User blogs

Tag search results for: "#iniblogfisiptangguh"
Nama Anggota Kelompok:


1.Anggi Ragil Khristanti
2.Akbar Faizul Muttaqien
3.Nur Hidayah
4.Reyna Salsabila Cahyadewi
5.Bagas Suryo Prihantoro
6.Siswi Diyan Kusumaningsih
7.Bernardus Gian Pratama
8.Vanissi Bintang Alfarez
9.Naufal Ammar Haidar Adji
10.Azalia Sastrika Ardhana
11.Eugenia Prasmadena Tapianauli
12.Ardyan Rakhmad Pradana
13.Sasha Aryaldina
14.Raudlotul Jannah
15.Ratri Yuniarsih
16.Hasna Hamidah
17.Syahrul Shobirin

Nama pendamping: Sinta Oktaviani
Lokasi : Pasar Nongko
Jl. Hasanudin, Mangkubumen, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139

Pasar Turisari terletak didaerah Mangkubumen dekat dengan Stasiun Balapan. Pasar ini secara resmi pemerintah bernama Pasar Turisari karena lokasinya didaerah Turisari. Namun oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan nama Pasar Nongko karena sejarahnya merupakan tempat transit dan jual beli buah nangka. Perkembangan Pasar Turisari semakin mengalami kemajuan, semula hanya sebagai tempat transit kemudian berubah menjadi pasar yang ditempati oleh pedagang yang semakin meningkat jumlahnya. Keadaan tersebut menjadikan perhatian pemerintah untuk membenahi sarana dan prasarana pasar tersebut. Komoditas Dagangan berupa pakaian, sayuran, sembako, daging sapi, daging ayam, ikan, tempe, tahu, buah, snack. Sarana prasarana yang ada dipasar paling lengkap dibandingkan pasar yang lainnya, sarpras yang ada seperti kamar  mandi, toilet 4 titik, gerobak sampah, TPS, bin sampah, keranjang sampah, tempat cuci tangan, bank sampah,  CCTV, jaringan air bersih, jaringan listrik, pos kesehatan, smoking area, pojok AC, mushola. Selain itu, juga terdapat area event untuk kegiatan promosi dan area tera ulang untuk kegiatan penimbangan.

Keunikan: Pasar tradisional di Surakarta yang mendapat Juara 1 lomba kebersihan dan tata kelola pasar se-Jawa Tengah.

Alasan kelompok kami memilih pasar ini: karena pasarnya strategis,mudah dijangkau, dan dekat dengan basecamp kelompok kami. 
Anggota kelompok

-Lubena Umaya

-Arief Rachman Adi Nugroho

-Haikal Achmad Khoirudin

-Aqilatama Aryaputri

-Bre Sinarjonan

-Mulat Tri Purwani

-Mustika Ayu Permataputri

-Gracia Bertha Prabowo

Muhijatul Asfarah

-Abdul Azizi MAulana

-Anisa Fauzyah Hanum

-Elbert Segah Ya'aro

-Faiq Nurul Aulia-

-Zalzadila Ayu Pangestika

-Chory Fridayanti

-Desnantia Dinda Marlischa

-Bimbi Ayu Wardhani


Lokasi:

Pasar Nusukan terletak di Jl.Kapten Piere Tandean,Nusukan,banjarsari,Surakarta.Di pasar Nusukan sama keadaannya dengan pasar-pasar umumnya.Banyak Orang menjual sayur,ikam,dan kebutuhan rumah tangga disana.Namun pasar ini bisa dibilang sedikit modern karena tampak depanpasar ini sudah diwarnai dengan kios-kios yang menjadi tempat bertransaksi penjual dan pembeli.Sehingga terkesan lebih rapi.


Keunikan:Keunikannya menurut kami terletak pada namanya.Nama Nusukan diambil dari peristiwa zaman dahulu diana dulunya kerajaan Mangkunegaran memiliki pemikiran bahwabagaimana cara menangani banjir meluap adalah dengan membangun jalur air/sungai.Dimana aliran airnya dibuat menususk langsung terhadapa Bengawan Solo untuk menangani datangnya banjir.Sehingga dari kata menusuk tersebut orang zaman dahulu menyebutnya Nusukan.


Alasan memilih:Karena psara tersebut dinilai cukup dekat dari kapus utama UNS ,sehingga apabila ditempuh dengan kendaraan roda 2 dimana anggota saling berboncengan satu sama lain masih terjangkau letaknya.



Dear Indonesia,


Apa kabar denganmu ?, pakah masih seperti yang dulu ?, apakah akan terjadi perubahan ? atau sudahkah terjadi perubahan padamu ?.


sebentar lagi menjelang ulang tahunmu, aku mewakilkan rakyat Indonesia akan berusaha memeriahkan HUTmu ini dengan Meriah. Sudah satu tahun berlalu dan aku belum bisa memberikan apa-apa untuk dirimu, padahal aku selalu mengharapkan sesuatu yang banyak darimu.


Banyak yang terjadi setahun kemarin, banyak hal hal lucu yang terjadi setahun kemarin, entah mengapa semakin tua rakyat Indonesia semakin pemalu untuk menyatakan kebenaran. Apa yang salah dari sistem pemerintahan di negeri beribu pulai ini ?. Banyak orang orang yang bukan ahli di suatu bidang keahlian ikut campur dalam bidang keahlian orang lain yang menyangkutkan banyak orang tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Seperti dalam beberapa kasus permasalahan dalam masyarakat yang ditangani oleh tangan yang tidak tepat, dengan penanganan yang kurang efisien, dan justru memunculkan permasalahan yang lain. Seperti ibaratnya memadamkan api dengan kertas kering. Banyak orang orang yang merasa dirinya selalu benar dan selalu menolak masukan dari orang lain, walaupun mereka salah, tapi mereka tidak takut karena merasa mempunyai kekuatan internal maupun eksternal dalam suatu komunitas bahkan ini terjadi juga dalam pemerintahan. Padahal hal semacam ini yang membuat kacaunya suatu sistem peraturan yang sudah dirancang dan dimatangkan oleh pengurus dan hak yang berwenang, Semakin tua bangsa Indonesia juga semakin aneh dalam menyikapi perubahan dunia. Masyarakat Indonesia juga selalu ingin mengikuti perkembangan jaman tetapi mereka tidak mau melakukan penyaringan untuk membedakan perkembangan mana yang pantas untuk masyarakat negeri ini dan mana yang tidak sepantasnya ada di negeri ini. Sekarang banyak anak muda yang sudah bergaul layaknya orang dewasa, seakan akan sudah menipis moral dan norma dalam bergaul sebagai anak muda dan generasi penerus perjuangan bangsa, jika terus seperti ini hal yang patut dilakukan memang memutus jalur penyerapan perkembangan jaman dan membiarkan pemerintah yang menyaring hal” yang dapat masuk ke negeri ini, pasalnya generasi sekarang lebih mengutamakan gaya dari pada moral dan sikap, banyak anak yang berani melawan orang tua. Generasi penerus bangsa adalah kunci dari pembangunan bangsa itu sendiri, jika generasi penerus di tempa dengan tempaan dengan kuat maka akan menghasilkan generasi yang kuat dan tangguh, sebaliknya jika di tempa dengan sembarang tempa maka akan sembarang juga yang akan dihasilkanya. Generasi penerus juga yang menjadi solusi dari setiap masalah yang dialami di masa sekarang, memberikan mereka ilmu serta pengalaman yang dapat membuat mereka bergerak mandiri dan tidak bergantung pada negeri lain adalah hal yang hebat. Menanamkan rasa cinta terhadap negeri ini adalah suatu solusi dasar untuk mengurangi perpecahan dimasa yang akan datang, dengan demikian generasi penerus akan mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk menjadi generasi penerus perkembangan dan kemajuan negeri.


Tetapi apa yang telah terjadi padamu sehingga rakyatmu menjadi seakan akan enggan mengabdi padamu, para generasi penerus lebih menginginkan budaya negeri lain dari pada budaya darimu ? apa karena kau kalah cantik dengan negeri lain ? kurasa tidak, apa kau kalah kaya dari negeri lain ? aku rasa tidak, apa kau kalah gagah dari yang lain ? aku rasa juga tidak, tapi mengapa rakyatmu seakan bertindak tidak menginginkan kau menjadi negeri yang kuat dan makmur ?. 


Aku hanya berharap untuk kedepanya semoga engkau menjadi negeri yang dihormati oleh rakyatnya, negeri yang di hormati oleh tetangga, negeri yang selalu memancarkan pesona dan keindahan kepada dunia, sehingga menjnadikan Indonesia yang selalu bisa berbangga akan kemampuan dari dalam dan menjadikan negeri yang Maju serta ikut berpartisipasi dalam kedamaian dunia. 


Aku sebagai Mahasiswa FISIP UNS, ingin berkontribusi dalam memajukan pembangunan di Indonesia, ntah apa yang bisa aku lakukan, mungkin memulai dari mendidik para generasi muda untuk tetap belajar dan menempa ilmu serta mengarahkan mereka ke arah yang menjadikan bakat mereka berguna bagi neferi ini, dengan begitu, aku bisa berkontribusi dalam mengurangi kedzoliman di negeri ini serta berkontribusi dalam mengembangkan para generasi penerus pengembangan pembangunan dalam negeri yang berbasis kemandirian.

Indonesia, suatu negeri yang “gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharjo”. Begitulah julukan dalam bahasa Jawa yang terdapat dalam kitab Jangka Jayabaya yang dikarang oleh Raja Jayabaya dari kerajaan Kediri. Istilah tersebut sangat tinggi fisofinya. Gemah ripah loh jinawi yang bermakna kekayaan alam yang melimpah, tata tentrem yang bermakna damai atau tentram, sedangkan karta raharja yang bermakna aman sejahtera. Sehingga menjadi negeri dengan kekayaan yang melimpah, keadaan yang aman, damai, dan sejahtera.  

Dalam suatu negeri di dunia ini tentu memiliki ujian masing-masing. Ada yang diuji dengan bencana alam, perang antarnegara, dan ada pula yang diuji dengan keadaan alam negaranya. Cerita Indonesia dalam beberapa tahun belakangan yang sedang menjadi bahan perbincangan publik beraneka ragam, mulai dari masalah ekonomi, sosial, maupun budaya termasuk didalamnya unsur SARA. 

Bagi Indonesia sendiri masalah tersebut antara lain : Satu, kasus pelecehan seksual. Kasus seperti ini kurang efektif penanganannya. Contohnya adalah yang terjadi pada adik kelas saya sendiri yang pernah dilecehkan oleh gurunya. Apalagi kasus pelecehan tersebut melanda anak di bawah umur, yang harusnya dilindungi tapi malah dirusak badan maupun mentalnya. Kasus yang melanda adik kelas saya tersebut kurang ditanggapi, karena si korban adalah anak orang miskin, sedangkan pelaku adalah PNS, yang memiliki harta yang melimpah. Kasus tersebut hingga kini masih saling lempar antarkepolisian. Hukum di Indonesia perlu ditegakkan, jangan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. 

Yang kedua adalah masalah penistaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Tulisan saya tidak berpihak pada kubu manapun, melainkan murni dari pemikiran sendiri. Saat kampanye Ahok menyinggung pada ayat al-qur’an surat al-Maidah ayat 51. Dari sudut pandang Islam, saya sebagai muslim sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Namun, hal ini mengingatkan saya pada nasihat Gus Dur, “jika kau marah agamamu dihina maka Tuhanmu adalah agamamu, bukan Alloh.” Begitu pun Ahok sudah meminta maaf atas kekhilafannya kepada publik. Seharusnya kita sebagai muslim memaafkannya karena tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali. Kemudian dari sudut pandang khalayak, kita memilih pemimpin yang dapat mengayomi. Indonesia bukan jawa, sunda, tionghoa, bukan juga islam, kristen, hindu atau hanya buddha. Tapi, Indonesia adalah persatuan dalam keberagaman (unity in diversity). Jika Ahok mampu membangun kota Jakarta menjadi lebih baik, kenapa tidak memilihnya ? Kita tahu betul bagaimana karakter pak Ahok yang ceplas ceplos, tegas, disiplin, anti korupsi, dan kerja nyata untuk negeri. Maka tidak heran jika banyak anggota dewan yang membeci karena tak bisa korupsi. Banyak perubahan ke arah yang baik, termasuk sarana dan prasana. Lalu, hanya karena satu noda akankah semua kebaikan dan kerja nyatanya dilupakan saja ? Saya sebagai WNI, entah dia dari suku mana, agama apa, asalkan dia mau dan mampu mengabdi di Indonesia, menjadikan Indonesia sejahtera maka saya akan memilihnya. Dan bagi muslim, janganlah terlalu fanatis dalam hal akidah. Memang kita tidak bisa mentolerir, tapi kita bisa memaafkan kesalahan jika sudah meminta maaf. Itu menunjukkan derajat keimanan kita lebih dewasa. 

Setelah kasus Ahok, muncul aksi damai 212 dan 313. Dan beruntun dengan kasus ormas HTI. Hitbur Tahrir Indonesia adalah salah satu ormas yang ada di Indonesia namun sekarang dilarang. Yang menyebabkan dilarang adalah idealisme mereka untuk mendirikan khilafah di Indonesia. Jelas saja bertentangan dengan ideologi Pancasila, maka dari itu dilarang. Sebenarnya ajaran tentang keislamannya tidak berbeda dengan yang lain. Namun kekhilafahannya itu yang membuatnya dicekal. Dan pelarangan ormas itu pun sepihak. 

Masalah terorisme masih menjadi isu publik. Banyak generasi muda yang tergabung di dalamnya. Mereka dicuci otaknya, dicekoki dengan pemikiran-pemikiran jihad fisabillah. Mereka mati bunuh diri, agama mana pun melarang hal tersebut. Itu namanya membuat takdir sendiri bukan dari Sang Khalik. 

Masalah ekonomi yang sedang booming yaitu garam. Bumbu dapur yang rasanya asin ini ternyara mampu melejit juga harganya. Ketidaktersediaan stok garam ini karena cuaca buruk, serta ada kemungkinan penimbunan garam pada salah seorang pemasok. Hingga akhirnya, keran impor pun dibuka lagi.

Pembangunan tol di Indonesia juga sedang digalakkan. Tujuan dari pembangunan tersebut adalah agar laju distribusi lancar dan ekonomi bisa stabil. Jangan sampai inflasi terus.

Harapan dan cita-cita saya untuk Indonesia adalah anak muda Indonesia mampu berpikir kritis, berani menyuarakan pendapatnya, dan berani bertindak tentunya. Jangan hanya omdo (omong doang). Kita harus mampu mengolah hasil bumi Indonesia. Jangan mau diperbudak di negeri sendiri. Supremasi hukum benar-benar terjadi, aparat yang adil dan bijak, serta masyarakat yang tidak apatis. Dengan demikian pembangunan baik SDM maupun sarana dan prasarana akan lebih baik lagi. 

Peran yang akan saya ambil sebagai mahasiswa FISIP UNS adalah menelaah setiap permasalahan publik, serta menyebarkan berita yang baik, benar, dan bermanfaat. Mengajak untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan mempelajari politik. Politik tak selamanya kotor. Tergantung manusia yang menjalaninya. Saya pula akan belajar dengan giat agar mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan tetap semangat dalam belajar di universitas, tergabung dalam organisasi kemasyarakatan, dan berani mengabdi untuk negeri tercinta, Indonesia. 

SEKIAN.

SURAT UNTUK INDONESIA


Berbicara tentang Indonesia, Indonesia adalah merupakan salah satu negara terunik dari seluruh dunia. Dengan letak posisi garis lintang dan bujur, Indonesia memliki jalur dagang yang pas untuk dikenalkan ke seluruh dunia. Bentuk daratan yang menyerupai gambar dan tulisan yang terpisah-pisah di halang dan dikelilingi oleh lautan yang indah, Indonesia memliki daerah yang cukup besar.

Indonesia memliki beraneka macam budaya dan keanekaragaman alam yang sangat indah dan penting untuk setiap generasi. Keindahannya pula juga tak kalah juga. Hal-hal yang seperti itu patut di jaga dan dilestarikan. Bukan hanya diawasi oleh badan-badan tertentu saja, Tapi juga seluruh masyarakat indonesia ikut untuk berpartisipasi dalam perlindungan alam.

Indonesia adalah negara makmur dan sangat kaya, Tapi sayang kita sebagai Warga Negara Indonesia hanya menyiapkan bahan-bahan untuk memajukan kesenjangan dunia, Bukan sebagai alat pembuat kesenjangan. Mungkin dikarenakan oleh beberapa faktor seperti pendidikan dan perekonomian.

Pendidikan. Mengapa negara indonesia memliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi, Tapi belum bisa dianggap maju oleh negara lain?. Negara Indonesia memanglah negara yang tidak kalah jauh dalam bidang pendidikan dengan negara lainnya, Tapi mungkin dengan kekurangan sistem yang diterapkan dan pemanfaatan yang kurang digunakan untuk memajukan negara ini demi kepentingan bersama. Sistem yang kurang memadai membuat anak-anak malas untuk bersekolah. Dan juga penggunaan pendidikan itu hanya digunakan untuk kepentingan masing-masing. Contohnya sering mengadakan acara dengan kegiatan yang tidak pas dengan jadwal dan dana yang pas-pasan. Sehingga acaranya tidak memuaskan. Aku berharap," Sabarkan diri kita dulu jangan terburu-buru. Lebih baik kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya dan membuatnya menjadi yang kesan indah yang tak terlupakan. Dan akan lebih baik jika," Jika ingin maju berusahalah sekuat tenga." Menjadi," Yuk kita lakukan bersama. sesulit apapun kondisimu, Sepayahnya dirimu, Janganlah beranggap akan menjadi penghalang ataupun yang tak berguna. Lets do this together dalam senang maupun duka.". Aku sangat menantikannya.

Perekenomianlah yang sedang sangat berat dihadapi oleh negara kita yang tercinta ini. Sebenarnya negara kita ini cukup kaya. Tapi sayangnya, banyak orang yang egois untuk kesenangan dirinya. Orang yang tidak tahu syukur akan rejeki yang telah mereka dapatkan. Seperti korupsi. Aku berharap sama seluruh rakyat Indonesia janganlah hidup untuk dirimu sendiri tapi liatlah orang-orang yang masih sangat membutuhkan kesenangan mereka juga tapi mereka tidaklah pantang menyerah dan menganggap itu juga sebuah kesenangan.

Dalam surat ini, Indonesia akan memasuki umur 72 tahun. Aku menantikan acara yang meriah. Dalam umurmu yang ke-72 ini, Aku memohon kepada tuhan untuk memudahkan kita memajukan negara tercinta ini menjadi yang terbaik. Cita-citaku untuk Negara Indonesia, Aku ingin membuat sebuah buku yang berjudul "Secret of this world", Untuk dikenalkan kepada seluruh dunia bahwa buku tersebut dibuat oleh seseorang dari Indonesia agar indonesia bukanlah dikenal sebagai negara rata-rata, Tapi diatas rata-rata seperti halnya negara-negara besar Seperti Habibi yang mengenalkan pesawat pertamanya yang dibuatnya.

Merah putih yang berkibar di angkasa…Nyanyian burung yang bertengger di pohon cemara..Alunan music indah yang tercipta dari desiran angin yang menghembus pohon padi di sawah nan hijau.Itulah Indonesia,negri dengan berjuta keindahan dan kaya akan suku bangsa.Kekayaan alam mu begitu melimpah.Masyarakatmu begitu ramah.Negri dengan beribu kisah.Negeri dengan anugrah Tuhan yang paling mewah.Cakrawala biru selimuti seluruh negri.Sinar mentari menyinari sepanjang hari.Alam yang cerrah selalu menyapaku.Batik,Reog,Wayang,angklung,Sasando,Rumah Gadang,..ah betapa kayanya dirimu.Milyaran orang diluar pun iri kepadamu.Engkaulah sebuah titik destinasi.Dari jelmaan surga yang abdi.Gunung emas,bukit perak,lautan minyak,Hamparan hutan hijau…. Lumpahan sumber daya yang tertanam di negrimu.Membuat bangsa asing ingin menjarahmu.


Berjuta-juta rakyat yang bernanung di bentangan lahanmu.Ratusan species hidup di milyaran hektar hutan hijaumu.Kini berujung sebuah kehancuran.Ulah manusia biadab yang mengiginkan alammu tanpa menjagamu.Merusak berasaskan kejahatan nafsu.Betapa elok negrimu ketika dahulu banyak orang asing yang berkelana.Berdagang dan juga mencari saudara.Hidup ditengah masyarakat yang damai.Berkeluarga berlandaskan persatuan yang abadi.Ratusan kerajaan yang berdiri megah di Nusantaramu dahulu.Melayani rakyat untuk kehidupan yang maju,Menjelajah seluruh negri untuk sebuah Nusantara yang satu.Semua itu tertulis indah dalam sebuah prasasti batu.Bertubi-tubi usaha yang dilakukan untuk menjadi satu Nusantara.Dari usaha operasi Malaka hingga terucap Sumpah Palapa.Dijajah oleh bangsa asing selama berabad-abad bukanlah hal yang mudah.Dari bangsa Belanda yang memborbardir negri ini hingga ribuan insan mati smaapi Negri Matahari terbit yang semula berjanji manis namun berakhir dengan keadaan masyarakat yang tragis.Ratusan pahlawan negri terlahir untuk mati demi kemerdekaan negri yang abadi.Seluruh tumpah darah oleh peluru yang berdesing,oleh ujung mata tajam bambu runcing,itu semua hanya untuk negriku,Indonesiaku.Hingga mereka berteriak Merdeka!!!!.Suatu awal baru perjuangan berat yang diawali oleh Proklamasi.Suatu pernyataan tulus dan murni untuk sebuah kemerdekaan yang abadi.Walau begitu hal tersebut bukan berarti untuk berhenti berjuang.Tumpah darah masing terus dilanjutkan.Dari lautan darah merah di Surabaya,hingga kobaran api di Bandung yang membakar semangat jiwa.Dan ingatlah rakyatku tersayang,Bahwa kalian hidup di atas fondasi kokoh nan hebat yang berasal dari tumpahan darah,semangat membara,serta tujuan mulia para pahawan bangsa yang harus gugur dalam peperangan melawan kebiadaban penjajah.


Puisi tersebut adalah gambaran keindahan dan kehebatan Indonesia.Negri yang terbangn dari ribuan pulau dan limpahan air laut yang terbentang dari Sabang sampai Merauke adalah hal yang patut dibanggakan.Ketika melihat negri orang,memang Indonesia adalah negara yang tertinggal jauh dari peradaban tekhnologi manusia yang semakin hari semakin maju.Tetapi,apakh negriku akan kita buat diam terbisu oleh keadaan tersebut.Kita mempunyai jutaan manusia hebat yang tersebar di seluruh negri.Kebangkitan yang hebat terjadi hanya jika para pemuda mampu dan mau mngerahkan tenaga untuk membanggakan Indonesia.Para pemuda yang mampu mengangkat panji garuda di mata dunia.Perbedaan bukanlah sebuah halangan untuk bersatu.Beragam ras,berbagai agama,bahkan ratusan suku di Indonesia adalah pelangi-pelangi yang indah.Berbeda tapi saling mengisi.Perbedaan itu harus dan terus ada di dalam kehidupan.Bukankah aneh jika kumpulan manusia hidup dalam opini yang sama.Tetapi,walau berbeda kita tetap harus bersatu dalam satu Indonesia.


Melihat berbagai Ironi yang berada di negri ini.Irian yang orang”nya hidup di lautan minyak dan dikelilingi oleh limapahan emas.Tetapi,mereka tidak tahu apa itu listrik.Kakek-kakek yang bekerja banting tulang hingga harus menahan pedihnya sakit yang tak terobati karena uang yang harusnya mereka nikmati telah direnggut oleh para tikus-tikus yang duduk dengan santai di atas penderitaan orang-orang yang terbengkalai.Para oknum yang terus meraup untung tanpa peduli masyarakat yang sedang berkabung,merekalah masyarakat yang duduk di daratan harta tapi tak menikmati apa-apa.Bahkan mereka yang menjadi mayoritas tidak mau menerima minoritas membuat negeri ini tak terselamatkan.Ini bukan salah pemerintah,bukan kesalahan aparat hukum.Tetapi itu adalah murni kesalahan kesadaran kita yang tidak kunjung hidup untuk mempertahankan Indonesia.Mungkin,suatu hari nanti tak aka nada nama Indonesia di jalur khatulistiwa karena telah diinvasi oleh bangsa asing.Hal tersebut bisa saja terjadi jika kita tak segera saling bahu membahu saling memegang erat persatuan bangsa dan kehidupan Pancasila.

 

Statement tersebut seolah hanya khayalan belaka karena terdapat kata “jika”. Pemimpin yaitu kata pemimpi + N menurutku. Segala sesuatu diawali dengan mimpi (dream), pemimpi (dreamer), dan pemimpin (leader).
Untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan suatu dasar yang kuat dalam hal jasmani maupun rohani. Pemimpin yang sehat jasmani, tentunya yang sehat secara fisik. Sedangkan yang sehat rohani adalah yang tidak bermasalah dalam hal psikologisnya. 
Dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bermasyarakat dibutuhkan seseorang yang mampu mengatur, menengahi, mendengar, peka dan kritis terhadap masyarakat yang dipimpinnya agar tercipta suatu kehidupan yang aman, nyaman, dan tentram. 
Mungkin sebagian dari kita ada yang bercita-cita duduk di kursi legislatif, eksekutif, atau bahkan di yudikatif. Hal yang saya sebutkan tadi adalah jawaban orang awam jika ditanyai siapa pemimpinmu. Pada hakikatnya kita adalah seorang pemimpin bagi diri kita sendiri. Disadari atau tidak jawabannya adalah iya. I’m a leader (aku seorang pemimpin). 
Karena saya adalah seorang pemimpin bagi diri saya sendiri maka yang harus saya lakukan adalah mampu jasmani (menjaga kondisi kesehatan tubuh) dan mampu rohani (memiliki jiwa yang sehat dengan meningkatkan kualitas iman dalam diri, hak ini sangat berkaitan dengan yang namanya agama). 
Selain hal-hal tersebut saya harus mampu dalam hal POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). Planning atau merencanakan, maksudnya seorang pemimpin harus memiliki rencana-rencana di masa depan. Nah, pemimpin diawali dari mimpi bukan ? Rencana-rencana di masa depan tersebut dituangkan dalam bentuk ide/gagasan di dalam visi dan misi. Visi adalah tujuan utama dari segala sesuatu. Sedangkan misi adalah uraian tujuan/rencana yang hendak dicapai di masa depan. 
Organizing adalah pengorganisasian. Ketika seseorang telah memiliki rencana-rencana maka sudah tentu harus ada pengorganisasiannya. Pengorganisasian disini bisa kita maknai sebagai koordinasi antaranggota kelompok masyarakat sehingga tidak terjadi penumpukan tugas/wewenang pada satu orang saja. Nah, untuk meringankan serta mempercepat terjadinya rencana-rencana pengorganisasian sangatlah penting. 
Yang ketiga adalah actuating. Actuating atau mengaktulisasikan. Apa yang diaktualisasi ? Rencana / mimpi yang sudah diorganisasikan sesuai bagian/porsi masing-masing tentu jawabannya. Aktualisasi artinya sama dengan realisasi, menjadikan sebuah mimpi menjadi karya nyata, menggerakkan. 
Kok ada kata menggerakkan segala buat apa yaaa? 
Oke guys, mari berpikir jernih sejenak dalam sedetik. Ada rencana, ada pengorganisasian kalo nggak ada yang mau digerakkan buat apa ? Apa mau jadi mimpi terus nggak mimpin ? Memang menggerakkan itu tidaklah mudah. Hal yang digerakkkan bisa man (manusia), money (uang), machine (mesin), market (pasar), dsb. Menurut pendapat saya hal yang terberat dari menggerakkan adalah pada sumber daya manusianya. Karena manusia memiliki pemikiran dan ego masing-masing yang agak sulit untuk dipersatukan. Namun bisa disatukan jika memiliki tujuan yang sama untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Punya rencana, punya peran, harus ada bukti dong yaa... Jangan hanya semacam calon dewan/gubernur/bupati yang koar-koar nyebut visi dan misi yang muluk-muluk tapi nihil faktanya ketika menjabat. Padahal rakyat menaruh harapan dan tanggung jawab yang harus dilakukan dengan semangat yang kelak menjadi nikmat. Jika rakyat diperlakuan demikian maka mereka tidak akan percaya dengan pemerintah (dalam konteks ini saya menyebutnya pemimpin suatu negara).
Hal terakhir adalah Controlling atau pengawasan. Wahhh... Kenapa harus diawasi ? Apa sih akibatnya kalo nggak diawasi ? Lalu, siapakah yang berwenang mengawasi ? Apakah rakyat menjadi pengawas ? Sederet pertanyaan bermunculan ketika membahas mengenai pengawasan. 
Dalam jalannya suatu kepemimpinan tentu ada beberapa hal yang perlu pengawasan baku. Bisa kita lihat saja misalnya yang berperan di bidang keuangan. Kalo udah bicara uang, siapa sih yang nggak butuh uang buat hidup ? jika memberikan amanah pada orang tersebut, dan untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahpahaman karena hal yang demikian maka diawasi. Hal yang diawasi dalam lajunya kepemimpinan misalnya apakah pemimpin itu adil ? ingat, adil tak selalu sama. Jangan sama rasa sama rata. Itu komunis yaaa...
Selain keadilan, kita juga menengok bagian laju alur masuk dan keluar keuangan. Apakah dimanfaatkan secara jelas uang yang telah diamanahkan, sebagai pemerintah harus transparan, sebagai rakyat harus mengawasi dan yang sangat diperlukan adalah kritik dan saran yang membangun tentunya. 
Jika saya sebagai pemimpin, saya akan melakukan hal yang telah menjadi tanggungjawab saya yaitu mengabdi pada masyarakat, banngsa, dan negara tercinta ini, Indonesia. Tentunya dengan menerapkan prinsip POAC yang bersungguhan. 
Thank for reading my blog. ^_^

Jika Aku Menjadi Pemimpin


Menyoal tentang kepemimpinan, sejatinya kata itu bukan lagi sebuah selentingan di telingaku. Kata itu didaraskan dan ditekankan setiap harinya dalam kurikulum pembelajaran di SMA ku. Tapi tentu untuk menjadi pemimpin tidak cukup dengan pembelajaran yang singkat, puluhan tahun bila perlu, maka baru akan nampak jalan kepemimpinan mana yang dapat dijalani pribadi. Karena semua berangkat dari kenyataan bahwa tiap pribadi itu unik dan otentik.

Menjadi pemimpin bagiku pada awalnya merupakan sesuatu yang jauh di angan. Tapi lama kelamaan aku sadar bahwa tiap pribadi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin, tentu dalam bidangnya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan pribadiku, aku dapat pula menjadi seorang pemimpin. Maka berangkat dari kesadaran diriku itu aku mulai menelisik, menjadi pemimpin itu bagaimana sih?


Pemimpin kudefinisikan sebagai those who conquer himself and make use of their potential for common purpose.Aku sendiri merasa nyaman dengan anggapanku pribadi bahwa pemimpin tidak harus menjadi the man who is in charge, dengan aku dapat mengalahkan diriku dan memilih untuk menempatkan kebersamaan sebagai prioritas, kupikir itu cukup untukku mendapatkan predikat sebagai seorang pemimpin. Berangkat dari pemikiran itu, kini aku meyakini bahwa, setiap orang, siapapun dirinya, harus memiliki jiwa kepemimpinan. Lalu bagaimanakah jiwa kepemimpinan yang kumaksud? Berikut kujabarkan lima nilai yang kuyakini sebagai perwujudan dari kepemimpinan. Dan jika aku menjadi pemimpin dalam arti pemangku jabatan atau pembuat kebijakan, inilah yang akan kupegang dan kulakukan sebagai seorang pemimpin.


Pertama adalah konteks. Kebijakan dan kepemimpinan tidak pernah berasal dari sesuatu yang tak ada. Kepemimpinan tidak pernah muncul begitu saja dari ruang hampa. Selalu ada konteks yang diikuti dengan pemikiran-pemikiran sebagai pemimpin sehingga melahirkan kebijakan yang tepat. Maka dari itu, sebagai pemimpin aku memilih untuk pertama-tama memperhatikan konteks (ruang, waktu, peristiwa, tokoh, afiliasi, dan lainnya). Semudah mengurai 5W+1H, konteks kepemimpinan yang kumaksud melihat kepada unsur apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Dengan konteks seperti terurai di atas, koridor yang akan dijalani dan ditinjau untuk membuat kebijakan atau mengambil sikap dalam diriku sebagai seorang pemimpin akan nampak gamblang. Dengan begitu kita/ aku sebagai pemimpin dapat mempertimbangkan berbagai kemungkinan.


Kedua adalah pengalaman. Pelajaran moral semasa SMAku mengatakan, pengalaman berarti „mengenyam sesuatu dalam batin“. Pengertian itu menuntutku untuk selalu menduga kejadian-kejadian, menganalisis kejadian yang kualami, dan menilai ide-ide yang tercipta dari pemikiran tadi. Dengan begitu pengalaman dapat dihayati dan dipahami arti otentiknya. Nah, pemahaman terhadap pengalaman yang telah dilalui itu tadi juga harus terjadi di seluruh aspek diri. Aspek diri yang kumaksud antara lain aspek intelektual atau kognitif dan aspek afektif atau rasa perasaan. Dengan aktifnya seluruh aspek dalam mengolah nilai yang terdapat di pengalaman terdahulu, maka aku yakin dapat mengambil pemikiran lanjutan, bahkan tindakan sebagai timbal balik dari pengalaman yang dialami tadi.


Ketiga adalah refleksi. Refleksi atau juga introspeksi merupakan satu unsur yang amat kuyakini sebagai unsur krusial yang harus ada dan disadari dalam diri seorang pemimpin. Namun dalam hal refleksi, seseororang/ diriku sebagai pemimpin harus pula mempunyai kerendahan hati. Sehingga dengan dipunyainya kerendahan hati, dapat dipastikan ada kesadaran yang selalu timbul dalam diri sebagai pemimpin untuk merasa kurang sempurna, sehingga diri sendiri sadar dan merasa sangat perlu untuk meninjau diri sendiri dalam hal kehadirannya sebagai pemimpin. Dengan refleksi/ introspeksi, aku dapat memahami hal yang dipelajari secara mendalam, mengerti sumber-sumber perasaan dan reaksinya, mendalami dampak/ implikasinya bagi diri sendiri dan tentunya bagi orang lain, serta terbukakan pikirannya mengenai mana yang benar, mana yang salah, mana yang sangat benar, dan mana yang sama sekali tidak dapat ditolerir. Sehingga pada akhirnya tindakan maupun keputusan yang akan diambil dalam tempo selanjutnya sebagai pemimpin, dapat lebih sinkron/ pas dengan situasi maupun konteks yang ada dalam lingkup kepemimpinannya.


Keempat adalah aksi. Tentunya setelah ber-refleksi, tidak mungkin diri seorang pemimpin akan berhenti begitu saja. Seperti kusebutkan dalam kalimat terakhir paragraf sebelumnya, seorang pemimpin harus mengambil tindakan baru/ yang terbaharukan, hasil dari refleksi/ introspeksi yang telah dilakukan dan akhirnya diolah dalam pikiran dan hati, sebagai tindak lanjut dari hasil pemikiran refleksi tadi. Dengan dilakukannya aksi ini, komitmen seorang pemimpin juga dibuktikan. Karena bila seorang pemimpin mau mengambil aksi baru, berarti memang dia sejatinya siap mengabdikan diri sebagai pemimpin sebaik-baiknya. Terpikirkan olehku dua jenis aksi yang dapat ditempuh diriku/ orang lain sebagai pemimpin. Pertama adalah aksi batin dan kedua adalah aksi jasmani. Aksi batin berarti aksi untuk merubah segala sesuatu yang kurang maupun salah dalam diri sendiri dan membangun yang baru. Sementara aksi jasmani berarti aksi nyata dalam kehidupan sebagai pemimpin berupa tindakan yang diperuntukkan pada lingkungan kepemimpinan sebagai bentuk dari pengabdian.


Kelima adalah evaluasi. Yang membedakan evaluasi dari refleksi pada poin sebelumnya adalah, evaluasi di sini melibatkan tidak hanya pengolahan batin diri sendiri, namun juga feedback atau tanggapan yang berasal dari orang lain. Sehingga sebenarnya hal yang terdapat dalam evaluasi tidak jauh berbeda dalam refleksi, namun ada unsur penentu yaitu tanggapan orang lain, sehinga hasil dari evaluasi ini dapat lebih seimbang dan global pengaruhnya.


Itulah diriku jika menjadi pemimpin.

Ada ratusan,ribuan,bahkan jutaan anak manusia yang terlahir di muka bumi ini.Terdapat tangisan sendu yang indah dan terlantun dari mulut sang bayi di setiap harinya.Dan ketika mereka terlahir,mereka menggenggam tangan mereka dengan sangat erat seakan mereka ingin berkata    “Akulah yang memimpin.akulah yang akan menggenggam dunia kelak “ sembari ayah dan bunda yang mengusap air mata mereka sambil tersenyum bahagia dan berdoa “ Semoga semua harapanmu terkabul nak”.Mereka melihat dunia adalah hal yang kecil,mereka berfikir dunia adalah senyuman dan tawa yang selalu mereka lakukan dengan polosnya.mereka berfikir bahwa dunia adalah tempat yang tenang,aman,dan damai.Mereka tak akan tersakiti disana,mereka selamanya tumbuh berkembang dan selalu tenang karena Tuhan akan melancarkan segala urusan mereka.Tapi,ada berapa banyak dari jumlah mereka yang menjadi pemimpin,ada berapa banyak bagian dari mereka yang menyerukan pendapat dan gagasan di hadapan masayarakat banyak dan memberikan janji agar para calon pendukungnya mau menerimanya sebagai pemimpin.Dan hitunglah dengan jari tangan dan kakimu ada berapa banyak orang yang bersedia membasahi diri mereka sendiri dengan keringat dan air mata agar mereka bisa melihat orang-orang disekitarnya tersenyum bahagia,orang-orang disekitarnya merasa aman,tentram,dan damai seperti apa yang mereka bayangkan sewaktu masih kecil.Pemimpin dalam artian adalah orang yang mampu memimpin.Tentu kita masih ingat,sewaktu kita kecil kita berlatih untuk menggerakan semua anggota badan dengan sempurna.Terjatuh,tertatih,dan menangis adalah hal yg terjadi agar semua anggota badan ini bisa bergerkan sesuai harapan kita.Begitulah kita berlatih memimpin.Dimulai dari memimpin diri kita sendiri agar kaki bisa melangkah di jalan yang tepat,berjalan dengan langkah yang benar,berjalan dengan irama yang tidak membuat seekor semut mati terinjak.Mata kita pun terlatih untuk terbuka lebar dan melihat suka duka dunia,dimana hal tersebut akan kita rasakan di relung hati yg terdalam.Itulah yang senantiasa kita lakukan sebagai pemimpin diri sendiri.Dan apakah terbesit dalam pikiran kalian bahwa di dalam diri kita semua terdapat jiwa-jiwa pemimpin yang telah diturunkan dari 2 pahlawan super tangguh yang mampu menerima kita sebagai titipan Tuhan dan sudi membesarkan kita yang sejak awal hanya tahu merengek dan minta tolong.Betapa besar jiwa kepemimpinan yang orang tua miliki bahkan rela menahan rasa lelahnya membanting tulang demi melihat anak-anak yang bahagia.

Jika aku menjadi pemimpin,maka aku harus sadar bahwa memimpin adalah sebagian kecil bagian dari kehidupan.Pemimpin ibarat otak dalam tempurung kepala.Dimana semua bagian tubuh dikendalikan oleh otak.Tentu otak juga tidak bekerja dengan santai dan hanya memimpin seluruh bagian tubuh dari pusat.Tetapi,Otak juga harus merasakan rasa yang sama dengan rasa lelah dan sakit bagian-bagian tubuh yang bekerja lainnya.Dan tubuh adalah suatu organisasi yang indah.Tubuh akan merasakan sakit ketika ada satu bagian saja yg terluka.Maka dari itu,pemimpin yang mampu mengendalikan masyarakat dengan cerdas dan cermat.Mampu mengetahui keadaan sekitar masyarakat dan mampu berempati dengan masyarakat adalah jiwa pemimpin yang aku idamkan untuk kumiliki.Pemimpin yang memberikan arahan dengan pertimbangan “apakah masyarakat sudah sejahtera?” adalah pemimpin yang hebat.Bahkan pemimipin hebat seperti khalifah Ummar bin Khatab rela tidur di rumah yang yang sederhana bukan istana yang megah,rela tidak makan daging ketika rakyatnya mengalami musim kemarau yang melanda negri Arab.Itu adalah sebagian pemimpin hebat yang hanya sedikit diketahui oleh masyarakat.Tidak seperti pemimipin-pemimpin modern yang hanya menginginkan kekuasaan dengan memperkaya diri sendiri dengan harta dan tahta,mempersenjatai pasukan untuk membantai orang-orang yang tak bersalah,menginvasi daerah lain agar wilayahnya luas dan tercatat sebagai “ Sang Penjagal”.Dunia telah diperdaya dan seakan tidak peduli dengan munculnya pemimpin-pemimpin jahanam seperti itu.Jika aku menjadi pemimpin,aku akan membuka lebar mata dunia agar mereka bisa menangis sekencang-kencangnya melihat kumuhnya rasa kemanusiaan yang dilunturkan zaman.Aku akan bergerak mengulurkan tangan agar air mata mereka sirna dan terganti oleh senyuman bahagia.Perpecahan yang terjadi akibat perbedaan ras,suku bangsa,keyakinan akan kuhapus dan kuganti dengan persaudaraan bangsa yang meyakini perbedaan itu adalah benar,perbedaan itu indah.Jika aku menjai pemimpin aku akan menerima jiwa-jiwa pemimpin lain yang akan membimbingku karena pemimpin hebat bukan hanya sekedar mau memimpin tetapi juga mau untuk dipimpin.Jika aku menjadi pemimpin,maka aku tidak akan lupa genggaman jemari kecilku sewaktu bayi dan keinginan untuk menjadi pemimpin adalah do’a pemimpin terhebat dalam sejarah yang membimbingku tentang arti kepemimpinan yang sebenarnya.

 

Jika Aku Menjadi Pemimpin

            Apa itu pemimpin? Pemimpin adalah seseorang dengan jabatan tertinggi yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk memimpin sebuah organisasi maupun perusahaan. Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Bukan berarti seorang pemimpin berhak menguasai segalanya. Segala sesuatu yang dilakukan oleh pemimpin harus direncanakan secara sistematis dan terstruktur. Karena apa? Karena pemimpin akan menjadi contoh maupun teladan bagi para pengikutnya. Banyak pemimpin yang mampu memimpin bahkan mengubah orang lain, namun ia tidak dapat memimpin dirinya sendiri. Sebagai pemimpin yang bijaksana seharusnya ia mampu mengoreksi kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya sebelum merubah apa yang ada pada orang lain.

          Seorang pemimpin sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Maka sebelum mengambil keputusan seorang pemimpin harus memikirkannya secara matang-matang. Apabila suatu keputusan diambil secara asal-asalan maka dapat berakibat fatal. Bukan hanya fatal untuk dirinya sendiri, namun kefatalan tersebut berdampak juga pada anggota / timnya.

            Saat ini saya sedang membayangkan jika saya menjadi pemimpin. Tentu bagi saya, menjadi pemimpin adalah hal yang sangat membanggakan. Namun terlintas di benak saya bahwa menjadi pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu permasalahan. Justru hal itu sulit dilakukan bukan? Namun segala sesuatu yang diusahakan pasti tetap dapat terlaksana dengan baik asalkan saya mempunyai niat dan tekad yang bulat. Keputusan -keputusan yang saya buat harus dapat memuaskan anggota saya. Apabila ada yang tidak setuju dengan keputusan itu, maka nantinya saya akan mendiskusikan pada anggota / tim agar tercapainya suatu kesepakatan.

Leadership success always starts with vision. Maka dari itu ada beberapa visi dan misi yang akan saya terapkan jika saya menjadi pemimpin, diantaranya : communicable (mudah dipahami oleh semua orang), desirable (menarik perhatian agar visi tersebut dapat membangkitkan semangat), dan yang paling penting adalah focused (visi harus jelas terfokus memiliki tujuan jangka panjang). Saya juga akan memilah-milah mana yang akan saya jadikan target utama, agar saya dapat menyelesaikannya dengan baik dan terencana.

Jika saya menjadi pemimpin, saya akan melaksanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya. Saya akan berusaha memperlakukan adil pada setiap anggota. Saya tidak akan membeda-bedakan status sosial mereka. Entah mereka dari keluarga yang ekonominya rendah maupun sebaliknya karena pada umumnya mereka sederajat dihadapan Tuhan. Saya juga akan berusaha memahami karakteristik dari setiap orang. Apabila ada masalah ketika saya memimpin mereka, saya akan menghadapi dengan kepala dingin supaya masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam konteks yang luas apabila saya menjadi pemimpin, saya akan berusaha untuk memberantas korupsi. Korupsi semakin merajalela. Saya tidak akan memaafkan para koruptor sekalipun adanya uang sogokan untuk mengurangi hukuman pidana, maupun hal semacam itu. Saya akan memberikan sanksi yang tegas kepada para koruptor karena telah menjajakan uang rakyat demi kepentingan lain. Hal itu justru meresahkan masyarakat.

Hal lain yang menjadi keinginan saya yaitu, saya akan menumpas kemiskinan serta pengangguran. Kemiskinan dan pengangguran sudah menjadi penyakit di negara kita. Sudah sepantasnya permasalahan ini segera diberantas. Saya pasti akan mencari cara untuk memecahkan solusi tersebut. Jika saya menjadi pemimpin, saya akan terjun ke lapangan untuk memotivasi mereka, memberikan mereka lapangan pekerjaan, dan memberikan balai latihan kerja. Hal tersebut saya lakukan agar mereka memiliki semangat untuk bekerja. Saya akan menanamkan motivasi kepada mereka bahwa bekerja sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan. Dan segala keadaan dapat dirubah jika kita mau berusaha. Karena pada intinya, kemiskinan dan pengangguran dapat diberantas apabila dari diri pribadi masing-masing tertanam kemauan untuk bekerja, bukan untuk bermalas-malasan.

Ya, itulah gambaran visi dan misi saya jika saya menjadi pemimpin. Walaupun semua itu hanya rencana saya, apabila saya berkeinginian pasti saya mampu mewujudkannya. 

Pages: 1 2 »