User blogs

Tag search results for: "#pkkmbfisip2017"

Surat untuk Indonesia

 

“Kulihat Ibu pertiwi sedang bersusah hati

Airmatamu berlinang emas intanmu terkenang.”

Sepenggal lagu diatas mungkin bias untuk menggambarkan kondisi Ibu Pertiwi saat ini, dimana-masalah internal hingga eksternal terus berdatangan. Dari mulai konflik dalam negeri yang membawa isu sara hingga kasus luar negeri yang berupa pengeklaiman kekayaan negara ini oleh negara asing, hingga keikut campuran atau bisa dikatakan penghinaan atas masalah internal negara oleh negara yang tak mengerti aturan PBB. Krisis ekonomi adalah masalah yang mendasar bagi negara ini, mengapa itu bisa terjadi ? padahal negara ini adalah negara impian bagi semua orang penjuru dunia, namun oknum-oknum tertentu tak bisa mensyukuri ini mereka malah mengotori keadaan ini.

Indonesia negara indah di kawasan asia tenggara yang memiliki segudang kekayaan. Tak hanya alam, akan tetapi kaya akan budaya, bahasa, suku, ras, dll. Negeri yang dikenal dengan negeri sejuta senyuman ini memiliki kesedihan mendalam di baliknya. Banyak orang berfikir mengapa kemajuan Indonesia sangat lambat, padahal Indonesia memiliki kekayaan yang sangat melimpah. Kekayaan yang dimiliki Indonesi tak memungkiri Indonesia bisa menjadi negara terkaya di dunia ini. Hingga kini itu menjadi sebuah misteri terpendam bagi masyarakat negeri ini. Keprihatinan datang begitu mendalam ketika warga negara asing hanya mengetahui negara Indonesia adalah negara teroris.

Yang diperlukan Bangsa Indonesia saat ini bukanlah keluhan – keluhan dari setiap masyarakat. Akan tetapi saat ini Indonesia memerlukan masyarakatnya untuk berkaca mengenali jati diri mereka masing – masing. Masyarakat Indonesia harus mulai pelan-pelan untuk mengubah mindset mereka. Saat ini Indonesia sangat memerlukan pembaharuan – pembaharuan dari setiap kalangan masyarakat. Mindset warga Indonesia yang terkesan kuno harus mulai berubah mengikuti seiring perkembangan jaman. Terutama pada wanita yang hanya berfikir dirinya akan menjadi seorang ibu rumah tangga mulai sekarang para wanita juga harus berkarir untuk meningkatkan perekonomian.

Bagi para generasi muda Indonesia, nasib kedepan bangsa Indonesia ada ditangan kalian. Jangan pernah kalian lupakan jati diri bangsa ini. Bangsa Indonesia bukanlah bangsa barat, namun Indonesia adalah bangsa yang mengikuti adat ketimuran dengan mengikuti perkembangan era globalisasi. Janganlah kalian para generasi muda untuk berupaya mengikuti adat barat, karena jika kalian terlalu mengikuti adat barat, maka ciri khas bangsa ini lama-lama akan hilang. Bagi kalian para generasi muda Indonesia tanamkanlah mulai dari sekarang pada diri kalian bahwa kita siap untuk membawa Indonesia lebih maju ke masa yang akan datang.

Teruntuk bagi oknum-oknum penghancur bangsa, kalian boleh saja berpakaian rapi dan terkanal sebagai kaum intelektual. Tapi apakah kalian menggunakan keintelektualan kalian dengan didampingi dengan sebuah hati nurani ? Kalian dilahirkan di tanah surga ini, tapi apakah kalian lupa dengan tanggung jawab kalian ? Gunakanlah hati nurani kalian untuk menjalankan tugas negara ini. Genggamlah amanat rakyat negeri ini, jangan pernah engkau menghancurkan mimpi bangsa ini. Bangsa ini dibangun tidak hanya  dibangun oleh satu kalangan. Bangsa ini dibangun oleh semua kalangan dengan gotong royong dan titik darah penghabisan mereka.

Harapan dan cita-citaku tentang bangsa ini selalu ku simpan dalam doaku. Aku berharap bangsa ini dapat menjadi lebih maju, menurunnya kesenjangan social antara masyarakat, dan kesejahteraan bagi penghuninya. Dan semoga amanat-amanat rakyat dapat di pegang oleh orang-orang yang bermimpi tinggi untuk membawa bangsa ini ke dalam kesejahteraan. Tak hanya itu, aku juga berharap masalah-masalah yang dihadapi oleh negeri ini dapat segera berakhir.

Dan aku sebagai mahasiswa FISIP UNS, besedia untuk bersama membangun Bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita dan harapan masyarakat Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, aku siap untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Dan aku tidak akan pernah melupakan jati diri bangsa ini yang sebenarnya. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang tetap berpegang teguh pada jati dirinya. Terimakasih.

Halo Indonesia. Apa kabarmu? Masihkah sama kabarmu saat ini dengan hari-harimu yang lalu?

Tidak terasa kini usiamu sudah 72 tahun. Tentunya sudah banyak hal yang kau lalui selama ini. Sudah pasti bukanlah hal yang mudah mempertahankan kemerdekaanmu hingga saat ini perlu begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh orang-orang yang tulus mencintaimu hingga kau berada pada titik saat ini dan mempertahankan kemerdekannmu.


Namun disisi lain masih banyak saja orang-orang yang mengecewakanmu. Salah satunya karena orang-orang yang begitu tamak akan kekuasaan dan uang sehingga menghalalkan segala cara untuk meraihnya contohnya yaitu korupsi dan praktik suap. Hal ini menyebabkan mereka mengesampingkan kemajuan dan kesejahteraanmu, menomorduakan kepentinganmu demi kepentingan pribadi maupun golongan mereka. Lebih parahnya lagi korupsi yang telah menggerogotimu selama puluhan tahun tetap saja terus berlanjut hingga sekarang seolah telah mengakar pada bangsa ini sehingga sekalinya ditumpas selalu tumbuh tunas-tunas baru.


Tidak lupa satu lagi masalah cukup berat yang kau alami beberapa waktu lalu yaitu konflik sara yang sangat rentan meretakkan persatuanmu tidak dapat dipisahkan dari ingatan. Kata-kata yang mampu menyebabkanmu terbelenggu cukup hebat. Banyak orang yang sadar akan keadaan itu tak henti-hentinya meneriakkan semangat persatuan. Seolah cobaan itu mengingatkan rakyatmu untuk selalu memupuk rasa cinta dan persatuan didalam diri mereka, mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, namun kemerdekaan adalah awal dari suatu perjuangan baru. Suatu perjuangan yang tidak akan ada hentinya untuk selalu dijaga dan ditegakkan. Cobaan yang seharusnya mampu membuat kita memutar waktu sebelum Indonesia merdeka dahulu, saat semua rakyatmu bersatu untuk berjuang bersama bertumpah darah demi kebebasanmu tanpa memandang perbedaan suku, ras, budaya, bahasa, maupun agama.


Indonesiaku, engkau sungguh negeri yang besar dan kaya. Begitu luas wilayahmu yang terselimut permadani hijau diatas tanah yang subur serta laut biru yang indah, karena itulah engkau memiliki beraneka ragam suku, ras, budaya, bahasa, dan agama yang bagiku itu adalah pesona tersendiri didalam dirimu. Bahkan pesona itu telah banyak diakui bangsa-bangsa lain. Begitu banyak pesona Indoonesia yang membuatku bangga lahir dan tumbuh di negeri yang kaya akan budaya ini sehingga aku dapat belajar memahami dan menghargai perbedaaan sedari aku kecil.


Indonesiaku, aku harap kau tidak akan kehilangan pesonamu itu, aku berharap anak-anakmu masih terus mencintaimu dan memperbaikimu dengan cara menumpas korupsi hingga ke akar-akarnya sehingga uang yang seharusnya digunakan untuk membantu rakyat-rakyat lemah dapat disalurkan dengan baik untuk membantu mengangkat mereka dari jurang kemiskinan hingga dapat menjadi negara yang lebih baik lagi, terbebas dari kesenjangan ekonomi dan kemiskinan. Selain itu dalam kehidupan berbangsa ini aku harap Indonesia semakin memperkukuh persatuannya, seluruh rakyatnya bersatu melawan gerakan-gerakan radikalisme sehingga bangsa yang kemerdekaannya telah diperjuangkan oleh seluruh golongan ini dapat tetap bisa mempertahankan keutuhannya, menjaga amanat dari para leluhurnya. Aku berharap rakyatmu dapat terus mengobarkan semboyanmu dan mematuhi dasar-dasarmu.


Dan aku sebagai mahasiswa FISIP akan selalu berusaha mengembangkan rasa cintaku pada Indonesia dengan cara hidup menghargai perbedaanmu melalui sikap toleransi, peduli, dan mengembangkan sikap persaudaraan antar sesama warga Indonesia. Tidak lupa juga untuk belajar dengan baik sehingga nantinya aku dapat menjadi warga negara yang berkualitas sehingga mampu berguna untuk ikut serta mengembangkanmu dan membantu mendorongmu untuk menjadi bangsa yang lebih maju lagi.

Pertama, aku akan menjelaskan dengan singkat seperti apa itu pemimpin. Mungkin banyak orang yang sudah mengerti apa itu pemimpin. Mungkin pemimpin dalam organisasi, perusahaan, kelas, sekolah, ataupun pemimpin dalam negeri ini. Ya, memang pemimpin tidak bisa dipisahkan dari kata kelompok.  Orang bisa dikatakan pemimpin jika memenuhi salah satu syarat berikut, mempunyai orang-orang ataupun pengikut dalam suatu team ataupun kelompok. Tetapi, bukan dalam arti orang yang mempin bisa seenaknya sendiri namun pemimpin menurut versi aku sendiri adalah seseorang yang bisa dijadikan panutan bagi para pengikutnya untuk menjalankan  suatu visi dan misi yang sudah dibuat bersama, yang bisa mengkordinasi dan membawa team atau kelompoknya dengan baik.


Jika aku menjadi pemimpin, hal pertama yang aku lakukan adalah memupuk kepercayaan. Itu hal yang sangat penting dalam kepemimpinan. Contoh hal yang simpel, seorang pemimpin bisa dipilih karena apa? Karena orang-orang percaya kepada pemimpin tersebut, mereka memercayakan seorang pemimpin untuk menggerakan mereka dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak akan memilih orang yang tidak akan mereka percaya.  Jika antara pemimpin dan team saling terbuka dan percaya makan akan terjalin komunikasi yang baik dan team akan respect satu sama lain ditambah lagi dengan terhubungnya komunikasi  yang  baik maka kerja antar anggota akan lancar.

Jika aku menjadi pemimpin, hal kedua yang aku perhatikan adalah tetap membuka mata dan telinga.  Karena seorang pemimpin yang baik bisa dilihat dari cari ia memperlakukan orang disekitarnya dengan baik. Dengan telinga, seorang pemimpin harus bisa mendengarkan kritikan yang diberikan, kita harus siap menerima kritikan itu bukan malah marah ataupun down dan berpikir bahwa mungkin tidak layak menjadi seorang pemimpin tetapi kritikan itu harus bisa aku jadikan senjata untuk aku olah menjadi hal positif yang membuatku menjadi seorang pemimpin  yang bisa lebih baik untuk kedepannya.


Dan tidak lupa untuk membuka mata seperti misalnya kita harus  membayangkan kita sebagai anggota team dan berpikir atau menginginkan pemimpin yang seperti apa, dalam artian bukan pemimpin yang memimpin semena mena namun pemimpin yang bisa mengerti akan anggotanya, bisa menjaga komunikasi yang baik. Jangan sampai pernah berpikir bahwa “ah aku kan pemimpin, aku ketua disini, jadi aku bisa ngelakuiin apa aja” kadang jika sudah menjadi pemimpin, lupa akan “tugas awalnya” mengapa menjadi pemimpin, seolah sudah memenangkan sesuatu dan masa bodoh akan hal lainnya. Jika seperti itu, pemimpin akan kehilangan kepercayaan anggotanya dan kerja sama team tidak akan berjalan dengan baik. Maka, walaupun sudah terpilih menjadi pemimpin, bukan berarti aku hanya diam saja melainkan memberi contoh yang baik dalam menjalankan tugas yang diemban agar anggotaku juga akan menjalankan segalanya dengan baik dan menyelesaikan pekerjannya dengan cepat dan lancar. Kalau ditunjuk menjadi pemimpin harus bisa menjadi pemimpin yang turun tangan bukan malah lepas tangan karena kepemimpinan dalam arti bisa menjadi orang yang bisa mepengaruhi orang lain, jadi aku berusaha akan mempengaruhi anggota team aku dengan menjadi orang yang baik dalam menjalankan tugas tugasnya ya dengan memberikan contoh yang baik juga.


“Karena kepemimpinan bukan bagaimana kita mengatur orang lain mengikuti kita, namun bagaimana kita menagatur diri ini agar diikuti orang lain” –Naqoy


Jika ditunjuk untuk menjadi pemimpin dan ditanya apakah kamu sudah bisa menjadi seorang pemimpin sedangkan kamu seorang perempuan? Yang notabenenya laki-laki lah yang biasanya menjadi seorang pemimpin. Ya gini aja, menurut aku sih belum tentu semua orang mempunyai sifat kepemimpinan karena kita bukan dilahirkan langsung menjadi pemimpin atau mempunya sikap memimpin tetapi seorang pemimpin ada karena dibentuk. Seperti yang sudah aku sebut diatas bagaimana jika aku menjadi seorang pemimpin ya dengan proses berperilaku, komunikasi, saling percaya dan yang lain lainnya, jika aku bisa menjalani atau menerapkan proses-proses tersebut, kenapa tidak percaya kepada diri sendiri bahwa aku atau kamu bisa menjadi pemimpin

Jika Aku Menjadi Pemimpin

Pada saat ini pemimpin menjadi sorotan masyarakat karena kiprahnya yang besar dalam mengatur suatu negara. Pemimpin yang baik bisa menjadi panutan dan pemimpin yang buruk banyak mendapat kecaman dan cemoohan. Semua orang yang hidup di muka bumi ini disebut sebagai pemimpin. Karenanya, sebagai pemimpin, mereka semua memikul tanggung jawab, sekurang-kurangnya terhadap dirinya sendiri. Tak seorangpun mampu melepaskan diri dari tanggung jawabnya. Dia harus benar-benar waspada dan hati-hati, bersikap adil, bijaksana dalam bertugas. Akan tetapi, tanggung jawab di sini bukan semata-mata bermakna melaksanakan tugas lalu setelah itu selesai dan tidak menyisakan dampak bagi yang dipimpin. Melainkan lebih dari itu, yang dimaksud tanggung jawab di sini adalah lebih berarti upaya seorang pemimpin untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pihak yang dipimpin.

Termasuk aku. Pada diriku sendiri, aku berusaha bersikap hati-hati dan bijaksana karena kelak apa yang aku lakukan akan aku pertanggung jawabkan pada Sang Maha Adil. Ketika diri kita berlaku adil pada diri sendiri bukankah hal itu juga akan berdampak baik pula pada diri kita nanti? Ya. Namun, kita juga harus mengerti dan paham bahwa tak hanya diri kita saja yang inginmendapatkan dampak yang baik. Orang lain pun juga berhak. Tak sedikit pula pemimpin yang justru menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan dirinya sendiri, seperti para koruptor. Koruptor adalah orang yang secara hukum telah dinyatakan bersalah melakukan tindak korupsi. Di Indonesia ini telah banyak kasus-kasus korupsi yang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini. Entah apa yang dipikirkan para koruptor tersebut sehingga mereka tega ‘mencekik’ rakyat dengan memakan yang bahkan tidak berhak untuk sekedar mereka rasakan.

Menjadi pemimpin haruslah memberi teladan yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bahkan cacat dimata publik. Seperti halnya cita-cita yang aku miliki selama ini. Ya, menjadi pemimpin perusahaan. Tidak mudah bagiku memikirkan apakah hal itu akan mungkin terjadi padaku kelak dan bagaimana sikap serta tanggung jawab ku atas perusahaan yang aku pimpin. Karna sejatinya memimpin orang banyak jauh lebih berat dan besar tanggung jawabnya daripada memimpin diri kita sendiri. Karena itulah seorang pemimpin seyogyanya mengerti tentang pengertian pemimpin itu sendiri, tujuan dan betapa pentingnya tugas pemimpin itu. Jika kita menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berdedikasi, in shaa allah orang yang kita pimpin akan merasa tenang dan tidak banyak protes sana-sini.

Ketika kelak aku menjadi pemimpin, hal utama yang aku miliki dan akan aku pertahankan yaitu kejujuran. Kejujuran adalah modal paling mendasar dalam sebuah kepemimpinan. Tanpa kejujuran, kepemimpinan ibarat bangunan tanpa fondasi, dari luar tampak megah namum di dalamnya rapuh dan tak bisa bertahan lama. Begitu pula dengan kepemimpinan, apabila tidak didasarkan atas kejujuran orang-orang yang terlibat di dalam perusahaan maka jangan harap kepimpinan akan berjalan dengan baik. Dengan kejujuran sebagai pemimpin, kita akan mudah dipercaya oleh orang lain dan dengan mudah kita dapat menjalin hubungan untuk bekerja sama dalam mengembangkan perusahaan. Namun harus diketahui bahwa disini tidak hanya seorang pemimpin yang harus bersikap jujur, tetapi orang yang dipimpin juga harus memiliki sikap kejujuran. Maka dari itu, sebagai pemimpin perusahaan aku akan memberikan contoh serta menegaskan kepada orang yang aku pimpin agar mereka juga ikut melakukan kejujuran dalam menjalankan tugasnya.

Yang kedua, aku akan bersikap adil pada setiap anggota yang aku pimpin. Bersikap adil adalah suatu sikap yang tidak memihak kecuali kepada kebenaran. Tanpa pemimpin yang adil maka kehidupan ini akan terjebak ke dalam jurang penderitaan yang cukup dalam. Dan ketika kita bersikap adil pada orang-orang yang kita pimpin, maka secara sadar mereka yang kita pimpin akan menghormati serta menghargai kita sebagai pemimpinnya. Tidak diragukan lagi bahwa didalam agama pun juga telah diajarkan agar sebagai pemimpin wajib berlaku adil. Bersikap adil dapat dilakukan dari hal yang kecil seperti dengan mendengarkan semua pemikiran anggota untuk mengembangkan semangat kerja mereka, bisa juga dilakukan dengan cara memberikan tugas yang setara dengan kemampuannya.

Yang ketiga adalah bijaksana. Ya, sebagai pemimpin aku akan bersikap bijaksana kepada perusahaan dan anggota yang aku pimpin. Bijaksana dalam hal membuat peraturan diperusahaan, bijaksana dalam hal menyelesaikan masalah yang terjadi diperusahaan dan bijaksana dalam mengambil keputusan untuk kepentingan perusahaan. Bijaksana dalam hal ini sangat penting, bahkan dapat menyangkut sampai sejauh mana perusahaan yang kita pimpin bisa bertahan. Sebagai contoh ketika kita harus memilih dengan siapa kita akan bekerja sama, kita harus bijaksana dan tidak boleh memandang bulu. Dan ketika kita memilih orang yang tepat untuk diajak bekerja sama, maka disitulah kita akan berada pada jalur keuntungan.

Dan yang terakhir yaitu aku akan bersikap tegas dan tidak lupa bersikap ramah pada setiap orang. Pemimpin yang tegas pasti memiliki prinsip yang kuat. Dengan ketegasan itu aku berharap anggota yang aku pimpin akan benar-benar bertanggung jawab pada tugas mereka. Dan dengan keramahan itu aku berharap anggota yang aku pimpin akan merasa nyaman dan senang saat bekerja denganku.

Itulah sedikit yang akan aku lakukan apabila kelak menjadi pemimpin. Yang terpenting dari seorang pemimpin adalah tetap berpegangan pada aturan dan ajaran-ajaran agama yang telah diridhoi oleh Allah SWT serta terus berada dijalannya. Terimakasih.

Jika Aku Menjadi Pemimpin

            Apa itu pemimpin? Pemimpin adalah seseorang dengan jabatan tertinggi yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk memimpin sebuah organisasi maupun perusahaan. Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Bukan berarti seorang pemimpin berhak menguasai segalanya. Segala sesuatu yang dilakukan oleh pemimpin harus direncanakan secara sistematis dan terstruktur. Karena apa? Karena pemimpin akan menjadi contoh maupun teladan bagi para pengikutnya. Banyak pemimpin yang mampu memimpin bahkan mengubah orang lain, namun ia tidak dapat memimpin dirinya sendiri. Sebagai pemimpin yang bijaksana seharusnya ia mampu mengoreksi kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya sebelum merubah apa yang ada pada orang lain.

          Seorang pemimpin sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Maka sebelum mengambil keputusan seorang pemimpin harus memikirkannya secara matang-matang. Apabila suatu keputusan diambil secara asal-asalan maka dapat berakibat fatal. Bukan hanya fatal untuk dirinya sendiri, namun kefatalan tersebut berdampak juga pada anggota / timnya.

            Saat ini saya sedang membayangkan jika saya menjadi pemimpin. Tentu bagi saya, menjadi pemimpin adalah hal yang sangat membanggakan. Namun terlintas di benak saya bahwa menjadi pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu permasalahan. Justru hal itu sulit dilakukan bukan? Namun segala sesuatu yang diusahakan pasti tetap dapat terlaksana dengan baik asalkan saya mempunyai niat dan tekad yang bulat. Keputusan -keputusan yang saya buat harus dapat memuaskan anggota saya. Apabila ada yang tidak setuju dengan keputusan itu, maka nantinya saya akan mendiskusikan pada anggota / tim agar tercapainya suatu kesepakatan.

Leadership success always starts with vision. Maka dari itu ada beberapa visi dan misi yang akan saya terapkan jika saya menjadi pemimpin, diantaranya : communicable (mudah dipahami oleh semua orang), desirable (menarik perhatian agar visi tersebut dapat membangkitkan semangat), dan yang paling penting adalah focused (visi harus jelas terfokus memiliki tujuan jangka panjang). Saya juga akan memilah-milah mana yang akan saya jadikan target utama, agar saya dapat menyelesaikannya dengan baik dan terencana.

Jika saya menjadi pemimpin, saya akan melaksanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya. Saya akan berusaha memperlakukan adil pada setiap anggota. Saya tidak akan membeda-bedakan status sosial mereka. Entah mereka dari keluarga yang ekonominya rendah maupun sebaliknya karena pada umumnya mereka sederajat dihadapan Tuhan. Saya juga akan berusaha memahami karakteristik dari setiap orang. Apabila ada masalah ketika saya memimpin mereka, saya akan menghadapi dengan kepala dingin supaya masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam konteks yang luas apabila saya menjadi pemimpin, saya akan berusaha untuk memberantas korupsi. Korupsi semakin merajalela. Saya tidak akan memaafkan para koruptor sekalipun adanya uang sogokan untuk mengurangi hukuman pidana, maupun hal semacam itu. Saya akan memberikan sanksi yang tegas kepada para koruptor karena telah menjajakan uang rakyat demi kepentingan lain. Hal itu justru meresahkan masyarakat.

Hal lain yang menjadi keinginan saya yaitu, saya akan menumpas kemiskinan serta pengangguran. Kemiskinan dan pengangguran sudah menjadi penyakit di negara kita. Sudah sepantasnya permasalahan ini segera diberantas. Saya pasti akan mencari cara untuk memecahkan solusi tersebut. Jika saya menjadi pemimpin, saya akan terjun ke lapangan untuk memotivasi mereka, memberikan mereka lapangan pekerjaan, dan memberikan balai latihan kerja. Hal tersebut saya lakukan agar mereka memiliki semangat untuk bekerja. Saya akan menanamkan motivasi kepada mereka bahwa bekerja sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan. Dan segala keadaan dapat dirubah jika kita mau berusaha. Karena pada intinya, kemiskinan dan pengangguran dapat diberantas apabila dari diri pribadi masing-masing tertanam kemauan untuk bekerja, bukan untuk bermalas-malasan.

Ya, itulah gambaran visi dan misi saya jika saya menjadi pemimpin. Walaupun semua itu hanya rencana saya, apabila saya berkeinginian pasti saya mampu mewujudkannya. 

Pemimpin. Kata yang langsung membawa pembacanya pada bayangan seseorang dengan jabatan tertinggi dibidangnya dengan seluruh wibawa yang melekat pada diri mereka sehingga membuatnya dihormati dan dikagumi lebih dari pada orang-orang umum biasanya. Benar bahwa seorang pemimpin sangat penting keberadaannya, karena ditangan pemimpinlah suatu kelompok dapat diatur, diarahkan, dibimbing demi tercapainya tujuan bersama.


Namun terlepas dari wibawanya pemimpin bukanlah siapa-siapa saat tidak ada orang-orang yang melimpahkan kepercayaannya pada seseorang yang dianggapnya mempu dan pantas menjadi seorang pemimpin. Jika aku seorang pemimpin aku ingin menjadi pemimpin yang dapat menjaga kepercayaan orang- orang yang telah melimpahkan kepercayaannya padaku, menjadikannya suatu motivasi tersendiri untuk berusaha mengupayakan yang terbaik demi kepentingan bersama. Menjaga kepercayaan orang lain bukanlah hal yang terbilang mudah, karena menjaga kepercayaan seseorang berarti sama saja menjaga hati orang lain. Untuk menjaga keparcayaan orang maka aku akan menjadi pemimpin yang sebisa mungkin apa yang dikatakan selaras dengan yang diperbuat, tidak hanya sekedar memberikan janji-janji manis yang tidak pernah terrealisasikan.


Disaat menghadapi berbagai perubahan dunia yang semakin dinamis, cepat, dan tanpa batas apalagi ditengah masyarakat Indonesia yang multikultural menyebabkan munculnya berbagai tantangan dan hambatan baru, tekanan mental akibat perubahan atau dampak sosial, politik, budaya, dan satu lagi permasalahan yang sebagian besar dialami oleh masyarakat Indonesia yang merupakan negara berkembang, yaitu permasalahan ekonomi dengan berbagai rangkaian dampak yang timbul lainnya seperti pencurian, kekerasan, pembunuhan. Hal ini menjadikan hidup di jaman yang telah maju seperti sekarang terasa lebih berat karena persaingan tidak hanya dalam lingkup nasional tapi lebih secara internasional.


Untuk menghadapi tekanan-tekanan yang dirasakan oleh orang-orang jaman sekarang tersebut, bukan seorang pemimpin yang keras, bermulut manis tanpa bukti, dan bukan juga pemimpin yang setiap katanya harus dipatuhi oleh orang lain. Melainkan aku ingin menjadi seorang pemimpin dengan kerendahan hati dan keterbukaannya dapat memahami kondisi anggota, merengkuh dan merangkul mereka untuk dapat mendengar teriakan hati mereka yang terkadang hanya terdengar sebagai bisikan bagi orang lain. Pemimpin yang dapat mendengar, peduli, dan mampu memberikan rasa nyaman baik secara fisik maupun psikis.  Dengan cara ini bangsa Indonesia dapat mempertahankan persatuannya.

Aku ingin menjadi pemimpin yang tidak hanya menggunakan kata pemimpin sebagai sarana memegahkan diri dengan upah jabatan, gaji tinggi, maupun kebutuhan duniawi lainnya yang dapat menjadi dinding pembatas aspirasi masyarakat. Namun pemimpin yang mampu mengubah kelompoknya menjadi lebih baik namun dapat mempertahankan hati nuraninya untuk tetap rendah hati. Contoh pemimpin yang terkenal degan kerendahan hatinya yaitu Mahatma Ghandi dengan prinsip melayani dan murah hati, Nelson Mandela yang sederhana dan rasa kepeduliannya terhadap sesama yang tinggi, dan presiden Republik Indonesia bapak Joko Widodo yang terkenal akan figurnya yang sederhana namun pekerja keras. Aku ingin meneladani sikap dan kesederhanaan pemimpin-pemimpin tersebut.


Terkadang seorang pemimpin hebat bukan hanya karena terlahir dari keturunan pemimpin ataupun berpendidikan luar biasa. Justru pemimpin yang besar karena belajar dari keadaan, memahami situasi, berlatih membuat keputusan yang tepat demi kepentingan bersama dengan risiko seminimal mungkinlah yang lebih memahami hati orang-orang disekelilingnya, dan mau berjuang bersama memperbaikinya.


Aku memahami bahwa pemimpin dengan karakter seperti itu akan menempuh banyak tantangan dan hambatan. Memperjuangkan kebenaran, kebaikan, serta cinta kasih pada sesama memang tidak akan menempuh jalan yang mulus terus menerus, tapi justru kadang jalan yang berkerikil dan berbatu diawal dibutuhkan untuk melatih kaki kita dan semakin membakar semangat serta keinginan agar lebih kuat saat kembali melalui jalan tersebut kedua kalinya lagi.


Hal yang paling ditekankan bagiku saat menjadi pemimpin adalah persatuan dan rendah hati. Karena bangsa yang besar dan kaya tidak ada artinya jika didalam hati mereka tidak ada rasa persatuan, yang cepat atau lambat bagai bom waktu yang akan membawa dalam kehancuran. Serta kerendah hati seorang pemimpinlah yang mempu merangkul seluruh kalangan demi terjaganya persatuan tersebut. Saat seseorang dihadapkan pada keadaan sebagai pemimpin, bagaimanapun setiap orang berkeinginan menjadi pemimpin yang baik dengan berusaha mengambil langkah terbaik yang dia bisa lakukan, begitupun aku.

Jika Aku Menjadi Pemimpin

 

                Jadi Pemimpin ? Itu adalah mimpi setiap orang di dunia ini, entah memimpin suatu proyek, bisnis, bahkan negara. Hal itu sudah biasa didamba-dambakan oleh semua orang, tapi pernah ga sih kalian berfikir terus kalo aku jadi pemimpin nanti kalau gagal gimana ya ? pasti pernah kan berfikir seperti itu. Terus dari situ nyali kalian bakal menciut pasti untuk jadi pemimpin. Tapi tenang aja gengs rasa takut itu harus dilawan tapi sebuah mimpi harus dipertahankan. Jadi kalian yang ingin jadi pemimpin mulai niatin mimpi itu dari sekarang. Nah pasti kalian bakal bilang kamu enak tinggal ngomong dan bla bla bla bla. Eitsss santai aja aku bakal ceritaiin disini gimana kalau aku jadi seorang pemimpin.

            Tahap awal jadi seorang pemimpin itu adalah JAGA IMAGE, itu sangat penting gengs. Jadi seorang pimpinan itu musti jaga kewibawaan. Tapi gausah alay juga mentang-mentang jaga wibawa terus kalo ngomong bibirnya kayak orang sakit begitu, itu GAPERLU. Untuk jaga wibawa aku bakal ngelakuin jaga perilaku, yang biasanya kalau makan kakinya “petangkringan” kali ini jadi pemipinin makannya musti rapi, semua harus dilakukan bertahap kalau perlu saat nyendok jangan ada suara-suara “sring sring” gajelas gitu. Kenapa jaga perilaku saat makan perlu ? karenan disitulah para tamu-tamu undangan bakal menilai attitude kita gengs.

            Nah selain itu supaya aku tidak dipandang remeh sama tamu-tamu lain nih gengs, cara jalanku harus lebih bergaya ala-ala model gitu lah. Busungkan dada dan kepala haru melihat kedepan, tapi ga perlu kaku-kaku juga nanti orang gabisa bedain mana pimpinan mana ajudan. Selain itu nih kalau berjabat tangan dengan pimpinan lain usahakan mata saling memandang, bukan berarti nanti jadi baper yah, disitulah keyakian seorang clien akan mantap dengan kita. Nah itu adalah gayaku saat aku jadi seorang pimpinan.

            Lanjut, nah ditahap ini aku bakal kasih tau kekalian gengs pimpinan macam apa yang aku jadiin impianku. Yang pasti bukan pimpinan rumah tangga ya, karena itu memang sudah menjadi kewajiban. Nah disini mimpiku mungkin sama dengan banyak orang, tapi yang terkabul cuman aku dan sebagian orang semoga aaaamiiin wkwkwk. Aku bermimpi untuk menjadi seorang pemimin Negara Republik Indonesia TERCINTAH, kerenkan ? aku bermimpi seperti itu karena aku ingin naik mobil RI 1 hahaha (dusta). Aku ingin jadi seorang presiden kenapa ? karena aku ingin memajukan bangsa ini, walau sebetulnya memajukan bangsa gaperlu jadi presiden, cukup berkontribusi untuk negara aja udah cukup.

            Tapi kenapa jadi presiden, karena saat ini aku sering lihat berita yang berisukan tentang negara ini gengs, kalian pasti suka kesel kan dan cuman bisa ngomel pemerintah ga becus apalah apalah itu. Tapi jadi seorang presiden kita bakal tau nih seluk beluk dalam suatu permasalahan yang dihadapi negara, nah disitulah yang dulu cuman bias ngomel sekarang bias ngasih solusi dan bias nyelesaiin masalah dengan dibantu orang lain tentunya.  Nah, apa cuman itu aja gara-garanya kenapa aku milih jadi presiden ? pasti nggaklah karenan jadi seorang presidan aku bakal bias bertemu dengan orang-orang penting di seluruh dunia.

            Cuman ketemu ? ya iya lah namanya juga ngefans wkwkw, nggak lah pastinya. Disaat aku bertemu dengan para petinggi-petinggi negara lain disitulah ke-Indonesiaanku bakal keluar, yaitu akting dan promosi. Kenapa musti akting ? karena dengan akting para petinggi-petinggi negara lain bakal hanyut dalam suasana, nah disitu aku tambah promosiin negara Indonesia ini. Yang nantinya mereka bakal mau melakukan investasi di negara tercintaku ini. Dengan itu devisa negara akan menambah dan perekonomian bangsa pelan-pelan akan meningkat. Jadi kelak jika aku jadi presiden (aaamiin) aku akan berupaya untuk mensejahterakan negaraku.

            Nah tadi adalah gambaran abstrak yang akan aku lakuin jika aku jadi seorang presiden. Nah semoga kalian nggak meniru caraku ya, karena setiap orang punya cara sendiri-sendiri. Jika kalian suka dengan blogku ini kalian Cuma bilang amin aja aku udah bahagia sekali. Terima Kasih telah mau membaca tulisanku ini.
Well, sebelum menjawab pertanyaan utama tentang “Jika Aku Menjadi Seorang Pemimpin” disini aku mau menjelaskan pengertian menjadi seorang pemimpin dan pengertian seorang pemimpin itu apa. Jadi menjadi seorang pemimpin menurutku bukan sesuatu yang mudah dan ada beban tersendiri yang harus dipikul oleh aku sendiri jika menjadi pemimpin. Karena menurutku seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa orang-orangnya tumbuh berkembang dan sukses bersama sang pemimpin. So, kalo pemimpinnya jatuh, ya anak buahnya juga jatuh. Seorang pemimpin yang baik juga bukan seorang pemimpin yang mendominasi sebuah team, tapi yang mampu memotivasi sebuah team untuk bergerak menuju puncak. Nah untuk arti pemimpin itu sendiri menurut aku orang yang memandu orang lain, mngepalai sesuatu usaha, orang yang pertama bakalan maju untuk mempertanggung jawabkan hasil kerja. Jadi sebenernya kalau menurut aku menjadi seorang pemimpin itu ya susah-susah gampang. Susahnya dimana menyatukan pemikiran sebuah team agar selaras dengan visi misi team, lalu menjadi panutan orang-orang dalam team, dan memberjalankan sistem yang ada.

Nah jika aku ditunjuk sebagai seorang pemimpin dalam sebuah kelompok, sebisa mungkin aku peka terhadap orang-orang dalam kelompokku, bagaimana cara mereka bertindak dan bagaimana cara mereka menyikapi suatu hal harus diperhatikan jika menjadi pemimpin agar tahu bagaimana cara mengatur kelompok ini. Aku juga berusaha sebisa mungkin menjadi seorang yang dapat dipercaya untuk menggerakkan kelompokku ini sebisa mungkin mengayomi orang-orang didalam kelompokku, aku bakalan mencoba tetap berkomunikasi dengan orang-orang dalam kelompokku. Karena menurut aku penting menjaga komunikasi dan hubungan dengan orang-orang dalam kelompok agar pekerjaan cepat selesai.

Aku juga sebisa mungkin menjadi orang pertama yang tahu tentang kondisi di lapangan agar bisa memandu kelompok dengan baik. Karena sudah tugas seorang pemimpin untuk mengarahkan kelompok agar tidak tersesat dalam pekerjaan.

Aku percaya setiap orang memiliki gaya-gaya tertentu dalam memimpin sebuah kelompok. Ada yang menjaga image agar disegani oleh orang lain, ada yang terlalu keras dan mengekang, ada yang santai tapi tegas, ada yang terlalu santai sampai di sepelekan oleh orang lain. Jika aku menajdi seorang pemimpin tentu aku ingin menjadi seorang yang santai tetapi tegas agar orang-orang nyaman saat bekerja sama dengan aku, tetapi tidak merendahkan aku. Menurut ku menjadi seorang pemimpin tidak perlu terlalu mengekang dan jangan terlalu kaku. Apalagi sampai menjadi pemimpin yang kasar atau galak demi mendapatkan kehormatan dan disegani orang lain, kehormatan dan perasaan segan orang bakalan dateng kalau kita menjadi pemimpin yang menyenangkan di mata orang lain.

Jika aku menjadi seorang pemimpin sangat penting untuk terbuka dalam masalah mengkritik dan dikritik, karena tidak ada kata sempurna bagi seorang pemimpin, pemimpin juga bisa salah, jadi seorang pemimpin harus terbuka untuk dikritik oleh orang lain dan diberikan masukan, Masukan dan kritik bagi aku sangat membantu seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin yang lebih baik lagi ke depannya. Sebisa mungkin semua kritik dan masukan di terima dengan baik dan di olah kembali untuk lalu diterapkan kepada orang-orang.

Jika aku menjadi seorang pemimpin memberikan masukan dan mengkritik orang lain juga sangat diperlukan. Tetapi memberikan masukan dan memberi kritiknya juga dengan kata-kata yang halus dan tidak berbelit-belit agar maksud utamanya tersampaikan. Terkadang kita, khususnya aku sendiri kalau mau mengkritik orang pasti harus berfikir ulang karena takut apa yang disampaikan menyakiti perasaan orang lain, tapi kalau orang tersebut salah sebenernya nggak masalah untuk di berikan kritik dan di beri masukan, agar orang itu juga sadar atas kesalahan yang telah dilakukan.

Dan yang terakhir, jika aku ditunjuk sebagai pemimpin, sangat penting untuk memegang teguh sifat jujur dan amanah, kenapa? Karena dasar dari sebuah hubungan kan kejujuran, orang yang jujur juga pasti lebih di percaya orang untuk memimpin atau mengemban tugas berat lainnya. Jadi sebisa mungkin aku akan menerapkan sikap jujur kepada orang lain dan bahkan diri saya sendiri. Mulai dari hal-hal kecil, seperti jika ada rasa tidak enak kepada orang lain kita harus jujur terhadap orang tersebut. Dan kenapa sikap amanah penting untuk seorang pemimpin, menurutku sih, karena seorang pemimpin dipercaya atau diberikan tugas yang berat, orang-orang pasti punya harapan yang lebih tinggi terhadap kita, jadi mengerjakan seluruh tugas dengan baik dan benar juga menurut saya sangat penting dilakukan oleh seorang pemimpin.

NAAAH, itu tadi pendapat singkat, tentang jika aku menjadi pemimpin. Intinya jika aku menjadi pemimpin nanti sifat-sifat dan hal-hal yang sudah aku jelaskan tadi sebisa mungkin akan aku laksanakan dan aku kerjakan, karena sangat penting kan menjadi seorang pemimpin seperti yang sudah aku jelaskan tadi.

TERIMA KASIH

Apa yang terlintas di pikiran seseorang jika mendengar kata "pemimpin" ? Pasti kebanyakan akan menjawab pemimpin adalah orang yang paling berkuasa. Lalu apakah jawaban tersebut benar?

Menurut saya arti pemimpin yang tepat adalah seseorang yang menggunakan wewenangnya sebagai pemimpin untuk mengorganisasikan, mengarahkan dan mengontrol bawahannya supaya tercapainya tujuan bersama. Jadi jawaban di atas tidak sepenuhnya salah, pemimpin memang merupakan orang yang paling berkuasa dalam suatu organisasi atau komunitas. Tetapi berkuasa disini bukanlah berarti dapat melakukan hal seenaknya sendiri tanpa memperhatikan situasi kondisi. Pemimpin haruslah mempunyai sikap-sikap kepemimpinan. Tanggung jawab, bermoral, demokratis dan adil adalah beberapa diantaranya. Menjadi pemimpin memang bukan perkara yang mudah. Jika melihat Indonesia saat ini, telah terjadi krisis kepemimpinan yang susah untuk diatasi. Hal ini dapat dibuktikan mengingat permasalahan yang terjadi di bangsa ini seperti korupsi ataupun penggunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Ditambah lagi dengan semakin maraknya aksi demo menolak kepemimpinan yang terjadi akhir-akhir ini semakin memperkuat indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak diinginkan dari sosok pemimpin negeri saat ini. Peristiwa ini masih merupakan sekelumit masalah yang terlihat oleh mata. Sebenarnya masih banyak permasalahan lainnya yang dihadapi masyarakat mengenai sosok seorang pemimpin, dan masyarakat pun membutuhkan pemimpin yang berani, tegas, dan bijaksana untuk menyelesaikannya.

Lalu, jika saya ditanya "Apakah anda ingin menjadi pemimpin?" Dengan tegas saya menjawab "IYA". Tetapi saya tidak ingin sekedar menjadi pemimpin, saya ingin menjadi pemimpin yang baik yang dapat membawa orang-orang atau masyarakat yang saya pimpin mencapai tujuan bersama dengan cara yang benar. Ada beberapa hal yang akan saya lakukan jika menjadi seorang pemimpin kelak, diantaranya :


1. Menjadi panutan yang baik. Untuk menjadi panutan yang baik diperlukan pengalaman serta wawasan luas dalam bidang yang akan saya pimpin. Selain itu, jika ingin dihormati oleh bawahan, hormatilah mereka terlebih dahulu, dan jangan menyombongkan diri.

2. Memperjelas tujuan awal yang saya janjikan pada saat saya terpilih, tidak sekedar memberi janji palsu yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan konflik yang berkelanjutan.

3. Pandai menjalin komunikasi dan aktif menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara tegas dan transparan

4. Berpikir jauh kedepan untuk kelangsungan anggota dan komunitas yang saya pimpin.

5. Memberi punishment dan pujian secara tepat.


Itulah sebagian hal yang saya lakukan jika menjadi pemimpin kelak. Tetapi hal tersebut harus saya latih terus menerus agar dapat berjalan dengan semestinya. Menjadi pemimpin bukanlah bawaan sejak lahir, maka dari itu sistem pendidikan dan lingkungan organisasi membawa andil besar dalam menjawab kebutuhan pemimpin yang mengerti segala masalah dan memberikan kontribusi untuk menyelesaikannya. Sehingga seorang pemimpin seharusnya dapat membuka mata dan pikiran agar setiap masalah yang berkembang dapat diatasi dengan baik. Untuk mewujudkan hal ini, maka dibutuhkan seorang pemimpin yang mau belajar, mau mendengar dan mau melihat ke seluruh lingkungan yang dipimpinnya. Untuk menjadi pemimpin sekarang ini, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Tantangan yang semakin kompleks dan rumit bagi seorang pimpinan sekarang. Tidak cukup lagi jika hanya mengandalkan pada garis keturunan. Sekali lagi saya tegaskan pemimpin zaman sekarang harus mau belajar dan mau melihat dari segala sisi. Selain itu pemimpin tidak hanya mempertanggungjawabkan kepemimpinannya terhadap bawahannya, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pemimpin juga harus memiliki akhlak mulia dan bermoral. Dan juga pemimpin harus memiliki kredibilitas dan integritas tinggi serta dapat bertahan dari gejolak permasalahan demi melanjutkan apa yang menjadi tujuan awal. Kalau tidak, pemimpin itu hanya akan menjadi suatu bahan tertawaan karena terombang ambing hanya gara-gara diterpa masalah yang tidak seberapa.


"CONTENT 1"

1, BIODATA:
Nama saya, Jihan Aisy Rabbani. Saya lahir di Tegal, 05 November 1999. Alamat rumah saya di Jalan Kamboja no.16 rt.02/02 kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Saya dari Program Studi Hubungan Masayrakat (Humas) tahun angkatan 2017.
Pages: 1 2 3 4 5 »