User blogs

"NEGARA KRISIS NEGARAWAN"



Salam ku ucapkan kepada engkau, wahai Indonesia. 

Surat yang kutulis sebagai pengingat untuk diriku, dirimu dan setiap orang yang membaca. 


Surat yang kutulis dengan berbagai rasa di dalam jiwa, rasa syukur yang selalu kulantunkan, rasa bangga yang selalu rasakan, rasa marah beserta tekad yang selalu menggelora untuk merubah dirimu dan diriku menjadi lebih baik, serta rasa malu terhadap para pejuang dulu, sekarang dan esok yang ikhlas dalam hidupnya untuk memperjuangkan dan menjadikan dirimu Indonesia, semakin baik.


Usia engkau dengan diriku terpaut sangat jauh ,dan jauh pula aku mengenal engkau.  Tak banyak ku kenal sosokmu itu. Namun, dari sedikitnya aku mengenal dirimu, disitulah aku banyak bangga dan cinta kepadamu. Hingga bangga dan cinta ku kepada engkau, seakan tak rela jika  engkau  dikelilingi oleh manusia-manusia yang ingin merusakmu, ingin memanfaatkan dirimu serta membrangus apa yang engkau miliki saat ini. 


Engkau adalah sebagai sebuah negeri yang besar, namun engkau sekarang sedang darurat, darurat seorang negarawan. Sangat sedikit negarawan yang kujumpai disekeliling engkau, yaitu di antara para manusia  yang  menjadi mengemban amanah dari kami.  Banyak diantara orang disekelilingmu  yang hanya ingin mendapat kekuasaan dan kekayaan yang engkau miliki. 


Tak banyak diantara mereka yang ikhlas berjuang demi kebaikan engkau. Mereka mengelabui engkau, diriku dan orang-orang yang memberikan amanahnya untuk menjaga engkau. Dengan menjual harga diri mereka untuk mengelabui kita, dengan memberikan janji dan tingkah laku sampah mereka yang dikemas oleh media menjadi sebuah parcel murahan dihadapan kita. Tingkah mereka yang sangat jauh jika mereka disebut negarawan, mereka itu adalah sampah negara. Tak banyak yang bisa kuharapkan dari mereka. 


Namun apakah engkau benar-benar krisis sosok negarawan?? Ah...Mungkin tidak, saya melihat diri engkau masih mempunyai banyak seorang sosok yang bisa menjadi negarawan. Sosok-sosok itu banyak bermunculan di sudut-sudut kota, di desa-desa serta dipelosok-pelosok negeri ini. Ya, mereka ini yang pantas mendapat predikat negarawan, mereka yang berjuang ikhlas dalam memperbaiki dan menjaga engkau. Mereka ini tak ingin imbalan apapun dari engkau dan tak ingin diri mereka juga diliput oleh media sampah yang rakus akan kekuasaan. Mereka ini melakukannya karena wujud cinta dan bangganya kepada engkau serta ingin melihat engkau tumbuh besar dengan segala yang engkau miliki.


Sosok-sosok yang sudah tidak lagi hanya memikirkan kehidupannya sendiri, jiwa mereka tidak lagi mempunyai nafsu untuk merampok engkau, mereka tidak lagi ingin pujian dari engkau. Namun mereka ini benar-benar mengabdikan dirinya dan hidupnya untuk engkau. Aku merasa, aku melihat, dari tangan-tangan merekalah engkau wahai Indonesia, berubah perlahan-lahan menjadi negeri yang tumbuh dan berkembang baik dengan potensi yang engkau miliki. Perubahan-perubahan besar yang terjadi banyak berasal dari mereka-mereka ini. 


Mereka ini lah yang sebenar-benarnya pemimpin dan negarawan. Sebagai pemimpin yang menjaga perbagian dari tubuh engkau agar tetap utuh, sebagai pemimpin yang mempunyai gagasan-gagasan original dari hati dan akal mereka untuk kebaikan kecil yang mereka torehkan di sebagian kecil saja dari tubuh engkau yang besar itu. 


Dalam hatiku ku ini, terbesit rasa ingin bergabung bersama mereka, ingin menjaga dan merubah engkau menjadi lebih baik kedepan bersama mereka-mereka ini. Aku ingin menjadi bagian dari mereka, dan sampai saat ini itulah yang aku inginkan. Keinginanku untuk ikut andil dalam berkontribusi dan memberikan hadiah yang terbaik dariku untuk engkau. Dengan cara-cara itulah aku memulai, memang tak banyak yang bisa kulakukan untuk engkau, selain tetap berkontribusi di masyarakat, ikut membangun masyarakat dengan tenaga dan akalku yang serba terbatas dan egoku yang besar ini.


Selamat kepada engkau telah menginjak 72 tahun, dalam usiamu yang sekarang ini engkau masih sempat memberikan kepadaku hadiah tahun ini. Hadiah yang tak sembarangan orang engkau berikan, engkau memberikanku sebuah salah satu kampus terbaik yang engkau miliki. Mungkin, ini adalah cara engkau untuk tetap mengobarkan semangatku untuk menjaga dan memperbaiki dirimu. Semoga dengan berada di kampus  ini, aku bisa lebih banyak mengenal dirimu, bisa lebih bangga dan cinta terhadap engkau. Serta bisa menjadi jalan bagiku untuk ikut andil bersama orang-orang yang peduli dengan engkau.


Semoga, semoga Allah memberikan kesempatan itu kepada kita, serta menjadikan negeri Indonesia ini menjadi negeri yang berkah.




Klaten, 8 Agustus 2017

    Chory Fridayanti


JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN


KARYA : BAGASKARA DWI WAHYU JATI

 

Pemimpin, sebuah kata yang tidak asing di telinga masyarakat awam. Seseorang yang berada di garis depan untuk mengatur kelompoknya agar mencapai tujuan yang diinginkan. Di zaman aristokrasi, hanya individu-individu terbaiklah yang dapat menjadi pemimpin (pengertian individu terbaik zaman itu adalah para bangsawan beserta keturunannya). Tetapi masih relevankah paham tersebut di zaman sekarang ? Mayoritas orang pasti menjawab tidak, karena paham aristokrasi dirasa tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Lantas jika bukan individu terbaik, kriteria seperti apakah yang pantas untuk menjadi pemimpin ? Pada zaman modern seperti sekarang ini, spesialisasi terhadap pekerjaan begitu diperhitungkan. Istilah “individu terbaik” bisa sangat subyektif, sebab orang yang ahli di suatu bidang belum tentu ahli di bidang lainnya. Maka dari itu, bidang apa sajakah yang harus dimiliki oleh pemimpin ? Bidang dasar yang harus dimiliki oleh calon pemimpin adalah pengorganisasian, orang yang menjadi pemimpin seharusnya mempunyai keahlian mengorganisir dan mengatur anggotanya dengan baik. Pemimpin diharapkan mempunyai kecerdasan interpersonal, kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan, umumnya orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal dapat memimpin suatu kelompok.

Arti pemimpin dan bos. Sebenarnya kedua kata ini mempunyai definisi yang hampir sama, yaitu orang yang berada di puncak struktur organisasi. Meskipun begitu, kata bos mempunyai konotasi yang cenderung negatif. Bos sering dikaitkan dengan sikap otoriter, penindas, dan hanya mementingkan hasil semata. Pemimpin yang baik sebaiknya menghindari sifat-sifat tersebut. Sifat bossy akan menekan anggota kelompok yang mengakibatkan hilangnya rasa hormat dan simpatik. Untuk mencapai sebuah tujuan dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemimpin dengan anggota kelompok. Membangun kepercayaan anggota kelompok merupakan cara jitu untuk mendapatkan rasa hormat yang bakal berpengaruh terhadap terwujudnya tujuan yang dibuat.

Jika aku menjadi pemimpin seperti apakah hidupku kelak ? Menjadi pemimpin bukanlah seperti bos yang dapat memerintah orang lain dengan sesuka hati. Seorang pemimpin adalah orang yang peduli dengan nasib para anggotanya. Pemimpin adalah lentera dalam kegelapan, harapan dalam keputusasaan. Dengan datangnya kekuatan besar maka munculah tanggung jawab yang besar pula. Pemimpin harus siap mengorbankan semuanya termasuk kebahagiaannya sekalipun. Pemimpin bukanlah penyair yang pandai berbicara manis, hendaknya segala bentuk perkataan seperti pernyataan dan janji – janji haruslah ditepati dan dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya

Jika aku menjadi pemimpin apa sajakah yang harus dipersiapkan ? Pemimpin bukanlah orang yang bermental lemah, sebab jika terjadi masalah dalam diri sebuah kelompok, orang yang dikritik pertama kali adalah pemimpinnya. Pemimpin yang bagus pastinya memiliki moral yang bagus pula. Moralitas yang baik akan mengangkat derajat kelompoknya. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin merupakan cerminan dari sebuah kelompok yang diaturnya. Mental dan moral seorang pemimpin dapat digambarkan juga lewat bagaimana cara pemimpin dalam menyikapi kritik atau saran yang diberikan kepadanya. Jika aku menjadi pemimpin, aku harus mempunyai keyakinan yang kuat terhadap kelompok yang aku pimpin. Memberi anggota kelompok kebebasan untuk berpendapat ialah salah satu cara untuk menjaga kepercayaan antara pemimpin dengan anggota kelompok yang lain.

Jika aku menjadi pemimpin, hal – hal apa sajakah yang harus aku hindari ? Ada masalah – masalah umum yang membuat pemimpin kehilangan kehormatannya, seperti : pemaksaan kehendak, sikap anti kritik, perilaku sewenang – wenang, ketidaksesuan antara ucapan dan perilaku, dan seterusnya. Tetapi ada satu masalah serius yang benar – benar seorang pemimpin harus hindari, yaitu hilangnya rasa kepercayaan terhadap pemimpin. Jika pemimpin kehilangan rasa percaya dari para anggotanya, otomatis cepat atau lambat sebuah kelompok akan hancur dengan sendirinya.

Sebagai penutup dalam essay yang telah saya buat, saya akan mengutarakan pendapat saya terhadap isi essay saya. Saya hanya menulis hal – hal umum yang harus ada dalam sebuah kepemimpinan. Saya tidak menulis hal spesifik seperti : “jika aku menjadi pemimpin, negara ini akan bebas korupsi. Jika saya menjadi pemimpin, rakyat akan sejahtera. Jika aku menjadi pemimpin, negara ini akan bebas atas segala masalah utang – piutang.” Atau hal – hal spesifik lainnya. Saya hanya mencoba untuk realistis –tidak bermaksud untuk bersifat pesimis– dalam menyikapi isu – isu yang beredar. Menurut pendapat saya, slogan – slogan patriotisme hanyalah ucapan belaka tanpa diimbangi dengan perilaku dan kerja nyata. Para pemimpin sekarang kebanyakan menomorduakan kepentingan bersama dan lebih mengutamakan ego dan hasrat pribadinya. Indonesia adalah milik bersama dan untuk memajukannya, hendaknya semua elemen – elemen dalam masyarakat memiliki kesadaran dan saling bahu – membahu untuk menjaga kebhinekaan serta membuat Indonesia menjadi lebih bermartabat di mata dunia internasional.

Satukan aksi menginspirasi. 

Bagaskara Dwi Wahyu Jati Jul 30 · Rate: 5 · Comments: 2 · Tags: #fisiptangguh #pkkmbfisip2017

Pemimpin, bukan sekedar mimpi untuk menjadi pemimpin. Pemimpin merupakan sebuah amanah yang diberikan karena dinilai mampu mengemban tugas. Pemimpin bukan sekedar hanya menyuruh orang yang dibawahnya melainkan harus turun serta dalam menjalakan tugasnya. Tidak mudah menjadi pemimpin, tidak sembarangan orang untuk menjadi pemimpin. Pemimpin butuh Integritas yang tinggi, butuh kreatifitas yang tinggi, pandai berkomunikasi, memiliki passion yang membara.

 Integritas menurut saya jujur pada diri sendiri, berpihak pada kepentingan public, menjalankan nilai-nilai dengan benar, mengikuti tata kelola yang baik dan transparan. Pemimpin dalam memecahkan masalah juga harus berpegang pada norma, agama dan dukungan masyarakat

 Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu bertahan meskipun sangat sulit untuk melakukannya disaat semua orang melakukan kesalahan dan Ia menunjukan kebenaran. Pemimpin mampu mengayomi semua golongan masyarakat bukan segelintir golongan masyarakat. Bekerja sebagai pemimpin bukan sekedar untuk mencari pamor atau memperkaya diri.

Jika saya menjadi pemimpin, itu sebuah amanah besar.  Maka saya akan mengajak maju bersama, mengayomi masyarakat bersama dan membangun bersama. Setinggi jabatan tanpa dukungan yang dipimpinnya (masyarakat/staff)  apalah artinya. Saran dan Berpikiran kritis tentang membangun demi masa depan sangatlah dibutuhkan, karena yang dapat menilai hasil kerja saya bukan saya pribadi melainkan orang-orang yang dapat melihat dan menilai tentunya hasil kerja tersebut banyaklah kekurangan maka dari itu butuh saran dan berpikiran yang kritis.

 Pemimpin itu harus amanah bukan hanya pandai berkomunikasi atau passion yang membara, tetapi Amanah lah yang paling bias dijadikan ciri seorang pemimpin. Karena banyak sekali pemimpin itu mempunyai ilmu yang tinggi justru merekalah yang menghancurkan negerinya sendiri. Hal ini disebabkan pemimpin itu tidak mempunyai sifat amanah sebagai contoh korupsi yang sekarang merajalela sangat disayangkan.

Pemimpin juga harus butuh transparansi, menjadi pribadi yang transparan akan memberikan kepercayaan kepada orang lain. Dengan seorang pemimpin yang transaparan dapat membuat segala sesuatu Nampak jelas dan semua orang dapat menilai kinerja seorang pemimpin dengan jajarannya.

Memiliki Pemimpin Teladan dan Berprinsip adalah impian seluruh masyarakat. Dan Memang sulit untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi banyak orang yang memperebutkannya. Mereka memperebutkan  tanpa memikirkan tanggung jawab yang akan diemban. Tetapi jangan takut, Beranilah untuk menjadi seorang pemimpin, karena potensi pemimpin ada dalam diri kita masing-masing dan berlombalah untuk menjadi yang terbaik dalam kepemimpinan. Beranilah untuk memegang suatu tanggung jawab, dengan itu, kita akan dapat melihat apa dari dalam diri kita yang harus kita perbaiki dan apa pula yang harus kita berikan untuk kebaikan orang lain.

Pemimpin Mau bersinergi. Penggerak perubahan, setiap situasi yang dimasuki selalu diupayakan menjadi lebih baik. Selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja selalu menawarkan pemecahan masalah yang bersinergi, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.

Pemimpin itu mengkui kesalahan Anda. Anda tidaklah sempurna, dan terkadang menunjukkan bahwa Anda melakukan kesalahan akan menunjukkan bahwa Anda hanyalah seorang manusia, dan akan membuat Anda lebih dihargai lagi. Tentunya, Anda tidak harus selalu mengakui kesalahan Anda, karena Anda ingin terlihat bahwa Anda mengerti apa yang sedang Anda lakukan.

Pemimpin semestinya ditandai dengan kerendahan hati dan pelayanan. Semangat mendukung bawahannya, bukan untuk mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Jangan pemimpin berbuat seolah-olah pemimpin itu mau memerintah atas pengikut yang dipercayakan kepada pemimpin, tetapi hendaklah pemimpin menjadi teladan bagi pengikut

 

nama lantipa iga paula sya lahir 18 maret 1998 di nganjuk jawa timur . alamat saya bertepat di dusun bulu desa babadan kecamatan pace kabupaten nganjuk. saya dari prodi d3 penyiaran.  saya dari tahun angkatan tahun 2017.
awal mula saya bisa di terima uns itu tidak terduga sama sekali karena uns saya taruh di pilihan kedua. tapi tak di sangka saya diterima uns.
 uns sebenarnya kampus yang saya impikasn sejak kelas 1 SMA. dan saya bersyukur sekali bisa menjadi bagian keluarga uns .
kenapa saya pilih d-3 penyiaran karena saya senang sekali dengan dunia penyiaran karena dunia penyiaran punya tantangan tersendiri.


pengertian PTNBH , KEUNGGULAN PTNBH DI BANDING BADAN LAYANAN UMUM (BLU) POSITIF DAN NEGATIF
  1. Perubahan sistem pendidikan tinggi terjadi di berbagai negara dan perubahan tersebut umumnya meliputi kebutuhan untuk otonomi yang lebih luas. Perubahan tersebut tidak terjadi tanpa adanya ketegangan. Oleh karena itu seluruh pelaku perubahan harus yakin akan nilai/hakekat/norma perubahan tersebut, paling tidak ditinjau dari perspektif kepentingan nasional dan bukan dari perspektif kepentingan individu. Seperti halnya di berbagai negara, pemahaman nilai/hakekat/norma perubahan tersebut ternyata masih rancu dan rentan terhadap penyalah gunaan.
  2. Pada perguruan tinggi yang bersangkutan, pemahaman akan perubahan tersebut masih rancu karena adanya benturan kepentingan sebagian personil perguruan tinggi. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu pemahaman publik tentang manfaat perubahan tersebut, tidak hanya pada tingkat perguruan tinggi akan tetapi juga pada tingkatan pemerintah dan lembaga legislatif. Dengan demikian diperlukan adanya pendefinisian terhadap tingkat otonomi yang diharapkan untuk setiap jenjang beserta argumentasi pendukungnya.
  3. Dalam konsep PTN-BH yang telah dicanangkan, ditetapkan bahwa otonomi diberikan kepada perguruan tinggi negeri agar dapat berperan sebagai kekuatan moral, dan hal ini merupakan salah satu aspek penting dalam reformasi pendidikan tinggi yang saat ini sedang dijalankan. Namun pengertian “kekuatan moral” tersebut masih abstrak dan perlu penterjemahan dalam bentuk rambu/panduan pelaksanaan untuk tiap perguruan tinggi. Tanpa adanya kejelasan tersebut, dikhawatirkan terjadinya penterjemahan otonomi secara bebas oleh setiap pihak yang berkepentingan yang disesuaikan dengan kepentingan pribadi masing-masing. Otonomi pengelolaan keuangan mungkin diterjemahkan oleh para dosen sebagai kenaikan gaji, yang kemudian dapat berakibat kepada kenaikan SPP mahasiswa. Otonomi bagi mahasiswa mungkin diterjemahkan sebagai kebebasan mahasiswa untuk bertindak bebas termasuk misalnya menolak kenaikan SPP. Kementrian Keuangan mungkin menterjemahkan otonomi sebagai lepasnya tanggung jawab untuk pendanaan perguruan tinggi yang dapat berakibat kepada hilangnya fungsi pemerintah untuk menyelamatkan tugas mulia yang harus diembannya.
  4. Tidak adanya konsensus ataupun kesamaan persepsi mengenai otonomi tersebut akan menyebabkan terjadinya kondisi yang tidak menentu. Oleh karena itu saat ini dibutuhkan suatu pemahaman secara nasional yang utuh mengenai otonomi yang dapat menggalang peran seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders), di mana setiap kelompok harus bersedia sedikit berkorban.
  5. Untuk dapat menyamakan persepsi tentang otonomi tersebut, salah satu argumentasi yang harus digunakan adalah bahwa perguruan tinggi harus melakukan berbagai perubahan kearah otonomi dalam rangka pengembangan sumber daya manusia abad 21. Jelas bahwa kecepatan perubahan global akan membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan yang adaptif dan lentur/luwes, mempunyai kemampuan belajar sepanjang hayat, kritis, inovatif, kreatif dan mampu bekerja sama.
  6. Untuk perguruan tinggi, hal ini berarti bahwa perguruan tinggi harus mampu lebih adaptif dan lentur/luwes, dengan kemampuan fasilitas untuk merespons setiap perubahan dengan cepat. Perguruan tinggi harus dapat mendeteksi secara dini perubahan yang akan terjadi dan mempunyai kapasitas untuk mengembangkan program baru ataupun menutup program yang sudah ada sesuai perkembangan yang ada di masyarakat.
  7. Untuk dapat melakukan hal tersebut di atas, maka perguruan tinggi harus mempunyai otonomi dalam kadar yang cukup signifikan. Dengan adanya otonomi tersebut maka perguruan tinggi dapat merancang kurikulumnya dan melakukan perubahan terhadap kurikulum tersebut, dapat melakukan pengelolaan staf/personil disesuaikan dengan beban kerja yang ada (termasuk relokasi/mutasi/penugasan lain), dapatsumber daya yang ada disesuaikan dengan perubahan yang terjadi, dan mampu mengubah struktur manajemen yang memungkinkan otonomi dilaksanakan dengan baik.
  8. Ada 2 keuntungan dengan adanya otonomi yaitu 1) tingkat akuntabilitas yang lebih tinggi dan 2) kemampuan pemerintah untuk menerapkan kebijakannya kepada perguruan tinggi. Ke dua keuntungan tersebut tampaknya kontradiksi dengan pemahaman otonomi selama ini yang seolah-olah memberikan kebebasan yang seluas-luasnya.
  9. Pendekatan otonomi dalam pendanaan perguruan tinggi ditekankan kepada perhitungan berbasis keluaran (output) dan bukan berbasis masukan (input). Untuk ini perlu pendefinisian keluaran secara cermat dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengukur keluaran yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dalam bentuk jumlah lulusan, mutu lulusan dan relevansinya dengan kebutuhan nasional. Hal ini untuk menunjukkan akuntabilitas publik terhadap dana yang digunakan oleh perguruan tinggi. Pendanaan yang berbasis masukan ( misalnya berdasarkan jumlah dosen) mempunyai risiko yang lebih besar kearah penyalahgunaan karena akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi dosen dan tidak mengarah kepada produktivitas lembaga. Akibatnya efisiensi penggunaan dana tidak dapat tercapai.
  10. Dengan adanya otonomi memungkinkan pemerintah untuk menetapkan kebijakannya secara lebih tegas kepada perguruan tinggi, hal ini tampaknya kontradiksi namun apabila dilihat dari mekanisme pendanaan pemerintah yang didasarkan kepada keluaran maka perguruan tinggi dapat diarahkan supaya memperhatikan kepentingan nasional.
  11. Beberapa kepentingan nasional yangmenjadi perhatian perguruan tinggi:
    a. kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan otonomi daerah
    b. responsif terhadap perkembangan/perubahan tuntutan dunia kerja
    c. perluasan wawasan peserta didik melalui program lintas disiplin
    d. promosi dan mengamankan bidang-bidang studi unggulan dan penting serta langka
    e. menuju peningkatan mutu dan keunggulan
    f. mengamankan pendidikan bagi mereka yang kurang mampu
    g.peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya
  12. Mekanisme pendanaan pemerintah untuk perguruan tinggi akan diarahkan berbasis keluaran yang ditujukan agar kebijakan tersebut di atas dapat diemban oleh perguruan tinggi.
  13. 13.Untuk dapat mencapai sasaran kebijakan tersebut di atas, maka perguruan tinggi perlu mempunyai fasilitas/kemungkinan untuk beroperasi secara otonom (misalnya dalam hal kurikulum, ketenagaan dan keuangan) dan mempunyai kapasitas serta kemauan untuk melaksanakannya (secara manajerial). Fasilitas dimaksud harus diberikan dalam suatu kerangka legislatif yang menjamin konsistensi seluruh pihak yang terkait. Kapasitas managerial harus dibentuk di dalam perguruan tinggi itu sendiri.
  14. Berbagai perubahan yang harus terjadi secara komprehensif untuk keberhasilan pelaksanaan otonomi adalah :
    a.  perubahan kebijakan pemerintah terhadap pendidikan tinggi
    b.  kerangka legislatif dan pengaturan tentang hakekat otonomi
    c.  kebutuhan akan akuntabilitas
    d.  mekanisme pendanaan
    e.  kesiapan perguruan tinggi untuk mengemban otonomi
  15. Hambatan pelaksanaan otonomi di beberapa negara terjadi karena fokus perhatiannya hanya pada satu atau dua aspek tersebut di atas tanpa memperhatian aspek lainnya. Untuk keberhasilan otonomi, diperlukan adanya pembenahan seluruh aspek tersebut di atas.

lantipa iga paula Jul 29 · Rate: 5

Surat untuk Indonesia

 

Solo, 10 Agustus 2016

INDONESIA…sudah hampir 71 tahum usiamu.  Ya, sejak tahun 1945 kau lahir dengan susah payah. Kau dilahirkan melalui perjuangan-perjuangan rakyatmu. Hampir 3 abad rakyatmu hidup dibawah koloni penjajah. Mereka, koloni penjajah yang tak segan untuk merampas harta dan kekayaanmu. Rempah dan hasil tambang adalah harta berhargamu. Banyak terjadi penyiksaan, pembantaian pada masa itu. Rakyatmu sengsara, menderita, bahkan mati sia-sia. Para penjajah yang hampir tidak punya rasa kemanusiaan mengambil seluruh kekayaanmu, kau menderita, menangis, bukan air mata yang menetes tapi cucuran darah yang kau teteskan. Kerja rodi, tanam paksa, itu adalah sebagian kebijakan yang membuat sengasara rakyatmu.

Melihat Indonesia 1 tahun ke belakang. Sudah ada kemajuan dari berbagai bidang. Keamanan negara sudah membaik. Ekonomi sudah mulai mengalami sedikit kemajuan, meskipun beberapa waktu lalu sempat goyah akibat krisis global yang mengakibatkan rendahnya niai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang menyentuh angka 14.000, angka itu merupakan yang terendah setelah krisis pada tahun 1998. Pemerintah pada waktu langasung merespon dengan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi sehingga dapat mengurangi dampak pada perekonomian di Indonesia. Namun, masih banyak hal yang memilukan dan memalukan. Belakangan ini banyak terjadi kekerasan seksual yang terjadi pada anak dibawah umur, bahkan kekerasan tersebut diikuti dengan pembunuhan yang dilakukan dengan kejam. Ironisnya kasus ini terjadi hampir terjadi di semua  wilayah Indonesia.  Pelakunya juga tak jarang adalah anak yang masih dibawah umur. Anak-anak  yang seharusnya menjadi penerus tongkat estafet pembangunan justru tidak mencerminkan budi pekerti luhur yang diinginkan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Mental para pemuda juga mengalami kemunduran, pergaulan bebas masih banyak terjadi,terutama di kota-kota besar. Banyak pemuda sekarang yang sudah akrab dengan narkoba. Narkoba seakan menjadi gaya hidup bagi sebagian para pemuda. Mereka seakan seolah lupa atau bahkan tidak takut dengan efek yang ditimbulkan narkoba bagi kehidupan mereka. Ya, memang sekarang ini narkoba adalah musuh besar bagi negara Indonesia, meskipun serangkaian hukuman mati bagi para gembong narkoba sudah dilakukan, tetap saja Indonesia masih menjadi lahan yang subur bagi para pengedar barang haram tersebut. Yang lebih memilukan adalah terlibatnya aparat negara dalam peredaran narkoba tersebut. Melalui surat ini saya meminta agar kita semua, mulai dari saya sendiri, pemuda diluar sana dan bagi seluruh rakyat yang masih mencintai Indonesia untuk bersama-bersama menjauhkan diri dari narkoba, karena dengan kita menjauhkan diri dari narkoba akan membuat masa depan bangsa Indonesia menjadi lebih cerah. Selain narkoba, korupsi juga masih banyak terjadi di Indonesia. Banyak kebijakan-kebijakan yang didalamnya terdapat korupsi. Hampir semua lembaga terdapat kasus korupsi. Korupsi ini sangat merugikan negara, terutama rakyat-rakyat kurang mampu. Kesenjangan sosial semakin jauh, yang miskin semakin miskin. Meskipun sudah ada lembaga yang dikhusukan untuk memberantas korupsi yaitu KPK namun tetap saja korupsi masih banyak terjadi. Bahkan banyak koruptor yang hanya diberi hukuman ringan, seolah-olah hokum di negeri ini bisa dibeli. Terorisme juga sedang menjadi perhatian masyarakat, setahun belakangan ini ada beberapa kasus terorisme, seperti bom bunuh diri yang terjadi di tamrin Jakarta dan bom bunuh diri yang terjadi di mapolresta Surakarta, dan yang sedang hangat adalah tewasnya santoso sebagai ketua kelompok mujahidin Indonesia timur, tewasnya santoso adalah hasil dari satgas tinombala yang dilaksanakan di pedalaman poso. Selain di dalam negeri, penyandraan para ABK Indonesia oleh kelompok Abbu Sayaf Filipina juga sering terjadi. Meskipun beberapa kali berhasil dibebaskan, pemerintah Indonesia seolah kurang tegas terhadap kasus ini, seharusnya pemerintah lebih tegas terhadap kasus ini agar kasus ini tidak kembali terulang. Itulah sekilas gambaran kondisi Indonesia dalam satu tahun belakangan ini.

Saya Fikri Nur Syafiq sebagai salah satu mahasiswa FISIP UNS yang siap berkontribusi dalam memajukan bangsa Indonesia kelak. Dengan ilmu yang saya miliki nanti, saya harap saya bisa berguna bagi bangsa Indonesia. Dimulai dari hal kecil seperti kesadaran diri saya untuk tidak bergaul dengan narkoba atau apapun yang merugikan masa depan saya dan masa depan bangsa. Selain itu, agar saya bisa berguna bagi bangsa, saya akan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Saya juga tidak ingin ada perpecahan dalam bangsa yang ditimbulkan oleh konflik antar suku, ras, atau agama. Jadi saya tidak akan mengikuti kegiatan-kegiatan radikal yang bisa menimbulkan perpecahan. NKRI HARGA MATI!!!. Kelak, saya ingin menjadi generasi yang membanggakan bangsa. Semoga kita semua masih mencintai bangsa Indonesia dan mengimplementasikannya melalui tindakan-tindakan positif yang bermanfaat. DIRGAHAYU INDONESIAKU, SEMOGA SEMAKIN JAYA. Amiin

 

 Dari Fikri Nur Syafiq untuk Indonesia.

Fikri Nur Syafiq Aug 11 '16 · Rate: 5

Jika Aku Menjadi Pemimpin


Pemimpin adalah orang yang membimbing, memberi perintah, dan mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan tertentu.


                 

Terdapat dua jenis pemimpin. Jenis yang pertama adalah pemimpin yang memerintah dengan semena mena dan memperlakukan bawahannya yang dipimpin sebagai anak buah yang kedudukannya berbeda biasa disebut boss. Pemimpin jenis ini cenderung tidak ramah dan kurang bisa bekerja sama dengan anak buahnya karena si pemimpin beranggapan jika kedudukannya lebih tinggi, bawahannya harus mau menurut dan mengikuti perintahnya. Boss jarang mau diajak bekerja sama untuk menyelesaikan suatu masalah. Biasanya boss hanya mau mengikuti keinginannya sendiri, apabila ada anggota yang memberi usulan, biasanya usulan tersebut tidak akan digubris dan akhirnya tetap ide si boss yang digunakan. Boss tidak dekat dengan bawahannya,malah terkadang boss dijelek jelekkan di belakang, dijauhi, dan tidak disenangi. Hal ini mengakibatkan apabila boss memberi arahan terhadap bawahannya, mereka melaksanakan perintah dengan malas malasan dan tidak ikhlas. Hasilnya pun tidak akan maksimal karena anak buahnya menjalankan tugas dengan tidak senang,tanpa bantuan, menggerutu, dan tidak terkoordinasi dengan baik. Saran saran dan usul dari anggota kelompok pun tidak dapat diterima oleh boss,padahal jika dalam suatu proyek semakin banyak usul dari berbagai orang akan semakin matang pula hasilnya, akibatnya hasilnya pun tidak maksimal dan kurang sempurna.


Jenis yang kedua adalah pemimpin yang mengayomi bawahannya, tidak memerintah melainkan membimbing bawahan. Jenis pemimpin seperti inilah yang saya inginkan. Pemimpin jenis ini biasa disebut leader, karena mampu memimpin dan mengkoordinir anggotanya dengan baik sehingga dapat bersama sama mencapai tujuan. Leader tidak menganggap bawahannya sebagai anak buah, tetapi sebagai teman. Saya ingin menjadi pemimpin yang tidak asal memberi perintah dan tidak mau ikut bekerja sama. Saya ingin menjadi pemimpin yang merakyat, saat semua anggota sedang bekerja saya juga akan ikut bekerja. Apabila ada anggota yang mempunyai pemikiran berbeda, saya akan mendengarkan usulannya dan mempertimbangkannya. Saya akan mengumpulkan semua usulan yang masuk, lalu mengumpulkuan semua anggota saya untuk membahas mana usulan yang bisa diterima. Sehingga pada akhirnya keputusan yang dibuat kelompok yang saya pimpin bukan hanya dari saya tetapi keputusan semua anggota kelompok. Hasilnya pun akan semakin objektif, memiliki berbagai pandangan dan sisi, serta lebih bagus daripada hanya hasil pemikiran dan perintah pemimpin seorang diri. Jika kita menjadi pemimpin tipe leader, bawahan kita juga akan lebih kooperatif. Salah satu sifat leader adalah merakyat, dengan bawahannya seorang leader haruslah merangkul dan ramah. Jika saya menjadi pemimpin, saya akan menganggap diri saya setara dengan bawahan saya, saya menganggap bawahan saya sebagai teman, sehingga jika saya akan bekerja sama dengan bawahan saya suasananya akan lebih kondusif, tidak canggung, dan tidak tertekan. Bawahan saya pun akan bekerja dengan hati yang gembira, pikiran yang lebih tenang, dan hasilnya pun akan maksimal.

  

Saya bukanlah orang yang sempurna, saya juga yakin tidak akan menjadi pemimpin yang ideal. Tetapi saya menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan. Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat korupsi yang tinggi, hal inilah yang saya benci dari para pemimpin dan wakil rakyat. Oleh karena itu jika saya menjadi pemimpin, saya tidak akan korupsi, saya akan memanfaatkan uang yang ada dengan bijak dan mengalokasikannya secara tepat. Dalam pengambilan keputusan juga saya akan berusaha agar keputusan yang saya ambil dapat memuaskan semua pihak.


Pemimpin Indonesia yang saya kagumi adalah Bapak Ahok, mantan gubernur DKI Jakarta. Beliau adalah pemimpin yang jujur, berani, dan tidak mementingkan hal hal pribadi. Selama dia menjadi gubernur kepentingan warga Jakarta lah yang dia utamakan. Jika saya menjadi pemimpin, saya ingin menjadi seperti beliau.



               

Bernard Titan Wiratama Jul 29 · Rate: 5

Apa yang pertama kali terpikir di kepalamu setelah mendengar kata ‘pemimpin’? Sosok yang kuat, tangguh, nasionalis, patriotis, berani, berjiwa besar, berparadigma kuat atau justru kalian berpikir ‘ahh.. aji mumpung’. Semua itu bisa jadi benar, bisa jadi salah tergantung dari sudut pandang mana kamu melihatnya. Semakin kamu bisa berpikir kritis semakin luas dan tajam pula pengetahuanmu.

‘menjadi orang sukses’ saya yakin itu idaman setiap manusia di seluruh dunia. Siapa yang tidak mau menjadi sukses? Saya kira orang gila pun sebelum kehilangan akal sehatnya ia juga pernah mengidamkan hal tersebut. Menjadi sukses sebenarnya mudah, hanya modal niat dan berani menanggung resiko itu sudah menjadi kunci kesuksesan kita. Tapi apakah setiap orang punya cita-cita sebagai pemimpin?

Saya saat ini sedang dalam masa orientasi sebagai mahasiswa baru Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. Dimana dalam FISIP ini sangat mengedepankan peran kita sebagai makhluk sosial. Bukan tidak mungkin jika makhluk sosial pernah memikirkan dirinya sebagai seorang pemimpin. Jangan melulu berpikir klisye sebagai pemimpin Negara atau setaranya, menjadi pemimpin bisa di mana saja dan kapan saja. Tetapi ini serius membahas jika saya menjadi pemimpin, jadi lingkup yang dibahas pun akan luas dan umum.

Hal pertama yang sangat mungkin terpikirkan dan dipikirkan jika saya menjadi pemimpin adalah mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat yang telah mempercayakan saya sebagai pemimpin mereka. Tentu juga mempertanggungjawabkan apa yang sudah dijanjikan, menjadi pemimpin yang amanah dan tdak merugikan orang lain. Bentuk pengabdian tersebut bermacam-macam, memperbaiki sarana prasarana, kualitas sumber daya manusia, penggunaan sumber daya alam secara efektif, meningkatkan mutu pendidikan, mensejahterakan rakyat kurang mampu, membuat system sanitasi kota yang baik, memberantas korupsi dan pungli, dan lain sebagainya banyak sekali bentuk bentuk pengabdian sebagai seorang pemimpin, dantidak mungkin saya tuliskan satu per satu.

Ada tiga poin utama yang akan saya sajikan lebih luas lagi. Poin pertama adalah peningkatan mutu pendidikan. Saat ini angka kesadaran akan pentingnya pendidikan masih cukup rendah. Kebanyakan dari mereka berpikiran bahwa bekerja mencari uang lebih penting dari pada bersekolah. Memang tidak salah, tetapi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak seseorang harus menuntut ilmu terlebih dahulu. Oleh karena itu dibutuhkan lembaga pendidikan untuk tempat menuntut ilmu. Jika saya menjadi pemimpin, hal pertama yang saya lakukan di bidang pendidikan in adalah pemerataan fasilitas pendidikan baik itu vital maupun non vital. Pembagian buku secara gratis di daerah-daerah pinggir kota dan jauh dari fasilitas pemerintah. Mengapa buku? Karena buku merupakan senjata paling ampuh untuk memotivasi agar terdorong untuk bersekolah. Selanjutnya adalah pengiriman tenaga ahli yang berpengalaman untuk ikut berperan memajukan dan meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan di daerah. Pengiriman tenaga ahli diharapkan dapat mempercepat pemerataan pendidikan dan memacu lahirnya generasi generasi baru yang sadar akan pentingnya pendidikan. Jasa tenaga ahli dalam bidang ini adalah guru akan mampu mempercepat pembangunan dan kemajuan daerah, hal tersebut sangat berpengaruh pada presentase peningkatan mutu dan pembangunan daerah.

Poin kedua adalah pemberantasan korupsi di semua kalangan dan lapisan masyarakat. Perlu diketahui korupsi bukan hanya dengan nominal 0 diatas angka enam. Korupsi seperti virus yang dapat menyerang siapa saja, tidak pandang bulu. Kasus-kasus yang sedang marak terjadi mulai dari pungli di oknum pelayanan masyarakat sampai korupsi dewa yang dilakukan pejabat pemerintah. sudah menjadi rahasia umum jika pejabat negeri ini hanya bisa memakan uang rakyat untuk perutnya yang makin buncit. Jika saya menjadi pemimpin, pelaku korupsi dan pungli sudah pasti akan diberi hukuman. Mulai dari hukuman ringan hingga hukuman mati. Sebagai contoh saja jika pungli dilakukan di lembaga pelayanan masyarakat kecil maka hukumannya adalah denda dan rehabilitasi. Sebaliknya jika korupsi dilakukan di lingkungan dewan atau penegak hukum negeri bentuk hukumannya akan semakin berat mulai denda pidana bahkan hukuman mati. Di Indonesia saat ini hukuman pidana dirasa belum cukup memberikan efek jera bagi si penjahat kerah putih.

Poin yang terakhir jika saya menjadi pemimpin, saya akan berusaha keras sekuat tenaga untuk membuat masyarakat cinta terhadap tanah airnya sendiri, berjiwa nasionalis dan patriotis. Saya akan gencar mengampanyekan produk produk buatan Indonesia, tempat wisata di Indonesia, dan lain sebagainya. Sasaran utamanya adalah kaum muda. Secara tidak langsung jika kita bangga akan produk dalam negeri, kita juga akan mengurangi impor produk luar negeri dan akan mengurangi ketergantungan. Hal tersebut akan menjadiakan Indonesia semakin mandiri dan mengglobal. Maka dari itu cintailah produk produk Indonesia yang tdak kalah kualitasnya dengan Negara-negara lain, kurangi gengsi dan mulailah mencoba.

Begitu sekiranya jika saya menjadi pemimpin. Tapi apalah arti sebuah angan jika tidak direalisasikan. Yang terpenting adalah kerja nyata, mulailah dengan hal kecil yang berguna bagi sekitar dan menumbuhkan prestasi bagi diri sendiri. Sekian.

Jika Aku Menjadi Pemimpin

 

            Pemimpin, dalam benak kita selalu terpikir bahwa pemimpin adalah orang yang berkuasa, di atas segalanya, dan yang memegang seluruh keputusan. Tetapi arti pemimpin tidaklah sesimpel itu. Itu semua hanyalah arti pemimpin yang otoriter. Lalu apakah arti pemimpin itu sendiri?

            Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai suatu tujuan. Robert Tanembaum juga mengemukakan bahwa pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. Pendapat para ahli tentu akan berbeda-beda tetapi mengarah pada suatu hal yang sama. Jika memang demikian, apakah pengertian pemimpin menurut saya? Meskipun saya bukanlah para ahli, tetapi menurut saya pemimpin adalah seseorang yang berani berjalan didepan semuanya (seperti kata Nar*to). Maksudnya adalah orang yang diberi kepercayaan dan tanggungjawab oleh para anggotanya untuk mengarahkan dan mengorganisir demi tercapainya suatu tujuan. Menjadi pemimpin artinya memikul tanggung jawab besar dari seluruh anggotanya. Jadi memimpin bukanlah perkara yang mudah, tidak semudah kita bersantai sambil menyuruh-nyuruh bawahan kita seenaknya. Karena seperti yang telah saya katakana sebelumnya, pemimpin mempunyai tanggung jawab yang besar.

            Jika seandainya saya menjadi pemimpin, saya akan berusaha memiliki kriteria-kriteria seorang pemimpin yang baik. Yang jadi pertanyaan apa sajakah kriteria tersebut?

1.      1. Mau mendengarkan masukan dari rakyatnya

Pemimpin yang bijaksana tentunya akan memberi kebebasan berpendapat kepada rakyatnya. Tetapi nantinya juga harus dipilah mana yang sekiranya mempunyai dampak yang baik dan sesuai yang diharapkan

2.     2. Bersikap adil dan bijaksana

Memang sudah seharusnya sikap adil diberlakukan pada siapapun karena pada hakikatnya semua manusia itu sama derajatnya di mata Allah. Apalagi bagi seorang pemimpin, seorang pemimpin akan dicintai rakyatnya jika ia bersikap adil dan bijaksana

3.      3. Berwawasan luas

Yang satu ini juga merupakan hal yang wajib bagi pemimpin. Apa jadinya jika pemimpin kita memiliki pemikiran yang sempit? Malah akan menyusahkan rakyatnya saja.

4.      4. Dapat membawa kemakmuran

Hal inilah yang diinginkan oleh semua orang. Tetapi nyatanya hal itu tidaklah mudah. Pemimpin harus bijak dalam mengambil keputusan, karena itulah yang akan menentukan keberhasilan suatu tujuan.

            Lalu bagaimana jika saya menjadi pemimpin di negeri ini suatu saat nanti? Jika saya menjadi pemimpin negeri ini, hal yang pertama saya lakukan adalah mengatasi masalah dalam negeri terlebih dahulu seperti memperbaiki moral masyarakat. Korupsi merajalela, maraknya penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang merupakan masalah yang timbul dari rendahnya moral masyarakat. Hal ini menjadi semacam penyakit yang sangat susah untuk disembuhkan. Bagaimana cara saya mengatasinya? Menurut saya, sesuatu seperti ini dapat diungkapkan dalam kalimat “bunuh pemikirannya, bukan orangnya”. Meskipun kita menghukum dengan tegas seperti menghukum mati para pengedar narkoba, akan tetap ada tunas-tunas baru yang akan meneruskannya. Hal yang bisa dilakukan sampai saat ini adalah menyadarkan masyarakat tentang bahayanya korupsi dan narkoba. Apa sih keuntungan kita mengonsumsi narkoba? Nggak ada sama sekali bray, yang ada hanyalah hukum dan kematian yang menunggumu. Lalu korupsi, masalah ini sama halnya dengan narkoba, susah dimusnahkan karena akan selalu ada tunas-tunas koruptor yang baru. Memberantas korupsi adalah hal yang wajib bagi pemimpin bangsa ini. Korupsilah yang selama ini menghambat pertumbuhan dan perkembangan bangsa ini sehingga kita semakin jauh dari apa yang namanya negara maju.

            Masalah luar juga dapat mempengaruhi kehidupan bangsa kita seperti menyebabkan ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap negara maju. Sebagai pemimpin yang bijak untuk menyelesaikan masalah ini saya akan mengurangi atau bahkan membatasi impor barang ataupun bahan pangan dari negara lain dengan cara lebih memaksimalkan hasil sumber daya negara kita sendiri.

            Mungkin itu yang dapat saya sampaikan mengingat saya bukan atau belum menjadi pemimpin dan merasakan bagaimana rasanya dan bagaimana susahnya menjadi pemimpin, saya tahu bahwa banyak sekali kekurangan dari diri pribadi saya. Oleh karena itu saya meminta maaf sebesar-besarnya jika ada kata atau kalimat yang tidak berkenan atau bahkan tidak pantas. Tetapi inilah yang akan saya lakukan “Jika Saya Menjadi Pemimpin”. Dari saya, Ahza Arzanul Haq untuk negeriku tercinta.

Ahza Arzanul Haq Aug 3 · Rate: 5 · Comments: 2 · Tags: #fisiptangguh, #pkkmbfisip2017

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN

Karya : Bagas Suryo Prihantoro

                Di dunia ini pasti setiap orang memiliki jiwa menjadi pemimpin dan setiap orang di dunia ini pasti akan merasakan menjadi pemimpin entah pemimpin dalan kelompok yang sedikit , yang besar ataupun menjadi pemimpin dalam diri mereka sendiri . Hal yang paling sederhana dalam belajar memimpin adalah memimpin diri kita sendiri ,misalnya memimpin diri kita dalam menempatkan perilaku ,tata cara berkeluarga ,dll . Jadi pemimpin yang benar dan baik sebenarnya dapat di latih dan di mulai dari hal yang seerhana yaitu memulai memimpin diri sendiri dahulu dengan baik ,jika sudah dapat memimpin diri kita dengan baik maka akan mudah memimpin dalam kelompok yang besar .

            Pemimpin juga menurut saya adalah orang yang di unjuk untuk memimpin dan menjadi pedoman unuk diri sendiri ataupun kelompok. Dengan kata lain, pemimpin adalah sosok seseorang yang mampu mmemimpin dan menjadi pedoman untuk diri sendiri maupun orang lain .

            Saya Bagas Suryo Prihantoro juga berharap akan menjadi pemimpin yang berkarakter dan peduli pada sesma , keinginan saya jika jadi pemimpin tak tanggung – tanggung lagi yaitu menjadi presiden INDONESIA .Jika saya menjadi pemimpin di negeri ini saya akan mengutamakan kualitas SDM,SDA dan sumber daya penunjang lainnya untuk memajukan negara ini . Indonesia ini akan menjadi negara maju  adalah dengan cara kita sendiri ,sebenarnya semua kekalahan dan kegagalan kita dapat kita jadikan evaluasi untuk Indonesia yang lebih maju, saya akan mensejahterakan masyarakan kecil dan akan mengajak seluruh rakya untuk bersama sama memajukan indonesia. Saya akan memulai dari memimpin diri saya semdiri agar berperilaku baik dan saya akan merangkul dan meyakinkan masyarakan akan kinerja saya yang nyata, dan tentunya juga akan memajukan indonesia di mata dunia agar Indonesia menjadi negara yang di segani dan di hormati negara lain.

            Menjadi pemimpin akan susah jika seseorang tersebut beranggapan bahwa menjadi pemimpin itu susah ,jika seseorang beranggapan menjadi pemimpin itu mudah akan mudahlah menjadi pemimpin,jadi susah mudahnya menjadi pemimpin tergantung dari kemauan dan anggapan kita terhadap kemampuan yang kita miliki. Sebenarnya menurut saya menjadi pemimpin yang terpenting adalah niat dan keyakinan terhadap upaya yang akan kita jalani. Percaya diri juga diperlukan dalam hal menjadi pemimpin ,menurut saya juga pemimpin merupakan tanggungjawab dan amanah yang sangat besar untuk kita jalankan, karena segala resiko utama dalam pekerjaan merpakan tanggungjawab utama seorang pemimpin .

            Peimimpin menurut saya juga membutuhkan kedekatan terhadap masyarakat ataupun orang lain ,kanrena jika banyak orang yang semakin dekat dengan kita juga semakin banyak juga kepercayaan orang lain terhadap kita. Tapi janganlah kalian menyepelekan orang lain karena orang lain yang merasa di sepelekan oeleh pemimpin kelak akan menjadi penghianat bagi pemimpin terebut.

            Pemimpin juga akan menjadi panutan bagi masyarakatnya ataupun orang lain jadi seorang pemimpin hendaklah bersikap baik,adil,tanggungjawab,dan peduli sesama .menurut saya pemimpin tidak boleh semena-mena dengan orang lain , karena pemimpin itu bertuga demi rakyat .

            Jika saya menjadi pemimpin tertinggi di negeri ini kasus yang akan saya tuntaskan adalah korupsi ,karena korupsi adalah masalah yang serius di negara kita. Dan korupsi juga menurut data dari media sosial 95% merupakan pegawai negeri / orang dalam pemerintaahan, jadi jika saya menjadi pemimpin saya akan menuntaskan korupsi ,karena korupsi begitu menghambat jalannya pembanggunan di negeri ini sehingga msayarakat susah dalam mendapat kesejahteraan. Bahkan banyak korupsi juga yang tidak hanya berbentuk uang tetapi juga banyak dalam berbentuk fasilitas-fasilitas vital ,misalnya aspal,ktp dll. Hal seperti inilah yang dapat menghancurkan Indonesia

            Sebagai penutup dalam tugas ini ,saya mohon maaf sebesar besarnya jika ada salah dengan kata-kata yang seeperti ini, dan tentunya jika saya menjadi seorang pemimpin saya akan mensejahterakan dan peduli terhadap sesama dan menjdikan Indonesia dari korupsi karena korupsi merupakan masalah serius. Dan saya akan mengutamkan kepentingan bersama di ats kepentingan saya pribadi. Saya rela berkorban apapun demi Indonesia. Saya sangat menerima saran dan keritik demi kemajuan kemampuan saya dalam menjadi pemimpin ataupun menulis karangan,saya sangat berterimakasih kepada UNS  DAN PKKMBFISIP UNS atas semuanya. Dan saya akan berjanji hidup mati demi Indonesia dan akan mensejahterakan rakyat indoesia di masa depan bagaimanapun cara poitif yang akan saya gunakan .

SELAMATKAN INDONESIA , NKRI HARGA MATI !!!

           

                

Jika Aku Menjadi Pemimpin


Di negara kita, Indonesia, dianugerahi dengan berjuta keindahan maupun kekayaan alam, suku, bahasa, ras, dan budaya. Melalui kemajemukan tersebut, supaya Indonesia kelak menjadi sebuah negara yang damai dan sejahtera, maka diperlukan pemimpin yang cerdas, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif serta dapat mengerti keinginan jutaan rakyatnya. Pemimpin yang mampu menyatukan semua gagasan rakyat dan merealisasikannya untuk perbaikan pembangunan. Pemimpin yang mampu membimbing rakyat untuk mendayagunakan kekayaan alam dengan baik dan bijak sehingga kebutuhan masyarakat mampu terpenuhi sebagaimana mestinya.

Saya ingin menjadi pemimpin yang mengerti keinginan rakyat, berpegang teguh pada kebenaran, dan adil. Bukan hanya golongan atas yang akan saya titik beratkan, namun saya ingin membuat semua orang yang saya pimpin---bahkan mulai dari lapisan terbawah---dapat merasakan semua haknya sama rata dan tentunya melaksanakan segala kewajibannya dengan tertib dan penuh tanggung jawab. 

Pemberantasan korupsi juga menjadi salah satu faktor pendorong saya untuk menjadi pemimpin, karena banyak sekali orang yang dirugikan dalam kasus korupsi.  Faktor pendorong lain yang menjadikan saya ingin menjadi pemimpin adalah banyaknya ketidakadilan dan kemiskinan saya ingin memberantas semua penderitaan rakyat.

Hal pertama yang akan saya lakukan untuk belajar menjadi pemimpin adalah mengoreksi diri sendiri. Saya akan berusaha mencari titik lemah yang ada di dalam diri saya dan membuat kelemahan tersebut menjadi sebuah keunggulan yang mampu menjadi ciri khas dalam diri saya dan bersifat membangun. Saya akan mencoba menjadi pemimpin yang bisa diandalkan, baik oleh anggota maupun diri saya sendiri

Saya akan berusaha menjadi pemimpin yang netral (tidak memihak) dan memahami akan keluh kesah anggota. Saya juga akan mengangkat derajat kelompok yang saya pimpin membuat kelompok yang saya pimpin dikenal oleh dunia menjadi kelompok yang memiliki ciri khas dan terkenal akan kesuksesannya.  Saya ingin membuat peraturan yang tegas supaya saya dapat mendisiplinkan anggota saya sehingga dapat mengurangi berbagai macam tindak kriminalitas.  Saya juga akan menjadikan konflik konflik dimasa lalu menjadi pelajaran sehingga konflik tersebut tidak terulang kembali dimasa mendatang.  

Inspirasi saya menjadi pemimpin adalah bapak Jokowi presiden kita.  Beliau selalu turun langsung ke lapangan untuk meninjau sendiri proses kerja proyek proyeknya. Tetap ramah dan selalu menghargai rakyatnya. Saya ingin menjadi pemimpin seperti pak Jokowi . Saya ingin terjun langsung kelapangan untuk memantau kinerja serta membantu dalam mengerjakan proyek sesuai skill yang saya miliki. 

Dalam memimpin saya juga tidak akan melupakan ajaran ajaran Agama yang dapat menuntun saya dan orang orang yang saya pimpin menjadi lebih baik.  Saya juga bersedia menerima saran dari orang orang untuk menunjang kemajuan. Saya akan selalu berusaha menjadi pemimpin yang baik.  Saya juga akan memilih pengurus pengurus yang dapat mempertanggungjawabkan tugas tugasnya.  Juga pengurus pengurus yang berprestasi, kreatif dan inovatif yang dapat membantu saya dan kelompok yang saya pimpin menjadi kelompok yang hebat.

Saya juga akan menjalin kerja sama dari berbagai pihak supaya hubungan antar kelompok tetap harmonis. Manfaat dari kerjasama tersebut supaya kita lebih mudah untuk mendapat bantuan dari kelompok lain dan dapat saling membantu pula sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Saya juga tidak hanya memikirkan urusan kelompok saya saja melainkan saya juga membantu kelompok lain yang kesusahan,  membagikan pengalaman dan ilmu untuk pemimpin kelompok lain mengenai cara mensejahterakan anggotanya. 

Pages: 1 2 »