Surat Untuk Indonesia from Anisya Dwi Septya Ningrum's blog

Surat Untuk Indonesia


Oleh : Anisya Dwi Septya Ningrum


Semua negara didunia ini pasti memiliki banyak masalah dalam negerinya masing-masing, termasuk Indonesia. Dari zaman nenek dahulu Indonesia sudah memiliki masalah didalam negeri. Mulai dari masalah sosial, masalah ekonomi, ataupun masalah – masalah lainnya. Disini saya akan membahas masalah satu tahun kebelakang. Akhir – akhir ini Indonesia banyak terjadi tindak kekerasan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan yang korbannya adalah anak – anak dibawah umur. Banyak juga masalah korupsi para pejabat – pejabat Indonesia. Dan juga akhir – akhir ini banyak sekali para remaja – remaja dibawah umur mencoba menggunakan narkoba karena ajakan dari teman. Dan juga para artis – artis di Indonesia banyak yang menggunakan narkoba hanya karena untuk mengistirahatkan badannya, padahal hal itu sangat tidak baik untu tubuh.

Yang paling menarik perhatian saya adalah masalah pemerkosaan. Masalah pemerkosaan ini akhir – akhir ini sangat mengawatirkan. Hal ini yang menyebabkan Indonesia sebagai negara darurat kejahatan anak. Padahal anak – anak adalah penerus masa depan bangsa Indonesia. Seharusnya, para pemerintah lebih mementingkan anak – anak di Indonesia. Menurut survei, pelaku pemerkosaan adalah para pengangguran yang kurang dalam pendidikannya.  Kurangnya  pendidikan yang mereka dapat membuat mindset yang mereka punyai itu sempit. Mereka hanya memikirkan nafsu semata dibandingkan dengan efek buruk yang ditimbulkan untuk  korbannya. Terlepas dari masalah kepribadian seseorang yang menyebabkan kasus ini terjadi, pendidikan yang rendah itu sangat kuat korelasinya.

Lalu, permasalahan lainnya itu ialah kekerasan. Kekerasan terhadap anak yang marak terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan. Dimana anak – anak yang seharusnya merasakan masa – masa bermainnya serta perlindungan dari orang tuanya, malah menjadi target utama kekerasan. Presentase angka kekerasan pada anak tiap tahunnya terus naik. Hal ini, seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah, terkhusus bagi komnas perlindungan anak.

Musuh besar bangsa Indonesia dari dulu hingga kini adalah narkoba yang merupakan masalah selanjutnya yang sedang dihadapi oleh Indonesia. Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktifyang merupakan obat – obatan yang sangat berbahaya bagi tubuh, karena dapat menurunkan sistem kerja syaraf tubuh. Banyak orang – orang mulai dari para remaja, anak dibawah umur, hingga dewasa mengkonsumsi narkoba. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat depresi seseorang karena suatu masalah. Mereka biasanya melarikan diri dan melampiaskannya dengan mengkonsumsi barang haram ini, yaitu narkoba.

Kemudian, masalah yang paling utama adalah banyak pemimpin – pemimpin bangsa Indonesia yang tidak sesuai ekspektasi masyarakat. Dengan wilayah yang sangat luas , seharusnya Indonesia perlu mendapatkan perhatian yang lebih dan perlakuan yang baik dari pemerintah demi menjaga keutuhan bangsa Indonesia itu sendiri. Dalam hal ini, para pemimpin bangsa harus mengedepankan seluruh kepentingan negara. Bukan hanya dalam lisan saja, namun juga diwujudkan dengan perbuatan yang nyata. Permasalahan – permasalahan yang dialmi negara ini semakin lama semakin menjadi bumerang untuk menjadi awal dari perpechan bangsa Indonesia, jika tidak teratasi dengan maksimal.

Saya selaku mahasiswa baru yang notabenya hanya bisa melakukan hal – hal kecil untuk Indonesia, memang belum bisa mengabdi sepenuhnya untuk Indonesia ini. Tetapi, saya mempunyai cita – cita dan harapan untuk Indonesia. Salah satunya adalah memcoba mencari solusi untuk masalah yang belum teratasi di Indonesia. Secara garis besar, saya berkesimpulan bahwa solusi dari semua masalah ini adalah pemerintah seharusnya menaruh perhatian yang lebih kepada masyarakat Indonesia. Dengan bersikap lebih adil, saya yakin satu per satu masalah dapat teratasi.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Anisya Dwi Septya Ningrum
Added Aug 8

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives