Surat Untuk Indonesia from Tieko Januar Cahyadi's blog

Surat untuk Indonesia, Indonesia setahun lalu mengalami banyak perkembangan di bawah Joko Widodo, Infrastruktur dari Sabang sampai Merauke mengalami pembangunan. Pola berpikir rakyat dituntun untuk berkembang, pembangunan fasilitas mangkrak mulai dijalankan lagi. Pembubaran Petral adalah langkah berani pemimpin kita memberantas parasit yang menggerogoti anggaran negara ini, hanya karena ketakutan terhadap pengemis APBN negara ini harus dirugikan lewat Petral. Semua langkah nyata ini semata-mata hanya untuk membangun kaki-kaki Indonesia agar dapat berdiri menyokong diri tanpa pembodohan yang menyenangkan hati kita. Proyek-proyek besar yang mangkrak karena bancakan korupsi mulai digenjot dengan akurat. Sisa-sisa “prihatin” pembodohan mulai diganti dengan kata “kerja kerja kerja”. Masalah genting tidak lagi diselesaikan dengan ucapan prihatin penuh kasih sayang, sekarang otak berfikir otot bekerja memecahkan masalah dengan kepala yang dingin. Pembangunan daerah perbatasan adalah cara negeri ini mengamalkan sila-sila Pancasila. Kegembiraan semu yang dua periode saya rasakan rasanya kalah dengan harapan baru yang muncul akhir-akhir ini.

            Harapan saya adalah Rakyat Indonesia dapat melaksanakan tugasnya sebagai rakyat, dan bukan malah ingin mengakhiri peradabanya sendiri karena pesimisme dan berkhianat terhadap pemimpin. Siapapun pemimpinya kita sebagai rakyat tetaplah harus menghormatinya, juga bekerja , belajar, berkembang, dan melakukan evaluasi terhadap diri kita selaku masyarakat yang mengikuti laju zaman yang terus melaju ke depan. Apabila suatu kaum melangkah , menghadap , dan menuju ke belakang alangkah kecewa para pahlawan kita yang telah membebaskan tanah ini. Saya ingin bangsa Indonesia yang mempunyai kelebihan dari segi penduduk dan sumber daya ini dapat menjadi negara yang melangkah memimpin ke depan, karena melangkah ke masa lalu yang kelam itu sama saja seperti manusia yang tidak berusaha menjadi insan yang lebih baik. Semoga Indonesia tetaplah menjadi negara yang toleran, aman, berbudaya, dan berkesinambungan antar penduduknya.

            Sebagai Mahasiswa FISIP kita wajib melakukan pengawasan terhadap negara ini. Tapi yang lebih penting adalah ikut serta dalam pembangunan bangsa. Dimulai dari kejujuran pribadi yang mencegah dari bibit-bibit pembusukan yang dinamakan korupsi. Lalu pengembangan pola pikir yang bersih, supaya tidak ada saling curiga dan rasa pesimis diantara sesama. Saya sebagai mahasiswa FISIP akan mencoba aktif kembali dalam sebuah ormas dalam rangka membangun negeri ini dari dasar , dengan asas gotong royong dan silaturahmi.

            Banyak ilmu yang akan didapat oleh mahasiswa fisip, oleh karena itu saya akan mengajarkan hal yang saya dapat ke warga sekitar, teman, kolega maupun keluarga dalam rangka mewujudkan langkah konkrit saya membangun kaki-kaki bangsa ini agar bisa berdiri tegak. Contohnya sekarang saya sedang aktif mengajarkan ilmu sosial dan tes potensi akademik kepada teman saya yang sedang belajar untuk mencoba sbmptn 2018 secara gratis. Dan saya sedang aktif berwirausaha sebagai peternak lovebird dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan. Saya sedang aktif mempelajari pola arus keluar masuk barang dalam suatu pasar dalam rangka studi pasar bersama teman-teman saya sehingga pelaku jual beli di pasar tradisional saling mengedukasi. Tujuan utama saya adalah membentuk kesatuan besar dari berbagai masyarakat dengan latar belakang yang beragam untuk melakukan sesuatu kegiatan yang positif yang bergerak pada sektor jasa agar masyarakat yang tinggal pada daerah kurang maju dapat mengubah situasi sekarang dan memberdayakan tenaga melimpah yang belum dimanfaatkan agar tidak terjadi ketimpangan yang jauh di lingkungan saya. Itu harapan saya.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Tieko Januar Cahyadi
Added Aug 8

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives