Essay from ANANDA PINKAN SUSANTO's blog

Pengertian PTNBH

Secara umum, PTN-BH berarti perguruan
tinggi negeri yang dimaksud bisa mencari dana tambahan dalam menjalankan
aktivitas kampus – pembangunan infrastruktur, pembayaran listrik, iuran
air, membayar gaji dosen dan pegawai, dan lain-lain – dari pihak-pihak
luar kampus (dalam hal ini adalah korporasi) sebab dana subsidi dari
pemerintah secara perlahan dikurangi. Diversifikasi sumber pendanaan ini
mengawali keterlibatan institusi swasta untuk memenuhi permintaan
masyarakat dan pendidikan tinggi yang meningkat dari tahun ke tahun. Aktor swasta yang berperan disini
semakin menambah dinamika di antara perguruan tinggi, maka yang terjadi
adalah semua perguruan tinggi beramai-ramai melakukan dan berusaha memperoleh akreditasi terbaik dengan memperbaharui seluruh
infrastrukur kampus. Sayangnya, pemenuhan kualitas tersebut (sering
dikatakan sebagai , selanjutnya disingkat
WCU) tidaklah mudah, sebab memerlukan sumber daya dan dana yang tak
sedikit. Proses menuju WCU tersebut malah semakin memperkecil peran
pemerintah karena syarat keunggulan manejerial dan asal pendanaan. Jelas
saja hal ini membuat akses masyarakat kelas menengah dan kelas bawah ke
perguruan tinggi menjadi terancam.
Dalam jurnal berjudul “The Liberalization of Education Under the WTO Services Agreement (GATS): A Threat to Public Educational Policy?
dijelaskan bahwa pendidikan (yang merupakan hak setiap manusia)
harusnya bisa diakses secara optimal oleh semua orang. Lebih lanjut,
pendidikan yang berkualitas tinggi secara positif bisa mempengaruhi
kondisi tenaga kerja terutama dalam bidang ekonomi. Selain itu,
pendidikan lebih dari sekedar mencari ilmu pengetahun : akses merata
untuk setiap lapisan masyarakat dalam menempuh pendidikan, kesempatan
untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, jaminan kompetensi mahasiswa
untuk terjun mengabdi ke masyarakat, dan banyak lagi.Kampus PTN-BH punya kewenangan lebih
dalam mengelola keuangannya, apalagi dengan adanya aktor swasta dengan
bantuan finansial yang sangat menjanjikan. Tapi, ujung-ujungnya (sebagai kita harus rela melihat kampus dimasuki oleh
korporasi, mendirikan bangunan yang tak seharusnya ada. Anggaplah
seperti bangunan restoran cepat saji atau kedai kopi kemahalan seperti
yang saya mimpikan itu. Bagi mahasiswa berkantong tebal, makan di tempat
seperti itu tentu saja tak masalah. Tapi bagaimana dengan mahasiswa
yang berkantong cekak dan keuangan pas-pasan? Kantin-kantin kecil yang
biasanya ada dengan harga makanan yang sangat terjangkau dan para
penjual yang menggantungkan hidupnya pada kantin ini harus berganti
menjadi tempat makan dengan harga yang selangit. Oke, itu efek masuknya korporasi ke
kampus yang bisa dirasakan secara langsung terutama oleh mahasiswa (itu
juga merupakan kekhawatiran saya). Tapi bagaimana dengan pengaruh ke
jajaran pengambil keputusan? Aktor swasta yang
masuk ke kampus bisa mempengaruhi keputusan atau peraturan yang
dkeluarkan oleh pihak kampus. Sebab mereka adalah “para pemegang saham”,
punya modal cukup besar yang ditanamkan di kampus, punya uang untuk
membiayai kehidupan kampus. Jadi, tidak menyertakan perwakilan mereka di
jajaran petinggi itu menjadi tidak etis, jika menengok “peran” mereka
dalam hal finansial. Efeknya, mereka bisa mengusulkan dan mempengaruhi
keputusan/peraturan yang dikeluarkan oleh petinggi kampus, tentunya
harus sejalan dengan motif ekonomi mereka.

KEUNGGULAN

Badan Layanan Umum adalah instansi di
lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa
mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya
didasarkan pada prinsip efisiens8i dan produktifitas. BLU terdapat di lingkungan "Pemerintah pusat" pemerintah pusat Pemerintah daerah . BLU di daerah disebut "Badan Layanan Umum Daerah"Badan Layanan Umum Daerah (disingkat BLUD). Perguruan tinggi negeri badan hukum, disingkat PTN BH Daftar perguruan tinggi negeri di Indonesia. perguruan tinggi negeri yang didirikan oleh pemerintah yang berstatus sebagai badan hukum publik yang otonom.
Dahulu dikenal sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan Badan Hukum
Pendidikan (BHP). Sampai dengan tahun 2016, terdapat 11 perguruan tinggi
negeri badan hukum.


POSITIF DAN NEGATIF


Kampus PTN-BH punya kewenangan lebih
dalam mengelola keuangannya, apalagi dengan adanya aktor swasta dengan
bantuan finansial yang sangat menjanjikan. Tapi, ujung-ujungnya (sebagai) kita harus rela melihat kampus dimasuki oleh
korporasi, mendirikan bangunan yang tak seharusnya ada. Anggaplah
seperti bangunan restoran cepat saji atau kedai kopi kemahalan seperti
yang saya mimpikan itu. Bagi mahasiswa berkantong tebal, makan di tempat
seperti itu tentu saja tak masalah. Tapi bagaimana dengan mahasiswa
yang berkantong cekak dan keuangan pas-pasan? Kantin-kantin kecil yang
biasanya ada dengan harga makanan yang sangat terjangkau dan para
penjual yang menggantungkan hidupnya pada kantin ini harus berganti
menjadi tempat makan dengan harga yang selangit.


Kesimpulan


yang memadai menjadi dambaan setiap PTN maupun PTS, apalagi jika
lulusan SMA yang mendaftar tiap tahunnya terus mengalami peningkatan.
Namun, mengabaikan mereka dari kelas menengah ke bawah yang ingin
mengakses bangku kuliah bukanlah keputusan yang bijak. Kita tentu tak
ingin melihat potensi orang-orang jenius harus pupus di tengah jalan
karena alasan biaya kuliah selangit. Sebagai warga negara yang baik,
saya ingin mengingatkan bahwa dalam Pasal 31 ayat 1 UUD 1945 dijabarkan
dengan sangat jelas bahwa “<u>Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.</u>”
Membatasi akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang sesuai
dengan kemampuan finansial mereka sama saja dengan mengkhianati
cita-cita para pendiri negara ini, dan lebih jauh : mengkhianati rakyat
yang hidup di bumi pertiwi ini. Saya yakin, masih banyak orang di
jajaran pembuat keputusan (baik di DPR mapun kampus) masih punya hati
nurani dalam menyikapi PTN-BH ini. Maka tak ada salahnya untuk tetap
berusaha semaksimal mungkin mencari celah agar mereka yang kurang
beruntung bisa tetap memperoleh pendidikan layak. Sebagai penutup saya
ingin pembaca camkan baik-baik, pendidikan bukan barang jualan!


Wikipedia, http://himahiunhas.org/index.php/2015/12/09/ptn-bh-sebuah-ancaman/

Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By ANANDA PINKAN SUSANTO
Added Aug 3

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives