DESKRIPSI PTNBH from VICKY ASYAFIQOH ULYA's blog

PENGERTIAN PTN BH

Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) adalah salah satu konsep penyelenggaraan perguruan tinggi selain Satuan Kerja (SatKer) dan Badan Layan Umum (BLU), dimana secara umum konsep ini membuat perguruan tinggi negeri (PTN) mempunyai otonomi lebih untuk mengatur diri mereka sendiri, dengan tujuan kampus tersebut memiliki keleluasaan dalam menyelenggarakan rumah tangganya seperti pada pasal 1 ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2013 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi disebutkan pengertian PTN berbadan hukum adalah perguruan tinggi negeri yang didirikan oleh Pemerintah yang berstatus sebagai subyek hukum yang otonom. Dalam KBBI kata otonomi memiliki arti pemerintahan sendiri, atau suatu hak, wewenang, dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Keunggulan PTNBH dibanding Badan Layanan Umum (BLU)

 

Dari segi penetapan status PTNBH berdasarkan peraturan pemerintah sedangkan BLU berdasarkan keputusan menteri keuangan, dari segi Penyelenggaraan Prodi berdasarkan otonomi kampus PTNBH dapat dengan bebas dalam membuka atau menutup program studi yang ada di lembaganya sedangkan BLU tidak bisa.

 

Positif dan Negatif dari PTNBH

 

Positif :


PTN Badan Hukum menetapkan tarif biaya pendidikan berdasarkan pedoman teknis penetapan tarif yang ditetapkan menteri. Dalam penetapan tarif, PTN Badan Hukum wajib berkonsultasi dengan menteri. Tarif biaya pendidikan ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai mahasiswa.



Negatif :


Pada perguruan tinggi yang bersangkutan, pemahaman akan perubahan tersebut masih rancu karena adanya benturan kepentingan sebagian personil perguruan tinggi. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu pemahaman publik tentang manfaat perubahan tersebut, tidak hanya pada tingkat perguruan tinggi akan tetapi juga pada tingkatan pemerintah dan lembaga legislatif. Dengan demikian diperlukan adanya pendefinisian terhadap tingkat otonomi yang diharapkan untuk setiap jenjang beserta argumentasi pendukungnya.


- Kesimpulan :
dengan adanya PTNBH dan BLU hendaknya masyarakat tau apa motif yang paling dasar diantara keduanya dengan cara mensosialisasikan

kedua bentuk tersebut dari berbagai aspek, kenyataanya masih banyak yang belum mengerti tentang perbedaan, tujuan dan maksud antara PTNBH dan BLU.

 

Sumber:

http://pappub.id/article/post/sekilas-perguruan-tinggi-negeri-badan-hukum-ptnbh

Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By VICKY ASYAFIQOH ULYA
Added Aug 4

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives