Surat Untuk Indonesia from Chory Fridayanti's blog

"NEGARA KRISIS NEGARAWAN"



Salam ku ucapkan kepada engkau, wahai Indonesia. 

Surat yang kutulis sebagai pengingat untuk diriku, dirimu dan setiap orang yang membaca. 


Surat yang kutulis dengan berbagai rasa di dalam jiwa, rasa syukur yang selalu kulantunkan, rasa bangga yang selalu rasakan, rasa marah beserta tekad yang selalu menggelora untuk merubah dirimu dan diriku menjadi lebih baik, serta rasa malu terhadap para pejuang dulu, sekarang dan esok yang ikhlas dalam hidupnya untuk memperjuangkan dan menjadikan dirimu Indonesia, semakin baik.


Usia engkau dengan diriku terpaut sangat jauh ,dan jauh pula aku mengenal engkau.  Tak banyak ku kenal sosokmu itu. Namun, dari sedikitnya aku mengenal dirimu, disitulah aku banyak bangga dan cinta kepadamu. Hingga bangga dan cinta ku kepada engkau, seakan tak rela jika  engkau  dikelilingi oleh manusia-manusia yang ingin merusakmu, ingin memanfaatkan dirimu serta membrangus apa yang engkau miliki saat ini. 


Engkau adalah sebagai sebuah negeri yang besar, namun engkau sekarang sedang darurat, darurat seorang negarawan. Sangat sedikit negarawan yang kujumpai disekeliling engkau, yaitu di antara para manusia  yang  menjadi mengemban amanah dari kami.  Banyak diantara orang disekelilingmu  yang hanya ingin mendapat kekuasaan dan kekayaan yang engkau miliki. 


Tak banyak diantara mereka yang ikhlas berjuang demi kebaikan engkau. Mereka mengelabui engkau, diriku dan orang-orang yang memberikan amanahnya untuk menjaga engkau. Dengan menjual harga diri mereka untuk mengelabui kita, dengan memberikan janji dan tingkah laku sampah mereka yang dikemas oleh media menjadi sebuah parcel murahan dihadapan kita. Tingkah mereka yang sangat jauh jika mereka disebut negarawan, mereka itu adalah sampah negara. Tak banyak yang bisa kuharapkan dari mereka. 


Namun apakah engkau benar-benar krisis sosok negarawan?? Ah...Mungkin tidak, saya melihat diri engkau masih mempunyai banyak seorang sosok yang bisa menjadi negarawan. Sosok-sosok itu banyak bermunculan di sudut-sudut kota, di desa-desa serta dipelosok-pelosok negeri ini. Ya, mereka ini yang pantas mendapat predikat negarawan, mereka yang berjuang ikhlas dalam memperbaiki dan menjaga engkau. Mereka ini tak ingin imbalan apapun dari engkau dan tak ingin diri mereka juga diliput oleh media sampah yang rakus akan kekuasaan. Mereka ini melakukannya karena wujud cinta dan bangganya kepada engkau serta ingin melihat engkau tumbuh besar dengan segala yang engkau miliki.


Sosok-sosok yang sudah tidak lagi hanya memikirkan kehidupannya sendiri, jiwa mereka tidak lagi mempunyai nafsu untuk merampok engkau, mereka tidak lagi ingin pujian dari engkau. Namun mereka ini benar-benar mengabdikan dirinya dan hidupnya untuk engkau. Aku merasa, aku melihat, dari tangan-tangan merekalah engkau wahai Indonesia, berubah perlahan-lahan menjadi negeri yang tumbuh dan berkembang baik dengan potensi yang engkau miliki. Perubahan-perubahan besar yang terjadi banyak berasal dari mereka-mereka ini. 


Mereka ini lah yang sebenar-benarnya pemimpin dan negarawan. Sebagai pemimpin yang menjaga perbagian dari tubuh engkau agar tetap utuh, sebagai pemimpin yang mempunyai gagasan-gagasan original dari hati dan akal mereka untuk kebaikan kecil yang mereka torehkan di sebagian kecil saja dari tubuh engkau yang besar itu. 


Dalam hatiku ku ini, terbesit rasa ingin bergabung bersama mereka, ingin menjaga dan merubah engkau menjadi lebih baik kedepan bersama mereka-mereka ini. Aku ingin menjadi bagian dari mereka, dan sampai saat ini itulah yang aku inginkan. Keinginanku untuk ikut andil dalam berkontribusi dan memberikan hadiah yang terbaik dariku untuk engkau. Dengan cara-cara itulah aku memulai, memang tak banyak yang bisa kulakukan untuk engkau, selain tetap berkontribusi di masyarakat, ikut membangun masyarakat dengan tenaga dan akalku yang serba terbatas dan egoku yang besar ini.


Selamat kepada engkau telah menginjak 72 tahun, dalam usiamu yang sekarang ini engkau masih sempat memberikan kepadaku hadiah tahun ini. Hadiah yang tak sembarangan orang engkau berikan, engkau memberikanku sebuah salah satu kampus terbaik yang engkau miliki. Mungkin, ini adalah cara engkau untuk tetap mengobarkan semangatku untuk menjaga dan memperbaiki dirimu. Semoga dengan berada di kampus  ini, aku bisa lebih banyak mengenal dirimu, bisa lebih bangga dan cinta terhadap engkau. Serta bisa menjadi jalan bagiku untuk ikut andil bersama orang-orang yang peduli dengan engkau.


Semoga, semoga Allah memberikan kesempatan itu kepada kita, serta menjadikan negeri Indonesia ini menjadi negeri yang berkah.




Klaten, 8 Agustus 2017

    Chory Fridayanti



Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

Aug 8
Mantap rikh,,
Aug 8
Bagus
You need to sign in to comment

Post

By Chory Fridayanti
Added Aug 8

Tags

Rate

Your rate:
Total: 5 (3 rates)

Archives