Surat Untuk Indonesia from Ahmad Ainun Najib's blog

Surat Untuk Indonesia
Disini aku dilahirkan. Aku mengagumi Negeriku. Alamnya yang mempesona tak pernah habis untuk dikagumi. Negeriku kaya akan segala. Di Negeriku apa saja ada dan tersedia. Panorama alamnya jangan ditanya lagi. Negeriku juaranya. Koruptor pun banyak, kan aku bilang apa saja ada.
Jika membahas masalah di negeriku memang tidak ada habisnya. Namun masih banyak hal yang lebih bagus dibanding ulah para penguasa di negeriku. Kekayaan alamnya yang sungguh mempesona. Keragaman budayanya yang tak habis untuk dikagumi. Semua telah tersedia dinegeriku. Hanya saja banyak keserakahan penguasa yang membuat negeri sedikit demi sedikit hancur. Jadi inilah negeriku, Indonesia.
Aku telah 19 tahun tinggal dan menetap di negeri ini. Sejak kecil yang kutahu Indonesia hanya baiknya saja. Namun kini aku telah dewasa. Telah banyak yang kutahu. Memang benar sekarang kita dijajah bangsa asing dengan halus. Kemajuan teknologi yang telah sampai kesini tidak digunakan dengan bijaksana. Nyatanya banyak yang tertipu daya oleh teknologi. Dulu, jaman masih kecil mainanku gasing, layangan, sekarang beda lagi ceritanya. Jangankan anak kecil, bayipun sekarang sudah tahu yang namanya gadget. Bukan hanya masalah teknologi, Indonesia kini menjadi sasaran pengedar narkoba. Indonesia diserbu, dirusak generasinya. Miris sekali.
Jiwa anak muda yang baru menemukan jati diri, mereka yang menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba. Mereka ingin merusak generasi bangsa. Agar Indonesia menjadi lemah, menjadi hancur. Sungguh kami telah dijajah. Dan masalah menjadi tambah parah.
Di negeriku, banyak orang korupsi tak tahu malu. Semaunya sendiri. Ya hanya disini, hukum tumpul keatas tajam kebawah. Di luar sana mungkin masih banyak koruptor yang sedang bersenang senang menghabiskan uang haram mereka. Dan rakyatnya, masih banyak diantara kami yang hidup susah, kesakitan, bahkan sekarat karena kelaparan.
Ah sudahlah untuk apa membicarakan jeleknya negeriku. Semua sudah tahu, dan memahami hal itu. Kami hanya menutup mata dan telinga, bahkan mulutpun tak berani bicara apa apa karena memang kami bukan siapa-siapa. Hal ini membuatku generasi bangsa yang harus berjuang membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Jadilah “seseorang”, jadilah“sesuatu”, agar mampu membela yang lemah, memerangi yang salah.
Indonesiaku, jangan lemah. Masih banyak yang dapat dibanggakan dari negeriku ini. Indonesia, jadilah tempat paling nyaman dimana tiada keserakahan. Indonesia, negeriku. Tempat dimana aku tinggal, tempat dimana aku dibesarkan. Tempat dimana semua yang beda beda bersatu. Indonesia, jadilah lebih kuat. Seperti dahulu kala. Saat para pahlawan berjuang meraih kemenangan.
Kini negeriku berumur 72 tahun. Masih banyak yang harus dibenahi. Andai kita kembali ke jaman awal Indonesia merdeka. Kita belajar, berguru pada para pejuang. Apa kata para pejuang, apa kata para pendiri bangsa ketika mereka menyaksikan Indonesia sekarang ini. Mereka yang telah bersusah payah mempertaruhkan hidup mereka untuk negeri ini. Dan sekarang apa kita juga akan merusak negeri ini?. Tidak. Kitalah yang akan membenahi. Menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, berbudi luhur, dan cinta tanah air. Untuk Indonesia, perjuanganku untukmu dan baktiku padamu.

Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Ahmad Ainun Najib
Added Aug 7

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives