User blogs

Tag search results for: "#pkkmbfisip2017 #fisiptangguh"



anggota :1. muhammad ilham ependi2. ahmad ainun najib3. alif akbar pribandono4. detri yuia wulandari5. ainaya azkabening6. aditya dwinda pratama7. reza rosiana dwi saputri8. ika nur hayati9. petra gandhes hapsari10. nidya saila salsabila11. cornelia vaga arventine12. dian rahmadani13. isma ilia shara yunianti14. niken sudaryanti15. afaqih deaz tratama16. fikhi yusfita17. zidny hubbaka rahmanNama kakak pendamping1. agustin fatikasari


Pasar yang kami kunjungi adalah pasar harjodaksino. pasar harjodaksino adalah salah saatu pasar yang terletak di jalan yos sudarso,danukusuman,serengan,surakarta yang merupakan salah satu pasar kelas 1 dan merupakan pasar besar.pasar ini dibangun tahun 1985 selesai pada tahun1987. pasar ini juga merupakan gabungan dari pasar gading ,pasar kembang, pasar sangkrah yang para pedagangnya tidak memiliki cukup tempat di pasar asalnya

Kami dari Kelompok Adolf Hitler yang beranggotakan
Rima Yuli Saputri
Arista Harumsari
Lailatul Mubarokah
Umi Safitri
Yulita Tri Anggrahini
Rosseta Septia Menawati
Faiza Nur Arofah
Naila Nur Rachma
Bima Khusuma Dinata
Dhiki Satriawan
Irfan Adi Nugroho
Kharis Setiwan
Lukas Luhur Pambudi
Norman Setyobudi
Panji Damar Prasetyo
Tieko Januar Cahyadi

Kakak pendamping kami yaitu kakak Candra Hari Wibowo

Pasar Jebres merupakan pasar yang berlokasi di jalan Prof. W. Z. Yohannes terletak di depan Stasiun Jebres Surakarta dengan luas tanah ±3993 meter persegiyang berdiri pada tahun 1985. Bangunan Pasar Jebres belum pernah direnovasi menyeluruh hingga saat ini perbaikan hanya dilakukan secara kondisional ketika ada komponen fisik pasar yang rusak seperti perbaikan atap atau jaringan listrik terdapat kendala renovasi bangunan karena tanah pasar milik dari PT.KAI

 

Bongkar muat pasar dilakukan di sebelah utara dan barat pasar yang jalannya kecil dan sempit. Akses ke pasar dengan kendaraan umum tergolong kurang mudah karena bus umum berhenti di jalan masuk sekitar 500 m dari pasar. Disana ada sarana prasarana berupa mushola, masjid, MCK, gerobak sampah, cotainer, jaringan listrik, jaringan air bersih. Komoditas dagangan yang diperdagangkan berupa hasil bumi seperti sayur mayur, bumbu-bumbu, umbi-umbian dan buah-buahan ada juga sembako seperti gula ,minyak, gandum, dan lain-lainS selain itu daging dan ikan juga tersedia. Tapi di sisi lain lingkungan pasar masih terlihat kumuh dan banyak sampah berserakan hingga ke jalan-jalan.

 

Keunikan dari pasar Jebres menurut saya adalah pasar ini berseberangan dengan Stasiun Jebres yang pasti ramai akan aktivitas orang lalu lalang hendak bepergian sehingga banyak dari pedangang yang berdagang di pasar Jebres ini berperan sebagai supplier kebutuhan untuk instansi-instansi di sekitar daerah jebres seperti salah satu contohnya pedagang ayam goreng tepung crispy di bagian utara pasar Jebres menjadi supplier ayam di beberapa kantin fakultas di Universitas Sebelas Maret selain berdagang di Pasar Jebres tersebut. Serta masih banyak pedagang lainnya yang menjadi supplier di pasar-pasar lain yang tergolong pasar relatif besar. Keunikan lain yang saya temui dari pasar Jebres adalah sebagian besar pedangang sayur di pasar Jebres berasal dari Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar yang banyak melaju setiap harinya untuk berdagang di Pasar Jebres.

 

Kelompok Adolf Hitler memilih pasar Jebres dikarenakan sebenarnya Pasar jebres tersebut memiliki banyak keunggulan seperti diantaranya dari segi lokasi yang strategis, komoditas dagangnya yang bervariasi, dan harga yang bersaing. Akan tetapi Pasar jebres yang mempunyai banyak keunggulan tersebut belum dimaksimalkan potensinya oleh pemerintah kota setempat dengan bukti belum adanya renovasi pasar dan akses yang memadai untuk kendaraan umum, serta status kepemilikan tanah pasar jebres. Oleh karena hal itulah semoga dengan kelompok Adolf Hitler mengangkat kisah tentang potensi besar yang ada di pasar Jebres tersebut pemerintah dapat lebih memperhatikan dan mengangkat potensi yang tersedia di Pasar Jebres sehingga pedangang yang telah 32 tahun lamanya telah setia berdagang di pasar Jebres dapat meraskan kemakmuran yang sebenarnya dan penjual dapat merasakan manfaatnya dan merasa nyaman berbelanja di Pasar Jebres.


 

Sembilan hari kedepan, negara kita Indonesia tepat menginjak usianya yang ke-72 tahun. Diusia yang tergolong tidak muda lagi ini membuat Indonesia terus menerus dimintai prestasi dan capaian-capaian lain sebagai negara yang merdeka di segala sisi. Namun yang disayangkan pada saat ini ialah prestasi dan capaian Indonesia di usia yang telah melebihi setengah abad ini belum mampu membuat Indonesia menyemat gelar sebagai negara maju. Yang mana negara maju itu merupakan negara yanv memilki standar hidup di atas rata-rata di segala kehidupannya. Lalu, timbul pertanyaan, "Apa yang menjadi kendala Indonesia dalam memperoleh capaian dan prestasi di atas rata rata seperti layaknya negara maju lain?, Kemudian, apa yang sebenarnya dibutuhkan negara Indonesia ini agar prestasi dan capaiannya melambung tinggi keatas?"

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, membuka lembaran garis waktu Indonesia di jaman lampau mungkin bisa menjadi salah satu pilihannya. Kemudian, apakah kita akan menelaah 71 tahun kebelakang? tentu tidak, marilah kita telaah dan mencoba mengevaluasi apa saja yang terjadi di Indonesia pada satu tahun silam. 

Tahun 2016 merupakan tahun dimana Indonesia diterjang masalah dari dalam negaranya sendiri. Intoleran, pengikisan budaya, pembulian, kekerasan dan cacat mental. saya buka dengan kasus Ahok yang diduga melecehkan salah satu surah di Alquran yaitu surah Al-maidah saat melakukan pidato di Kepulauan Seribu. Mendengar itu tentunya umat muslim banyak yang tidak menerima dan akhirnya menuntut Ahok dengan tuduhan pelecehan agama. Dari kasus tersebut sangat menggambarkan sikap intoleran antar umat beragama. Walaupun belum diketahui kebenarannya apakah tindakan Ahok tersebut merupakan tindakan pelecehan agama, namun sikap yang diambil masyarakat ini sudah tergolong sikap yang kasar, emosi dan juga pengucilan. Akibat dari kasus ini, persoalan agama menjadi isu sensitif yang diatasnamakan oleh masyarakat saat ini. Akhirnya, sikap dan mental seperti inilah yang akan membuat warga Indonesia terus bermain dengan emosi. 

Kedua yaitu pengikisan budaya. Sudah tidak menjadi rahasia publik lagi bahwa budaya K-Pop sangat memberi pengaruh negatif bagi mental anak muda. Anak muda jaman sekarang lebih menghafal lagu dan budaya dari negeri gingseng daripada budaya negerinya sendiri. Jika hal ini terus dibiarkan, lewat tangan siapa lagi budaya ini dilestarikan?

Selanjutnya, ada pembulian dan kekerasan. Semakin banyak kasus di Indonesia mengenai pembulian di usia usia remaja saat ini. Saya sendiri tidak bisa menebak apa yang menjadi motif terjadinya kasus pembulian ini, yang jelas,  menurut saya mungkin karena yang membuli merasa lebih daripada yang dibuli. Ditambah lagi, mental dari anak muda jaman sekarang itu sangat lemah. Sedikit dibentak, meringis. Apabila dimarahi, ia semakin tertunduk. Akhirnya, tidak ada tindakan berani menentang perbuatan buli itu. Pembulian ini biasanya berujung kekerasan, putus sekolah, trauma psikologis dan bahkan bunuh diri. Sangat beresiko, bukan?


Melanjuti telaah satu tahun silam Indonesia tadi, saya kemudian mengirimkan cita-cita saya untuk negeriku ini. Demi ruang dan waktu, saya berharap dan berharap dengan sangat, Ayolah saudara-saudara se-tanah air, kita bangun Indonesia dari pondasinya, yaitu dari masyarakatnya. Bentuklah diri masyarakat yang dapat memberi sumbangsi terhadap negeri, bukan menjadi masalah untuk negeri. Perbaiki mental dan prilaku, banyak belajar dari masyarakat negara-negara lain, manfaatkan sarana dan prasarana yang telah disediakan negeri untukmu, berencanalah menjadi pemimpin, dan belajar lah menjadi pemimpin. Memang tidak mudah apa yang telah saya katakan barusan, namun ayo kita coba bersama. Mulai dari sekarang sampai seterusnya. Jangan menunggu tua untuk menjadi yang maju. Kalau bisa cepat, kenapa tidak?Tidak banyak yang bisa saya tuliskan lewat surat ini, yang jelas saya sebagai civitas akademika akan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk Indonesia dengan cara saya sendiri.Oiya, early greeting, Happy birthday my lafly country. hope u can stand around another country in the first podium. best regards, ica.

Indonesia adalah negara dengan penduduk terpadat ke 3 di dunia setelah china dan india. Dengan banyaknya penduduk yang ada memberikan dampak positif serta negatif. Dampak positifnya indonesia mempunyai banyak tenaga kerja yang beraneka ragam mulai dari ras,suku dan bahasa dengan kemajemukan penduduknya indonesia mempunyai daya tarik tersendiri di mata dunia internasional. Namun di sisi negatif terjadi over population yang berakibat munculnya kemiskinan,rendahnya kesejahteraan penduduk,kesenjangan sosial antar penduduk.

Indonesiaku satu tahun terakhir ini memuat banyak cerita. Mulai dari cerita duka akibat banyaknya bencana alam seperti tanah longsor,banjir,gunung meletus dan lain-lain jingga berita yang membahagiakan seperti meningkatnya ekonomi indonesia. Namun yang membuat saya sedih adalah masih belum berkurangnya angka kemiskinan yang ada. Walau telah banyak bantuan yang diberikan oleh pemerintah namun tetap saja angka kemiskinan tidak berkurang justru malah sebaliknya. Beberapa faktor diyakini membuat hal itu terjadi seperti salah sasaran bantuan, artinya orang-orang yang dianggap mampu secara ekonomi malah mengaku-ngaku bahwa mereka warga miskin yang layak mendapatkan bantuan tersebut dan warga yang benar-benar tidak mampu malah tidak mendapatkannya. Faktor lain adalah bantuan kepada masyarakat tersebut membuat masyarakat menjadi malas untuk bekerja karna ketergantungan terhadap bantuan pemerintah yang di dapatkannya.

Apa yang saya harapkan sebagai warga negara indonesia tidaklah banyak. Saya hanya berharap indonesia menjadi negara yang memiliki tingkat kesejahteraan penduduk,ekonomi,sosial dan politik sejajar dengan negara maju seperti singapura,korea selatan,jepang dan lain-lain.indonesia menjadi negara yang merdeka seutuhnya. Indonesia menjadi negara tangguh dan di segani di seluruh dunia. Indonesia yang kuat dn tidak mudah dipecah belah. Indonesia yang bersatu menjadi NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA dengan kebhinekaannya yang indah. Indonesiaku yang damai,aman dan layak huni. Indonesiaku yang patut dicintai dan dibanggakan. Namun harapan saya atau mungkin harapan semua rakyat indonesia tersebut tidaklah mudah untuk di wujudkan. Menjadi pekerjaan rumah yang sangat sulit untuk dikerjakan oleh pemerintah indonesia. Dari masa pemerintahan presiden Soekarno hingga sekarang presiden joko widodo belum bisa merubah indonesia dari negara berkembang menjadi maju walaupun sekarang ini di berbagai aspek kehidupan indonesia sudah ada peningkatan. Ada beberapa faktor yang menghambat kemajuan indonesia,mulai dari kualitas sumber daya manusia yang rendah membuat indonesia yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah tidak dapat mengelola sendiri sehingga membutuhkan sumber daya manusia asing yang tentunya disertai dengan banyak perjanjian-perjanjian yang kebanyakan merugikan indonesia. Kekuatan negara-negara maju seperti amerika serikat dan china yang terus-menerus menekan indonesia baik dalam segi politik,ekonomi serta pertahanan dan ketahanan. Meski sudah merdeka selama 72 tahun namun indonesia belum bisa merdeka sepenuhnya, walau sudah melalui penjajahan kuno selamat berabad-abad sekarang indonesia justru dihadapkan dengan penjajahan modern. Indonesia seakan dijadikan boneka oleh bangsa lain di rumahnya sendiri. Miris dan tragis.

Saya sebagai mahasiswa FISIP ingin berperan aktif dalam pemerintahan. Dalam menyejahterakan masyarakat indonesia. Dengan ilmu yang saya dapat dari Ilmu Administrasi negara FISIP,saya ingin bekerja di dinas sosial. Di dinas sosial setidaknya saya akan dapat membuat kebijakan dan saya dapat mengabdi langsung pada masyarakat. Walau tak bisa mengubah seluruh masyarakat indonesia secara langsungnamun saya yakin dengan ilmu yang saya dapat dan pengabdian saya kepada masyarakat setidaknya saya dapat mengubah masyarakat di kota saya,solo. Saya juga yakin untuk mengubah suatu negara yang besar saya harus mengubah bagian terkecil dari negara itu lebih dulu.

Surat untuk Indonesia

Untukmu Indonesiaku...

Negeri yang luas membentang disepanjang katulistiwa dari Sabang sampai Merauke. Dari tanah Aceh hingga Papua. Hijaunya hutan berbaur birunya laut adalah suatu mahakarya yang sangat indah dari Sang Pencipta.

Beribu-ribu pulau yang tersebar dengan limpahan kekayaan didalamnya. Inilah Indonesiaku, tanah airku. Tempat dimana aku terlahir dan dibesarkan. Dididik dalam berbagai macam perbedaan. Perbedaan ini memang sungguh ada.namun, perbedaan inilah yang menciptakan keragaman. Negeriku punya lebih dari 500 bahasa daerah. Namun, kami tetap lancar berkomunikasi satu sama lain. Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang merupakan kunci menyatukan komunikasi dari mereka yang berbeda asal.

Di negeri yang seluas ini pula puluhan hingga ratusan suku, budaya, kessenian, hingga mata pencaharian ada. Negeriku memang kaya akan keragaman budaya. Tak hanya itu. Sumber daya alamnyapun berlimpah mulai dari barang tambang, hasil laut, perkebunan, pertanian, dan peternakan. Memang sungguh kaya raya alam negeriku.

Berbagai kebudayaan dan tradisi adat memang sangatlah memukau. Keunikan dalam setiap tradisi tersebut bahkan membuat para pelancong dari mancanegara mengaguminya. Kearifan lokal setiap daerah sangat penting perannya dalam pelestarian kebudayaan di negeriku. Jika seperti ini, sudah tak ingin pergi rasanya. Telah menemukan kenyamanan yang tiada duanya.

Keramahtamahan masyarakat sungguh terlihat jelas  di seluruh penjuru negeri ini. Canda tawa riang gembira anak negeri benar-benar terasa nyaman bagi ibu pertiwi. Berlari-larian di sepanjang hamparan pasir pantai yang membentang luas, bermain petak umpat di dalam rimbunnya hutan belantara , hingga bernyanyi riang gembira di atas perbukitan.

Namun, seiring berjalanannya waktu, ada yang berubah dari negeriku. Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi akupun tak mengerti. Ini memang benar-benar terjadi. Negeriku kini telah berubah.

Keharmonisan bangsa ini telah berubah dengan ketegangan di berbagai penjuru wilayah. Konflik berlatarbelakan SARA menjadi sangat rentan terjadi di negeri ini. Sikap primordial dan etnosentris seolah menguasai jiwa masyarakat negeri ini. Mereka menjadi egois, individual, dan mudah tersulut emosi.

Bahkan banyak sekali ketegangan tak mengenakkan yang terdengar sampai ke telinga orang-orang asing. Menimbulkan sebuah keingintahuan besar pada diri mereka, apa yang sedang terjadi pada Indonesia?

Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika seolah hanya panutan belaka yang tak dianggap keberadaannya. Toleransi bagai makanan asing yang tak pernah mereka coba.

Indonesiaku... mengapa bisa menjadi seperti ini? Anak negeri yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa, tapi kini banyak dari mereka yang terjebak dalam kesesatan. Narkoba, minuman keras, tawuran, hingga pergaulan bebas seolah menjadi hal lumrah yang tak terhitung lagi jumlahnya.

Sikap acuh dan tak peduli pada sesama terlihat jelas dari mereka. Apakah pantas mereka disebut generasi penerus bangsa? Ini merupakan suatu keraguan. Begitu juga aparat negara. Kini, tak asing lagi aparat negara yang seharusnya mengayomi masyarakat justru terlibat dalam kesesatan. Hukum semakin tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Korupsi, penggelapan uang, penyalahgunaan jabatan, hingga penyuapan lagi-lagi menambah bobrok negara ini.

Miris nyatanya melihat Ibu Pertiwi menangis, lemah, dan tak berdaya mengingat tangan- tangan rakus yang inin merampas ketenanagn jiwa negeri ini.

Indonesiaku...

Akankah ini semua terus terjadi? Akankah terus berlanjut? Aku tak ingin hal itu terjadi. Wahai Indonesiaku! Masih banyak dari mereka yang setia padamu. Masih setia memikirkan masa depanmu. Masih setia memperjuangkanmu. Masih setia mempertaruhkan jiwa raga untukmu. Masih setia berusaha untuk mengharumkan namamu.

Disini, kami putra putri Indonesia masih memperjuangkanmu. Disini pula kami akan belajar sepenuh hati meraih berbagai prestasi gemilang dan mengharumkan namamu. Menjadi pribadi yang jujur, amanah, tegas, tangguh, kuat, dan hebat. Kami akan senantiasa berjuang sebagai pelajar untuk memberi yang terbaik bagimu.

Jika Aku Menjadi Pemimpin

Manusia pada hakekatnya adalah seorang pemimpin,dimulai dari menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan pasti akan diminta pertanggungjawaban atas kepimpinannya kelak. Sejak dini kita telah dikenalkan dengan apa itu pemimpin,dari mulai dalam keluarga kita telah mengenal ayah kita sebagai pemimpin keluaga yang mengayomi keluarga lalu setelah kita mulai meginjak usia sekolah kita dilatih menjadi pemimpin dengan adanya ketua kelas yang bertugas mengatur kelas,mulai beranjak remaja kita diperkenalkan dengan kepimpinan yang lebih luas lagi bukan hanya sekedar mengemban nama ketua tetapi keterampilan kita dalam memimpin seperti organisasi,event,acara,dan sebagainya. Dewasa ini pemimpin-pemimpun hebat bisa berasal dari berbagai latar belakangdan budaya tidak harus selalu datang rapi berjas mententeng tas kekantor bak seorang bos besar, bisa saja seorang pemimpin berpakaian jeans dan kaos oblong bekerja dari depan layar komputer mengontrol system e-commerce dari tiap sudut negara bahkan dunia,itu sangatlah meumngkinkan di era globalisasi sekarang ini dimana bats-batas antar negara telah luntur oleh derasnya arus teknologi global yang kian cepat.

Berasal dari jurusan komunikasi dan berniat mengambil fokus Public Relations berkeinginan ingin menjadi pemimpin yang dapat membawa nama baik, baik nama diri maupun nama perusahaan atau kantor ke khalayak umum. Menjadi pemimpin dimasyarakat juga perlu unruk merangkul masyarakat sekitar agar dapat berkontribusi pada negeri seperti membagi ilmu yang telah didapatkan, membangun desa ekonomi kreatif dengan mengangkat kearifan lokal setempat, menjadi pelopor Indonesia bersih dengan penamanam tanaman hijau di sekitar lingkungan, pemberdayaan kebudayaan setempat.

Untuk mewujudkan itu semua haruslah diperlukan sikap kepemimpinan sehingga dapat memimpin orang-orang dan mewujudkan kenyamanan dan keuntungan bersama. Salah satu yang akan saya terapkan adalah kepimpinan efektif tentang lima poin utama. 

Pertama hadapi tantangan. Pemimpin yang hebat harus berani menghadapi tantangan apapun dengan terbuka dan jujur,membangun komunikasi yang intensif agar tantangan dapat dibicarakan dan diselesaikan bersama. Contohnya jika sebuah perusahaan menghadapi tantangan maka informasikan semua berita baik dan buruk apapun yang terjadi lalu langkah perusahaan untuk menghadapi tantangan, maka para karyawan akan merasa bahwa pemimpinnya memercayai mereka sebelum terjadi gossip hangat di mesin kopi pagi hari.
Kedua menangkan kepercayaan. Membangun kepercayaan bisa dilakukan dalam berbagai cara. Menurut Handal, pertama-tama adalah dengan menunjukkan bahwa kita peduli dengan sekitar. Misalnya, tanyakan karyawan tentang kelulusan anak-anak mereka. Tunjukkan pada mereka bahwa kita tertarik dengan kesuksesan mereka dan diskusikan jalan karir dengan mereka secara rutin. Dengan adanya kepercayaan maka loyalitas dan antusias akan bertumbuh.
Ketiga jadilah diri sendiri. Orang-orang sekitar yang mengelilingi kita pasti cepat atau lambat akan mengetahui jika kita sedang berpura-pura menjadi orang lain yang akan membuat mereka bertanya tanya apakah kita juga berpura-pura demi maksud terselubung, maka jika menjadi pemimpin haruslah memiliki kelebihan dan karakter kepribadian yang menceminkan seorang pemimpin untuk mengembangkan gaya kepemimpinan.
Keempat dapatkan rasa hormat. Ketika membawa diri dengan cara yang etis, maka kita mendapatkan rasa hormat dari orang-orang di sekeliling. Contohnya pelanggan cenderung tidak akan berbisnis dengan perusahaan jika perusahaan tersebut tidak menghormati nilai-nilai atau kepemimpinan.
Kelima stay curious. Pemimpin yang baik selalu ingin tahu dan berkomitmen untuk belajar. Mereka ingin tahu dan selalu mencari ide-ide baru, wawasan, dan informasi. “Pemimpin paling sukses yang saya tahu adalah orang-orang yang rasa ingin tahunya tinggi. Mereka tertarik dengan segala hal di sekitar mereka yang berkontribusi untuk visi mereka,” ucap Handal. Misalnya jika memang pemimpin itu salah tentang sesuatu dan karyawannya lebih tahu jangan marah atau tersinggung tetapi mencari ilmu yang terkait agar tidak tertinggal oleh para karyawannya sehingga dapat mejalankan perusahaan dengan baik sesuai tuntutan jaman.

Dari situlah gambaran mengenai sosok seoarang pemimpin hebat untuk memimpin bangsa ini menuju bangsa yang lebih baik. Seperti cerita pemimpin tentang sekumpulan domba, tiga terdepan adalah orang tua dan sakit yang mengotrol kecepatan jalan karena jika di belakang maka ia akan tertinggal yang tengah merupakan domba biasa yang belakang domba paling kuat untuk melindungi domba lainnya dan yang paling belakang adalah sang pemimpin yang selalu memastikan bahwa tidak ada domba satupun yang tertinggal dan agar bisa cepat bergerak ke segala sisi untuk melindungi sekawanan domba itu begitulah pengorbanan seorang pemimpin. Bersama merangkul satu sama lain,mengarahkan mengayomi,melindungi. “we talk a lot about hope, helping, and teamwork. Our whole message is that we are more powerful together.”-Victoria Oatean

“Pemimpin”,satu kata penuh makna. “Pemimpin”, kata yang identik dengan kekuasaan, perintah, dan jabatan.“Pemimpin” yang didefinisikan sebagai seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Tidak dapat dipungkiri, sejak zaman dahulu sampai zaman modern ini banyak orang ingin menjadi pemimpin di lingkungannya, baik di organisasi, kelompok, atau wilayah tempat ia tinggal.

Lalu, apakah menjadi seorang pemimpin itu mudah? Semudah berbicara dan semudah membalikkan telapak tangan?

Nyatanya, menjadi seorang pemimpin tidak semudah yang kita bayangkan. Sifat tegas semata tidak cukup untuk menjadikan seseorang sebagai pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki tekad yang kuat dalam hatinya, harus memiliki pendirian yang tangguh, mampu memimpin bawahannya dengan baik, berani mengambil resiko atas apa yang dilakukannya, berani mengambil langkah-langkah konkret demi kemajuan organisasi yang dipimpinnya tanpa mengesampingkan baik buruknya langkah yang diambil untuk organisasi dan anggota-anggota nya, seorang pemimpin harus mampu menjadi role model bagi anggota timnya, harus bisa bekerjasama sama rata sama rasa sebagai team player, serta harus bisa menjadi motivator yang mendorong anggota tim yang lain agar selalu maju. Dan yang paling penting, seorang pemimpin harus bisa memimpin dirinya sendiri sebelum ia memimpin orang lain.

Kemudian, apa maksud dari memimpin diri sendiri?

Yang dimaksud dengan memimpin diri sendiri disini adalah seorang pemimpin harus bisa mengendalikan pikiran nya untuk berpikir dengan baik, mengendalikan emosi dengan baik, mengendalikan tujuan hidupnya agar selalu berada di tempatnya dengan baik. Memimpin diri sendiri tidak melulu tentang rohani tetapi juga jasmani. Seorang pemimpin wajib memastikan tubuhnya tetap sehat dengan  memperhatikan dan mengontrol pola makannya serta rutinitas olahraganya. Ia harus mampu menjaga dirinya sendiri, karena kelak dia tidak hanya menjaga satu orang saja, melainkan seluruh anggota tim.

Mirisnya, saat ini sebagian besar pemimpin di negeri ini tidak mencerminkan sikap sebagaimana seorang pemimpin. Mereka menjadi pemimpin hanya karena ingin dihargai, ingin dihormati oleh orang orang sekitar, ingin mendapatkan fasilitas dan akses yang “Wah” dibanding orang lain, dan tentunya bisa menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan yang dimiliki untuk kepentingan diri sendiri. Seorang pemimpin tentu wajib untuk melayani masyarakatnya. Tetapi, saat ini keadaan justru berkata lain. Masyarakat yang seharusnya dilayani, masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak untuk mencurahkan aspirasi malah menjadi budak dari pemimpin itu sendiri. Banyak pemimpin saat ini yang berpedoman “PENGUASA HARUS DILAYANI BUKAN MELAYANI”. Mereka seakan akan lupa pada sumpah dan kewajiban mereka sebagai seorang pemimpin yang harus mengayomi masyarakatnya, memajukan masyarakatnya, menampung aspirasi dan keluh kesah masyarakatnya, dan mecari solusi untuk kesejahteraan bersama.

Lalu, bagaimana jika aku diberikan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin?

Maka aku tidak akan menyia-nyiakan amanat ini, aku akan mengemban amanat ku sebagai pemimpin dengan baik. Aku akan menjadi pemimpin yang bisa menjadi panutan bagi anggota timku, menjadi motivator bagi mereka untuk terus berjalan maju. Dan tentunya aku akan menjadi “Pemimpin rasa teman” bagi tim ku agar mereka merasa nyaman saat bekerja sama denganku, merasa lebih leluasa dalam mengeluarkan pendapat dan berakibat pada majunya tim yang aku pimpin dalam berbagai bidang. Aku juga akan mengambil langkah dengan berani, berani mengambil resiko, dan menjadi pemimpin yang akan melayani bukan menjadi pemimpin yang dilayani. Menjadi pemimpin yang bertanggung jawab penuh terhadap segala tugas yang diberikan padaku dan akan mengerjakannya dengan baik serta benar. Dan yang paling penting, aku akan menjadi pemimpin yang tidak akan menyalahgunakan kekuasaan yang ku punya untuk kepentingan pribadi dan tidak akan mengesampingkan kesejahteraan anggota tim ku yang lain.

Jika Aku Menjadi Pemimpin


Pemimpin menurutku adalah seseorang yang ditunjuk untuk mengemban suatu tanggung jawab yang sangat besar di pundaknya, dan ia dipilih karena orang-orang di sekitarnya percaya padanya dan yakin bahwa orang itu dapat membawa perubahan di lingkungannya.

Aku akan mengambil contoh dari pemimpin perusahaan. Seorang pemimpin perusahaan atau direktur tentu mengemban beban yang berat. Ia harus mengarahkan karyawan-karyawannya agar perusahaan yang ia pimpin mendapat keuntungan, jangan sampai rugi ataupun bangkrut. Ia pun juga harus menjaga kualitas yang dihasilkan perusahaannya. Kualitas di sini tidak hanya dalam bentuk barang. Bagaimana perusahaannya dapat mendekati perusahaan lain untuk bekerja sama. Menjaga klien mereka agar tetap percaya dengan perusahaannya. Dan, terus mendapat dukungan dari para pemegang saham perusahaan.

Hal ini tentu berat, mengingat persaingan di dunia bisnis semakin ketat. Banyak perusahaan asing yang menanamkan modalnya di negeri ini. Dan, mindset dari rakyat yang lebih percaya dengan produk luar daripada produk dalam negeri.

Untuk itu, jika aku menjadi pemimpin perusahaan atau direktur, aku akan melakukan beberapa hal di bawah ini.

Pertama, aku akan berusaha untuk tetap menjaga perusahaan yang kupimpin berada di jalur keuntungan. Tentu itu tidak mudah, mengingat saat ini tiap tahun pasti harga akan selalu naik, dan akan berpengaruh pada dana yang dimiliki perusahaan. Tapi, di mana ada pengeluaran, tentu kualitas yang diberikan juga ditingkatkan. Aku akan berusaha untuk meningkatkan kualitas yang akan diberikan perusahaanku kepada masyarakat yang mempercayai produk atau hasil kerja dari kami. Tentu aku juga akan berusaha mengajak konsumen lainnya agar dapat menikmati hasil jerih payah perusahaan dengan maksimal. Aku berharap, rencana ini dapat membuat perusahaan yang kupimpin tetap di dalam jalur keuntungan.

Kedua, dengan menarik para investor. Seperti yang aku katakan di atas, dana menentukan nasib perusahaan. Apabila tidak ada dana, tentu proyek yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan. Maka dari itu, aku akan berusaha untuk membuat para investor dapat menanamkan modalnya di perusahaanku. Memang tak mudah, karena investor tidak akan tertarik begitu saja. Mereka akan memikirkannya matang-matang sebelum memutuskan. Maka dari itu, aku akan berusaha untuk membuat para investor percaya kepada perusahaan dan juga percaya dengan seluruh rencana perusahaan yang akan dilakukan. Apabila itu berhasil, tentu penanaman dana dari investor dapat menyuntik semangat karyawan-karyawanku untuk mencapai target yang telah ditentukan dan melaksanakan rencana dengan maksimal.

 

Ketiga, kualitas. Tentu kualitas menjadi hal yang penting dalam perusahaan. Bahkan, kualitas adalah hal yang paling dituntut dalam perusahaan. Mengapa? Agar perusahaan dapat bersaing di dunia bisnis yang luas. Apabila kita hanya memberikan kualitas pas-pasan, tentu konsumen juga akan memberikan reaksi pas-pasan. Perusahaan bahkan dapat terombang-ambing dan jatuh ke dalam jurang kerugian. Lebih buruk lagi sampai bangkrut. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Maka dari itu, rencanaku adalah menjaga kualitas agar dapat bersaing di pasar. Aku akan berusaha untuk membuat perusahaan menjadi lebih baik dari sebelumnya, bahkan lebih baik dari pesaing. Bagaimana caranya? Caranya tentu tidak mudah. Tapi, dengan dibantu kedua rencana di atas, tentu hal ini dapat berhasil. Aku akan memanfaatkan dana segar dari investor untuk meningkatkan kualitas yang dihasilkan, tapi tidak menaikkan harga. Hal seperti ini memang dapat memicu kerugian yang besar. Tapi menurutku, ini pantas dicoba. Kualitas yang dibarengi dengan kuantitas tentu dapat menaikkan keuntungan. Dan aku akan berusaha membuat itu berhasil.


Dan itulah rencanaku, dan misiku, jika aku menjadi pemimpin.

Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Menurut Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983: 255). Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.Menjadi pemimpin tidak lah gampang, mempunyai beban dan tanggung jawab yang sangat besar, sehingga tidak semua orang bisa menjadi pemimpin terutama orang orang yang tidak mempunyai pengalaman akan mengalami kaget untuk melakukan sesuatu. Pemimpin harus mempunyai sikap dan sifat yang bisa menjadi panutan untuk anggotanya. Peran pemimpintidak menjadi penguasa saja pada suatu organisasi tetapi beraneka ragam, di antaranya adalah sebagai penggerak, motivator, inspirator, penunjuk arah.

Jika saya di tawari menjadi pemimpin suatu perusahaan atau organisasi, saya tidak akan asal mengambil pekerjaan itu meskipun jadi pemimpin itu banyak sisi positif nya. Pasti saya akan memikirkan dahulu dengan panjang dan sesuai dengan kesukaan atau bakat saya, apabila tidak sesuai pasti organisasi atau perusahaan itu dijalankan dengan setengah hati atau tidak terlalu niat dan hasil pekerjaanya pun akan tidak maksimal, akan mendatangkan sedikit keuntungan.Fungsi pemimpin tidak hanya sekedar memimpin, namun bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan atau melahirkan pemimpin baru.Keberadaan pemimpin tidak hanya sekedar membuat generasi pengikut dalam masa kepemimpinannya. Namun pemimpin harus mampu melahirkan pemimpin baru yang bahkan lebih baik dari dirinya. Pada saat mencari keputusan saya akan slalu menggunakan sistem musyawarah karena dalam musyawarah adanya keputusan bersama tidak memihak manapun dan cara paling adil. Di perusahaan yang saya pimpin, saya tidak mengutamakan pendidikan. Saya memberi kesempatan kepada orang-orang yang pendidikannya rendah agar bisa sejajar dalam hal berpikir dengan orang-orang yang berpendidikan tinggi.Selain itu nasib pada masing masing manusia tidak ada yang tahu kedepannya bagaimana, apakah jadi lebih baik atau sebaliknya. Dalam sebuah organisasi harus ada sistem manajemen, arti sendiri dari manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya, dan di haruskannya ada jalur koordinasi dan jalur intruksi, agar tidak terjadinya miss komunikasi, karena penyebab timbulnya miss komunikasi itu di antaranya selalu tidak jelasnya dalam penyampaian pesan atau instruksi. Lalu saya akan mengadakannya sebuah evaluasi, karena itu merupakan salah satu dari fungsi manajemen, agar kepemimpinan yang kita pimpin harus adanya evaluasi

Jadi seorang pemimpin tidak seharusnya menjadi bossy atau jadi seorang yang penguasa seenaknya menyuruh anak buahnya untuk melakukan sesuatu, kita harus mempunyai sikap yang bijaksana, saling menghargai dan saling menghormati. Ada kata yang menjelaskan bahwa seorang boss belum tentu bisa menjadi pimpinan, apa lagi jadi pemimpin.Jadi pemimpin harus kuat batin, mental dan percaya diri sangat tinggi karena pada kita saat di atas dari pada yang lain banyak yang ingin menggoda atau menjatuhkan kita sendiri pada masa jabatan. Pengawasan dari kinerja pegawai juga perlu di lakasanakan, pengarahan pada setiap bawahan agar pegawai paham akan kerja yang harus di lakukannya. Terjalinnya komunikasi yang baik antar bawahan dan atasan, membuangnya kata senioritas. Saya ingin menjadi pemimpin diperusahaan dibidang event organizer karena pasti menjalani dengan sepenuh hati, dengan mensukses kan berbagai acara. Karna saya yakin dengan membantu suksesnya suatu acara dan membuat orang orang senang selain mendapat keuntungan, mendapatkan juga berkah dari tuhan. Segitu saja tulisan blogku, Terimakasih sudah membaca!

Pemimpin, bukan sekedar mimpi untuk menjadi pemimpin. Pemimpin merupakan sebuah amanah yang diberikan karena dinilai mampu mengemban tugas. Pemimpin bukan sekedar hanya menyuruh orang yang dibawahnya melainkan harus turun serta dalam menjalakan tugasnya. Tidak mudah menjadi pemimpin, tidak sembarangan orang untuk menjadi pemimpin. Pemimpin butuh Integritas yang tinggi, butuh kreatifitas yang tinggi, pandai berkomunikasi, memiliki passion yang membara.

 Integritas menurut saya jujur pada diri sendiri, berpihak pada kepentingan public, menjalankan nilai-nilai dengan benar, mengikuti tata kelola yang baik dan transparan. Pemimpin dalam memecahkan masalah juga harus berpegang pada norma, agama dan dukungan masyarakat

 Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu bertahan meskipun sangat sulit untuk melakukannya disaat semua orang melakukan kesalahan dan Ia menunjukan kebenaran. Pemimpin mampu mengayomi semua golongan masyarakat bukan segelintir golongan masyarakat. Bekerja sebagai pemimpin bukan sekedar untuk mencari pamor atau memperkaya diri.

Jika saya menjadi pemimpin, itu sebuah amanah besar.  Maka saya akan mengajak maju bersama, mengayomi masyarakat bersama dan membangun bersama. Setinggi jabatan tanpa dukungan yang dipimpinnya (masyarakat/staff)  apalah artinya. Saran dan Berpikiran kritis tentang membangun demi masa depan sangatlah dibutuhkan, karena yang dapat menilai hasil kerja saya bukan saya pribadi melainkan orang-orang yang dapat melihat dan menilai tentunya hasil kerja tersebut banyaklah kekurangan maka dari itu butuh saran dan berpikiran yang kritis.

 Pemimpin itu harus amanah bukan hanya pandai berkomunikasi atau passion yang membara, tetapi Amanah lah yang paling bias dijadikan ciri seorang pemimpin. Karena banyak sekali pemimpin itu mempunyai ilmu yang tinggi justru merekalah yang menghancurkan negerinya sendiri. Hal ini disebabkan pemimpin itu tidak mempunyai sifat amanah sebagai contoh korupsi yang sekarang merajalela sangat disayangkan.

Pemimpin juga harus butuh transparansi, menjadi pribadi yang transparan akan memberikan kepercayaan kepada orang lain. Dengan seorang pemimpin yang transaparan dapat membuat segala sesuatu Nampak jelas dan semua orang dapat menilai kinerja seorang pemimpin dengan jajarannya.

Memiliki Pemimpin Teladan dan Berprinsip adalah impian seluruh masyarakat. Dan Memang sulit untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi banyak orang yang memperebutkannya. Mereka memperebutkan  tanpa memikirkan tanggung jawab yang akan diemban. Tetapi jangan takut, Beranilah untuk menjadi seorang pemimpin, karena potensi pemimpin ada dalam diri kita masing-masing dan berlombalah untuk menjadi yang terbaik dalam kepemimpinan. Beranilah untuk memegang suatu tanggung jawab, dengan itu, kita akan dapat melihat apa dari dalam diri kita yang harus kita perbaiki dan apa pula yang harus kita berikan untuk kebaikan orang lain.

Pemimpin Mau bersinergi. Penggerak perubahan, setiap situasi yang dimasuki selalu diupayakan menjadi lebih baik. Selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja selalu menawarkan pemecahan masalah yang bersinergi, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.

Pemimpin itu mengkui kesalahan Anda. Anda tidaklah sempurna, dan terkadang menunjukkan bahwa Anda melakukan kesalahan akan menunjukkan bahwa Anda hanyalah seorang manusia, dan akan membuat Anda lebih dihargai lagi. Tentunya, Anda tidak harus selalu mengakui kesalahan Anda, karena Anda ingin terlihat bahwa Anda mengerti apa yang sedang Anda lakukan.

Pemimpin semestinya ditandai dengan kerendahan hati dan pelayanan. Semangat mendukung bawahannya, bukan untuk mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Jangan pemimpin berbuat seolah-olah pemimpin itu mau memerintah atas pengikut yang dipercayakan kepada pemimpin, tetapi hendaklah pemimpin menjadi teladan bagi pengikut

 

Pages: 1 2 »