Jika Aku Menjadi Pemimpin from Nabilla Sekar Ningrum's blog

Pemimpin menurut saya adalah suatu lakon atau peran atau sosok yang membawahi beberapa orang yang menjadi panutan para bawahannya. Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang bisa mengatur kinerja bawahannya namun, pemimpin yang baik juga memiliki sikap yang bertanggung jawab, disiplin, yang mampu menjadi panutan para bawahannya untuk bersikap. Menjadi pemimpin itu mudah, namun menjadi pemimpin yang baik dan amanah itu merupakan hal yang sulit. Pemimpin yang baik tidak hanya sekadar memerintah, namun juga mengayomi dan mampu mengajari serta memberi motivasi para bawahannya untuk bekerja dengan lebih baik.

 

Jika aku menjadi pemimpin, yang pertama, akan ku perbaiki karakterku. Menanamkan sikap yang jujur, disiplin, bertanggung jawab. Karena pada dasarnya kinerja dan sikap bawahan itu mencotoh sikap pemimpinnya. Jika aku menjadi pemimpin, dalam hal ini konteks kenegaraan, fokus utama yang akan aku bangun yaitu pendidikan. Mengapa pendidikan? Karena menurutku, pendidikan itu merupakan pondasi untuk membangun bangsa. Pendidikan disini tidak hanya pada pendidikan teori saja, namun praktik dan pendidikan budi pekerti disini juga sangat dibutuhkan. Pendidikan teori, praktik dan budi pekerti merupakan satu kesatuan yang utuh, tanpa salah satu dari itu, pendidikan tidak akan sempurna, tanpa pendidikan teori kita tidak tahu dasar dasar keilmuan dalam melakuka pendidikan praktik, tanpa pendidikan praktik pendidikan teori tidak akan menjadi suatu kerja nyata, dan tanpa adanya pendidikan budi pekerti maka bisa saja pendidikan teori dan praktik itu kita salahgunakan.

 

Pendidikan dalam hal ini tidak hanya terfokus pada hubungan antara guru dan murid saja, ikut serta orang tua dan pemerintah sangat diharapkan disini. Jika aku menjadi pemimpin, aku akan mengadakan sosialisasi untuk para siswa yang pertama, untuk menunjukkan betapa pentingnya pendidikan yang mereka jalankan dan keberhasilannya baik dalam akademis maupun non akademis kedepannya, untuk bekal hidup mereka kelak. Setelah itu, pengadaan sosialisasi untuk tenaga pengajar juga dibutuhkan. Disini, para pengajar diharapkan mampu memberi metode pengajaran yang dapat menarik minat para siswa. Para pengajar tidak hanya memberi tugas yang sudah tersedia dibuku maupun di internet, melainkan pengajar juga perlu memberi tugas mengenai pendapat siswa dalam suatu peristiwa atau yang lainnya, dengan hal ini, diharapkan para siswa mampu dan bisa mengemukakan pendapatnya di depan umum. Peran orang tua merupakan kunci utama juga dalam keberhasilan siswa, orang tua sudah seharusnya mengajarkan sikap yang baik kepada siswa sejak dini, dengan terbentuknya sikap yang baik dimulai dari keluarga, makan sikap itu juga akan terus dibawanya hingga mereka sekolah, bahkan dunia kerja sekalipun. Selain itu, orang tua harus selalu menghargai segala hasil yang telah dicapai anaknya. Orang tua tidak diperbolehkan menekan anak untuk selalu mendapat hasil yang baik, karena jika terlalu ditekankan, maka psikis anak akan menjadi buruk, dan mereka malah akan menjadi malas untuk bersekolah.Peran pemerintah juga diperlukan, pemerintah dapat membantu meringankan beban orang tua dalam melaksanakan wajib belajar 12 tahun ini. Peran pemerintah yaitu memberi beasiswa baik dimulai dari keringanan beban sekolah, hingga memberi biaya gratis bagi para siswa, sesuai dengan porsinya.

 

Jika ditanya alasan mengapa pendidikan menjadi fokus utama, maka aku akan menjawab karena melalui pendidikan inilah suatu bangsa bisa menjadi maju. Melalui pendidikan yang benar, kita bisa menanamkan rasa tanggung jawab pada setiap pekerjaan yang ada. Jika pendidikan yang kita tanamkan sudah benar sejak dini, maka akan lahir generasi generasi penerus yang tidak hanya pintar dan fasih dalam hal keilmuan namun juga melahirkan generasi yang jujur, bertanggung jawab, ulet, dan dapat dipercaya. Melalui pendidikan kita tidak hanya bisa memberantas kebodohan, namun kita juga dapat memberantas kemiskinan dan kriminalitas. Mengapa demikian? Karena kriminalitas ini terjadi disebabkan oleh desakan ekonomi, dalam kata lain karena adanya kemiskinan. Kemiskinan  ini terjadi akibat kurang adanya pendidikan yang bisa dijadikan bekal untuk mencapai keberhasilan di dunia kerja. Karena dunia kerja sekarang tidak hanya membutuhkan tenaga saja, namun juga membutuhkan keuletan, inovasi dan kemampuan berpikir cepat dalam memecahkan masalah bagi para pekerjanya.


Selain kemiskinan, melalui pendidikan kita bisa membangun bangsa kita. Ya, melalui pendidikan kita akan menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab yang anti korup. Mengapa demikian? Karena orang yang berpendidikan baik ilmu maupun budi pekerti pasti tau mana tindakan yang benar dan yang salah, dan apabila melanggar aturan maka mereka juga akan memikirkan sanksi di awal, sehingga mencegah mereka untuk berbuat tidak benar. Jika para koruptor bisa ditepis habis maka pembangunan di sini akan lebih mudah dijalankan dan  diwujudkan. Selain itu jika pendidikan kita memadai kita akan menghasilkan generasi yang mampu menyusun, merancang apa yang akan kita lakukan untuk pembangunan daerah kita, melalui adanya arsitek, ahli teknologi, dan para ahli lainnya yang berasal dari Negara kita sendiri. Ya, dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Itulah yang akan aku lakukan jika aku menjadi seorang pemimpin. Membenahi segala bidang kehidupan melalui pendidikan.


     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Nabilla Sekar Ningrum
Added Jul 30

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives