SURAT UNTUK INDONESIA from Muflih Dwi Fikri's blog

Surat Untuk Indonesia

 

 

                Indonesia, sebuah kata yang mampu menggambarkan sebuah surga di tanah khatulistiwa. Begitu kaya akan kekayaan alam, baik biotik (hewan, tumbuhan, mikroorganisme) maupun abiotic ( minyak, gas alam, logam, air, dsb). Suatu kebanggaan juga dapat berteduh dalam gelar warga Negara Indionesia, karena bangsa ini memiliki ideologi Pancasila. Dimana itu hanya dimiliki satu-satunya oleh satu Negara saja di dunia, yaitu Indonesia. Begitu bangga ketika mengucap nama Indonesia di bibir ini, karena disinilah sebuah bukti bahwa Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi tetap satu) yang merupakan cita-cita dunia dapat terwujud.

 

                Namun, sebagai layaknya sebuah bangsa besar tentu masalah selalu saja menerpa. Alasan ekonomi dan sara hamper kerap menjadi dasar polemik negeri ini satu tahun terakhir. Mulai dari seorang gubernur ibu kota yang dipenjarakan karena ucapan yang dianggap menistakan sekelompok orang.  gempa bumi di Poso, Sulawesi Tengah yang diklaim oleh BNPB sebagai gempa bumi terbesar selama 20 tahun terakhir, peristiwa bom panic di Bandung, Jawa Barat, dugaan pencatutan nama presiden untuk meminta saham Freeport, hingga pelaporan anak presiden atas dugaan penyebaran kebencian merupakan hal-hal yang hangat dibicarakan masyarakat satu tahun belakangan. Tidak hanya itu, beberapa hal hebat juga terjadi belakangan ini seperti datangnya Raja Arab Saudi, King Salman Bin Abdulaziz Al-saud beserta rombongannya untuk menanamkan investasi sekaliagus berlibur di Indonesia, tak ketinggalan mantan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama yang berkeliling Negara kepulauan ini. Kunjungan 2 tokoh besar ini menjadi tanda bahwa pariwisata di Indonesia sudah layak dijadikan salah satu destinasi wisata rekomendadi kelas dunia.

 

                Berkaca dari perkembangan yang dialami Indonesia akhir-akhir ini saya optimis dalam waktu dekat Indonesia dapat menjadi macan Asia bahkan dunia. Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerataan sosial-ekonomi di seluruh Indonesia, permasalahan ekomoni, kesehatan pendidikan yang terus diatasi dengan baik menjadi modal utama untuk Indonesia mengaum. Mungkin saat ini Indonesia berada dalam tahun keemasan karena sedang dibawa oleh para tokoh hasil besutan program wajib sekolah 9 tahun besutn Alm. Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia. Bukankah kini pendidikan semakin baik? Maka semetinya dalam 20-30 tahun yang akan datang bangsa ini dapat disejajarkan dengan kekuatan besar Asia bahkan dunia, dan itu menjadi harapan saya untuk negeri ini.

 

                Seandainya ada sebuah jin seperti aladin yang dapat mengabulkan satu permintaan, maka saya akan meminta agar mengubah seluruh masyarakat dapat meniru hal baik dari luar dan menyesampingkan hal negatifnya. Saya terkadang heran dengan para generasi penerus bangsa ini. Mereka selalu meniru sikap buruk dari dunia barat tapi tak pernah mau meniru sikap baik darisana. Mereka dengan bangga menduplikasi orang barat yang mabuk-mabukan, berjoget ria di klub malam, seks bebas, narkoba,  bertato, berbicara kasar, berpakaian seronok, berfoya-foya dan bersifat sangat individualisme yang dimana hal itu sangat berbalik dengan kebudayaan ketimuran. Namun, mereka tidak pernah mencoba menjadi orang barat yang disiplin waktu, visioner, inovatif, kreatif, pekerja keras, menghargai karya orang lain, cekatan, giat, rajin membaca dan kritis. Saya selalu membayangkan ketika generasi muda Indonesia mampu bekerja seperti orang barat dan bersikap seperti orang timur, pasti bangsa kita menjadi bangsa yang besar, bangsa yang berkuasa, bangsa yang tidak memiliki kemiskinan. Terlebih lagi potensi yang kita miliki sangat banyak, bukan tidak mungkin kita dapat mengalahkan Negara seperti Amerika Serikat dan Tiongkok dalam berbagai bidang.

 

                Wahai generasi emas penurus bangsa, kita sudah 72 tahun merdeka. Tujuan dan cita-cita bangsa kita sudah tercantum dalam pembukaan Unda-undang dasar 1945. Dasar Negara, ideologi, pandangan hidup,  jiwa, kepribadian dan falsafah kita sudah terangkum dalam Pancasila. Mari kita capai dan lanjutkan mimpi para pendahulu kita, mimpi para pahlawan yang mengorbankan nyawa mereka untuk kata merdeka, mimpi para pemikir terdahulu yang belum sempat mereka tuntaskan. Janganlah kita merusak bangsa ini. Mari buat sang Garuda menatap dengan bangga bahwa kini negerinya menjadi negeri yang makmur dan bersahaja. Kita generasi emas untuk Indonesia Emas.


Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Muflih Dwi Fikri
Added Aug 7

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives