yang seharusnya dia pertanggungjawabkan. Dan sebagai salah satu bagian dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universits sebelas Maret, sudah menjadi kewajiban untuk membenahi Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang memberikan teladan untuk negara lainnya. Tentunya dengan cara membenahi diri sendiri terlebih dahulu. Dan menularkan aura kebaikan ke setiap orang yang berada di lingkungannya. Dan menjauhi apa – apa yang membuat citra mahasiswa menjadi buruk di khalayak ramai.

 

By : Abyan Ajrurrafi Syauqi

 

 


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Abyan Ajrurrafi Syauqi
Added Aug 8

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives