Surat Untuk Indonesia from Akbar Faizul Muttaqien's blog

Dear Indonesia,


            Aku adalah salah satu dari 261.000.000 (Dua Ratus Enam Puluh Satu Juta) Jiwa di dirimu. Sudah 18 tahun 7 bulan aku tinggal di Indonesia. Aku ingin mengucapkan banyak terimakasih untukmu Indonesia. Banyak sekali hal yang kualami selama itu, dari duka maupun suka. Banyak hal menarik yang ada di Indonesia, dari budayanya, sukunya, bahasanya, makanannya, orang-orangnya, dan lain-lain. Dari kebergamanmu itu, tak jarang menyebabkan munculnya hal baru yang tentu menambah keberagamanmu yang membuat Indonesia menjadi lebih menarik. Banyak hal yang aneh dan unik juga ada di Indonesia, dari Bahasa gaul yang terus bertambah, makanan – makanan hits baru, retoran yang ramenya cuma di awal, jalan satu arah jadi dua arah, jalan dua arah jadi satu arah, penghina Pancasila jadi duta Pancasila, orang yang sok ngaku jendral jadi duta narkoba, dan masih banyak  banget lah keunikan dan keanehan mu. Tapi itu yang membuat dirimu berbeda dengan negara lainnya. 


          Banyak suku dan budaya dengan semboyan”Bhineka Tunggal Ika” tak dapat bertahan lama di dalam dirimu. Entah apa yang membuatnya pudar sedikit demi sedikit, waktu demi waktu, terpecah dan terbelah dengan menjunjung tinggi nilai kelompok masing dan seakan memandang kelompok atau golongannya lah yang paling sempurna. Sangat disayangkan mengingat perjuangan para pahlawan untuk memperjuangkan dirimu. Namun, nilai akan perjuangan itu seakan sudah tidak dianggap lagi oleh generasi sekarang. Fenomena-fenomena aneh mulai bermunculan di dalam dirimu. Membawa-bawa nama AGAMA HANYA UNTUK KEPENTINGAN POLITIK. Pantaskah hal itu terjadi padamu? Apa yang membuat rakyatmu seperti itu? Aku rindu akan ketenanganmu, Indonesia. Aku rindu akan kenyamananmu, Indonesia. Aku rindu akan keharmonisanmu, Indonesia. Aku rindu akan dirimu yang menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

Korupsi. Adakah kata tersebut di benakmu, Indonesia? Ya, memang hal tersebut sudah ada sejak dulu. Hal yang tidak seharusnya terjadi pada dirimu kan? Aku pun juga berpikir demikian. Mental dan moral rakyatmu yang kurang baik (buruk) yang membuat dirimu menjadi buruk, ya bukan semua rakyatmu, tapi beberapa oknum yang membuat citramu menjadi buruk. Korupsi selalu hadir dari waktu ke waktu, semakin banyak menjerat orang. Dari orang yang memang sudah berniat untuk korupsi dan juga orang yang memang sengaja di jebak untuk terlibat korupsi. Taka sing apabila pejabat-pejabat tinggi negara yang terkena kasus korupsi. Apakah mereka tidak memikirkan tentang dirimu (Indonesia)? Mereka pikir mereka itu siapa? Bisa duduk manis di kursi jabatan kalau bukan karena dipercaya rakyat. Para pemberantas korupsi yang “bersih” tak jarang menjadi sasaran para koruptor. Mereka (koruptor) selalu saja mencari cara agar dapat menghalangi langkah KPK “menyapu” koruptor. Contoh yang paling baru di negaramu ini yaitu kasus Novel Baswedan. Beliau adalah salah satu pemimpin KPK yang didzolimi. Entah siapa yang tega melakukan itu, menyiramkan air keras ke wajah beliau yang membuat wajahnya rusak sebagai langkah untuk menghentikan usaha beliau memberantas korupsi di negara Indonesia. 

Seiring juga dengan globalisasi, aku sebagai warga negaramu selama 18 tahun, banyak menyaksikan perubahan-perubahan yang terjadi. Kegotong-royonganmu sudah jarang sekali terlihat, terutama di daerah perkotaan. Begal, pemerkosaan, perampokkan, pencurian, pencabulan, narkoba, pembunuhan, dan kasus lainnya semakin marak terjadi belakangan ini. Apa Karena moral rakyatmu yang perlu dipertanyakan atau memang sepenuhnya pengaruh globalisasi? Aku rindu akan ketenanganmu, Indonesia. Aku rindu akan kenyamananmu, Indonesia. Aku rindu akan keharmonisanmu, Indonesia.


           Namun, dari semua kekurangan dari dirimu itu ada pula kelebihan yang ada pada dirimu. Keberagaman budaya dan sukumu juga sudah sampai ke manca negara. Bahkan ada negara yang memperlajari kebudayaanmu, contohnya Jerman. Jerman mengadakan kursus dan kelas ekstrakulikuler bagi siapapun untuk belajar gamelan, wow hebat bukan? Siapa sangka budayamu bisa menjadi hal yang dipelajari hingga ke negara eropa. Dan generasi-generasi muda penerus bangsamu sudah banyak berprestasi di bidang olahraga, akademik, budaya, teknologi, dan lain-lain. Contohnya sudah banyak generasi muda Indonesia yang juara di ajang debat internasional, generasi muda yang menjadi perwakilan PBB, juara badminton tingkat dunia, dan masih banyak lagi. 

Meski dengan segala kekuranganmu, tak akan aku berpaling darimu hahaha. 

  

           Terimakasih Indonesia, atas segalanya yang telah kau berikan padaku. 18 tahunku indah ku jalani di Indonesia, suka dan duka yang kurasakan di Indonesia membuatku bangga. Tetaplah menjadi Indonesiaku yang aku banggakan, Indonesia yang aman, tentram, nyaman, harmonis, beragam, dan rukun. Berusahalah semaksimal mungkin membenahi segala kekurangan yang terjadi di Indonesia. Aku bangga menjadi Indonesia!


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Akbar Faizul Muttaqien
Added Aug 8

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives