User blogs

Tag search results for: "#iniblogsosialmuda"

بِسْمِ ٱﷲ ِٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيْمِ

SURAT UNTUK INDONESIA

     Sebentar lagi indonesia berumur 71 tahun,kami berharap di tahun yang ke 71 ini indonesia berubah menjadi negara yang makmur.Tapi mari kita liat indonesia setahun kebelakang.

     Indonesia masih banyak masalah yang harus di benahi terutama pada pejabat-pejabatnya,banyak pejabat yang melakukan kejahatan kerah putih atau(white collar crime) adalah istilah temuan Hazel Croal untuk menyebut berbagai tindak kejahatan di lembaga pemerintahan yang terjadi, baik secara struktural yang melibatkan sekelompok orang maupun secara individu.

     Banyak sekali wakil rakyat yang kerupsi,memakan uang rakyat yang membuat rakyat sengsara,banyak wakil rakyat yang korupsi tapi melempar nya kepada orang lain menjadikan orang yang baik di pandang masyarakat sebagai orang yang tidak baik, seperti saat ini masalah kerupsi masih saya menjadi buah bibir.

     Dengan adanya KPK (komisi pemberantasan korupsi) banyak wakil rakyat yang di penjara karena korupsi,tapi hukum diindonesia dapat di beli banyak orang baik yang di penjara karen kelakuan orang yang tidak tahu hukum .Tetapi kpk seperti tidak berpengaruh apa-apa tetap saja banyak pejabat yang kerupsi.

     Hukum di indonesia juga tidak berat dan juga kadang tidak setimpal,banyak pejabat yang korupsi di penjara tetapi tidak seperti penjara mereka malah memiliki fasilitas seperti layaknya di rumah.Mereka para pejabat juga bisa membeli hukum,banyak penjabat yang di penjara hanya beberapa bulan,sangat berbeda dengan masyarakat miskin yang tidak tahu menau,contonya masalah yang mencuri sendal jepit,dia di penjara selama 5 tahun sangat mengharukan.

     Indonesia bukan kekurangan orang pintar,tetapi kekurangan orang jujur.Pejabat negara banyak yang tidak jujur,banyak pejabat yang bermuka dua,baik di muka umum jelek dibelakang,itulah pejabat indonesia saat ini.

     Sekaran sedang hangat-hangatnya masalah yaitu reklamasi teluk jakarta,sekarang teluk jakarta sudah hampir jadi malah sudah ada yang dibangut bangunan yang megah tetapi sekarang malah terhenti dengan banyak mengeluarkan dana negara,tetapi masalahnya bukan itu saja didalam reklamasi teluk jakarta banyak pejabat yang korupsi,malah sang gubernur jakarta yaitu pak Ahok sedang di ukit tentang masalh teluk jakarta itu,dia dirasa melakukan korupsi terhadap reklamsi teluk jakarta.

     Jangan lupa masih ingat tidak masalah wisa atlet,masalah inii tidak   dilanjutkan,gedungnya sekarang terbengkalai,gedung yang telah memakan dana besar.Proyek ini terhenti karena ada pejabat negara yang mengurus proyek ini telah melakukan korupsi dan menjadi masalah besar,tetapi yang bigitulah negara indonesia hukum tidak bisa berbuat apa-apa hingga saat ini masalah ini berhenti begitu saja serasa hanya angin lewat saja.Yang korupsi bukan hanya pejabat besar pejabat kecil saja sudah berani melalukan yang namanya korupsi.

     Dan kami berharap dengan anak-anak fisip dan para pengurus universitas sebelas maret,dengan selalu berusahan dan selalu bekerja sama dan jangan ada perbedaan di dalamnya,dan selalu diadaan program pengembangan terhadap para mahasiswa fisip,agar universitas sebelas maret meghasilkan mahasiswa yang berprestasi,jujur,dan berwawasan tinggih.

    Dan juga kami berharap untuk indonesia kedepanya agar menguatkan hukum-hukumya dan memproduksi generasi jujur dan taat pada hukum dan takut pada yang namanya korupsi,dan untuk para wakil rakyat kami seluruh mahasiswa universitas sebels maret agar para wakil rakyat jujur dan taat hukum dan siap membangun indonesia menjadi negara yang maju,makmur dan sejahtera.

.   Oleh karena itu, wahai para mahasiswa, jelas sekali negeri ini harus segera diselamatkan. Tak ada pilihan lain kecuali dengan kejujuran, Jadi, Save Indonesia

     Jangan lupa fisip itu hebat


KELOMPOK KONSTELASI

 

*Anggota Kelompok:

(Urutan nama dari sebelah kiri foto, kakak pendamping ada di tengah)

 

Laki-laki:

Aviq Sidiq Cahyono

Alfian Rahardian Afif

Wahyu Yulianto

Khoirul Sukma

Evan Prayudha

Willyam

Kurniandi Darmawan Al Rasyid

Ivander Jordan L.

 

Perempuan:

Enjang Permai S.

Callista Bunga

Ayu Ainunnisa

Lanina Adna Berlian Damayanti

Iffah Karimah

Carissa Magdalena

Nadia Meidy Alfionita

Syamsiyah Kulubuhi D. I.

Rukyati  Dwi Savitri

Agita Rahma

 

Kakak Pendamping:

Irma Pratiwi

 

*Penjelasan Tempat:

Museum Radya Pustaka merupakan museum yang menyimpan koleksi barang dari berbagai macam arca, pusaka adat, wayang kulit serta buku-buku kuno.

Didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IX oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tanggal 28 Oktober 1890, museum ini kemudian dipindahkan dari tempat yang asli ke tempat yang baru pada tanggal 1 Januari 1913. Tempat yang baru tersebut awalnya merupakan rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar, berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta. Sampai saat ini, lokasi Museum Radya Pustaka tidak berubah.

(Sumber: Wikipedia)

 Halo apa kabar Indonesia? Memang kita terpaut panjang masalah umur. Namun setiap orang tidak pernah berhenti bercerita, bagaimana dulu engkau bisa terbentuk. Mulai dari perjuangan - perjuangan yang tak mengenal putus asa, mengorbankan waktu, bahkan nyawa - nyawa mereka korbankan demi satu tujuan yaitu Indonesia yang merdeka. Setelah melalui beberapa masa, beberapa pemimpin yang berkuasa, sampai tahun ini engkau tetap punya cerita. Seperti roda, engkaupun mempunyai masa jaya, masa terpuruk ada kalanya diatas dan dibawah. Berbagai opini pun muncul, mulai Indonesia tidak akan bangkit lagi atau akan terpuruk lagi, lagi, dan lagi. Sebagai seorang "Fisip Hebat", aku tetap percaya bahwa Indonesia tetap bisa jaya seperti dahulu. Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus dur, Megawati, SBY telah berjuang untuk memajukan bangsa ini. Tidak usah dipikirkan lagi apa kekurangan yang terjadi dahulu. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita berfikir untuk maju, negara Indonesia butuh perubahan dari segi apapun, terutama petinggi negri ini. Tahun 2014 merupakan tahun dimana Indonesia memilih pemimpin dengan seribu harapan. Joko Widodo, sosok yang diharapkan dapat memberi perubahan bagi bangsa Indonesia. Dan bagi saya itu tepat untuk merubah Indonesia, meskipun membutuhkan proses yang panjang.
            Satu tahun kebelakang, banyak kebijakan yang mulai dilakukan. Seperti memulai pembangunan di Indonesia bagian timur, contohnya dibangun tol laut sebagai sarana untuk memudahkan transportasi baik bagi manusia, atau distribusi barang. Para pencuri ikan dari negara lain pun mulai jera dengan tindakan tegas yang diberikan oleh menteri. Pengedar narkoba pun sama, eksekusi hukuman mati tak memandang bulu pada siapapun yang terjerat, namun ada hal yang perlu dikoreksi seperti kita ketahui seorang pengedar narkoba menjelaskan bagaimana busuknya petinggi di Indonesia. Mulai dari penyuapan kepada polisi, TNI, bahkan badan narkotika nasional. Meskipun pernyataan itu tidak dapat dipercaya, ada baiknya kita berjaga – jaga dan diperlukan tindakan yang lebih lanjut. Bagaimana Indonesia dapat bebas narkoba jika pengedar dapat mengedarkan narkoba secara mudah hanya dengan menyuap pejabat di negeri kita. Bagaimana dengan korupsi? Tak bisa dimungkiri penyakit para petinggi di Indonesia yaitu korupsi. Perubahan yang paling diperlukan adalah di sektor ekonomi dan pendidikan, terbukti dengan digantinya menteri (reshuflle). Hasilnya tidak dapat kita rasakan secara instan, butuh proses. Indonesia merdeka pun butuh proses.
            Apakah engaku tidak diperbolehkan maju? Mengapa? Pertanyaan itu selalu ada dipikiranku. Ternyata jawabannya ada dalam diriku sendiri. Bukan hanya aku tapi kamu, bisa dibilang kita. Mau atau tidak merubah Indonesia ini menjadi negara yang tidak dianggap remeh. Harapanku kita dapat berkerjasama dalam memajukan bangsa ini. Mulai menanamkan sikap jujur, berani, bertanggung jawab. Agar saat aku besar nanti bisa berguna untuk menunjukan bahwa Indonesia Hebat. Bukan hanya dimata masyarakat namun negara lain.
            Sebagai seorang "Fisip Hebat" kita dapat berkontribusi, mulai dari hal yang kecil seperti jangan hanya diam saat kita melihat kejahatan kecil. Karena negara memerlukan orang yang aktif dalam hal pembangunan negara. Aktif dalam memberikan pendapat, kritik supaya menjadi maju. Dengan memiliki kemampuan untuk melanjutkan sekolah pun kita turut menyumbang negara dalam hal pendidikan yaitu SDM yang berkualitas. Kita tunjukan bahwa “Fisip Hebat” dapat merubah dunia. Terima kasih semoga apa yang aku dan kita harpakan dapat tercapai, semangat dan sukses!

Surat untuk Indonesia

 

            Hai, apa kabar kamu, Indonesia? Keindahanmu, yakni bentangan laut dari ujung hingga ke ujung,  yang kaya akan sumber daya kelautannya. Sawah yang membentang pula, hingga kau disebut sebagai Negara Agraris. Tak pernah pudar dimata dunia akan kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Satu tahun silam, negara ini mencari pemimpinnya. Hanya 2 pilihan yang diberikan oleh atasan untuk para rakyat. Banyak dari pendukung-pendukung mereka yang saling berbuat semaunya. Waktu itu Indonesia seperti mempunyai dua kubu yang sedang berperang dingin. Calon pemimpinnya pun saling diam tak menggubris. Hingga pada titik terakhir dalam pemilihan. Muncullah hasil dari pilihan rakyat yang berbeda beda. Namun, hasil yang tepat tetap dari KPU dan terpilihlah satu pemimpin, yang konon katanya bisa merubah Indonesia lebih hebat dari sebelumnya. Dalam kepemimpinannya tahun lalu, Indonesiaku sudah tampak sedikit perubahan, dari segi ekonomi, pendidikan, hingga politik. Dari melonjak hingga turun drastis. Indonesiaku hanya bisa diam tak bisa berkutik, hanya atasan saja yang bisa mengutak atikmu. Aspirasi penghuni terkadang dibungkam oleh atasan yang berkuasa di kursi parlementer. Namun dimata dunia, kau tetap yang gemilang. Indonesiaku tetap yang indah dari negara manapun. Pesona alammu tetap menjadi incaran nomor satu di mata dunia, tak salah apabila pendapatan negara bertambah dari keindahan alammu, Indonesia.

            Untukmu, Indonesiaku, walaupun kau negara berkembang, tapi aku yakin, kau berkembang selalu pesat dan selalu jaya. Banyak penyusup yang masuk di negara ini, namun ku yakin Indonesiaku pasti bisa mengatasi penyusup penyusup yang tidak bertanggung jawab. Kasus narkoba yang dari jaman bahula hingga sekarang yang belum teratasi secara tuntas, bisa dibuatkan sanksi yang membuat pelukanya jera, dan tidak melakukan kesalahannya. Harapanku untukmu, Indonesiaku, menjadi negara yang inovatif, cerdas, bermartabat dan selalu dipandang tinggi oleh seluruh dunia maupun rakyatnya sendiri. Indonesia masih butuh banyak perbaikan, sesungguhnya Indonesia akan kaya dengan SDM dan SDA nya, hanya karena SDM yang belum terasah dan terlatih dengan baik, begitu pula SDA nya yang belum teratur dalam pemanfaatannya. Apabila kedua itu dikembangkan dengan sangat baik, maka Indonesiaku akan makmur nan sejahtera. Pembangunan di Indonesia akan sangat berkembang pesat apabila pemikir-pemikir Indonesia lebih cepat melakukan aksinya ketimbang hanya memikirkan saja.

            Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, kita bisa ikut berpartisipasi dalam hal politik. Kita sebagai mahasiswa, bisa mengkritisi apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah kita dengan kritik yang bertanggung jawab, yakni dengan masukan yang inovatif dan memberikan jalan atau arah dalam masalah tersebut. Karena masih banyak mahasiswa yang kerjaannya hanya bisa mengkritik namun tidak memberikan solusi yang pas dan bisa di pertanggung jawabakan. Sebagai mahasiswa muda yang masih segar dalam pemikirannya, mari kita bantu Indonesia kita dengan pemikiran yang inovatif nan berbobot yang bisa kita pertanggung jawabkan kedepannya. Indonesia, masih sangat butuh kita sebagai mahasiswa yang nantinya akan melanjutkan para petinggi kita maupun dalam bidang usaha. Walaupun kita masih mahasiswa, yang biasa dipandang hanya bisa duduk di kursi mendengarkan dosen berbicara menerangkan pelajaran, tapi kita bisa buktikan untuk memajukan Indonesia dengan pemikiran pemikiran segar yang kita punya. Dengan mengikuti penelitian ilmiah maupun sosial yang bisa memberikan dampak yang besar bagi negara kita, Negara Indonesia. Kita bisa membungkam negara lain dengan kehebatan kita karena pemikiran kita yang luar biasa.

 

Raden Roro Almira Diella Mayasari

SURAT UNTUK INDONESIA

Magelang, 7 Agustus 2016


Kepada seluruh rakyat Indonesia
pemerintah yang adil dan bijaksana
serta tikus-tikus berdasi yang masih bersembunyi di balik hangatnya uang korupsi

Dengan mengucapkan bismillah, saya Rr. Almira Diella akan menulis surat yang dibuat bukan hanya untuk memenuhi tugas PKKMB FISIP UNS 2016 melainkan untuk bercerita sedikit mengenai penggambaran bagaimana Indonesia satu tahun ke belakang menurut sudut pandang pribadi saya. Disini saya dalam posisi netral, bukan membela pemerintah atau rakyat. Saya hanya menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya mengenai hal ini.

Di tahun 2016 ini, Indonesia akan memasuki usia ke 71. Usia yang masih tergolong muda untuk sebuah negara, tapi untuk mendapatkan 71 kali kemerdekaan bagi Indonesia tidaklah mudah. Ya, sampai saat ini pun beberapa orang masih berfikir bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka,dan sayapun berpikiran sama.
Coba renungkan bagaimana keadaan Indonesia setahun dibelakang. Ya.. masih banyak kerusuhan,demo,kontroversi,dan permasalahan lain yang terjadi. Dari pemerintah sajalah, yang ter-ekspos ke media. Saya masih sangat ingat dengan rapat DPR yang rusuh kala itu. Ingatkah kalian? bulan Oktober 2014 dimana dalam rapat pemerintahan Indonesia ada kerusuhan, meja dibanting2 kursi dan kertas melayang2 di dalam ruangan. Sungguh miris. Pemerintah yang dipilih rakyat untuk membenahi negara saja bisa sebegitu rusuhnya,bagaimana dengan kerusuhan rakyat dibawah sini? Terkadang pemerintah saja ingin lepas tangan dari kerusuhan yang terjadi. Lalu bagaimanakah sikap yang seharusnya? Yang tidak merugikan rakyat pada khususnya. Pertanyaan itu masih menggantung dan belum ada yg bisa menjawabnya secara pasti.

Indonesia masih belum sepenuhnya merdeka. Kenapa? Ingatkah kontrak freeport diperpanjang selama terus menerus? Pertanyaan yang masih menjadi misteri sampai sekarang, apa yang didapat Indonesia dari kontrak tsb? Kemiskinan? Utang Indonesia semakin banyak? Rakyat yang terbengkalai di sekitar kawasan freeport? Bagaimanakah kondisi rakyat di sekitar proyek freeport? Adakah pemerintah yang membantu mereka? TIDAK. Mungkin itu menjadi salah satu alasan mengapa Papua ingin merdeka , ingin lepas dari Indonesia. Mereka bisa mengelola SDA mereka sendiri dengan hasil yang lebih besar daripada harus bergabung dengan Indonesia. Iyakan? Nyatanya mayoritas pulau di sebelah timur memang kurang terjamah. Apalah arti bergabung dengan Indonesia jika mereka sendiri menderita? Mungkin itu yang ada di pikiran mereka. Mungkin jaman sekarang banyak bantuan datang seperti buku dan barang-barang lainnya. Tapi …. jika pemerintah akademis atau non akademis akan di pindah kan ke sana?apakah ada yang mau?tentu saja tidak. Mungkin bagi beberapa relawan itu hal yang sangat berharga, Tapi bagi yang lain? Tikus2 pemerintah misalnya? Mana mau mereka dipindahkan kesana. Tidak ada yang mau. Itulah yang saya pikirkan. Maaf kalau agak kasar dan lancang,tapi memang itulah yang saya lihat selama 18 tahun menjadi Warga Negara Indonesia.

Belum lag i kasus rakyat yang menuntut balik pemerintah Indonesia. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Padahal yang memilih adalah rakyat Indonesia sendiri. Ya. Indonesia masih kurang rasa tanggungjawab. Egoisme masih mengakar kuat, walaupun ada beberapa orang yang tetap menjaga solidaritas, namun belum cukup untuk melawan seluruh egoisme di Indonesia. Ya. Semboyan kita ‘ dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat’ ternyata belum dipahami secara pasti oleh mayoritas warga negara. Rakyat menuntut secara penuh pemerintahan yang baik,adil serta bijaksana. Namun rakyat sendiri juga tak mau ikut turun dalam usaha memajukan Indonesia. Jika salah satu pihak bangkit, yang lain juga harus ikut bangkit. Berjuang bersama-sama dalam memajukan Negara Indonesia. Bukan hanya acuh tak acuh saling melempar tugas dan kewajiban. Jika diri sendiri saja tak mau berusaha, bagaimana Indonesia akan maju? Jangan hanya mau menunggu sampai Indonesia menjadi negara industri seperti negara-negara di Eropa. 
Saya rasa sudah cukup 3 penggambaran tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini. Saya tidak mampu memberikan semua gambaran yang terjadi. Saya merasakan miris. Saya merasakan ragu. Saya merasakan amarah. Namun saya sadar, saya bukanlah siapa-siapa melainkan hanya seorang mahasiswa yang baru akan di ospek beberapa hari kedepan. Ya. Saya belum menjadi orang besar yang akan di kenal semua orang. Saya tidak mau. Semua orang Indonesia haruslah menjadi orang besar, orang sukses yang dikenal sampai ke seluruh dunia. Bangsa Indonesia sendiri khususnya, haruslah menjadi contoh yang baik untuk negara lainnya. Ingatkah Ir.Soekarno pernah menjadi singa podium yang terkenal? Ingatkah Indonesia menjadi salah satu pelopor terbentuknya ASEAN,KMB dan Asia-Afrika? Ya. Kita adalah negara yang kuat saat itu.

Harapan saya untuk Indonesia adalah semoga semakin baik dalam segala aspek kedepannya. Terutama dalam kepentingan rakyat bersama. Bagaimanapun pemerintah juga adalah rakyat. Ingat sebuah pernyataan ‘ dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat’. Jadi apapun keputusan kita saat ini, baik buruknya akan berdampak balik kepada kita juga. Semoga Indonesia bisa menjadi negara yang merdeka secara utuh. Dan yang pasti,tetaplah berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945. 

Hilangkan egoisme dan lakukan hal-hal yang bisa mendorong Indonesia untuk lebih baik. Jadilah Warga Negara Indonesia yang baik. Kami, generasi muda FISIP UNS 2016 siap membantu Indonesia menjadi negara maju dengan memahami politik dan social secara menyeluruh. Ya. Kami siap memperbaiki Indonesia dengan cara kami sendiri. Sederhana tapi dapat berguna bagi kepentingan NKRI.



Dirgahayu Indonesiaku.


Surakarta,6 Agustus 2016

SURAT UNTUK INDONESIA

Perkenlkan saya Nadia Akmalina dari prodi Hubungan Internasional,kali ini saya akan menulis surat untuk Indonesia,tentang bagaimana keadaan Indonesia satu tahun kedepan,harapan untuk Indonesia serta apa kontribusi saya untuk Indonesia.Untuk kondisi Indonesia kedepan saya berharap pribadi untuk menjadi lebih baik karena kita ketahui sekarang bahwa visi pemimpin kita dari Bapak Jokowidodo itu mengungkapkan bahwa diperlukan suatu revolusi mental dimana revolusi tersebut sekarang sudah berproses dimana dalam hal pendidikan,sistem hukum dan sebagainya, ya walaupun memang pada awalnya kita banyak menemukan di televisi banyak terbongkar sindikat sindikat narkoba,terbongkar para mafia hukum,dan mungkin kita melihat kebobrokan moral tapi itu bisa dibilang awal dari revolusi mental itu,dan saya berpandangan bahwa memang diibaratkan seperti kita membersihkan suatu barang yang kotor maka pada saat kita membersihkan nya pertama kali maka akan muncul banyak kotoran, ya itu lah yang terjadi pada masa ini,kemudian untuk masyarakat sendiri seperti kita ketahui bersama bahwa masyarakat Indonesia itu masyarakat yang ‘plural’dimana banyak keberagaman dalam masyarakat, itu merupakan suatu benefit bagi kita dan harus dimanfaatkan dengan baik jangan sampai keberagaman ini menjadi suatu momok yang menakutkan seperti yang terjadi di Tanjung Balai kemarin terjadi kerusuhan dan sebagainya itu .Dan masa depan Indonesia semakin maju apalagi kondisi ekonomi kita yang dikabarkan ini 16 terbesar di dunia dan ini akan naik menjadi 13 terbesar didunia maka ini bisa di bilang suatu kesempatan bagi kita untuk dapat berkancah di kancah global ,kemudian juga generasi generasi yang dikatakan sebagai generasi emas ratusan Indonesia ada yang bilang y gen z atau apalah itu bisa dibilang itu merupakan aset bangsa yang sangat baik dan besar karena kita mau menerima bonus demografi yang sangat besar dan itulah salah satu daya kita dimana sumber daya manusia kita harus terlatih dan terdidik . Kemudian apa yang diharapkan untuk Indonesia kedepan ? menurut saya bahwa Indonesia ini sudah lengkap kita sudah ramah,tentram ,kemudian  juga bisa menghargai perbedaan ,masyarakat yang sebenarnya jujur,adil dapat mandiri dan sebagainya.Yang saya harapkan bahwa bangsa Indonesia ini bisa melihat ke kondisi dirinya terlebih dahulu internalisasi nilai pancasila dimana pancasila merupakan kristalisasi dari nilai nilai yang ada di Indonesia ini bangsa Indonesia ini terkristalisasi di pancasila sehingga bangsa Indonesia harus belajar dari pancasila itu bukan hanya menghafalkan sila sila dan butir butir nya saja tapi juga termasuk dengan apa yang ada didalam nya seperti  nilai kejujuran,nilai religi,kebersamaa,gotong royong dan sebagai nya itu  yang disebut sebagai pancasila bukan hanya sila sila tercantum di pancasila itu sendiri nah itu bisa disebut sebagai harapan saya bahwa masyaraka tindonesia lebih mempelajari pancasila yang berarti lebih mepelajari dirinya sendiri gimana to orang Indonesia itu? gimana sih orang Indonesia yang diharapkan ? nah itu bisa dibilang sebagai ‘melihat pada dirinya sendiri’.Jadi dengan melihat dirinya sendiri,melihat bangsa Indonesia sendiri bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah,mandiri,kuat,perkasa apalagi dengan belajar melihat masalalu dan  kita contoh yang baik serta membuang yang buruk maka Indonesia akan semakin maju,itulah harapan saya . Lalu apa peran Fisip atau peran saya dalam kehidupan Indonesia? begini dalam koridor saya sebagai calon mahasisiwa FISIP UNS  maka saya akan menjadi seorang  yang jujur . Nah itu lah harapan saya bahwa untuk berkiprah di Indonesia tidak harus menjadi abdi negara tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempelajari Indonesia serta nilai nilai pancasila dengan baik agar dapat mengenal Indonesia seutuhnya.Serta dapat bersimpangsih atau berkontribusi di Negara ini  dengan tenaga saya dan pemikiran saya yang mungkin dapat membantu Negara ini,sekian dan terimakasih.

 

Tertanda

Nadia Akmalina

Surakarta, 09 Agustus 2016


Kepada kalian warga negara Indonesia yang membaca ataupun kepada pemegang kekuasaan yang berkenan membaca surat ini. Saya Rozinul Haq sebagai penulis surat ini hanya bertujuan untuk menyampaikan pikiran saya menjelang Dirgahayu Indonesia yang ke-71. Saya tidak berharap banyak dari surat ini karena tidak semua warga negara Indonesia bisa dengan mudah mengakses internet dijaman modern ini. Sebelumnya saya meminta maaf kepada para pembaca yang merasa tersinggung, saya menulis surat ini umum untuk dibaca jadi saya menulis surat ini tanpa tujuan untuk menjatuhkan pihak manapun.


Hai indonesiaku! Bagaimana kabarmu di masa depan? Aku terkadang membayangkan keadaanmu yang semaju negara tetangga Singapura , dengan fasilitas yang canggih, pendidikan sangat maju. Sebersih dan sesehat negara Swiss dimana kualitas air sangat bersih dan angka harapan hidup sangat tinggi. Sejujur Negara Jepang dimana korupsi itu hal yang mustahil. Seaman Negara Islandia dimana hampir tidak pernah terjadi konflik. Semakmur negara Denmark dimana pendapatan perkapita sangat tinggi. Tetapi seketika bayanganku terhadapmu yang sungguh indah buyar seketika aku melihat keadaanmu sekarang, dimana korupsi merajalela dari atas sampai ke akar, bisa terlihat dari hal sebesar kasus “papah minta saham” sampai kasus terkecil “pak pol, kita damai aja”. Dimana kasus narkoba lebih sering menghiasi layar kaca. Dimana hukum lebih mementinkan melindungi “terdakwa berduit” ketimbang korban kejadian. Konflik yang pecah antara sesame warga negara Indonesia yang dipicu SARA sampai hal kecil saling ejek supporter. Dimana media suka memancing keributan disbanding memberitakan peraih medali untuk Indonesia. Diamana “pengemban kebijakan” selalu ditentang “wakil rakyatnya”.


Pemimpinmu terdahulu, sekarang atau kedepannya adalah orang yang hebat. Aku tidak pernah meragukannya, entah mengapa aku lebih ragu pada rakyatnya yang tidak mau diajak ikut berlari ke masa depan yang lebih cerah. Rakyat cenderung diam tak mau tau, sudahlah jangan salahkan pemimpinmu terus. Cobalah untuk bergerak sendiri kedepan apakah kau mampu? Tentu tidak kau butuh pemimpin yang menerangi jalanmu ke masa depan yang cerah itu. Hentikanlah anggapan “aka nada pemimpin yang hebat lahir”. Ganti dengan “aku bisa membuat Indonesia bangkit!”. Dari hal yang serhana sajalah, sambil menunggu pemimpin yang jkau dambakan itu hadir. Sebelum kau akan hancur bahkan hilang. Sudahlah mari bergerak bersama.


Aku bukanlah sosok yang cakap untuk memimpinmu, aku hanya seorang penulis surat yang kutujukan kepadamu yang sekarang sedang terluka. Aku berusaha menghiburmu dengan menceritakan hal baik dari negara lain agar kita (Indonesiaku dan warganya) tersenyum bahagia mendengar ceritaku dan kembali bersemangat untuk membuat Indonesia ini kembali bersaing dengan negara-negara diatas bahkan menjadikan negara terbersih, termaju, tersehat, terjujur, teraman, dan termakmur diatas menjadi posisi dua di dunia.


Sebentar lagi umurmu akan 71 tahun, sudah tua bukan jika bisa diibaratkan seseorang, tapi kau bukanlah orang, kau adalah negaraku tercinta, umurmu masih muda sebagai negara dibandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah berumur 240 tahun.


Aku memang hanya mahasiswa fisip biasa yang berusaha menggugah semangatmu kembalu, dari kita (warga negara Indonesia) tidak apatis terhadap perkembangan yang sedang dijalankan pemerintah. Kita harus saling dukung mendukung agar Indonesia ini menjadi lebih baik di masa depan. Jika bapak presiden kita sekarang punya kata semangat “ayo kersa bersama”, saya mempunyai kata semangat sendiri untuk indonesiaku sayang dan warganya. “AYO BERGERAK BERSAMA KE MASA DEPAN YANG INDAH !!!”.
Rozinul Haq Aug 10 '16 · Tags: #iniblogsosialmuda
Assalamualaikum wr. wb.


  Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Rivaldi berasal dari SMAN 1 Sragen, saya di UNS mengambil jurusan sosiologi dan di sini saya mendapat tugas ospek yaitu menulis surat untuk Indonesia jadi sekarang saya akan membuat surat.

  

  Apa kabar Indonesiaku ? Hampir 71 tahun engkau berdiri tegak, bukan ? Alhamdulillah. Melihat dari awal perjuangan rakyat memang tidak dapat diragukan lagi bahwa pejuang pejuang Indonesia sangat menginginkan merdeka dan terlepas dari penjajahan negara lainnya dan walaupun Indonesia sudah merdeka negara lain tetap ingin menjajah Indonesia. Itulah sekilas perjuangan zaman dahulu, untuk sekarang ? Ya kita sedang beperang dengan kebodohan, narkoba, terorisme, korupsi dan masih banyak lagi. Inilah negeri tercintaku dimana kasus kasus seperti itu masih marak di sini. Sang Ibu Pertiwi masih sempat meneteskan air mata karena kasus kasus tersebut. Padahal demi berkibarnya bendera Merah Putih, banyak yang harus dikorbankan bahkan nyawa pun ikut menjadi taruhan. 'Merdeka atau mati' 'Lebih baik pulang tinggal nama daripada gagal dalam tugas' semboyan seperti itulah yang digenggam para pejuang kita. Namun, sekarang masih banyak pemuda meremehkan perjuangan perjuangan pada zaman dahulu, banyak dari mereka yang istilahnya 'cuek' pada pahlawan pahlawan Indonesia.

  

  Tapi bukan berarti Indonesiaku ini tidak bisa dibanggakan. Ibu Pertiwi masih bisa tersenyum karena tidak semua generasi muda di Indonesia itu rusak. Banyak para pemuda kita yang sukses membawa nama Indonesia dikenal oleh dunia, banyak dari mereka yang membawa Garuda melambung tinggi di angkasa. Di sisi lain keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia sangatlah beragam. Belum lagi kita memiliki tanah yang subur serta keindahan alam yang tidak kalah dari negara lain. Banyak hal yang dapat kita banggakan di sini. Bila semua para generasi muda mampu memiliki kesadaran akan pentingnya cinta tanah air maka negara ini akan semakin kuat. Bila para koruptor juga mempunyai kesadaran pasti negara ini juga akan semakin maju. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan bahkan sumber daya manusia yang jumlahnya juga sangat banyak. Kita hanya harus berpikir bagaimana cara mengolah sumber daya tersebut agar Indonesia semakin dipandang oleh negara lain


  Jadi, untuk Indonesiaku tetaplah berdiri tegak. Memang banyak masalah masalah yang kau hadapi tapi bukan berarti kita hanya bisa menangis. Indonesia bukanlah negara lemah. Indonesia adalah negara yang kuat dengan segala keragaman yang dimilikinya. Untuk ke depannya aku bukan hanya berharap tetapi juga mendoakan untuk Indonesia agar lebih baik. Di sini saya sebagai generasi muda akan berusaha semampunya untuk Sang Merah Putih.

   

  Sekian surat ini kutulis untuk tanah kelahiranku, sekali lagi untuk 71 tahun negara ini berdiri aku berdoa agar Indonesia mampu menjadi yang terbaik.

Garuda dituntut melambung.


Wassalamualaikum wr. wb.

  

Surakarta, 09Agustus 2016

 

Untuk Indonesia Tercinta,


Perkenalkanlah aku adalah salah satu dari ratusan atau mungkin juga ribuan bahkan jutaan mahasiswa yang nantinya akan mempimpin Indonesia kesuatu tempat yang dapat disebut sebagai kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan. Aku ini adalah salah satu Agent of Change dan Agent of Contol nantinya bagi Indonesia.

Terlebih dahulu aku ucapkan selamat karena hitungan hari lagi Indonesia akan menginjak usia kemerdekaannya yang ke 71. Betapa senangnya dan terharu saat mengetahui pada 17 Agustus 1945 Indonesia sudah merdeka, mengingat perjuangan rakyat yang tidak ringan dan penuh pengorbanan. Bertahun-tahun kami bersama, kami melihat, kami mencoba mengerti keadaan bumi pertiwi. Selama 71 tahun ini sudah Indonesia mengalami banyak sekali pahit manis kehidupan. Betapa pedihnya dan betapa sakitnya dijajah selama ratusan tahun oleh para pendatang yang dianggap baik diawal. Betapa sakitnya dikhianati oleh para pemimpin maupun rakyat sendiri, oleh kaum yang disebut sebagai PKI, koruptor, teroris, dan lainnya.

Kini jaman semakin berubah. Presiden dan wakilnya sudah berubah tujuh kali begitu juga dengan kabinet-kabinetnya, menterinya, peraturan perundang-undangan hingga sikap dan mental rakyat telah berubah. Sering aku mempertanyakan, kemanakah patriotisme dan nasionalisme yang diceritakan media massa jaman dulu? Kemana pula kekayaan Indonesia yang sering digadang-gandangkan negara asing? Kemana perginya puluhan ribu pulaunya? Barang tambangnya? Hutan penyedia oksigen terbesarnya? Budaya aslinya? Kemana mereka semua pergi? Adakah itu sekarang? Namun jika iya adanya, aku kira semua hanya tinggal sisa-sisa saja.

Rasa prihatin menyelimutiku saat harus menggambarkan keadaan Indonesia saat ini, bahwa masih banyak yang belum berhasil dilakukan pemerintah maupun rakyat dalam mewujudkan Pancasila sebagai kenyataan pedoman dalam kehidupan bangsa. Demikian pula masih luasnya kemiskinan, semuanya masih saja diliputi perasaan tidak nyaman. Ketidaknyamanan karena pelayanan publik belum memenuhi standar minimal, masyarakat yang masih menjerit kesulitan air bersih, listrik lebih kerap mati serta harga sembako melangit. Kondisi perekonomian dalam skala nasional maupun lokal pun kurang menggembirakan, begitu pula nilai tukar rupiah yang melemah, serapan dana pembangunan di daerah tidak memuaskan, cara kerja birokasi yang kurang gesit dan efisien. masyarakat cenderung apatis, juga belum terwujudnya kehidupan demokrasi yang cocok hingga menjadi sebab rendahnya kesejahteraan bagi rakyat umumnya. Dari berbagai masalah itulah sehingga muncul gerakan mahasiswa yang berdemonstrasi mempertanyakan arti demokrasi yang nyata di Indonesia.

Tapi kami akan merubah itu semua. Tunggulah kami untuk membawa perubahan yang baik dari penyimpangan, kesenjangan, ketidakadilan, dan berbagai problema yang terjadi di bangsa ini. Tugas kamilah mahasiswa FISIP yang memiliki pribadi yang terbuka dan memiliki kultur politik yang mandiri untuk berperan aktif dalam proses kehidupan berdemokrasi di Indonesia, untuk membawa bangsa ini ke arah masa depan yang lebih baik, karena kami akan mengawali dan memperbaikinya.

Kami berusaha bersikap bijak dan arif ketika melihat demonstrasi sebagai bagian dari demokrasi. Kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah aspirasi nilai-nilai demokrasi yang dipraktikkan secara non demokratis, sporadis dan cenderung amoral. Substansi demokrasi justru mengalami ketimpangan jika ide-ide yang menyuarakan demokrasi disalurkan dengan jalan kekerasan. Karena kami sadar kami memiliki peran penting dalam menjalankan demokrasi sesuai dengan falsafah negara dan nilai dasar demokrasi sebagai sesuatu yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat serta menghindari politik uang dalam setiap proses berdemokrasi. Karena kami sadar, maka ijinkan kami untuk merubahmu, Indonesia.

 

Salam Merah Putih.

Untuk Indonesia, untuk bangsa ku yang tercinta, untuk kita.


Kini, 71 tahun usianya, Indonesia. Jika melihat kembali segala permasalahan NKRI yang masih belum dapat diselesaikan sampai sejauh ini, sepertinya tidak perlu untuk diselali. Setiap negara memiliki permasalahannya sendiri dan tentunya memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa secara paradoks segala permasalahan tersebut patut untuk disadari oleh setiap individu dari masyarakat di Indonesia sehingga muncul sebuah keinginan untuk mengatasinya. Dengan kata lain, harus ada keinginan untuk mau berkontribusi mengubah negara kita. Jangan hanya menjadi penonton yang banyak komentar, tetapi tidak punya kepedulian dalam setiap masalah yang ada.  Korupsi, kemiskinan, pengangguran, serta segala pemasalahan Negara Indonesia yang kentara setiap tahun tentunya menjadi sebuah kesalahan yang patut ditanggung oleh setiap anggota di dalamnya. Sebut saja pemimpin yang masih belum maksimal, pihak-pihak berwajib yang kurang bertanggung jawab, serta penduduk yang tidak peduli antara satu dengan yang lain.


Tidak heran jika pada akhirnya segala permasalahan negara bisa terjadi dengan mudah, setiap anggota masyarakat gampang untuk diprovokasi, penipuan massal terjadi di seluruh pelosok Indonesia, negara lain menganggap rendah NKRI, dan kelompok-kelompok ekstremis mudah mengambil anggota dari Indonesia sambil menebarkan teror di mana-mana. Melihat segala hal tersebut, sepertinya tepat yang dikatakan oleh Bapak Presiden Joko Widodo: “Perlu ada revolusi mental.” Tentunya revolusi mental ini merupakan penyelesaian masalah yang dilihat dari sudut pandang sosial, yakni perubahan cara berperilaku dan cara kerja. Penyelesaian masalah seperti ini, harus dilakukan oleh masing-masing individu yang ada di dalam Negara Indonesia. Misalnya, pemimpin yang lebih maksimal dalam mengerjakan tugas, tidak terpengaruh oleh kepentingan diri sendiri ataupun kelompok, dan memikirkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, pihak-pihak berwajib juga harus lebih bertanggung jawab, tidak terpengaruh oleh segala suap-menyuap, pelicin, dan hal apapun itu yang tidak mendukung keadilan serta hukum yang telah ditetapkan. Tentunya, segala hal ini tidak terlepas dari segenap penduduk Indonesia yang harus mulai mendukung pemerintah, menaati segala peraturan, serta mewujudkan toleransi dibawah nilai-nilai Pancasila.


Revolusi mental tersebut diharapkan, secara pribadi oleh saya, agar ke depannya Indonesia dapat meminimalisir segala permasalahan yang ada. Memang benar bahwa sepertinya untuk membuat permasalahan negara itu hilang selama-lamanya hanyalah mimpi belaka. Justru hal yang terjadi dengan memikirkan hal tersebut adalah munculnya ide-ide seperti dunia utopia yang cara mewujudkannya hanya bisa dilakukan secara ekstrem. Saya tidak mendukung hal seperti ini. Oleh sebab itu, sejak awal sudah saya katakan bahwa segala permasalahan yang terjadi bukan untuk disesali. Saya yakin masalah ada untuk mendewasakan, dan dalam hal ini, permasalahan yang ada di Indonesia merupakan hal yang dapat membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dewasa. Masalahnya, mau kah kita untuk menjadi bangsa yang dewasa? Jika mau, baiklah kita mulai dari hal yang kecil. Contohnya, buang sampah pada tempat yang telah disediakan, mengikuti peraturan lalu lintas, dan hal-hal lainnya. Semua hal tersebut, sekali lagi, dimulai dari masing-masing diri kita sendiri. Apakah negara-negara seperti Singapura, Finlandia, Jerman, Jepang, dan negara yang menyandang nama besar lainnya tidak memiliki masalah? Tentu ada. Namun, mengapa mereka tetap dikatakan sebagai negara yang bagus? Jawabannya adalah mereka memiliki penduduk yang dewasa secara mental.


Untuk diri saya sendiri, saya melihat bahwa revolusi mental merupakan langkah sosial untuk dapat mengubah permasalahan menjadi hal yang menguntungkan. Contoh pertama, Singapura yang kecil dan tidak memiliki SDA tentunya tidak mau memiliki mental bermalas-malasan dan akhirnya hilang dari sejarah. Mereka belajar bahwa mereka berada di titik yang menguntungkan untuk menghubungkan banyak negara dalam hal jalur perdagangan kapal. Oleh sebab itu, mereka membangun negara tersebut menjadi negara perdagangan yang teratur, serta lengkap dengan pelabuhan yang sangat baik. Pelabuhan Singapura bahkan memiliki sistem birokrasi dan administrasi yang sangat mudah jika kapal ingin berlabuh. Bagaimana dengan Indonesia? Satu-satunya pelabuhan terbesar bertaraf internasional ada di Tanjung Priok, Jakarta. Sebelum Priok New Port dibangun, kapal-kapal besar tidak dapat berlabuh. Selain itu, urusan birokrasi dan administrasi diperlambat dengan segala pungutan liar dan preman-preman yang ingin mengambil keuntungan. Contoh kedua, Jepang yang tidak memiliki SDA sebanyak Indonesia pastinya memiliki masalah untuk membangun daerahnya. Namun, mereka memiliki salah satu SDA kelautan yang cukup besar, yakni ikan Salmon. Dengan ikan salmon tersebut, Jepang telah membuat jenis makanan terkenal bernama sushi. Pada akhirnya, ada berpuluh-puluh cara memasak ikan salmon yang dihasilkan oleh Jepang. Bagaimana dengan Indonesia? Terlalu banyak ikan sehingga kebanyakan ikan justru hanya digoreng dan menjadi ikan asin. Sekali lagi, masalahnya ada di cara berperilaku dan cara kerja. Perlu revolusi mental.


Kontribusi civitas akademik FISIP UNS dalam hal mewujudkan revolusi mental yakninya dapat dilakukan dengan cara mengubah mental diri sendiri terlebih dahulu. Misalnya, mulai lebih berani mensosialisasikan/menjadi contoh dalam revolusi mental kepada banyak orang di sekitar kita. Bagian politik mulai memperbaiki cara kerja di perolitikan Indonesia, bagian sosial mulai memikirkan kebijakan pemerintah apa yang baik untuk melaksanakan revolusi mental dengan mengobservasi keadaan sosial di masing-masing suku dalam Bangsa Indonesia, dan lain sebagainya.

 

Selamat ulang tahun Indonesia, bangsa ku yang tercinta, kita semua.

Salam, Ivander Jordan Leong.

Pages: 1 2 3 »