Surat Untuk Indonesia from Lintang Azizah's blog

 

Hallo Indonesia.

Tak terasa, usiamu kini beranjak sepuh ya? Walaupun begitu, tetaplah bertahan dan terus ‘hidup’ agar kelak, tumpah darah dan keringat para pejuang merah putih tetap berdiri dan tidak roboh.


Bagaimana menurutmu? apakah kondisimu saat ini baik-baik saja? Ah, bagaimana menjelaskannya ya? Saat ini, banyak sekali yang membicarakanmu, membahasmu, dan merancangmu. Namun, apakah semua itu dapat membantumu terbebas dari cekikan realitas di era serba canggih ini?


Indonesiaku, kau ini hebat! Iya hebat. Dimulai dari letakmu sendiri yang serba strategis hingga beragamnya suku bangsa dan budaya yang dipegangnya. Dan yang menarik, sumber daya alammu itu sungguh `fantastis’ membentang dari sabang sampai merauke. Bak segunung gula yang menjadi incaran jutaan atau bahkan milyaran berbagai spesies semut yang menetap di planet biru ini.


Hebat, memang hebat. Namun apakah kondisi rakyatnya makmur sentosa? Jawabannya `masih dalam proses’


Proses semenjak kapan ya? Sepertinya masih belum terasa sampai detik ini. Atau mungkin, hanya segelintir rakyatmu saja yang mendapatkan anugrah kemakmuran?


Bagaimana? Apakah bapakmu beserta rekan sejagatnya, juga sebagian besar rakyatmu telah bekerja sama dalam mencapai kemakmuran itu? Atau jangan – jangan kau masih bingung dengan kondisimu saat ini?


Mari kita eksplor bersama kisahmu dalam setahun belakangan ini.


Dimulai dari sisi ekonomimu. Belakangan ini, kau mencapai tahap krisis yang tidak bisa dibiarkan larut begitu saja. Bayangkan saja, pertumbuhan ekonomi nasionalmu terus tertekan, tingkat laju inflasi dan pengangguran terbukamu juga meningkat, hingga membengkaknya untangmu terhadap negara asing.


Nah itu baru sisi ekonominya, lalu bagaimana dengan sisi – sisimu yang lain?


Jika dilihat dari sisi sosial budayamu, dari segi bahasanya sendiri saat ini cukup sulit untuk membiasakan berbahasa indonesia sesuai dengan kaidah yang berlaku dikarenakan banyaknya pengaruh dari luar yang masuk sehingga membuat bahasa asing menjadi biasa dan karena tuntutan gaya hidup yang bebas maka terciptalah bahasa slang. Namun, yang patut dibanggakan, rakyatmu masih tetap konsisten dengan bahasamu yang keren ini. Lalu dari segi sistem teknologimu kau cukup mencolok. Saat ini, kejadian apapun di berbagai tempat dapat diakses dengan mudah dan bebas. Nah, jika dilihat dari segi sosialmu saat ini marak sekali organisasi sosial yang berkedok pada agama, etnis, maupun ras. Selain itu, dari segi religimu sendiri saat ini banyak bermunculan aliran – aliran lain dari satu agama yang menurut pandangan umum bertentangan dengan aslinya. Dan bagaimana dengan segi keseniannya? Saat ini yang paling mendominasi ialah seni tarik suara dan seni akting. Padahal seni tari tradisional yang sedari dulu selalu dapat disaksikan oleh rakyat – rakyatmu itu sudah mulai memudar. Terganti oleh hal lain yang lebih modern juga hitz.

Intinya, kondisi sosial budayamu saat ini ialah sedang mengalami suatu pergeseran – pergeseran budaya. Hal itu dapat dimaklumi mengingat derasnya arus globalisasi yang menyeret berbagai macam kebudayaan baru ditambah lagi belum mampunya sebagian besar rakyatmu dalam membendung serangan tersebut serta mempertahankan budayamu yang kian memudar.


Hei Indonesia? Masih ingin mengupas kilas balikmu lagi?


Baikalah, mari kita lihat dari sisi politikmu.


Dewasa ini, kondisi politikmu ini seperti sedang mendominasi wacana di media. Layaknya gula yang sedang di kelilingi semut, seperti itulah media yang memberitakan kondisi politikmu.

Kekuasaan, yah lagi – lagi itu yang dipertaruhkan dari para pengurusmu. Mereka sudah tidak ingat lagi akan kesejahteraan rakyat – rakyatmu. Janji – janji super manis bin renyah yang dulu mereka lontarkan dengan semangat dan meyakinkan, kini pahit dan mlempem sejadi – jadinya. Tak memiliki nyawa lagi untuk dilaksanakan.


Sudah, cukup segitu saja ya kilas balik hari ini.


Saya hanyalah sebagian kecil dari rakyatmu yang cukup `menderita’ namun saya tak tinggal diam dengan penderitaan ini. Saya dan segenap rakyatmu siap membebaskanmu dari belenggu – belenggu itu.


Yah, walau kondisimu saat ini berada di tahap `menuju krisis’ namun ingatlah sepenggal kalimat dari bapak pertamamu ini,


"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." [Ir. Soekarno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961]


Semoga kau Indonesia, kedepannya menjadi bangsa yang tangguh lagi hebat. Bukan lagi hebat dari sisi luarnya saja, namun juga dari sisi dalamnya. Bukan hanya hebat dalam kata – kata saja, namun hebat dalam membahagiakan rakyatnya untuk mencapai kemakmuran.


Salam Indonesia!

 


     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Lintang Azizah
Added Aug 8

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives