Jika Aku Menjadi Pemimpin from Meriyana Kristanti's blog

Ketika aku kanak kanak, aku befikir bahwa menjadi dewasa adalah hal yang membahagiakan. Dan saat itu aku ingin menjadi seorang dewasa yang bebas melakukan apapun. Setelah diriku menapaki  perjalanan hidup, akupun mulai sadar, bahwa menjadi dewasa tak semudah yang aku fikirkan ketika aku masih kanak – kanak. Ketika dewasa aku mulai menentukan setiap pilihan dalam hidupku. Bahkan hal yang paling membuatku berjuang  adalah menjadi pemimpin untuk diriku sendiri. 

Aku pernah bermimpi menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi. Dimana diriku dapat mengatur semua orang. Dan saati itu aku mulai terjun dalam sebuah organisasi kecil di kampungku. Tapi bukan menjadi seorang pemimpin. Dan dari sana aku mulai belajar mengamati dan memperhatikan sebenarnya bagaimana menjadi seorang pemimpin. Dan dari situ aku mulai kembali menata tujuanku dan semua tentang kepemimpinan.

Dan aku mulai memfikirkan semuanya. Menjadi seorang pemimpin adalah suatu hal yang menyenangkan dan membanggakan. Tetapi di balikitu semua ada tanggung jawab besar yang kita emban. Ada tugas yang besar yang menanti kita di depan. Dan seorang pemimpin juga harus mempunyai tanggung jawab yang besar. Bukan hanya tanggung jawab kepada Tuhan, tapi juga tanggung jawab kepada semua orang di komunitas yang di pimpinnya. Pemimpinpun juga harus dapat menjadi teladan bagi orang – orang disekitarnya. Dapat di percaya setiap perkataannya, dan dapat mengerti keadaan teman seperjuangannya.

Menjadi pemimpin juga bukan hanya setor nama dan tidak bekerja, hanya menyuruh orang di bawah kita untuk melakukan setiap tugas. Oleh karena itu peran pemimpin sangatlah besar. Dia mesti bisa menjadi penggerak, motivator, inspirator, pemesatu, penolong, pelindung dan masih banyak lagi. Dan bukan hanya itu saja, pemimpin juga adalah cermin bagi orang di sekitarnya. Kita bisa melihat keadaan lingkungan seperti apa, dan kita juga bisa menilai pemimpinnya seperti apa. Dan ketika diriku memfikirkan tentang kepemimpinan, ada perasaan takut juga yang terkadang menghantui niatku untuk menjadi pemimpin. Mungkin aku takut tak bisa menyelesaikan tugas kepemimpinanku, atau mungkin aku takut kalau – kalau aku salah langkah. 

Setiap pemimpin mempunyai ciri khas masing masing, mempunyai cara masing masing untuk memimpin sebuah organisasi. Jika suatu saat aku menjadi pemimpin. Yang pertama aku ingin menjadi seorang pemimpin yang mampu mengayomi anggota dan teman seperjuangan. Setidaknya ku bisa menjada mereka. Karena tanpa orang lain, kita tak mungkin dapat melakukan semuanya. Aku berfikir bahwa ketika aku mampu mengayomi mereka, mereka tak akan hilang dari organisasi yang aku pimpin, aku dapat menjadi pemimpin yang mengasihi mereka, dan akan tercipta suasana yang menyenangkan dalam organisasiku tersebut. Dan terlepas dari semua itu, setiap pemimpin harus mempunyai visi dan misi, mepunyai program kerja tahunan. Begitupun dengan diriku. Nantinya aku tak akan mempunyai misi yang muluk – muluk, sehingga aku keberatan untuk merealisasikan  semuanya. Aku hanya ingin memiliki misi sederhana, tapi dapat aku relaisasikan dengan maksimal dan memperoleh hasil yang maksimal.

Selain itu semua, sebagai pemimpin aku juga ingin semuanya dapat terbuka. Ketika salah satu menerima masalah, maka semuanya bersama – sama membantu menyelesaikan masalahnya. Tak hanya itu saja ketika aku menjadi pemimpin nantinya, aku ingin menjadi pemimpin yang mau di kritik, dan aku mau menerima saran dari siapapun, dan semuanya yang baik akan aku jadikan pembelajaran untukku menjadi manusia dan pemimpin yang lebih baik lagi. Karna aku sering memnjumpai pemimpin yang tidak mau di kritik, dia selalu merasa dirinya sendirilah yang paling benar. Dan aku tak ingin menjadi pemimpin yang seperti itu. Aku juga ingin menjadi pemimpin yang beriman, supaya aku dapat menjadi teladan bagi orang di sekitarku dan menjadi teladan bagi teman seperjuanganku dalam organisasi yang aku pimpin. Dan ketika aku menjadi pemimpin, aku mempunyai program jangka panjang dan jangka pendek. Karena menurutku, ketika aku mengelompokkannya dalam dua kelompok ini. Semuanya menjadi jelas dan dapat terealisasi dengan baik. Dan mungkin masih banyak lagi hal yang ingin aku lakukan ketika aku nantinya menjadi seorang pemimpin. Yang jelas aku ingin menjadi seorang pemimpin yang dapat membaur dengan orang di sekitarku, membaur dengan anggota komunitasku, dan tidak ada tingkatan tingkatan dalam struktur organisasi. Karena bagiku siapapun mereka yang ada di organisasiku, mereka adalah orang – orang yang penting, karena tanpa mereka diriku tak dapat menjalankan semuanya sendirian. Seperti halnya puzle, diriku tak akan lengkap tanpa mereka.


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Meriyana Kristanti
Added Jul 31

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives