Surat Untuk Indonesia from Aditya Priyatna Darmawan's blog

Halo Indonesiaku yang tercinta,

                Saya Aditya Priyatna Darmawan, saya adalah penduduk asli Indonesia yang selalu mendukung Indonesia agar lebih maju dan menjadi negara maju yang dihargai di kancah dunia. Saat saya masih kecil, saya memang belum tahu persis apakah negara itu. Tetapi, seiring berjalannya waktu, lama kelamaan saya tahu apakah negara khususnya Negara Indonesia itu.

                Saya sangat bangga menjadi bagian dari Indonesia. Indonesia yang memiliki alam yang sangat indah, saya ingin menyusuri alam Indonesia. Saya ingin alam kita terjaga lebih baik lagi. Dari sabang sampai merauke tak terhitung keindahan alam Indonesia tercinta ini.

Saya mencintai negara ini, saya ingin Indonesia menjadi negara yang aman, nyaman, tenteram, dan sejahtera. Saya bercita-cita bisa menjadi presiden negara ini yang bisa menjadikan negara maju.

Indonesia adalah negara yang penuh dengan keberagaman budaya, suku, agama, dan ras. Indonesia harus bisa mencipatakan apa yang dimaksud dari Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia harus bisa bersatu bahwa Indonesia adalah negara yang kuat dan kokoh.

Selama beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak masalah yang ada di dalam negeri tercinta ini. Misalnya korupsi yang semakin merajalela, pencemaran berbau SARA, dan masih banyak lagi masalah-masalah di negeriku tercinta ini.

                Hal pertama yang harus dipikirkan adalah korupsi. Bila para pejabat masih melakukan korupsi, negara kita tidak akan bisa maju malah bisa menjadi negara yang bobrok. Rakyat yang bersusah payah bekerja sampai badannya pun tidak dipikirkan, uangnya malah dimakan oleh para pejabat rakus yang perutnya membuncit karena uang rakyat. Pemungutan liar tanpa ada aturan yang pasti adalah salah satu tindak korupsi di negeri ini. Saya ingin pejabat bisa sadar bahwa pemerintah adalah Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bukannya Dari rakyat, oleh uang, dan untuk pemerintahan sendiri. Proyek sini proyek situ, renovasi sini renovasi situ. Itu hanya kegiatan makan sini makan situ yang dilakukan oleh tikus pemerintah yang tidak mempunyai rasa malu yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Para tikus itu hanya memikirkan uang dan uang untuk kesejahteraan merekan saja. Terlihat berita masih banyak sekolah, jalan, rumah sakit yang rusak parah, apakah itu hasil kerja oleh pemerintah negeri ini? Terkadang saya tidak percaya semua yang dijanjikan oleh pemerintah yang ‘katanya’ untuk Indonesia yang lebih maju. Lebih maju atau lebih mundur atau pun bobrok?

                Hal kedua yang harus dipikirkan adalah Pencemaran SARA. Pencemaran seperti itu terkadang malah dilakukan oleh artis-artis ibu kota. Padahal mereka adalah penginspirasi bagi beberapa orang di Indonesia. Tetapi, terkadang mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan atau mereka omongkan itu benar. Seharusnya artia-artis ibu kota harus bisa menyaring yang mereka perbuat mana yang benar mana yang salah.

                Di Dirgahayu Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus nanti, saya berharap tidak ada lagi masalah terutama korupsi, dan pencemaran berbau SARA. Keduanya itu sangat fatal bila dilakukan karena bisa memecah belah kesatuan Indonesia. Harapan saya juga Indonesia harus lebih kuat apabila ada yang mengganggu dari pihak luar. Sebagai rakyat. Indonesia, saya akan membela tanah airku sampai titik darah penghabisan. Kita jangan hanya meminta hak saja kepada Indonesia, tetapi juga harus bertanggung jawab kepada Indonesia. Kita harus benar-benar merdeka dengan arti yang sebenarnya.

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-72. Semoga apa yang saya harapkan dapat terwujud dengan segera. Amiin


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment