Surat Untuk Indonesia from MINNATUL MAULA's blog

                                           Surat Untuk Indonesia

            Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia.Terletak diantara dua benua dan dua samudra, berbentuk kepulauan serta lautan yang luas menjadikan Indonesia sebagai negeri yang kaya dan makmur. Sumber daya manusia yang melimpah ditandai dengan peringkat nomer 4 kepadatan penduduk di dunia, membuktikan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia sangat melimpah.

            Apabila melihat dari latar belakang dan data yang tadi disampaikan, Indonesia merupakan negara yang kaya raya makmur sejahtera. Namun, kenyataan masih jauh dari hal tersebut dan masih banyak perbaikan untuk mencapai ke taraf hal yang seperti itu.

            Dikutip dari : http://marketeers.com/ini-dia-lima-fokus-dan-masalah-pembangunan-indonesia-saat-ini/ Kedua, pemerintah juga memfokuskan pada masalah kelautan dan perikanan. Sebagai negara dengan 70% wilayahnya berupa laut, Indonesia dihadapkan dengan permasalahan sebagai negara bukan pengekspor ikan nomor satu di Asia. Padahal potensi untuk menjadi nomor satu terbuka luas. “Selain itu, permasalahan kemiskinan juga masih menghinggapi para nelayan kita di pesisir laut. Sayang sekali kekayaan besar ini besar tapi justru dinikmati oleh pihak lain,” kata Andrinof.

            Dari berita tersebut kita bisa melihat bukti bahwa Indonesia tidaklah negara yang makmur. Lalu mengapa kita sebagai negara yang memiliki 70% wilayah laut tidak bisa menjadi negara pengekspor ikan nomor satu di Asia? Ternyata, Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara makmur seutuhnya seperti yang di dambakan masyarakatnya. Mungkin saja banyak ikan-ikan  dan hasil laut Indonesia masih dicuri oleh pihak asing. Akibatnya nelayannya tidak bisa sejahtera, karena hasil laut Indonesia diambil oleh asing.

            Seharusnya pemerintah harus lebih meningkatkan pengamanan laut dan memberikan sanksi yang tegas bagi pihak yang berani-berani mengambil sumber daya laut milik Indonesia. Apabila itu dapat diatasi maka nelayan Indonesia bisa lebih sejahtera.

            Selain itu masalah kemiskinan masih melanda negara kita tercinta ini, Indonesia. Akibatnya banyak pengangguran yang ada di Indonesia sehingga pendapatan perkapitanya rendah. Yang mana penduduk Indonesia lebih memilih menjadi pemulung dan dengan pendapatan sedikit menyebabkan pendapatan perkapita Indonesia rendah. Faktor lain yang menyebabkan masyarakat menjadi pemulung karena pendidikan yang rendah dan pengalaman pekerjaan yang minim sehingga memilih jalan tersebut.

            Menanggapi hal tersebut, pemerintah sebaiknya lebih menggiatkan pendidikan dan memberikan ketrampilan bagi masyarakat Indonesia agar mereka bisa hidup layak dan bisa mennyejahterakan masyarakat miskin. Budaya cinta produk dalam negeripun harus selalu digalakkan, karena apabila tidak maka sama saja kerja keras masyarakat Indonesia yang berwirausaha sama saja.

            Melihat dari hal tersebut ternyata Indonesia masih perlu support dari masyarakat serta pemerintahnya agar Indonesia menjadi negara yang makmur dan sejahtera. Antar masyarakat harus saling bekerjasama agar bisa mencapai hasil yang maksimal. Sangat disayangkan negeri sebesar ini dengan bangsa yang hebat ini disia-siakan karena kita tidak bisa bersatu.

            Kalau seperti itu, percuma perjuangan para pahlawan dan Soekarno-Hatta dalam merebut kemerdekaan Indonesia menjadi sia-sia. Karena ketidakmampuan kita dalam mengolah sumber daya. Apakah kita akan menyerah, mundur dari kemenangan yang telah kita dapat dari tokoh sebelumnya? Tentu saja kita tidak mau melakukan hal sebodoh itu.

            Perlu kita ingat kembali bahwa perjuangan kita lebih berat dari perjuangan tokoh terdahulu karena kita melawan rakyat kita sendiri yang lebih memilih produk luar negeri dengan alasan gengsi dan ingin tampil wah. Sedangkan di luar sana banyak masyarakat yang menderita karena produknya tidak diminati warga sendiri, dan orang luar negeri malah lebih mencintai produknya. Apabila nanti orang luar negeri mengakui bahwa itu produk dari negara mereka baru masyarakatnya protes. Lalu kemana saja selama ini kalan yang bangga dengan produk luar negeri dan tidak cinta produk sendiri.

            Seperti menjadi tamparan untuk kita sebagai warga negara Indonesia. Berusahalah mencintai produk dalam negeri dan buatlah Indonesia menjadi negara yang makmur. Kalau bukan generasi kita, generasi siapa lagi. Atau kita mau menunggu Indonesia hancur terlebih dahulu baru kita sadar. Sebelum terlambat mari sebagai generasi muda Indonesia bangun Indonesia menjadi lebih baik.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By MINNATUL MAULA
Added Aug 8

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives