User blogs

Siapa orang yang suka menunggu ? menunggu ditembak gebetan, menunggu teman, menunggu dosen, menunggu dan menunggu yang lain. sebagian orang pasti bete sama yang namanya menunggu. 95% aku yakin setuju. Menunggu memang membosankan, waktu terbuang, seakan-akan jarum jam ga mau berputar. Tapi kalau waktu menunggu itu, kita isi dengan hal-hal yang positif, pasti ga bakal boring kan ? bisa kalian isi dengan berdiskusi dengan teman, pergi ke perpustakaan, atau sekedar baca baca paper dan lainnya. Jadi waktu menunggu kalian tidak terbuang sia-sia. Daripada hanya wira wiri ngobrol yang ga jelas, mending produktif dan efisiensi waktu :)
Maflahah Feb 13 '14 · Comments: 6 · Tags: fitri damayanti, afif muchlisin, samudera raya

BUMI-nya Tere Liye

BUMI adalah judul novel, sedangkan Tere Liye adalah nama penulis.

BUMI adalah novel fisik, fantasi lagi. Untuk aku yang tidak terlalu suka genre fantasi, apa menariknya?

Ini dia menariknya : Novel ini adalah novel fantasi yang paling rasional.

Malah, dapat menanamkan penjelasan jika ada kehidupan alam lain (alam gaib, alamnya setan dan jin) di Bumi ini. Semua dapat menjalani hidup lancar, tidak saling bertabrakan, bahkan bebrapa ada yang tidak percaya, tapi beberapa jutru bizsa membuka sekat diantara keduanya.

Tidak. Tidak, novel ini tidak membicarakan hantu. Lebih fantastis dari itu malah. Tentang BUMI yang ditinggali 4 lapis kehidupan.
Fitri Damayanti Feb 13 '14 · Comments: 3 · Tags: book
JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN
Oleh: Dea Putri Krisanti

Menjadi pemimpin mungkin merupakan mimpi mayoritas orang di dunia ini. Mungkin ini terjadi karena banyak diantara mereka yang hanya melihat sisi kenikmatan hidup yang dirasakan oleh para pemimpin tanpa mengetahui perjuangan mereka dalam menggapai gelar “Pemimpin” tersebut. Bahkan banyak diantara orang orang yang tidak menyadari tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh para pemimpin. Sebagian orang hanya berpikir bahwa menjadi pemimpin itu sangat menyenangkan karena semua pemimpin pasti memiliki banyak uang, hidupnya tenteram dan damai, hanya tinggal menyuruh ini itu kepada bawahan maka semua urusan akan beres.

Bagi saya, menjadi pemimpin tidak seremeh itu. Bagi saya, jika seseorang ingin menjadi seorang pemimpin maka ia harus dapat menjadi panutan bagi masyarakat. Hal ini saya utarakan karena banyak pemimpin jaman sekarang yang menjadi bahan perbincangan di masyarakat karena hal buruk yang telah ia perbuat kepada kelompok tertentu. Bahkan banyak diantara pemimpin bangsa jaman sekarang yang namanya di jadikan bahan membuat lelucon di kalangan masyarakat sekitar.

Dari fakta diatas, bukannya saya tidak ingin menjadi pemimpin. Saya merupakan salah satu dari mayoritas orang didunia yang sangat mendambakan menjadi pemimpin. Saya ingin menjadi pemimpin yang baik, jujur, peduli sekitar, dan disegani oleh masyarakat. Untuk menjadi pemimpin seperti yang saya terangkan diatas, tentulah tidak akan mudah. Maka dari itu, jika saya menjadi pemimpin, saya ingin memulainya dari hal hal kecil dahulu. Saya tidak ingin langsung menjadi pemimpin besar seperti langsung menjadi presiden. Tentulah saya tidak akan sanggup karena menjadi seorang pemimpin besar memerlukan tanggung jawab yang besar pula. Mungkin saya bias memulainya menjadi pemimpin suatu komunitas kecil.

Jika saya menjadi pemimpin saya tidak ingin menjadi sosok yang otoriter dan terkesan menjadi diktator. Saya juga ingin mendengar ide ide brilian yang dimiliki oleh para anggota dan belum sempat disampaikan karena saya yakin setiap orang memiliki gagasan yang berbeda dan akan menimbulkan cekcok antar anggota jika tidak diselesaikan. Atau bahkan aka nada anggota yang merasa tidak setujudengan keputusan yang saya buat namun tidak berani menyampaikan sehingga akan berdampak buruk pada pelaksanaannya nanti. Oleh karena itu, saya akan mendiskusikan segala sesuatu dengan anggota kelompok yang lain sehingga dapat menghasilkan kesepakatan yang dapat dilaksanakan dengan tulus hati oleh semua anggota yang terlibat.

Jika saya menjadi pemimpin saya akan mengutamakan kesejahteraan anggota kelompok yang saya pimpin tanpa merugikan pihak lain, karena sebuah kelompok tentulah memerlukan kerjasama dengan pihak lain untuk mengembangkan kelompok tersebut. Saya juga akan berusaha untuk membantu pihak lain sebisa mungkin sebagai bentuk penghormatan kelompok saya kepada pihak yang bersangkutan.

Jika saya menjadi pemimpin, saya ingin menjadi seperti Bapak Basuki Tjahaja Purnama. Beliau merupakan salah satu pemimpi yang menurut saya pantang menyerah dalam menegakkan keadilan. Beliau bahkan tidak berhenti membela kebenaran meskipun banyak orang yang mencoba menjatuhkannya. Beliau tidak peduli dengan kata kata buruk orang tentang beliau dan tetap menjalankan tugasnya sebagai bupati yang baik.

Beliau juga dikenal sebagai pemimpin yang tidak suka mengobral janji melainkan sesalu memberikan bukti nyata terhadap setiap program yang beliau canangkan untuk perubahan jakarta yang lebih baik. Hal tersebut dapat kita lihat dari banyaknya program program yang telah dijalankan oleh Bapak Basuki Tjahaja Purnama. Salah satunya adalah program pembersihan bantaran sungai untuk mengurangi potensi banjir di daerah sekitarnya. Tidak hanya itu, beliau juga memikirkan nasib para warga yang sebelumnya tinggal di daerah pembersihan bantaran sungai tersebut maka beliau membuatkan rumah susun yang layak huni bagi mereka. Hal ini tentulah menguntungkan bagi semua pihak di Jakarta karena beliau telah berhasil menjadikan Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Juga menjadikan warga jakarta memiliki lingkungan yang sehat dan layak huni.

Pemaparan diatas merupakan salah satu dari sekian banyak aksi nyata yang telah dilakukan oleh salah satu pemimpin hebat tanah air. Saya berharap jika saya menjadi pemimpin kelak, saya akan bisa melakukan banyak hal hebat yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar tanpa ada yang harus dirugikan.
Dea Putri Krisanti Aug 1 · Comments: 3

Jika semua orang mencari hal yang sama, sedangkan yang dicari jumlahnya terbatas, maka orang bodohpun tahu pasti akan terjadi KELANGKAAN.

Semua orang mencari nilai bagus, hingga kadang lupa dengan hakikat ilmunya. Stress lah kalau hanya mencari nilai bagus, semua orang mau, semua pelajar butuh. Akan langka dan susah mendapatkannya.

Tapi, coba dengar nasehat lama: cintai ilmunya, nikmati prosesnya, niscaya nilainya akan gemerlap sendiri.

Berhentilan mencari yang orang lain juga cari.
Fitri Damayanti Feb 17 '14 · Comments: 2 · Tags: opini

"NEGARA KRISIS NEGARAWAN"



Salam ku ucapkan kepada engkau, wahai Indonesia. 

Surat yang kutulis sebagai pengingat untuk diriku, dirimu dan setiap orang yang membaca. 


Surat yang kutulis dengan berbagai rasa di dalam jiwa, rasa syukur yang selalu kulantunkan, rasa bangga yang selalu rasakan, rasa marah beserta tekad yang selalu menggelora untuk merubah dirimu dan diriku menjadi lebih baik, serta rasa malu terhadap para pejuang dulu, sekarang dan esok yang ikhlas dalam hidupnya untuk memperjuangkan dan menjadikan dirimu Indonesia, semakin baik.


Usia engkau dengan diriku terpaut sangat jauh ,dan jauh pula aku mengenal engkau.  Tak banyak ku kenal sosokmu itu. Namun, dari sedikitnya aku mengenal dirimu, disitulah aku banyak bangga dan cinta kepadamu. Hingga bangga dan cinta ku kepada engkau, seakan tak rela jika  engkau  dikelilingi oleh manusia-manusia yang ingin merusakmu, ingin memanfaatkan dirimu serta membrangus apa yang engkau miliki saat ini. 


Engkau adalah sebagai sebuah negeri yang besar, namun engkau sekarang sedang darurat, darurat seorang negarawan. Sangat sedikit negarawan yang kujumpai disekeliling engkau, yaitu di antara para manusia  yang  menjadi mengemban amanah dari kami.  Banyak diantara orang disekelilingmu  yang hanya ingin mendapat kekuasaan dan kekayaan yang engkau miliki. 


Tak banyak diantara mereka yang ikhlas berjuang demi kebaikan engkau. Mereka mengelabui engkau, diriku dan orang-orang yang memberikan amanahnya untuk menjaga engkau. Dengan menjual harga diri mereka untuk mengelabui kita, dengan memberikan janji dan tingkah laku sampah mereka yang dikemas oleh media menjadi sebuah parcel murahan dihadapan kita. Tingkah mereka yang sangat jauh jika mereka disebut negarawan, mereka itu adalah sampah negara. Tak banyak yang bisa kuharapkan dari mereka. 


Namun apakah engkau benar-benar krisis sosok negarawan?? Ah...Mungkin tidak, saya melihat diri engkau masih mempunyai banyak seorang sosok yang bisa menjadi negarawan. Sosok-sosok itu banyak bermunculan di sudut-sudut kota, di desa-desa serta dipelosok-pelosok negeri ini. Ya, mereka ini yang pantas mendapat predikat negarawan, mereka yang berjuang ikhlas dalam memperbaiki dan menjaga engkau. Mereka ini tak ingin imbalan apapun dari engkau dan tak ingin diri mereka juga diliput oleh media sampah yang rakus akan kekuasaan. Mereka ini melakukannya karena wujud cinta dan bangganya kepada engkau serta ingin melihat engkau tumbuh besar dengan segala yang engkau miliki.


Sosok-sosok yang sudah tidak lagi hanya memikirkan kehidupannya sendiri, jiwa mereka tidak lagi mempunyai nafsu untuk merampok engkau, mereka tidak lagi ingin pujian dari engkau. Namun mereka ini benar-benar mengabdikan dirinya dan hidupnya untuk engkau. Aku merasa, aku melihat, dari tangan-tangan merekalah engkau wahai Indonesia, berubah perlahan-lahan menjadi negeri yang tumbuh dan berkembang baik dengan potensi yang engkau miliki. Perubahan-perubahan besar yang terjadi banyak berasal dari mereka-mereka ini. 


Mereka ini lah yang sebenar-benarnya pemimpin dan negarawan. Sebagai pemimpin yang menjaga perbagian dari tubuh engkau agar tetap utuh, sebagai pemimpin yang mempunyai gagasan-gagasan original dari hati dan akal mereka untuk kebaikan kecil yang mereka torehkan di sebagian kecil saja dari tubuh engkau yang besar itu. 


Dalam hatiku ku ini, terbesit rasa ingin bergabung bersama mereka, ingin menjaga dan merubah engkau menjadi lebih baik kedepan bersama mereka-mereka ini. Aku ingin menjadi bagian dari mereka, dan sampai saat ini itulah yang aku inginkan. Keinginanku untuk ikut andil dalam berkontribusi dan memberikan hadiah yang terbaik dariku untuk engkau. Dengan cara-cara itulah aku memulai, memang tak banyak yang bisa kulakukan untuk engkau, selain tetap berkontribusi di masyarakat, ikut membangun masyarakat dengan tenaga dan akalku yang serba terbatas dan egoku yang besar ini.


Selamat kepada engkau telah menginjak 72 tahun, dalam usiamu yang sekarang ini engkau masih sempat memberikan kepadaku hadiah tahun ini. Hadiah yang tak sembarangan orang engkau berikan, engkau memberikanku sebuah salah satu kampus terbaik yang engkau miliki. Mungkin, ini adalah cara engkau untuk tetap mengobarkan semangatku untuk menjaga dan memperbaiki dirimu. Semoga dengan berada di kampus  ini, aku bisa lebih banyak mengenal dirimu, bisa lebih bangga dan cinta terhadap engkau. Serta bisa menjadi jalan bagiku untuk ikut andil bersama orang-orang yang peduli dengan engkau.


Semoga, semoga Allah memberikan kesempatan itu kepada kita, serta menjadikan negeri Indonesia ini menjadi negeri yang berkah.




Klaten, 8 Agustus 2017

    Chory Fridayanti


Jika Aku Menjadi Pemimpin

 

            Pemimpin, dalam benak kita selalu terpikir bahwa pemimpin adalah orang yang berkuasa, di atas segalanya, dan yang memegang seluruh keputusan. Tetapi arti pemimpin tidaklah sesimpel itu. Itu semua hanyalah arti pemimpin yang otoriter. Lalu apakah arti pemimpin itu sendiri?

            Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai suatu tujuan. Robert Tanembaum juga mengemukakan bahwa pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. Pendapat para ahli tentu akan berbeda-beda tetapi mengarah pada suatu hal yang sama. Jika memang demikian, apakah pengertian pemimpin menurut saya? Meskipun saya bukanlah para ahli, tetapi menurut saya pemimpin adalah seseorang yang berani berjalan didepan semuanya (seperti kata Nar*to). Maksudnya adalah orang yang diberi kepercayaan dan tanggungjawab oleh para anggotanya untuk mengarahkan dan mengorganisir demi tercapainya suatu tujuan. Menjadi pemimpin artinya memikul tanggung jawab besar dari seluruh anggotanya. Jadi memimpin bukanlah perkara yang mudah, tidak semudah kita bersantai sambil menyuruh-nyuruh bawahan kita seenaknya. Karena seperti yang telah saya katakana sebelumnya, pemimpin mempunyai tanggung jawab yang besar.

            Jika seandainya saya menjadi pemimpin, saya akan berusaha memiliki kriteria-kriteria seorang pemimpin yang baik. Yang jadi pertanyaan apa sajakah kriteria tersebut?

1.      1. Mau mendengarkan masukan dari rakyatnya

Pemimpin yang bijaksana tentunya akan memberi kebebasan berpendapat kepada rakyatnya. Tetapi nantinya juga harus dipilah mana yang sekiranya mempunyai dampak yang baik dan sesuai yang diharapkan

2.     2. Bersikap adil dan bijaksana

Memang sudah seharusnya sikap adil diberlakukan pada siapapun karena pada hakikatnya semua manusia itu sama derajatnya di mata Allah. Apalagi bagi seorang pemimpin, seorang pemimpin akan dicintai rakyatnya jika ia bersikap adil dan bijaksana

3.      3. Berwawasan luas

Yang satu ini juga merupakan hal yang wajib bagi pemimpin. Apa jadinya jika pemimpin kita memiliki pemikiran yang sempit? Malah akan menyusahkan rakyatnya saja.

4.      4. Dapat membawa kemakmuran

Hal inilah yang diinginkan oleh semua orang. Tetapi nyatanya hal itu tidaklah mudah. Pemimpin harus bijak dalam mengambil keputusan, karena itulah yang akan menentukan keberhasilan suatu tujuan.

            Lalu bagaimana jika saya menjadi pemimpin di negeri ini suatu saat nanti? Jika saya menjadi pemimpin negeri ini, hal yang pertama saya lakukan adalah mengatasi masalah dalam negeri terlebih dahulu seperti memperbaiki moral masyarakat. Korupsi merajalela, maraknya penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang merupakan masalah yang timbul dari rendahnya moral masyarakat. Hal ini menjadi semacam penyakit yang sangat susah untuk disembuhkan. Bagaimana cara saya mengatasinya? Menurut saya, sesuatu seperti ini dapat diungkapkan dalam kalimat “bunuh pemikirannya, bukan orangnya”. Meskipun kita menghukum dengan tegas seperti menghukum mati para pengedar narkoba, akan tetap ada tunas-tunas baru yang akan meneruskannya. Hal yang bisa dilakukan sampai saat ini adalah menyadarkan masyarakat tentang bahayanya korupsi dan narkoba. Apa sih keuntungan kita mengonsumsi narkoba? Nggak ada sama sekali bray, yang ada hanyalah hukum dan kematian yang menunggumu. Lalu korupsi, masalah ini sama halnya dengan narkoba, susah dimusnahkan karena akan selalu ada tunas-tunas koruptor yang baru. Memberantas korupsi adalah hal yang wajib bagi pemimpin bangsa ini. Korupsilah yang selama ini menghambat pertumbuhan dan perkembangan bangsa ini sehingga kita semakin jauh dari apa yang namanya negara maju.

            Masalah luar juga dapat mempengaruhi kehidupan bangsa kita seperti menyebabkan ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap negara maju. Sebagai pemimpin yang bijak untuk menyelesaikan masalah ini saya akan mengurangi atau bahkan membatasi impor barang ataupun bahan pangan dari negara lain dengan cara lebih memaksimalkan hasil sumber daya negara kita sendiri.

            Mungkin itu yang dapat saya sampaikan mengingat saya bukan atau belum menjadi pemimpin dan merasakan bagaimana rasanya dan bagaimana susahnya menjadi pemimpin, saya tahu bahwa banyak sekali kekurangan dari diri pribadi saya. Oleh karena itu saya meminta maaf sebesar-besarnya jika ada kata atau kalimat yang tidak berkenan atau bahkan tidak pantas. Tetapi inilah yang akan saya lakukan “Jika Saya Menjadi Pemimpin”. Dari saya, Ahza Arzanul Haq untuk negeriku tercinta.

Ahza Arzanul Haq Aug 3 · Rate: 5 · Comments: 2 · Tags: #fisiptangguh, #pkkmbfisip2017

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN


KARYA : BAGASKARA DWI WAHYU JATI

 

Pemimpin, sebuah kata yang tidak asing di telinga masyarakat awam. Seseorang yang berada di garis depan untuk mengatur kelompoknya agar mencapai tujuan yang diinginkan. Di zaman aristokrasi, hanya individu-individu terbaiklah yang dapat menjadi pemimpin (pengertian individu terbaik zaman itu adalah para bangsawan beserta keturunannya). Tetapi masih relevankah paham tersebut di zaman sekarang ? Mayoritas orang pasti menjawab tidak, karena paham aristokrasi dirasa tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Lantas jika bukan individu terbaik, kriteria seperti apakah yang pantas untuk menjadi pemimpin ? Pada zaman modern seperti sekarang ini, spesialisasi terhadap pekerjaan begitu diperhitungkan. Istilah “individu terbaik” bisa sangat subyektif, sebab orang yang ahli di suatu bidang belum tentu ahli di bidang lainnya. Maka dari itu, bidang apa sajakah yang harus dimiliki oleh pemimpin ? Bidang dasar yang harus dimiliki oleh calon pemimpin adalah pengorganisasian, orang yang menjadi pemimpin seharusnya mempunyai keahlian mengorganisir dan mengatur anggotanya dengan baik. Pemimpin diharapkan mempunyai kecerdasan interpersonal, kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan, umumnya orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal dapat memimpin suatu kelompok.

Arti pemimpin dan bos. Sebenarnya kedua kata ini mempunyai definisi yang hampir sama, yaitu orang yang berada di puncak struktur organisasi. Meskipun begitu, kata bos mempunyai konotasi yang cenderung negatif. Bos sering dikaitkan dengan sikap otoriter, penindas, dan hanya mementingkan hasil semata. Pemimpin yang baik sebaiknya menghindari sifat-sifat tersebut. Sifat bossy akan menekan anggota kelompok yang mengakibatkan hilangnya rasa hormat dan simpatik. Untuk mencapai sebuah tujuan dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemimpin dengan anggota kelompok. Membangun kepercayaan anggota kelompok merupakan cara jitu untuk mendapatkan rasa hormat yang bakal berpengaruh terhadap terwujudnya tujuan yang dibuat.

Jika aku menjadi pemimpin seperti apakah hidupku kelak ? Menjadi pemimpin bukanlah seperti bos yang dapat memerintah orang lain dengan sesuka hati. Seorang pemimpin adalah orang yang peduli dengan nasib para anggotanya. Pemimpin adalah lentera dalam kegelapan, harapan dalam keputusasaan. Dengan datangnya kekuatan besar maka munculah tanggung jawab yang besar pula. Pemimpin harus siap mengorbankan semuanya termasuk kebahagiaannya sekalipun. Pemimpin bukanlah penyair yang pandai berbicara manis, hendaknya segala bentuk perkataan seperti pernyataan dan janji – janji haruslah ditepati dan dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya

Jika aku menjadi pemimpin apa sajakah yang harus dipersiapkan ? Pemimpin bukanlah orang yang bermental lemah, sebab jika terjadi masalah dalam diri sebuah kelompok, orang yang dikritik pertama kali adalah pemimpinnya. Pemimpin yang bagus pastinya memiliki moral yang bagus pula. Moralitas yang baik akan mengangkat derajat kelompoknya. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin merupakan cerminan dari sebuah kelompok yang diaturnya. Mental dan moral seorang pemimpin dapat digambarkan juga lewat bagaimana cara pemimpin dalam menyikapi kritik atau saran yang diberikan kepadanya. Jika aku menjadi pemimpin, aku harus mempunyai keyakinan yang kuat terhadap kelompok yang aku pimpin. Memberi anggota kelompok kebebasan untuk berpendapat ialah salah satu cara untuk menjaga kepercayaan antara pemimpin dengan anggota kelompok yang lain.

Jika aku menjadi pemimpin, hal – hal apa sajakah yang harus aku hindari ? Ada masalah – masalah umum yang membuat pemimpin kehilangan kehormatannya, seperti : pemaksaan kehendak, sikap anti kritik, perilaku sewenang – wenang, ketidaksesuan antara ucapan dan perilaku, dan seterusnya. Tetapi ada satu masalah serius yang benar – benar seorang pemimpin harus hindari, yaitu hilangnya rasa kepercayaan terhadap pemimpin. Jika pemimpin kehilangan rasa percaya dari para anggotanya, otomatis cepat atau lambat sebuah kelompok akan hancur dengan sendirinya.

Sebagai penutup dalam essay yang telah saya buat, saya akan mengutarakan pendapat saya terhadap isi essay saya. Saya hanya menulis hal – hal umum yang harus ada dalam sebuah kepemimpinan. Saya tidak menulis hal spesifik seperti : “jika aku menjadi pemimpin, negara ini akan bebas korupsi. Jika saya menjadi pemimpin, rakyat akan sejahtera. Jika aku menjadi pemimpin, negara ini akan bebas atas segala masalah utang – piutang.” Atau hal – hal spesifik lainnya. Saya hanya mencoba untuk realistis –tidak bermaksud untuk bersifat pesimis– dalam menyikapi isu – isu yang beredar. Menurut pendapat saya, slogan – slogan patriotisme hanyalah ucapan belaka tanpa diimbangi dengan perilaku dan kerja nyata. Para pemimpin sekarang kebanyakan menomorduakan kepentingan bersama dan lebih mengutamakan ego dan hasrat pribadinya. Indonesia adalah milik bersama dan untuk memajukannya, hendaknya semua elemen – elemen dalam masyarakat memiliki kesadaran dan saling bahu – membahu untuk menjaga kebhinekaan serta membuat Indonesia menjadi lebih bermartabat di mata dunia internasional.

Satukan aksi menginspirasi. 

Bagaskara Dwi Wahyu Jati Jul 30 · Rate: 5 · Comments: 2 · Tags: #fisiptangguh #pkkmbfisip2017

Perkenalkan Teman Awak

( Pungky Suryo D / D3 Public Relation )

Perkenalkan teman saya Arya Gunottama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Ia dari D3 Advertising, ia adalah orang yang asiqu dan juga seru. Saat pertama kali bertemu dengannya kita langsung gojekan tanpa basa basi. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan makhluk sperti ini, syukur saya ucapkan padamu ya Allah. Semoga menggila selamanya. Salam konco E&

MEMPERKENALKAN TEMAN BARU

( Fima Muhammad Berlian – Hubungan Masyarakat )


 

 

Namanya Bima Andrea, dia adalah maba UNS 2017 dengan prodi periklanan. Setahu saya dia tinggal disebuah kabupaten Karanganyar (kota). Pertama bertemu dengan beliau yaitu pada waktu acara perkumpulan kelompok pertama disebuah taman atau hutan fisip yang berada disebelah barat gedung fisip. Menurutku bima itu seorang yang baik dan diajak ngobrol sangat enak.inilah seorang yang patut diacungii jempol walaupun baru kenal tapi sudah begitu sangat akrab dan selalu menarik dalam berkomunikasi.

sekian ~

FIMA MUHAMMAD BERLIAN Aug 9 · Comments: 2 · Tags: #fisiptangguh
Kepada yang terhormat, 

Bapak dan Ibu Negara

yang bijaksana


           Menjadi warga negara Indonesia selama kurang lebih 17 tahun terakhir ini merupakan kebanggan tersendiri bagi saya. Indonesia di mata saya adalah bangsa dan negara yang kaya akan budaya dan juga sumber daya yang ada di dalamnya, tanahnya yang subur yang membuat negara ini kaya, gemah ripah loh jinawi. Masyarakatnya berakhlak mulia dan jujur apa adanya tanpa ada yang berpura-pura. Sehingga masyarakatnya dapat hidup dengan aman, nyaman, tenteram, dan juga bahagia. 

           Negara kita Indonesia akan segera mencapai usianya yang ke-71 pada tanggal 17 Agustus 2016 esok. Melalui surat ini saya menyampaikan aspirasi saya mengenai Indonesiaku selama setahun ini, mengenai keluhan yang terdengar, melalui apa yang saya rasakan, dan apa yang menjadi cita-cita dan harapan dari setiap hati kami, segenap rakyat Indonesia yang merindukan hidup dengan merdeka, tenang, dan bahagia.

           Negaraku Indonesia, pada awal kemerdekaannya negara kita sebenarnya belum benar-benar merdeka. Tangan Jepang dan Belanda secara langsung dan tidak langsung turut menyetir jalannya pemerintahan kita, mungkin secara berangsur-angsur kemerdekaan Indonesia akan pulih, dan kita dapat merasakan “kemerdekaan” yang sesungguhnya. Namun, sudahkah hingga kini kita mencapai, meraih, dan merasakan kemerdekaan tersebut? Menurut saya belum. Entah sampai kapan negara kita berdiri di balik predikat “merdeka” yang sebenarnya hanya merupakan “predikat” saja.

           Dapat kita rasakan, Indonesia kini semakin berada dalam berbagai macam krisis. Krisis ekonomi, krisis pemerintahan, krisis akhlak mulia. Ada apa dengan Indonesia? Sebenarnya semua ini salah siapa? Tidak sedikit kita ketahui, para pejabat yang pada mulanya dipandang berkinerja baik, hingga kini diangkat dan dipercayai rakyat untuk memegang kedudukan tinggi kini tidak sedikit dari mereka mulai merangkak dan menjelma menjadi tikus putih dalam pemerintahan, seakan tidak sadar dan tidak melihat bahwa kini yang melarat menjadi semakin melarat akan ulahnya.

          Tidak hanya ulah tikus putih yang merangkak dalam pemerintahan, para bandar ekstasi dan sekawanannya pun semakin bergerilya menebarkan kristal-kristal perusak moral di seluruh wilayah Indonesia. Bukan hanya mereka yang dari dalam negeri, bahkan mereka yang bukan warga Indonesia pun menjadikan tanah kita ini sebagai lapak mereka berdagang barang-barang haram tersebut. Dengan bodohnya warga Indonesia bukan menolak akan adanya barang-barang tersebut, mereka justru mengkonsumsinya. Salah siapa semua ini? 

           Bukan saja tikus putih dan ulah para bandar, tidak peduli orang kaya atau orang miskin, kini semuanya bisa bertindak kriminal. Terorisme, separatisme antar umat beragama, hingga percabulan dan pembunuhan kini menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sudah hamper ratusan kasus pencabulan yang dilaporkan yang berujung dengan pembunuhan.

           Ada apa dengan Indonesia? Ada apa dengan moral dan akhlak para anak bangsa? Kepada bapak dan ibu negara, sebenarnya apa yang salah dengan negara ini, Pak? Apa semua perbuatan kriminal ini berawal dari naluri manusia kami yang memang kriminal? Apakah ini terjadi karena adanya tekanan dan keterbatasan yang bersumber dari luar diri kami?

            Doa saya untuk negara ini, semoga pemerintah bersedia menengok ke bawah dan memberikan keputusan dan tindakan yang terbaik serta bijaksana. Karena kami tahu, bapak dan ibu sekalian dapat menduduki kursi yang anda miliki karena anda telah bersumpah, bahwa kesejahteraan kami adalah yang menjadi tujuan bapak dan ibu sekalian dari langkah pertama bapak dan ibu sekalian memasuki dunia perpolitikan dan pemerintahan. Dengarkanlah isi hati kami.

          Dan untuk saat ini, saya sebagai mahasiswa sosial dan politik akan berusaha memahami keadaan sosial di sekitar saya, mendengarkan keluh dan kesah mereka, saya rindu menjadi alat mereka untuk menyalurkan aspirasi kepada pemerintah. Di sisi lain sebagai mahasiswa sosial politik yang baik saya akan mendalami jauh lebih kedalam mengenai perpolitikan yang sehat dan jujur tanpa kepura-puraan supaya suatu saat nanti saya dapat menjadi politikus yang jujur dan mengerti isi hati rakyat dan dapat menyenangkan hati rakyat. 


Dengan hormat,

Rakyatmu yang rindu merdeka

Enjang Permai S. Aug 9 '16 · Comments: 1
Pages: 1 2 »