User blogs

Tag search results for: "#pkkmbfisip2016"

SURAT UNTUK INDONESIA


Indonesia.... Apa yang sebenarnya terjadi padamu saat ini?

Mengapa Ibu Pertiwi seperti menangisi keadaannya sendiri?

Tidakkah kau merindukan masa keemasan itu? Kala segala pengorbanan dan tumpah darah para pahlawanmu terbalaskan oleh apa yang selalu ingin kau tuju, kemerdekaan?

 

Bilamana kulihat sekarang, kau sudah berbeda. Sudah bukan seperti engkau yang dulu,  yang giat melaksanakan pembangunan demi kemajuan. Entah apa sebabnya. Mungkin akibat perlakuan rakyatmu yang sudah mulai berani bertindak tanpa berpikir terlebih dulu. Bahkan banyak dari mereka yang tidak ragu lagi melakukan tindakan menyimpang seakan hal itu menjadi sah - sah saja.

Seperti yang telah kau ketahui, kriminalitas tak pernah berhenti membumbui kehidupan yang seharusnya tenteram ini. Kesempatan untuk berkorupsi oleh oknum “Wakil Rakyat” yang seharusnya makin dipersempit justru makin melebar celahnya. Keadilan atas penegakan hukum tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Kemiskinan, pengangguran, wabah kelaparan masih menyelimuti seakan bukan menjadi karateristik bangsa ini apabila masalah-masalah tersebut tertuntaskan. Pelecehan seksual, penggunaan narkotika, pemalsuan barang-barang vital bagai sebuah hiburan tersendiri bagi rakyat dan serasa hal ini seperti dibutuhkan demi mencapai kesenangan, kepuasan, bahkan keuntungan pribadi semata. Kehidupan berbangsa dan bernegara yang seharusnya menjunjung tinggi semboyan kita,  “Bhinneka Tunggal Ika”, seperti rapuh termakan usia bila kita melihat bahwa telah banyak terjadi peperangan dan perpecahbelahan suku - suku di tanah air tercinta ini.

Dari semua hal yang telah kutuliskan itu, sebenarnya masih terdapat banyak permasalahan yang menghantuimu, Indonesia. Tak bisa kutuliskan secara lengkap disini karena surat ini pun tak mungkin cukup untuk menjelaskan betapa banyaknya masalah  yang kau hadapi. Aku hanya dapat berharap semoga semua kondisi yang memprihatinkan ini tak akan berlanjut menimpamu, Indonesia. Aku berdoa semoga dirimu akan kembali meraih kejayaan dan kemerdekaan yang engkau cita - citakan. Dimana kondisi kehidupan berjalan amat tenteram, kehidupan rakyatnya makmur, jauh dari kriminalitas, serta dunia pun  dapat memandang dirimu sebagai negara yang berjaya. Aku berharap engkau dapat melaksanakan pembangunan dengan sangat baik. Agar apabila pembangunan tersebut terwujudkan dengan maksimal, takkan ada lagi kesengsaraan yang menimpa rakyat - rakyatmu. Semua akan sentosa dengan kehidupan di bumi pertiwi ini.

Di sisi lain aku berharap, diriku yang saat ini adalah Mahasiswi Baru FISIP UNS 2016, juga berusaha semaksimal mungkin yang aku bisa untuk memperjuangkan kembali Indonesiaku yang berjaya dengan segala upaya yang mungkin dapat kulakukan saat ini. Dengan menempuh pendidikan yang tinggi, belajar mengenal Indonesia dari segi kehidupan sosial politik secara mendalam lagi, serta berusaha memperoleh berbagai prestasi, aku berharap diriku bisa mencapai karier sukses dan menginternasional suatu saat nanti. Sehingga kondisi yang sedang menimpa Indonesia dapat diperbaiki dan dunia pun takjub dengan apa yang dapat diperbuat oleh putra - putri bangsa Indonesia. Selain itu, aku berusaha untuk meningkatkan jiwa nasionalisme maupun patriotisme agar kedua sikap tersebut dapat terus melekat  seiring berjalannya waktu dalam mengikuti arus perkembangan zaman.

Seperti itulah pandanganku akan keadaan yang sedang kau alami, Indonesiaku. Begitu banyak permasalahan. Namun, aku percaya semua ini akan mencapai titik akhir selayaknya badai yang pasti berlalu. Cukup sekian surat yang kutuliskan untukmu berserta dengan pengharapan yang masih menunggu untuk terwujudkan. Semoga semakin hari dan semakin bertambahnya waktu, kemerdekaan yang sesungguhnya semakin dekat juga kepadamu.

Salam,

Irenika

Nama Anggota :

-        Firmanjaya Rafiandy

-        Muhammad Anshori

-        Aditya Putra

-        Wenny Octavia

-        Ganis Haryanti

-        Grace Charity

-        Fikri Syafiq

-        Abraham Dilens

-        Annisa Miftahqul

-        Muhammad Arif

-        Syanindita Dwika

-        Zahara Nur

-        Charilia Riantanti

-        Deborapane

-        Zaenab

-        Dela

-        Irenika

 

Nama Pendamping : Kak Maora Rianti


Masjid Agung Surakarta berdiri dengan tegak dan megah di sebelah barat alun-alun Surakarta berdekatan dengan pasar klewer. Bentuk bangunan Masjid Agung Surakarta hampir menyerupai Masjid Agung Demak dengan atap berbentuk limasan bersusun. Masih di sekitar masjid, tepatnya di sebelah utara, terdapat sebuah pemukiman yang bernama Kampung Gedung Selirang. Pemukiman ini sengaja dibangun untuk tempat tinggal para pengurus masjid. Sampai saat ini, Masjid Agung Surakarta masih menjadi pusat tradisi Islam di Keraton Surakarta. Masjid ini masih menjadi tempat penyelenggaraan berbagai ritual yang terkait dengan agama, seperti sekaten dan maulud nabi, yang salah satu rangkaian acaranya adalah pembagian 1.000 serabi dari raja kepada masyarakat.

Beberapa hari lagi kita akan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Tentunya kita harus berterimakasih kepada para pemimpin kita terdahulu atas segala usaha-usaha yang telah dilakukan. Indonesia memang sudah merdeka, tapi masih banyak masalah yang harus diperbaiki agar ke depan nya lebih baik. Salah satunya kekerasan yang terjadi pada anak.
Kekerasan terhadap anak adalah tindakan kekerasan secara fisik, seksual, penganiayaan emosional atau pengabaian terhadap anak. Sebagian besar kekerasan terhadap anak terjadi di rumah anak itu sendiri, di sekolah, atau di lingkungan tempat anak berinteraksi. Kekerasan pada anak memunculkan masalah fisik maupun psikologis pada si anak pada kemudian hari. Secara fisik bisa dilihat dengan bekas luka yang menempel pada kulit. Secara psikis, anak yang mengalami kekerasan dapat mengalami gangguan kejiwaan seperti: depresi, cemas, dan gangguan stres pasca trauma.
Kekerasan terhadap anak memiliki dampak yang luar biasa. Ada anak yang menjadi negatif dan agresif serta mudah frustasi. Ada yang menjadi menjadi sangat pasif dan apatis. Ada yang tidak percaya diri dan sulit menjalin relasi dengan individu lain.
Salah satu penyebab kekerasan terhadap anak adalah pola asuh yang salah karena orang tua tidak memahami cara mendidik anak yang benar. Diantaranya memaksakan kehendak anak meskipun hal itu tidak disukai anak. Hal itu bisa membuat anak menjadi pembangkang.
Pendidikan seksual sejak dini juga perlu dan penting dilakukan oleh sekolah dan orang tua sehingga anak memiliki pengetahuan yang tepat mengenai masalah seksual yang sesuai dengan umurnya. Faktor lingkungan juga penting dalam membantu perkembangan si anak.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengurangan kekerasan terhadap anak yaitu jaminan distribusi kebutuhan pokok rakyat secara merata. Dan memastikan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Sehingga orang tua tidak mendapat beban karena bahan makanan pokok yang mahal. Beberapa kekerasan pada anak dipicu stres pada orang tua karena harga barang pokok mahal dan melampiaskannya pada anak.
Tayangan pertelevisian dengan aksi kekerasan juga menimbulkan faktor kekerasan anak. Tayangan tersebut dapat merubah mindset seseorang untuk melakukan kekerasan anak.
Adanya disfungsi keluarga juga menjadi pemicu terjadinya kekerasan. Adanya disfungsi seorang ayah yang tidak mampu menjadi pemimpin keluarga yang baik. Dan disfungsi seorang ibu yang tidak berperan sebagai sosok yang membimbing dan menyayangi, ketidakmampuan berperan sebagai orang tua kemudian membawa keluarga yang kacau dan seringkali menjadi sasaran kemarahan.
Persepsi yang salah orang tua dalam medidik anak seperti mencubit anak merupakan kesalahan dalam mendidik anak.
Banyak masyarakat menyadari akan kekerasan terhadap anak. Hanya saja mereka terlalu cuek akan hal itu. Mereka mengangap kekerasan terhadap anak adalah hal yang biasa. Mendiamkan masalah tersebut dan membuat masalah tersebut menjadi lebih bayak. Oleh karena itu, tugas kita untuk mengurangi kekerasan terhadap anak dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang kekerasan terhadap anak. Memberikan pengetahuan tentang betapa pentingnya rasa sayang orang tua terhadap psikis anak dan pentingnya dukungan orang tua terhadap anak apa yang disukai anak selagi termasuk dalam hal positif. Dan pentingnya orang tua dalam memahami kemauan anak. Dan memberikan pengarahan tentang pengawasan terhadap apa yang ditonton oleh anak. Menyadarkan masyarakat tentang kepedulian terhadap perlindungan anak. Dari kasus kekerasan terhadap anak dapat dijadikan pembelajaran agar kedepannya jumlah kekerasan terhadap anak dapat berkurang. Sehingga anak merasa aman dan terlindungi.
Solo 15 Agustus 2016


Assalamualaikum, wrwb. Salam sejahtera untuk negara / bangsaku tercinta republik rakyat Indonesia. Perkenalkan saya Mohammad Herliroza Ananda ( Roza ) ingin menyampaikan suratku ini untuk negaraku tercinta ini.


17 Agustus besok adalah hari yang bersejarah buat Indonesia karena pada tanggal tersebut bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Tentu saja tahun ini merupakan kemerdekaan yang sangat istimewa, karena tanggal 17 agustus 2016 ini bertepatan dengan saya yang sudah mulai memasuki jenjang kuliah. 


Menurut saya murni Indonesia satu tahun kebelakang ini masih banyak yang harus dibenahi, seperti Negara Indonesia yang semakin terpuruk karena krisis ekonomi, masih banyaknya kemiskinan, dan masih banyaknya kemacetan karena belum terlaksana/selesainya juga jalanan ataupun angkutan umum di negri ini. Terlebih Indonesia merupakan negara dengan masyarakat/manusia terbanyak ke 4 di dunia, maka makin sulitlah pula dalam mengontrol orang-orang dinegara ini karena saking banyaknya. Lalu bagiku Indonesia masih banyak yang harus dibenahi seperti ketaatan masyarakatya terhadap aturan terlebih yang utama adalah pembenahan terhadap pemerintah indonesia yang masih sering terdengar dengan korupsinya. Hukum di Indonesia masih kurang penindakan masih banyak kasus suap yang terjadi, hukuman yang tidak sesuai terhadap koruptor yang membuat para koruptor tidak jera dalam melakukan korupsi, karena koruptor tersebutlah rakyat Indonesia terbengalai banyak yang masih tidur di bawah jembatan, makan bekas dari tong sampah, maupun masih banyak bocah-bocah dijalanan yang sudah harus meminta-minta padahal saat - saat inilah mereka perlu belajar, karena merekalah generasi penerus bangsa kita.


Karena itu harapan saya pribadi kepada Negaraku ini setelah kita merayakan hut yang ke 71 ini , saya berharap agar Indonesia harus secepatnya dibenahi, keaktif-an masyarakat dan inisiatifnya pun juga menjadi salah satu yang terpenting seperti melakukan gotong royong dan lain-lain. Dan saya berharap kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan seperti di kali/got/lainnya karena akan menyebabkan kesulitan/bencana seperti banjir, lalu saya harap tidak ada lagi penebangan secara liar karna dapat menyebabkan kurangnya penghijauan yang mengakibatkan erosi di indonesia, lalu juga saya berharap agar pengangguran segera dibenahi oleh pemerintah dengan membuka lapangan kerja baru, agar ekonomi negara kita bisa meningkat. Lalu pembangunan-pembangunan di Indonesia saya harap secepatnya bisa dibenahi seperti pembangunan rumah susun / rumah sakit bagi masyarakat yang kurang mampu, sarana prasarana yang masih sering rusak dan kotor, Dan juga trasportasi umum maupun pembangunan jalan agar berkurangnya kemacetan dinegara kita agar negara kita bisa lebih efektif lagi.


Lalu saya sebagai civitas akademik FISIP 2016 , saya siap untuk selalu taat terhadap segala aturan di UNS maupun di Indonesia, bagi saya ketaatan terhadap aturan sangatlah penting untuk membangun negara kita menjadi lebih baik lagi, lalu untuk kontribusi saya insyaallah saya akan mencoba membangun sosial dinegara ini seperti mengikuti program-program di uns yang positif seperti mencoba membuat bakti sosial kepada rakyat kurang mampu, atau menyantuni anak yatim piatu dan lainnya. Yang terpenting sebagai mahasiswa UNS jurusan administrasi negara, sebagai jurusan yang juga berpengaruh dalam perkembangan dinegara kita, insyaallah sesudah saya lulus nantinya (amin) saya ingin membangun indonesia untuk lebih baik lagi, mungkin untuk sekarang kontribusi dari kami/mahasiswa belum terlalu terpengaruh, namun bukan berarti kami tidak melakukannya, karena sedikit demi sedikit akan menjadi banyak. 


Terimakasih


KELOMPOK KONSTELASI

 

*Anggota Kelompok:

(Urutan nama dari sebelah kiri foto, kakak pendamping ada di tengah)

 

Laki-laki:

Aviq Sidiq Cahyono

Alfian Rahardian Afif

Wahyu Yulianto

Khoirul Sukma

Evan Prayudha

Willyam

Kurniandi Darmawan Al Rasyid

Ivander Jordan L.

 

Perempuan:

Enjang Permai S.

Callista Bunga

Ayu Ainunnisa

Lanina Adna Berlian Damayanti

Iffah Karimah

Carissa Magdalena

Nadia Meidy Alfionita

Syamsiyah Kulubuhi D. I.

Rukyati  Dwi Savitri

Agita Rahma

 

Kakak Pendamping:

Irma Pratiwi

 

*Penjelasan Tempat:

Museum Radya Pustaka merupakan museum yang menyimpan koleksi barang dari berbagai macam arca, pusaka adat, wayang kulit serta buku-buku kuno.

Didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IX oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tanggal 28 Oktober 1890, museum ini kemudian dipindahkan dari tempat yang asli ke tempat yang baru pada tanggal 1 Januari 1913. Tempat yang baru tersebut awalnya merupakan rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar, berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta. Sampai saat ini, lokasi Museum Radya Pustaka tidak berubah.

(Sumber: Wikipedia)

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka!

 

Apa kabar Indonesia? Kuharap kamu selalu sehat, kuat, dan senantiasa dalam rahmat Allah. Empat tahun sudah kita tak jumpa, memang belum lama tapi terasa sebaliknya. Empat kali ulang tahunmu tidak kuhadiri, ratusan kali upacara senin tidak ku ikuti. Kangen rasanya. Indonesia..... Indonesia....

 

Tentunya kamu tahu aku kemana dan apa yang ku kerjakan selama itu, kerena dahulu aku pernah cerita kepadamu. Jadi tak perlu lagi kutulis sebabnya disini. Yang ingin ku utarakan disini adalah apa yang sebaiknya aku lakukan untukmu Indonesia. Ya hitung-hitung membayar absenku selama menghilang kemarin. Sudah kamu catat bukan apa yang dibutuhkan?

 

Sekarang aku mau memastikan kabar  yang lain, boleh kan?

Bagaimana kabar pendidikan? Kudengar UN sudah tidak menjadi penentu kelulusan siswa ya? Memang sebenarnya agak lucu jika kelulusan hanya ditentukan dalam ujian tiga atau empat hari tersebut, padahal tujuannya adalah bagaimana ilmu yang didapat bisa bermanfaat  bagi masyarakat atau tidak. Sekolah bukan untuk cari ijazah, dan bukan berarti yang tidak lulus ujian tidak bisa bermanfaat .Wah jadi gak ada deg-degan nasional lagi ya? Hehehe.

Ujiannya sebagian ada yang pake komputer juga ya? Asik, biar ketinggalan zaman niih...

 

Kalau kabar ekonomi  bagaimana? Selama setahun kemarin kudengar pemerintah menggerakkan dana besar untuk melakukan investasi di berbagai bidangdan dampaknya mulai tampak sekarang. Indikator ekonomi bergerak naik, setelah sebelumnya mencapai titik terendah selama 16 tahun terakhir.Hebat juga ya?

Belanja pemerintah dan dimulainya proyek-proyek infrastruktur besar, disertai meningkatnya produksi semenkatanya mampu  menopang kegiatan ekonomi nasional. Bener gak? Kalau bener kan kita jadi tenang.

 

Lalu bagaimana kabar pertahanan?  Ada yang bilang bahwa kekuatan pertahanan Indonesia terus membaik dengan fasilitas yang juga makin mumpuni. Lalu saat ini kekuatan pertahanan Indonesia masuk di urutan 19 di dunia atau urutan 9 di Asia Pasifik, jujur menurutku itu cukup membanggakan jika memang benar. Jadi kalau ada negara lain mau macam-macam sama kamu merka bakal pikir dua kali sebelumnya.

 

Oh iya perikanan, bagaimana masih banyak kan ikannya di laut? Jangan sampai diambil orang lain ya. Masih sering kan acara meneggelamkan kapal pencuri ikannya? Waah itu kejam tapi bagus lho. Maksimalkan kinerja nelayan didukung dengan menopang kesejahteraan mereka  kemudian hasil tangkapan disebar luaskan dimasyarakat, agar semua bisa merasakan hasil tangkapan laut sendiri dan gizi masyarakat tercukupi semua.

 

Hmm masih banyak lagi, pertanian, penegakan hukum, birokrasi, kerukunan umat beragama, dan lain-lain. Pastinya semua berprestasi dan punya andil kebaikan di tahun kemarin, itu keyakinanku. Mungkin ada jawaban lain dari Indonesia? Ya balasannya segera kutunggu untuk memastikannya.

 

Indonesia sekarang aku dan ribuan mahasiswa baru sedang bersiap menjajaki bangku perkuliahan, dengan penuh perjuangan mereka meraihnya. Andai semuanya punya visi dan misi yang sama, membangun negrinya, memperbaiki kehidupan masyarakatnya, dan menguatkan integritasnya, aku yakin bangsa ini bisa segera maju. Andai saja...

 

Terakhir dariku untukmu Indonesiaku, aku sebagai pelajar hanya bisa belajar, berdoa, dan bersabar. Belajar bagaimana membuat kebaikan yang bermanfaat, berdoa agar selalu dibimbing di jalan terbaik, dan bersabar menanti buah dari usahaku selama ini. Tapi aku dan kawan-kawan sebagai pemuda, punya semangat. Semangat untuk menyuarakan kebenaran yang selama ini bisu, tertimbun dosa para penguasa yang rakus akan dunia untuk kepentingan dirinya.

 

Indonesia, nantikan aku dan kawan-kawan beberapa tahun lagi. Dengan ilmu dan pengalaman yang diajarkan zaman, kita jadi lebih dewasa. Kita berusaha membawa bangsa ini meraih cita-citanya.


Selamat Hari Ulang Tahun yang ke-71

 

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

 

                                                                                                                                 Surakarta, 10 Agustus 2016




                                                                                                                                           Farhan DMTT

                                                                                                                   

 

 

 

 

 


Surakarta,6 Agustus 2016

SURAT UNTUK INDONESIA

Perkenlkan saya Nadia Akmalina dari prodi Hubungan Internasional,kali ini saya akan menulis surat untuk Indonesia,tentang bagaimana keadaan Indonesia satu tahun kedepan,harapan untuk Indonesia serta apa kontribusi saya untuk Indonesia.Untuk kondisi Indonesia kedepan saya berharap pribadi untuk menjadi lebih baik karena kita ketahui sekarang bahwa visi pemimpin kita dari Bapak Jokowidodo itu mengungkapkan bahwa diperlukan suatu revolusi mental dimana revolusi tersebut sekarang sudah berproses dimana dalam hal pendidikan,sistem hukum dan sebagainya, ya walaupun memang pada awalnya kita banyak menemukan di televisi banyak terbongkar sindikat sindikat narkoba,terbongkar para mafia hukum,dan mungkin kita melihat kebobrokan moral tapi itu bisa dibilang awal dari revolusi mental itu,dan saya berpandangan bahwa memang diibaratkan seperti kita membersihkan suatu barang yang kotor maka pada saat kita membersihkan nya pertama kali maka akan muncul banyak kotoran, ya itu lah yang terjadi pada masa ini,kemudian untuk masyarakat sendiri seperti kita ketahui bersama bahwa masyarakat Indonesia itu masyarakat yang ‘plural’dimana banyak keberagaman dalam masyarakat, itu merupakan suatu benefit bagi kita dan harus dimanfaatkan dengan baik jangan sampai keberagaman ini menjadi suatu momok yang menakutkan seperti yang terjadi di Tanjung Balai kemarin terjadi kerusuhan dan sebagainya itu .Dan masa depan Indonesia semakin maju apalagi kondisi ekonomi kita yang dikabarkan ini 16 terbesar di dunia dan ini akan naik menjadi 13 terbesar didunia maka ini bisa di bilang suatu kesempatan bagi kita untuk dapat berkancah di kancah global ,kemudian juga generasi generasi yang dikatakan sebagai generasi emas ratusan Indonesia ada yang bilang y gen z atau apalah itu bisa dibilang itu merupakan aset bangsa yang sangat baik dan besar karena kita mau menerima bonus demografi yang sangat besar dan itulah salah satu daya kita dimana sumber daya manusia kita harus terlatih dan terdidik . Kemudian apa yang diharapkan untuk Indonesia kedepan ? menurut saya bahwa Indonesia ini sudah lengkap kita sudah ramah,tentram ,kemudian  juga bisa menghargai perbedaan ,masyarakat yang sebenarnya jujur,adil dapat mandiri dan sebagainya.Yang saya harapkan bahwa bangsa Indonesia ini bisa melihat ke kondisi dirinya terlebih dahulu internalisasi nilai pancasila dimana pancasila merupakan kristalisasi dari nilai nilai yang ada di Indonesia ini bangsa Indonesia ini terkristalisasi di pancasila sehingga bangsa Indonesia harus belajar dari pancasila itu bukan hanya menghafalkan sila sila dan butir butir nya saja tapi juga termasuk dengan apa yang ada didalam nya seperti  nilai kejujuran,nilai religi,kebersamaa,gotong royong dan sebagai nya itu  yang disebut sebagai pancasila bukan hanya sila sila tercantum di pancasila itu sendiri nah itu bisa disebut sebagai harapan saya bahwa masyaraka tindonesia lebih mempelajari pancasila yang berarti lebih mepelajari dirinya sendiri gimana to orang Indonesia itu? gimana sih orang Indonesia yang diharapkan ? nah itu bisa dibilang sebagai ‘melihat pada dirinya sendiri’.Jadi dengan melihat dirinya sendiri,melihat bangsa Indonesia sendiri bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah,mandiri,kuat,perkasa apalagi dengan belajar melihat masalalu dan  kita contoh yang baik serta membuang yang buruk maka Indonesia akan semakin maju,itulah harapan saya . Lalu apa peran Fisip atau peran saya dalam kehidupan Indonesia? begini dalam koridor saya sebagai calon mahasisiwa FISIP UNS  maka saya akan menjadi seorang  yang jujur . Nah itu lah harapan saya bahwa untuk berkiprah di Indonesia tidak harus menjadi abdi negara tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempelajari Indonesia serta nilai nilai pancasila dengan baik agar dapat mengenal Indonesia seutuhnya.Serta dapat bersimpangsih atau berkontribusi di Negara ini  dengan tenaga saya dan pemikiran saya yang mungkin dapat membantu Negara ini,sekian dan terimakasih.

 

Tertanda

Nadia Akmalina

Assalamualaikum wr. wb.


  Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Rivaldi berasal dari SMAN 1 Sragen, saya di UNS mengambil jurusan sosiologi dan di sini saya mendapat tugas ospek yaitu menulis surat untuk Indonesia jadi sekarang saya akan membuat surat.

  

  Apa kabar Indonesiaku ? Hampir 71 tahun engkau berdiri tegak, bukan ? Alhamdulillah. Melihat dari awal perjuangan rakyat memang tidak dapat diragukan lagi bahwa pejuang pejuang Indonesia sangat menginginkan merdeka dan terlepas dari penjajahan negara lainnya dan walaupun Indonesia sudah merdeka negara lain tetap ingin menjajah Indonesia. Itulah sekilas perjuangan zaman dahulu, untuk sekarang ? Ya kita sedang beperang dengan kebodohan, narkoba, terorisme, korupsi dan masih banyak lagi. Inilah negeri tercintaku dimana kasus kasus seperti itu masih marak di sini. Sang Ibu Pertiwi masih sempat meneteskan air mata karena kasus kasus tersebut. Padahal demi berkibarnya bendera Merah Putih, banyak yang harus dikorbankan bahkan nyawa pun ikut menjadi taruhan. 'Merdeka atau mati' 'Lebih baik pulang tinggal nama daripada gagal dalam tugas' semboyan seperti itulah yang digenggam para pejuang kita. Namun, sekarang masih banyak pemuda meremehkan perjuangan perjuangan pada zaman dahulu, banyak dari mereka yang istilahnya 'cuek' pada pahlawan pahlawan Indonesia.

  

  Tapi bukan berarti Indonesiaku ini tidak bisa dibanggakan. Ibu Pertiwi masih bisa tersenyum karena tidak semua generasi muda di Indonesia itu rusak. Banyak para pemuda kita yang sukses membawa nama Indonesia dikenal oleh dunia, banyak dari mereka yang membawa Garuda melambung tinggi di angkasa. Di sisi lain keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia sangatlah beragam. Belum lagi kita memiliki tanah yang subur serta keindahan alam yang tidak kalah dari negara lain. Banyak hal yang dapat kita banggakan di sini. Bila semua para generasi muda mampu memiliki kesadaran akan pentingnya cinta tanah air maka negara ini akan semakin kuat. Bila para koruptor juga mempunyai kesadaran pasti negara ini juga akan semakin maju. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan bahkan sumber daya manusia yang jumlahnya juga sangat banyak. Kita hanya harus berpikir bagaimana cara mengolah sumber daya tersebut agar Indonesia semakin dipandang oleh negara lain


  Jadi, untuk Indonesiaku tetaplah berdiri tegak. Memang banyak masalah masalah yang kau hadapi tapi bukan berarti kita hanya bisa menangis. Indonesia bukanlah negara lemah. Indonesia adalah negara yang kuat dengan segala keragaman yang dimilikinya. Untuk ke depannya aku bukan hanya berharap tetapi juga mendoakan untuk Indonesia agar lebih baik. Di sini saya sebagai generasi muda akan berusaha semampunya untuk Sang Merah Putih.

   

  Sekian surat ini kutulis untuk tanah kelahiranku, sekali lagi untuk 71 tahun negara ini berdiri aku berdoa agar Indonesia mampu menjadi yang terbaik.

Garuda dituntut melambung.


Wassalamualaikum wr. wb.

  

Surakarta, 09Agustus 2016

 

Untuk Indonesia Tercinta,


Perkenalkanlah aku adalah salah satu dari ratusan atau mungkin juga ribuan bahkan jutaan mahasiswa yang nantinya akan mempimpin Indonesia kesuatu tempat yang dapat disebut sebagai kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan. Aku ini adalah salah satu Agent of Change dan Agent of Contol nantinya bagi Indonesia.

Terlebih dahulu aku ucapkan selamat karena hitungan hari lagi Indonesia akan menginjak usia kemerdekaannya yang ke 71. Betapa senangnya dan terharu saat mengetahui pada 17 Agustus 1945 Indonesia sudah merdeka, mengingat perjuangan rakyat yang tidak ringan dan penuh pengorbanan. Bertahun-tahun kami bersama, kami melihat, kami mencoba mengerti keadaan bumi pertiwi. Selama 71 tahun ini sudah Indonesia mengalami banyak sekali pahit manis kehidupan. Betapa pedihnya dan betapa sakitnya dijajah selama ratusan tahun oleh para pendatang yang dianggap baik diawal. Betapa sakitnya dikhianati oleh para pemimpin maupun rakyat sendiri, oleh kaum yang disebut sebagai PKI, koruptor, teroris, dan lainnya.

Kini jaman semakin berubah. Presiden dan wakilnya sudah berubah tujuh kali begitu juga dengan kabinet-kabinetnya, menterinya, peraturan perundang-undangan hingga sikap dan mental rakyat telah berubah. Sering aku mempertanyakan, kemanakah patriotisme dan nasionalisme yang diceritakan media massa jaman dulu? Kemana pula kekayaan Indonesia yang sering digadang-gandangkan negara asing? Kemana perginya puluhan ribu pulaunya? Barang tambangnya? Hutan penyedia oksigen terbesarnya? Budaya aslinya? Kemana mereka semua pergi? Adakah itu sekarang? Namun jika iya adanya, aku kira semua hanya tinggal sisa-sisa saja.

Rasa prihatin menyelimutiku saat harus menggambarkan keadaan Indonesia saat ini, bahwa masih banyak yang belum berhasil dilakukan pemerintah maupun rakyat dalam mewujudkan Pancasila sebagai kenyataan pedoman dalam kehidupan bangsa. Demikian pula masih luasnya kemiskinan, semuanya masih saja diliputi perasaan tidak nyaman. Ketidaknyamanan karena pelayanan publik belum memenuhi standar minimal, masyarakat yang masih menjerit kesulitan air bersih, listrik lebih kerap mati serta harga sembako melangit. Kondisi perekonomian dalam skala nasional maupun lokal pun kurang menggembirakan, begitu pula nilai tukar rupiah yang melemah, serapan dana pembangunan di daerah tidak memuaskan, cara kerja birokasi yang kurang gesit dan efisien. masyarakat cenderung apatis, juga belum terwujudnya kehidupan demokrasi yang cocok hingga menjadi sebab rendahnya kesejahteraan bagi rakyat umumnya. Dari berbagai masalah itulah sehingga muncul gerakan mahasiswa yang berdemonstrasi mempertanyakan arti demokrasi yang nyata di Indonesia.

Tapi kami akan merubah itu semua. Tunggulah kami untuk membawa perubahan yang baik dari penyimpangan, kesenjangan, ketidakadilan, dan berbagai problema yang terjadi di bangsa ini. Tugas kamilah mahasiswa FISIP yang memiliki pribadi yang terbuka dan memiliki kultur politik yang mandiri untuk berperan aktif dalam proses kehidupan berdemokrasi di Indonesia, untuk membawa bangsa ini ke arah masa depan yang lebih baik, karena kami akan mengawali dan memperbaikinya.

Kami berusaha bersikap bijak dan arif ketika melihat demonstrasi sebagai bagian dari demokrasi. Kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah aspirasi nilai-nilai demokrasi yang dipraktikkan secara non demokratis, sporadis dan cenderung amoral. Substansi demokrasi justru mengalami ketimpangan jika ide-ide yang menyuarakan demokrasi disalurkan dengan jalan kekerasan. Karena kami sadar kami memiliki peran penting dalam menjalankan demokrasi sesuai dengan falsafah negara dan nilai dasar demokrasi sebagai sesuatu yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat serta menghindari politik uang dalam setiap proses berdemokrasi. Karena kami sadar, maka ijinkan kami untuk merubahmu, Indonesia.

 

Salam Merah Putih.

Untuk Indonesia, untuk bangsa ku yang tercinta, untuk kita.


Kini, 71 tahun usianya, Indonesia. Jika melihat kembali segala permasalahan NKRI yang masih belum dapat diselesaikan sampai sejauh ini, sepertinya tidak perlu untuk diselali. Setiap negara memiliki permasalahannya sendiri dan tentunya memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa secara paradoks segala permasalahan tersebut patut untuk disadari oleh setiap individu dari masyarakat di Indonesia sehingga muncul sebuah keinginan untuk mengatasinya. Dengan kata lain, harus ada keinginan untuk mau berkontribusi mengubah negara kita. Jangan hanya menjadi penonton yang banyak komentar, tetapi tidak punya kepedulian dalam setiap masalah yang ada.  Korupsi, kemiskinan, pengangguran, serta segala pemasalahan Negara Indonesia yang kentara setiap tahun tentunya menjadi sebuah kesalahan yang patut ditanggung oleh setiap anggota di dalamnya. Sebut saja pemimpin yang masih belum maksimal, pihak-pihak berwajib yang kurang bertanggung jawab, serta penduduk yang tidak peduli antara satu dengan yang lain.


Tidak heran jika pada akhirnya segala permasalahan negara bisa terjadi dengan mudah, setiap anggota masyarakat gampang untuk diprovokasi, penipuan massal terjadi di seluruh pelosok Indonesia, negara lain menganggap rendah NKRI, dan kelompok-kelompok ekstremis mudah mengambil anggota dari Indonesia sambil menebarkan teror di mana-mana. Melihat segala hal tersebut, sepertinya tepat yang dikatakan oleh Bapak Presiden Joko Widodo: “Perlu ada revolusi mental.” Tentunya revolusi mental ini merupakan penyelesaian masalah yang dilihat dari sudut pandang sosial, yakni perubahan cara berperilaku dan cara kerja. Penyelesaian masalah seperti ini, harus dilakukan oleh masing-masing individu yang ada di dalam Negara Indonesia. Misalnya, pemimpin yang lebih maksimal dalam mengerjakan tugas, tidak terpengaruh oleh kepentingan diri sendiri ataupun kelompok, dan memikirkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, pihak-pihak berwajib juga harus lebih bertanggung jawab, tidak terpengaruh oleh segala suap-menyuap, pelicin, dan hal apapun itu yang tidak mendukung keadilan serta hukum yang telah ditetapkan. Tentunya, segala hal ini tidak terlepas dari segenap penduduk Indonesia yang harus mulai mendukung pemerintah, menaati segala peraturan, serta mewujudkan toleransi dibawah nilai-nilai Pancasila.


Revolusi mental tersebut diharapkan, secara pribadi oleh saya, agar ke depannya Indonesia dapat meminimalisir segala permasalahan yang ada. Memang benar bahwa sepertinya untuk membuat permasalahan negara itu hilang selama-lamanya hanyalah mimpi belaka. Justru hal yang terjadi dengan memikirkan hal tersebut adalah munculnya ide-ide seperti dunia utopia yang cara mewujudkannya hanya bisa dilakukan secara ekstrem. Saya tidak mendukung hal seperti ini. Oleh sebab itu, sejak awal sudah saya katakan bahwa segala permasalahan yang terjadi bukan untuk disesali. Saya yakin masalah ada untuk mendewasakan, dan dalam hal ini, permasalahan yang ada di Indonesia merupakan hal yang dapat membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dewasa. Masalahnya, mau kah kita untuk menjadi bangsa yang dewasa? Jika mau, baiklah kita mulai dari hal yang kecil. Contohnya, buang sampah pada tempat yang telah disediakan, mengikuti peraturan lalu lintas, dan hal-hal lainnya. Semua hal tersebut, sekali lagi, dimulai dari masing-masing diri kita sendiri. Apakah negara-negara seperti Singapura, Finlandia, Jerman, Jepang, dan negara yang menyandang nama besar lainnya tidak memiliki masalah? Tentu ada. Namun, mengapa mereka tetap dikatakan sebagai negara yang bagus? Jawabannya adalah mereka memiliki penduduk yang dewasa secara mental.


Untuk diri saya sendiri, saya melihat bahwa revolusi mental merupakan langkah sosial untuk dapat mengubah permasalahan menjadi hal yang menguntungkan. Contoh pertama, Singapura yang kecil dan tidak memiliki SDA tentunya tidak mau memiliki mental bermalas-malasan dan akhirnya hilang dari sejarah. Mereka belajar bahwa mereka berada di titik yang menguntungkan untuk menghubungkan banyak negara dalam hal jalur perdagangan kapal. Oleh sebab itu, mereka membangun negara tersebut menjadi negara perdagangan yang teratur, serta lengkap dengan pelabuhan yang sangat baik. Pelabuhan Singapura bahkan memiliki sistem birokrasi dan administrasi yang sangat mudah jika kapal ingin berlabuh. Bagaimana dengan Indonesia? Satu-satunya pelabuhan terbesar bertaraf internasional ada di Tanjung Priok, Jakarta. Sebelum Priok New Port dibangun, kapal-kapal besar tidak dapat berlabuh. Selain itu, urusan birokrasi dan administrasi diperlambat dengan segala pungutan liar dan preman-preman yang ingin mengambil keuntungan. Contoh kedua, Jepang yang tidak memiliki SDA sebanyak Indonesia pastinya memiliki masalah untuk membangun daerahnya. Namun, mereka memiliki salah satu SDA kelautan yang cukup besar, yakni ikan Salmon. Dengan ikan salmon tersebut, Jepang telah membuat jenis makanan terkenal bernama sushi. Pada akhirnya, ada berpuluh-puluh cara memasak ikan salmon yang dihasilkan oleh Jepang. Bagaimana dengan Indonesia? Terlalu banyak ikan sehingga kebanyakan ikan justru hanya digoreng dan menjadi ikan asin. Sekali lagi, masalahnya ada di cara berperilaku dan cara kerja. Perlu revolusi mental.


Kontribusi civitas akademik FISIP UNS dalam hal mewujudkan revolusi mental yakninya dapat dilakukan dengan cara mengubah mental diri sendiri terlebih dahulu. Misalnya, mulai lebih berani mensosialisasikan/menjadi contoh dalam revolusi mental kepada banyak orang di sekitar kita. Bagian politik mulai memperbaiki cara kerja di perolitikan Indonesia, bagian sosial mulai memikirkan kebijakan pemerintah apa yang baik untuk melaksanakan revolusi mental dengan mengobservasi keadaan sosial di masing-masing suku dalam Bangsa Indonesia, dan lain sebagainya.

 

Selamat ulang tahun Indonesia, bangsa ku yang tercinta, kita semua.

Salam, Ivander Jordan Leong.

Pages: 1 2 »