JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN from Abyan Ajrurrafi Syauqi's blog

Mimpi, mimpi itu adalah awal dari sebuah pencapaian. Kebayankan orang sukses karena mempunyai mimpi. Sah - sah saja menggantungkan mimpi setinggi yang kita mau, namun kebanyakan orang lupa untuk membangun anak tangga guna meggapai mimpi yang sudah tergantung itu. Akan lebih baik jika kita menulis mimpi itu dalam sebuah kertas, lalu kita tatap dan visualisasikan semua itu. Maka perlahan mimpi itu akan semakin dekat dengan kita dan tercapai dengan sendirinya. Dengan doa dan ikhtiar maka kita akan bisa. Man Jadda Wajada. Barang siapa yang bersungguh – sungguh makan dia akan berhasil.

Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi maupun sebuah kelompok adalah hal yang didambakan oleh sebagian orang. Mengapa sebagian ? karena ada pula yang berusaha menghindar, bagaimanapun juga dia tidak mau menjadi pemimpin. Mungkin bisa jadi dia berdalih tidak mau repot, atau kurang rasa perccaya diri. Dan aku masuk ke sebagian orang yang mendambakan menjadi pemimpin. Jadi, dengan menulis ini, aku sudah maju selangkah dengan merangkai anak taangga yang nantinya akan kugunakan untuk menjemput mimpi itu.

Menjadi seorang pemimpin tidaklah semudah yang kita bayangkan. Mungkin beberapa orang menganggap tugas pemimpin adalah hanya menyuruh – nyuruh bawahannya saja. Anggapan itu tentunya salah. Meskipun tidak sepenuhnya salah karena memang ada pemimpin yang tidak mau tahu akan tanggungjawabnya. Maka, jika aku menjadi pemimpin, aku akan menjadi pemimpin yang di cintai oleh siapa saja. Walaupun pasti ada yang berada di pihak oposisi, setidaknya kita sudah berusaha menjadi pemimpin yang dicintai umat.

Bagaimanakah cara untuk menjadi pemimpin yang dicintai umat ? ada beberapa faktor yang menjadi kriteria yang bersifat general dan sepsifik untuk menjadikan seorang pemimpin itu akan dicintai umat. Yang paling utama ada faktor keulamaan. Apabila pemimpin tersebut memiliki kriteria tersebut, maka dia akan selalu menyandarkan segala sikap dan keputusannya berdasarkan landasan agama. Maka diapun takut untuk melakukan kesalahan dan melanggarkan peraturan agama. Dan diapun tidak akan gegabah dalam pengambilan keputusan. Dia akan tidak akan gegabah dan membantah atau mendahului ketentuan yang telah ditetapkan oleh agama. Pemimpin yang berkriteria ulama, dia selalu menampilkan ucapan, perbuatn, dan perangaainya berdasarkan sandaran ilmu.

Tidak hanya dengan faktor keulamaan sang pemimpin akan dicintai oleh umat. Jika aku menjadi pemimpin, aku haruslah memiliki kecerdasan, baik secara emosional, spiritual, maupun intelektual. Mengapa ? karena seorang pemimpin haruslah orang yang mampu menguasai dirinya maupun emosinya. Bersikap ramah, lembut, pemaaf, dan tidak mudah terpancing amarah. Dalam mengambil sikap dan keputusan, dia akan menganalisa semua aspek dan faktor yang mempengaruhi penilaian dan pengambilan keputusan.

Jika aku menjadi pemimpin, aku juga harus memiliki sifat kepeloporan. Selalu menjadi barisan terdepan dalam memerankan sesuatu. Karena seorang pemimpin haruslah berada posisi insan yang bersegera dalam berbuat kebajikan. Dan tidak hanya itu, pemimpin juga harus memiliki karakter sebagai pekerja selain mempunyai keahlian di bidang penyusunan konsep. Dan aku ingin dan akan menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai bicara, tetapi juga pandai bekerja.

Setelah memiliki sifat kepeloporan, aku ingin menjadi pemimpin yang memiliki figur keteladanan yang tertanam dalam diriku. Maka dengan ini, aku haruslah memiliki akhlaq yng mulia, sehingga dengannya mampu membawa perubahan dan perbaikan dalam kehidupan sosial masyarakat. Faktor akhlaw atau tata krama adalah ahl yang mendasar dalam kepemimpinan. Walaupun seorang pemimpin memliki kecerdasan intelektual yang luar biasa, tetapi apabila tidak dikontrol melalui akhlaq yang baik, maka dai justru akan membawa kerusakan.

Dan yang akan mendorong kinerja seorang pemimpin, sebagai pemimpin, aku harus memahami ilmu manajerial. Memahami manajemen kepemimpinan, perencanaa, administrasi, distribusi keanggotaan, dan sebagainya. seorang pemimpin harus mampu menciptakan keserasian, keselarasan, dan kerapian manajerial organisasinya, baik atura-aturan yang bersifat mengikat, kemampuan anggota, pecnapaian, serta paramete-arameter lainnnya. Dengan kemampuan ini, otomatis akan tercipta keteraturan dan keseimbangan secara keseluruhan.

Dan yang terakhir, yang terpenting adalah, bagaimana aku menjadi pemimpin yang selalu bertanggungjawab atas anggota-anggotaku. Selalu mengawasi dan ikut berkontribusi dalam sebuah proses. Dan semoga kelak pemimpin-pemimpin di Indonesia memunyai tanggungjawab dan sifat-sifat yang menjadikan dia dicintai oleh umat.

 


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Abyan Ajrurrafi Syauqi
Added Aug 3

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives