User blogs

Tag search results for: "pkkmbfisip2017"

(Talia Oktaviany - D3 Perpustakaan)


Garda yaitu singkatan dari gabungan perdana yang diadakan oleh fakultas ilmu sosial dan politik pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017 yang berlokasi di Solo Technopark pukul delapan tepat. Acara tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar kita (para peserta) dapat saling mengenal dengan teman – teman sesama fakultas kita dan juga menambah rasa kerja sama yang tinggi. Sehingga ada rasa persatuan yang kuat. Meskipun panas terik matahari sangat panas hari itu dan rasa lelah yang menjalar kami tetap menjalankan acara tersebut dengan baik, ihklas, dan senang.

(Talia Oktaviany - D3  Perpustakaan)



Namanya Nindy Fitasari, lahir di Kediri tanggal 20 September 1999. Ia diterima di UNS dengan jurusan D3  MA (Manajemen Administrasi). Kita pertama kali bertemu ketika akan daftar ulang untuk pertama kalinya. Kami duduk bersebelahan saat itu namun kami hanya berbincang ala kadarnya. Setelah sekian lama tidak saling kontak ternyata dia juga tinggal(kost) di daerah yang sama di tempat saya tinggal (kost) yaitu di daerah jalan surya.Namanya Nindy Fitasari, lahir di Kediri tanggal 20 September 1999. Ia diterima di UNS dengan jurusan D3  MA (Manajemen Administrasi). Kita pertama kali bertemu ketika akan daftar ulang untuk pertama kalinya. Kami duduk bersebelahan saat itu namun kami hanya berbincang ala kadarnya. Setelah sekian lama tidak saling kontak ternyata dia juga tinggal(kost) di daerah yang sama di tempat saya tinggal (kost) yaitu di daerah jalan surya.

Surat untuk Indonesia

Dear my beloved Indonesia, Ibuku…

Ah Indonesia…

Aku belum pernah sekalipun mengalihkan kaki dan pandangku dari keagunganmu. Ibu, aku memang telah melihat secara tidak langsung negeri di luar sana, baik jiran maupun yang nun di benua asing. Aku telah pula mafhum dan bahkan tersihir akan ribuan kisah hebat dari negeri yang asing. Mataku telah terpikat oleh bentangan indahnya produk hebat masa klasik Eropa. Aku terkesiap dengan uniknya geliat benua hitam, digdayanya Negeri Paman Sam dan agungnya tempat sakura, ginseng, dan panda bersemayam. Belum lagi kisah kuno di negeri padang pasir yang tak cukup dituturkan selama 1001 malam nan menakjubkan, serta kayanya Asia dan negeri Latin yang membuat siapapun terpaku dan tidak dapat menahan godaan untuk mengunjunginya.

Tapi entah, aku tetap tidak sekalipun dapat mengalihkan tubuhku dari hangatnya rengkuhanmu. Rengkuhan Ibu Pertiwi dengan berjuta kasih.

Tapi aku mulai gamang Bu, banyak hal mengguncang Ibu tempo hari. Aku tidak tahu bagaimana ibu tetap berusaha tegar walau menangis darah dan tersayat sembilu. Ibu tetap menggeliat dan tersenyum membusungkan dada di hadapan negeri lain. Aku tahu negeriku ini sedang tertatih dalam pembaharuan dan perbaikan birokrasi serta ekonomi. Kukira itu hanya akan berjalan susah. Tapi ternyata berjalan rumit. Di tengah birokrasi yang masih berliku, anak-anakmu sedang berjuang menegakkan kakimu di pasar dunia. Dan sayannya diperumit dengan beban konflik antar golongan, antar kepentingan, dan konflik sosiologis.

Aku bingung, Indonesia sering dikata memiliki penduduk paling ramah terhadap sesama. Indonesia sering menempati daftar negara dengan hospitality tertinggi. Tapi kenapa bekal sosiologis kita tempo hari runyam? Bekal sosiologis adiluhung yang susah payah dibangun dan kemudian diwariskan oleh leluhur kita, entah kenapa dapat dengan mudahnya dijadikan pedang yang balik menyerang masyarakat luas. Aku sampai sekarang masih sedikit bingung untuk menakar dinamika Indonesia akhir-akhir ini dengan objektif.

Ibu, bila ingin mengulas keprihatinan di negerimu ini, takkan habis rasanya. Pedih juga rasanya menghadapi kemungkinan-kemungkinan pesimistik yang bisa kita hadapi di kemudian hari.

Masih ada pemegang kendali politik yang lupa dan pura-pura lupa akan amanah rakyat yang ada di pundaknya. Entah Ibu, mereka yang notabene anakmu itu seperti lupa akan keluhuran bangsa, dan martabat titel yang disandangnya. Tidak politisi, tidak wakil rakyat, tidak pula mereka yang bertengger memegang tampuk kepemimpinan pusat dan daerah. Kekuatan luar biasa apa yang telah mengabu-abukan pandangan mereka? Banyak yang bahkan ingin menyembunyikan kenyataan bahwa mereka memanfaatkan cara-cara mungkar yang ingkar dari agama, namun mengatasnamakan agama untuk menciptakan jalur politik bebas hambatan bagi mereka dan anteknya. Sungguh tak habis pikir aku merenungkannya, mengatasnamakan agama untuk melanggar agama? Apakah itu betul masih tindakan seorang manusia? Atau memang ada evolusi baru di Bumi ini yang menciptakan makhluk lain dari domain Homo Sapiens, namun bermartabat lebih rendah daripada hewan?

Aku belum lupa bagaimana seluruh keluargaku menceritakan dengan gempita kegempitaan Indonesia dalam menyambut milenium baru tepat saat aku lahir (yang kebetulan di tahun terakhir milenium satu). Mereka kata masa depan akan datang, kemajuan menunggu, modernisasi akan memajukan negara. Tapi 17 tahun setelah euforia itu? Kenapa justru kemunduran perlahan yang dihadapi? Pun kami generasi milenialmu ini Ibu, saat ini kami terpecah belah dan terheran-heran akan tingkah polah penatua kami di negerimu ini. Masih banyak tugas yang ditinggalkan untuk kami ini bahkan dari awal kemerdekaan.

Tapi Ibuku, aku juga tidak menutup mata bahwa perjuangan penuh peluh dari anak-anakmu banyak yang membuahkan hasil mencengangkan pula. Mulai dari sesuatu yang nampak sederhana seperti munculnya bus dengan eksterior Wonderful Indonesia di London, sampai membaiknya neraca keuangan negara. Ibu, aku baru saja tamat dari jurusan ilmu sosial, dan aku girang tak kepalang mendengar putrimu Sri Mulyani mengumumkan bahwa pemerintah akan mulai meneruskan wacana redenominasi. Karena sejauh ilmu ekonomi yang kupelajari mengatakan, redenominasi hanya dapat dilakukan dalam keadaan ekonomi negara yang stabil dan baik. Secara tidak langsung beliau menyiratkan bangkitnya perekonomian negeri ini. Mungkin memang ini saatnya kami menciptakan titik balik dari tragedi ekonomi 1998, alih-alih menunggunya.

Indonesiaku, engkau nampaknya mempunyai secercah harapan melalui karya konsisten putera dan puterimu yang masih tersadar akan jalan bangsa yang masih teramat panjang.

Aku sendiri berusaha untuk menjadi salah satu dari mereka yang masih “waras“. Ibu, aku baru saja memilih satu jalan lagi untuk meneruskan hidupku sebagai seutuhnya manusia dan sebagai anakmu, dengan menjadi mahasiswa hubungan internasional di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik. Aku yakin, dengan ilmu yang akan kutekuni esok, dapat menggantikan dan mengisi sel-sel mati dalam pemajuan negeri ini. Aku yakin dengan diriku yang akan menjadi representasi bangsa, dapat memuluskan jalan bagi negeri ini dalam merengkuh dan membangun sentimen positif dari seantero bumi (baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat negeri lain) terhadap negerimu ini.

Aku berharap Indonesiaku dapat membaik dalam segala bidang. Sehingga semua menjadi seperti sedia kala, hanya jauh lebih baik.

Kawan Fisipku, aku teringat lirik yang dinyanyikan Tantri (Kotak) dalam advertorial Beasiswa Bulutangkis Djarum, “Kita adalah sayap-sayap sang Garuda”. Kita yang menentukan kemana sang Garuda terbang, dan seberapa gagah sang Garuda bertengger.

Terbanglah Sang Garuda!

 

Tertanda

 

Puteramu

Surat ini dibuat untuk negaraku tercinta, Indonesia

Siapa sih yang tidak mengenal akan Indonesia? Negara kepulauan yang sangat terkenal itu? Terkenal juga akan sumber dayanya yang melimpah dan juga keindahannya yang beragam yang membuat menarik bangsa lain untuk datang ke Indonesia?

Ya, sebentar lagi Indonesia akan berulang tahun dan selama 18 tahun tinggal di Indonesia ini, aku sudah merasakan pahit dan manisnya tinggal di negara ini. Saat ini Indonesia sudah merdeka, tetapi kita tidak tahu bahwa sebenarnya selama ini kita masih saja dijajah oleh negaranya yang lainnya. Seperti kasus Freeport, setiap mendengar ini aku selalu marah kepada Indonesia. Bayangkan, kekayaan akan emas di negara kita, secara sadar kekayaan kita dirampok oleh bangsa lain dan kita hanya menjadi penonyton saja? Mungkin kalian tahu sendiri bahwa Freeport dimiliki oleh Indonesia tetapi bukannya Indonesia sendiri yang mengolah dan memakainya melainkan negara lainlah yang meraup keuntungan. Jika saja Indonesia tidak melepaskan “harta karunnya” kepada negara lain tetapi dengan mengolahnya dengan program yang baik, maka itu lebih menguntuk rakyat dan bangsa Indonesia tersendiri. Seperti kata Soekarno  “Biarkan kekayaan alam kita, hingga insinyur-insinyur Indonesia mampu mengolahnya sendiri.” Dan aku harap untuk Indonesia kedepannya agar negeri kita lebih selektif untuk memilih mana yang kontrak yang harus kita terima. Jangan sampai ada lagi kontrak kontrak asing yang merugikan bangsa kita sendiri.

Korupsi. Kata itu sangat tidak asing di Indonesia, karena sudah seperti mendarah daging, seperti parasit yang menghinggapi orang-orang di Indonesia untuk selalu dan selalu melakukan hal tersebut.  Korupsi ini berhubungan ujga dengan permasalahan hukum di Indonesia. Kita tahu sendiri bahwa hukum di negara kita sudahlah sangat rusak. Jika saja aparat penegak hukum bisa lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada parap oknum mungkin saja presentase oknum untuk melakukan korupsi lagi akan turun. Tapi, apa yang terjadi? Bandingkan saja dengan pencuri ayam dan koruptor di Indonesia ini? Sungguuh tidak adil! Karena apa? Pencuri ayam dikenakan penjara 5 tahun sedangkan koruptor? Hanya 1,5 tahun dan itupun mereka ditempatkan di sel yang fasilitasnya menyamai dengan hotel? Bagaimana mau adil? Bagaimana para koruptor akan jera jika mereka dikenakan sanksi seperti itu? Disaat mereka mencuri uang rakyatnya yang seharusnyadigunakan untuk keperluan fasilitas negara! Dan terlebih lagi yang membuat sedih, para pejabat lah yang melakukan itu semua! Seseorang yang seharusnya mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar, yang ikut andil dalam roda perekonomian negeri ini, seseorang yang seharusnya bisa membuat negara kita lebih makmur dan maju. Tetapi? Merekalah yang merusak negeri ini. Harapanku untuk Indonesia kedepannya, pilihlah orang-orang yang tepat untuk andil dalam menjalankan roda pemerintahan, jangan lagi ada oknum yang seenaknya dapat membeli hukum.

Tetapi disisi lain, banyak juga orang Indonesia yang menebar sikap atau perbuatan positif untuk lebih memajukan bangsa Indonesia kita ini. Contohnya Indonesia memenangkan lomba bulu tangkis dalam Olimpiade Rio pada tahun 2016 lalu. Dan juga sekarang Indonesia lebih mendunia diakrenakan banyaknya youtuber Indonesia yang sangat kreatif dan tidak kalah dengan youtuber-youtuber asing. Dengan itu maka orang-oraang didunia inipun lebih mengetahui akan sisi positif dan kreatif akan orang-orang Indonesia.

Kita seagai mahsiswa/i haurs ikut aktif apalagi kita adalah anak FISIP, anak sosial. Kita harus bisa lebih mengisi dan bisa lebih membuat Indonesia kedepannya menjadi Indonesia yang lebih baik dari sekarang. Yang harus kita lakukan adalah kita harus tetap belajar dan mengembangkan apa yang telah kita punya, apa keampuan yang kita punya yang bisa digunakan dan dikembangkan untuk memajukan negeri kita sendiri.

 

HOW TO SURVIVE IN SOLO

(Oleh : Daffa Rafif Kusuma, Zein Elang D. P, Andhika Satria Pratama)


 

Beliau adalah Bapak Slamet,Seorang yang berumur 55 tahun dari Gunung Kidul, Pak Slamet adalah seorang penjual mainan anak-anak. Harganya tidak terlalu mahal berkisar Rp 5.000,00 – Rp 20.000,00. Beliau tinggal disekitar Keraton  Solo. Beliau membuka dagangannya dari pukul 06.00 sampai pukul 16.00. Pengeluarannya sehari-hari berkisar sekitar Rp50.000,00 sehari atau Rp1.500.000,00 dalam sebulan untuk kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan makan, minum, dan rokok. Menurut beliau, teknologi, sarana dan prasarana sudah cukup memadai, namun kebersihan yang harus lebih diperhatikan. Kebersihan di kota Solo belum bisa dikatakan bagus. Sebagai seorang pedagang, beliau tetap memerdulikan kebersihan lingkungan, terbukti ketika ia berdagang tidak terlihat sampah yang berserakan. Saran beliau untuk pemerintah kota  solo, kebersihan harus lebih ditertibkan lagi dan berkelanjutan seperti contohnya alun-alun yang ada di Purwodadi dan Rembang yang terlihat bersih tidak ada sampah yang berserakan. Ketika kami melakukan wawancara kepada pak slamet, pak slamet tidak lupa menyampaikan beberapa harapan kepada mahasiswa atas bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat, salah satunya adalah ketika mahasiswa dapat menjadi pemimpin dimasa yang akan datang agar selalu mempedulikan kebersihan kota yang dipimpin, karena kebersihan sangatlah penting serta kebershan adalah sebagian dari iman. 

 

 

                                                                                                 Minggu,5 Agustus2017

JIKA AKU MENJADI PEMIMPIN

 

Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya di suatu bidang tertentu. Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, adil, tegas, dan hal baik lainnya yang dapat dijadikan panutan. Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dan juga dapat memimpin orang lain. Setiap orang dapat menjadi pemimpin, karena dengan memimpin diri sendiri pun dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin. Namun tidak semua orang dapat menjadi pemimpin yang pantas untuk dijadikan sebagai panutan. Banyak orang-orang diluar sana yang menjadi pemimpin yang sukses, dan tidak sedikit pula yang gagal. Oleh karena itu tergantung dengan kemampuan, kecakapan, serta kepribadian orang tersebut.

 

Pemimpin dan Bos adalah dua kepribadian yang berbeda. Seorang bos biasanya digambarkan dengan seseorang yang suka mengatur, memerintah, dan melimpahkan semuanya kepada bawahannya. Berbeda dengan seorang pemimpin, pemimpin adalah seseorang yang mengayomi dan membimbing pengikutnya untuk menjadi lebih baik dengan bekerja sama untuk melakukan sesuatu. Karena itu menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara yang mudah.

 

Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan untuk menjadi seorang pemimpin. Karena jujur saja, saya lebih suka untuk dipimpin oleh seseorang. Namun, tidak ada salahnya mencoba untuk menjadi pemimpin. Karena semua orang memiliki hak untuk mencoba dan keluar dari zona amannya.

 

Menjadi seorang pemimpin adalah hal yang cukup sulit dilakukan. Sebelum bisa memimpin orang lain, saya harus dapat memimpin diri saya sendiri. Saya harus dapat mengendalikan diri kita dari sifat egois, malas, individualis, nafsu dan sifat buruk lainnya yang dapat merugikan diri saya sendiri dan orang lain nantinya. Setelahnya berusaha menanamkan visi misi yang jelas yang saya buat sendiri untuk menjadi kunci kepribadian saya. Dan berpegang teguh terhadap visi misi tersebut.

 

Untuk menjadi seorang pemimpin saya harus bisa memiliki kemampuan untuk memperkuat hubungan internal dengan tetap menjaga dan menjalin hubungan dengan anggota maupun pihak luar. Saya harus bisa terbuka terhadap anggota yang saya pimpin. Bertanggung jawab dan berperan selayaknya seorang pemimpin. Saya juga harus bisa bekerja sama dengan anggota lain dengan membuat program kerja yang jelas. Saat sedang melakukan diskusi bersama saya juga harus bisa menerima setiap masukan serta kritik dan saran dari anggota saya. Mengambil keputusan adalah hal yang berat menurut saya. Karena saya tidak boleh gegabah dalam mengambil setiap keputusan yang ada. Karena setiap keputusan yang seorang pemimpin lakukan nantinya tidak hanya mempengaruhi dirinya namun juga setiap anggotanya akan terlibat. Karena itu diperlukan musyawarah antar anggota dan mengambil keputusan saat semua anggota menyetujuinya.

 

Dalam membuat suatu program kerja, saya tidak boleh berpikir secara pendek. Saya juga harus memikirkan dampak yang akan timbul nantinya sehingga program kerja yang dibuat dapat berjalan dengan lancar. Serta dalam membuat program kerja harus memiliki beberapa rencana, karena tidak semua plan “A” akan berhasil, maka saya juga akan membuat plan “B” atau plan “C” dan seterusnya hingga yakin bahwa tidak aka nada masalah pada program kerja yang dibuat. Jika nantinya ditengah jalan pelaksanaan terdapat kendala entah itu dari dalam maupun dari luar, saya harus berhati-hati dalam menyelesaikan masalah tersebut. Suatu keyakinan sangat penting untuk mengambil keputusan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap apa yang dikerjakan.

 

Yang terpenting dalam menjadi seorang pemimpin adalah selalu beriman dan bertaqwa, serta dapat menjadi contoh yang baik bagi anggotanya dan dapat membangun hubungan yang baik dengan semua pihak, baik pihak dalam maupun dalam pihak luar dan lingkup masyarakat tentunya. Mencari inspirasi juga penting, karena dapat membuat kita menjadi lebih baik lagi.

Pengertian PTNBH

Perguruan tinggi negeri badan hukum, disingkat PTN BH adalah Perguruan Tinggi Negeri yang didirikan oleh pemerintah yang berstatus sebagai badan hukum publik yang otonom. Dahulu dikenal sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan Badan Hukum 

            Dapat kita ketahui bahwa penyelenggaraan otonomi perguran tinggi dapat diberikan secara selektif berdasarkan evaluasi kinerja oleh menteri kepada PTN dengan menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum atau dengan membentuk PTN badan hukum untuk menghasilkan pendidikan tinggi bermutu. 

Sejarah PTNBH

Sejarah dari Perguruan Tinggi Badan Hukum, di tahun 2000 ada sejumlah perguruan tinggi yang berstatus BHMN (Badan Hukum Milik Negara). PTN BHMN ini memiliki otonomi penuh dalam mengelola anggaran rumah tangga dan keuangan.Lalu pada tahun 2009 ada beberapa perubahan dari BHMN menjadi badan hukum pendidikan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan. UU tersebut kemudian dibatalkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 11-14-21-126-136/PUU-VII/2009 tanggal 31 Maret 2010, yang membuat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 yang mengembalikan status perguruan tinggi BHMN menjadi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Status tersebut pun kemudian tidak bertahan lama karena begitu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi diterbitkan dan berlaku, seluruh perguruan tinggi eks BHMN, termasuk yang telah berubah menjadi perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah, ditetapkan sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum. (sumber Wikipedia)    Penetapan status dari PTN BH sendiri dilakukan dengan peraturan pemerintah. Dalam menetapkan tariff pendidikan PTN BH harus berkonsultasi dulu dengan menteri, karena dalam menetapkan tariff pendidikan harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi dari si mahasiswa sendiri.

Keunggulan PTNBH

1.memiliki akademik otonomi yang luas dibandingankan dengan BLU.PTN BH bisa membuat prodi dan mengahapus prodi sedangkan BLU tidak bisa.

2.merujuk pada pasal 25 butir 4 PP no. 4 tahun 2014, PTN BH berwenang menetapkan, mengangkat, membina dan memberhentikan tenaga tetap Non-PNS.

3.Untuk perguruan tinggi, hal ini berarti bahwa perguruan tinggi harus mampu lebih adaptif dan lentur, dengan kemampuan fasilitas untuk merespons setiap perubahan dengan cepat.

 

Positif PTNBH

1. Tata kelola dan pengambilan keputusan secara mandiri

2. Wewenang mengangkat dan memberhentikan sendiri Dosen dan tenaga kependidikan

3. Wewenang mendirikan badan usaha dan mengembangkan dana abadi

4. Wewenang untuk membuka, menyelenggarakan, dan menutup Program Studi

Negatif  PTN BH

 Persyaratan sangat ketat bagi setiap perguruan tinggi negeri untuk mencapai status badan hukum, diantaranya: masuk 9 peringkat nasional dalam publikasi internasional dan paten, terakreditasi "A" oleh BAN PT, opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 2 tahun berturut, serta prestasi kegiatan kemahasiswaan tingkat internasiona

Kesimpulan PTN BH :

PTN BH memiliki kekurangan dan kelebihan. PTN BH lebih banyak mengarah hal yang positif. Akan tetapi jika dikaji ulang secara keseluruhan sampai meminimalisir dampak negatif, PTN BH bisa lebih berkualitas dengan mengarah pada demokratisasi.

Perjuangan awal saya masuk uns dimulai saat saya mengikuti SNMPTN, saat itu saya mengambil jurusan Ilmu komunikasi namun saya gagal hehe, Tapi saya tidak menyerah begitu saja, Selanjutnya saya mengikuti SBMPTN dengan memilih jurusan yang sama yaitu Ilmu komunikasi , Mengikuti ujian dengan penuh harap, Selagi menunggu pengumuman SBMPTN saya mengikuti ujian tulis Diploma, Pikir saya sebagai cadangan seandainya saya tidak diterima SBMPTN, setelah mengikuti ujian dan menunggu beberapa waktu akhirnya pengumuman ujian tulis diploma dan saya dinyatakan diterima sebagai mahasiswa d-3 Hubungan masyarakat Universitas Negeri Surakarta. Pengumuman itu kurang lebih seminggu sebelum pengumuman SBMPTN.Saya lalu mengikuti prosedur pendaftaran ulang Ujian tulis, sambil menunggu pengumuman SBMPTN, dan akhirnya saya dinyatakan tidak diterima,tapi yudah gapapa lah yaaa d-3 dulu hehe 3 tahun lagi lanjut S-1.
Assalamualaikum Wr Wb
Saya Andhika Satria Pratama dari Ilmu Komunikasi terapan minat utama Hubungan Masyarakattahun angkata 2017. Saya tinggal di Gumpang Kartasura.

Selamat malam. Saya, Rachel Mohereisa Zahra, dari prodi Ilmu Komunikasi akan membahas topik ‘Jika Aku Menjadi Pemimpin’ beserta alasan dan penjabarannya.


Untuk sebuah kelompok tentu membutuhkan seorang pemimpin yang mampu menggerakan sebuah kelompok untuk bergerak lebih maju dalam meraih tujuannya, bukan begitu?


Karena kalau tidak ada pemimpin, tentu saja suatu kelompok kecil maupun besar takkan bisa terarah dan justru semakin banyak permasalahan yang ada. Tak dapat dipungkiri bahwa sosok pemimpin yang baik tentu akan menggerakan banyak orang dan dapat membimbing orang-orang yang kebingungan menjadi terarah. Tentu, mencari pemimpin yang baik tidak semudah yang kita pikirkan.


Dan mungkin semua orang pernah terbesit sebuah pemikiran ‘Jika aku menjadi seorang pemimpin, apa yang akan aku lakukan?’


Untuk saya sendiri, pertama-tama saya ingin membenahi struktur organisasi yang cukup menyimpang dan mungkin sudah terlewat batas karena masalah yang ada didalamnya. Dimulai dari kasus korupsi, penyuapan, dan hal lainnya yang tentu membuat distribusi penyaluran untuk masyarakat jadi terhambat dan kemajuan sebuah kota ikut terhambat karena hal ini. Karena sudah seharusnya seorang pemimpin tidak menghambat kemajuan masyarakatnya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.


Saya juga ingin mempertegas suatu aturan yang berlaku agar masyarakat dapat mengikutinya dan juga mempertegas hukuman yang berlaku bagi seorang yang merauk hak masyarakat demi dirinya sendiri. Karena hukum tidak boleh dibiarkan dengan istilah ‘tajam kebawah, tumpul keatas’ tapi harus diubah dengan ‘tajam kebawah, tajam keatas’.


Sebagai makhluk sosial yang taat, saya juga ingin menyamaratakan posisi seorang yang berhak mendapat subsidi dari berbagai instansi negara. Baik dalam hal kesehatan, pembangunan, maupun pekerjaan. Atau hal lainnya yang seharusnya dapat membantu warga meraih kesejahteraannya, namun terhambat karena hal yang membuat mereka kehilangan haknya.


Saya juga ingin menyadarkan warga mengenai kebersihan yang sebetulnya mudah untuk di realisasikan, namun terhambat karena pemikiran mereka sendiri. Mereka berpikir bahwa sampah yang berserakan bisa dibersihkan oleh petugas yang bekerja, padahal kalau tidak ada pekerja tersebut, siapa yang akan membereskannya? Tentu kita sendiri yang harus membersihkannya.


Kesadaran mengenai kebersihan yang kurang itulah yang membuat warga malas melakukannya, padahal hal mudah itu tidak memakan waktu banyak dan memberatkan, namun mengapa hal itu sangat sulit untuk dilakukan? Karena penyadaran biasa dilakukan hanya dengan lisan, bukan dengan bukti. Tentu saja warga kurang memperhatikan, karena biasanya warga Indonesia kerap menggunakan contoh untuk sesuatu seperti ini. Dan banyak orang yang mencontoh hal yang kurang baik mengenai kebersihan.


Selain kebersihan, pengaruh buruk yang merajalela juga harus di atasi. Memang banyak pengaruh buruk yang berasal dari internet, namun internet merupakan penghubung untuk suatu globalisasi yang dapat mengembangkan potensi dan kemajuan bagi negara. Menurut saya, internet tidak sepenuhnya salah. Individu itulah yang seharusnya menjaga diri dari pengaruh buruk yang berasal dari internet. Seperti kenakalan remaja dan kegagalan dalam sosialisasi lainnya. Warga harus bisa mengendalikan dirinya dalam menggunakan internet tanpa harus melakukan ‘penghapusan internet’ seperti yang tengah marak akan dilakukan oleh pemerintah sekarang. Karena internet itu berfungsi untuk mengembangkan potensi, bukan merusak. Yang merusak adalah orang yang menyalahgunakan internet dengan hal yang tidak semestinya.


Untuk pemimpin negara mungkin gambarannya seperti itu, kalau untuk pemimpin pada suatu perusahaan mungkin akan berbeda. Namun saya akan berpegang teguh pada sikap ke mandirian, ke rendahan hati, namun tegas dalam suatu hal. Saya ingin menjadi pemimpin yang rendah hati namun tegas dalam bekerja. Karena saya ingin pekerja saya tidak menganggap saya menakutkan dan menegangkan, namun saya ingin menjadi sosok yang membaur dengan orang sekitar.


Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin diktator yang membuat warganya menderita dan terpuruk, tetapi pemimpin yang bisa memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain dan menjadi contoh baik untuk orang sekitarnya. Pemimpin yang baik bukan pemimpin yang memberikan contoh buruk, melainkan mencegah hal buruk itu terjadi dan memberikan contoh yang baik untuk lingkungan sekitarnya.


Sekian untuk essay ini, saya ucapkan maaf apabila ada kekurangan dalam tulisan ini. Terima kasih dan selamat malam.

Pages: 1 2 »